Winanda, Bayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Winanda, Bayu; Chrisanto, Eka Yudha; Djamaludin, Djunizar; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1564

Abstract

Background: The increase in hypertension in the Pasiran Jaya Community Health Center (Puskesmas) work area has seen an increase in hypertension patients, from 324 in 2021 to 421 in 2022. One non-pharmacological treatment is young coconut water and honey. Young coconut water is believed to lower blood pressure, while honey contains important compounds that can influence antioxidant activity. Purpose: To determine the effectiveness of young coconut water and honey on lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design using a pretest-posttest approach with a control group design. This study was conducted in the Pasiran Jaya Community Health Center (Puskesmas) work area in Tulang Bawang in August 2023. The sample selection technique used purposive sampling. Results: Bivariate data analysis using a t-test on systolic and diastolic blood pressure testing yielded a p-value of 0.001 < 0.05 for systolic blood pressure and a p-value of 0.006 < 0.05 for diastolic blood pressure. Conclusion: The administration of young coconut water and honey is effective in reducing blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Blood Pressure; Honey; Young Coconut Water. Pendahuluan: Peningkatan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pasiran Jaya terdapat peningkatan penderita hipertensi dari tahun 2021 sebanyak 324 penderita dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 421 penderita hipertensi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu air kelapa muda dan madu. Kandungan yang dimiliki air kelapa muda dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Sedangkan madu memiliki kandungan penting yang dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimental menggunakan pendekatan pretest-posttest with control group design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasiran Jaya Tulang Bawang pada Bulan Agustus 2023 dengan teknik pemilihan sampel menggunakan sampling purposive sampling. Hasil: Analisa data bivariat Menggunakan uji T-Test pada pengujian tekanan darah sistole dan diastole didapat nilai p-value 0.001 < 0.05 pada tekanan darah sistole dan p-value 0.006 < 0.05 pada tekanan darah diastole. Simpulan: Terdapat efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Air Kelapa Muda; Madu; Tekanan Darah.      
Implementasi senam hipertensi sebagai upaya efektif dalam menurunkan tekanan darah Sari, Walenda Pitri Novida; Usman, Irindy Inayah; Rohma, Eis Ainun; Ningsih, Indah Wahyu; Nasta, Beatrick Rosali; Sari, Ayi Puspita; Indriani, Dwi Liza; Winanda, Bayu; Maharani, Erliana; Marzuna, Marzuna; Mukti, Adika Dwiki; Agnesta, Desvia Ratin; Ramadan, Defri Wan; Rianty, Dian Asih
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i2.3059

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence and a risk of serious complications such as stroke and heart disease. One non-pharmacological effort to control blood pressure is through physical activity, such as hypertension exercises. Purpose: To determine the effectiveness of hypertension exercises on lowering blood pressure in the community. Method: A pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach was used. The activity was conducted on 66 respondents in Dusun II Aryo Jipang in April 2026. The hypertension exercises intervention was conducted three times, with approximately 20–25 active participants per session. Blood pressure measurements were taken before and after the intervention using a sphygmomanometer. Results: The results showed that before the intervention, 44 respondents (66.7%) had hypertension with an average blood pressure of 148/92 mmHg. After the hypertension exercises, there was a trend towards a decrease in blood pressure among respondents who actively participated. This indicates that hypertension exercises have a positive effect on blood pressure control. Conclusion: Implementation of hypertension exercises in the community has shown a positive effect on lowering blood pressure. Hypertension exercises, as a form of physical activity, have been shown to be an effective non-pharmacological intervention in helping control blood pressure. Regular and continuous implementation of hypertension exercises is necessary to achieve maximum results in lowering blood pressure and improving public health. Suggestion: The community, especially those with hypertension, is encouraged to engage in physical activity, such as hypertension exercises, at least 3–5 times a week, as an effort to control blood pressure. The community is also encouraged to adopt a healthy lifestyle, including a low-salt diet, maintaining a healthy weight, and having regular blood pressure checks. Keywords: Blood pressure; Community service; Hypertension; Hypertension exercises; Physical activity Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi dan berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah adalah melalui aktivitas fisik, seperti senam hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada masyarakat. Metode: Menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 66 responden di Dusun II Aryo Jipang pada bulan April 2026. Intervensi berupa senam hipertensi dilakukan sebanyak tiga kali, dengan jumlah peserta aktif sekitar 20–25 orang setiap pertemuan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan tensimeter. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebanyak 44 responden (66.7%) mengalami hipertensi dengan rerata tekanan darah 148/92 mmHg. Setelah dilakukan senam hipertensi, terdapat kecenderungan penurunan tekanan darah pada responden yang mengikuti kegiatan secara aktif. Hal ini menunjukkan bahwa senam hipertensi memberikan pengaruh positif terhadap pengendalian tekanan darah. Simpulan: Pelaksanaan senam hipertensi pada masyarakat menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap penurunan tekanan darah. Senam hipertensi sebagai bentuk aktivitas fisik terbukti dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang efektif dalam membantu mengontrol tekanan darah. Diperlukan pelaksanaan senam hipertensi secara rutin dan berkelanjutan agar dapat memberikan hasil yang lebih maksimal dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saran: Diharapkan kepada masyarakat khususnya penderita hipertensi untuk rutin melakukan aktivitas fisik seperti senam hipertensi secara teratur minimal 3–5 kali dalam seminggu sebagai upaya pengendalian tekanan darah. Diharapkan juga kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, seperti mengatur pola makan rendah garam, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.