Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MERAWAT KESEHATAN MENTAL DAN FISIK PADA LANSIA UNTUK HIDUP SEHAT DAN BAHAGIA PADA MASYARAKAT DI DESA KARMEO, KABUPATEN BATANGHARI anipah; Tri Wahyuni; Asmeriyani Asmeriyani; Yeyen Gustina Irawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/abdimas.v3i2.112

Abstract

Background: The elderly are an age group vulnerable to various health problems, both physical and mental. Mental health disorders can have an impact on the elderly, including reducing their ability to perform daily activities, increasing the risk of degenerative diseases, reducing independence, and thus reducing their quality of life. The importance of maintaining the mental and physical health of the elderly is a primary concern in improving their quality of life. Efforts that can be made include health education, regular physical activity, and adequate social support. Objective: This community service activity aims to increase awareness and skills in managing stress and maintaining physical health through providing education, training, and support to the elderly in maintaining mental and physical health so that the elderly can create a more productive and quality life. The material provided is counseling/education on stress management with breathing relaxation exercises (LAHARGO) to reduce anxiety/depression and to improve emotional well-being. Methods: The methods used include an educational approach (counseling), elderly exercise, and psychosocial therapy, as well as monitoring and evaluation of the program's impact on elderly health. The community service targets all 13 elderly people in Karmeo Village. Results: Evaluation results from questionnaires and interviews indicated that most seniors experienced positive benefits from the program, such as improved sleep quality, reduced stress, increased participation in social activities, and increased relaxation through LAHARGO breathing exercises. Conclusion: The outreach and education regarding the importance of maintaining mental and physical health successfully increased seniors' awareness of the importance of mental and physical balance in daily life. This community service activity successfully achieved its primary objective of increasing seniors' awareness and skills in maintaining mental and physical health. Keywords:. Elderly. Mental Health, Social Support
PENDEKATAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CEDERA KEPALA: SCOPING REVIEW Gita Maya Sari; Tri Wahyuni; Indriana Noor Istiqomah; Mashuri Mashuri; Laili Nur Azizah
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p01

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah kesehatan serius yang memerlukan pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif. Perawat memiliki peran mandiri dalam menentukan intervensi yang tepat untuk meminimalkan komplikasi dan mengoptimalkan kondisi klinis pasien pasca-trauma. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai intervensi keperawatan dan pengaruhnya terhadap clinical outcome pada pasien cedera kepala melalui metode scoping review. Desain yang digunakan adalah scoping review dengan mencari literatur pada database elektronik pada Sciencedirect, PubMed, Google Scholar dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2020-2025) dengan kata kunci Cedera Kepala; Clinical Outcome; Intervensi Keperawatan. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang berfokus pada intervensi mandiri keperawatan. Analisis artikel yang termasuk dalam tinjauan ini menggunakan Diagram Alur PRISMA 2020 dan kerangka kerja ‘PICOST’ (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design, Timeframe). Hasil tinjauan terhadap 10 artikel terpilih menunjukkan bahwa intervensi keperawatan non-farmakologis memberikan dampak signifikan terhadap clinical outcome pasien. Pemberian aromaterapi lavender secara mandiri oleh perawat terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan. Clinical outcome lainnya yang ditemukan adalah perbaikan tingkat kesadaran melalui terapi Murottal Al-Qur'an dan terapi musik, penurunan kecemasan, serta percepatan waktu ekstubasi pada pasien pasca-bedah. Selain itu, terdapat kebutuhan terhadap integrasi teknologi untuk mendukung kemandirian pasien dalam manajemen gejala kognitif. Pendekatan intervensi keperawatan mandiri berbasis komplementer efektif dalam memperbaiki clinical outcome pasien cedera kepala, terutama dalam manajemen nyeri dan stabilitas neurologis.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi Berbasis Coffee Grounds sebagai Natural Body Soap untuk Menjaga Kelembapan Kulit pada Pasien Hemodialisa Gita Maya Sari; Mashuri Mashuri; Esti Utarti; Indri Noor Istiqomah; Laili Nur Azizah; Tri Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27632

Abstract

ABSTRAK Pasien hemodialisa sering mengalami masalah kulit kering dan penurunan kelembapan kulit yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta memengaruhi kualitas hidup. Di sisi lain, limbah ampas kopi (coffee grounds) yang dihasilkan oleh masyarakat petani kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat petani kopi melalui pemanfaatan coffee grounds sebagai bahan dasar natural body soap serta mengembangkan produk yang berpotensi membantu menjaga kelembapan kulit pada pasien hemodialisa. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi mengenai pemanfaatan limbah ampas kopi, pelatihan pengolahan coffee grounds menjadi natural body soap, pendampingan proses produksi dan pemasaran. Pelaksanaan edukasi dan pelatihan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam membuat sabun sebagai hasil olahan limbah ampas kopi menjadi produk perawatan kulit yang bernilai tambah. Pemanfaatan coffee grounds sebagai bahan dasar natural body soap merupakan inovasi yang dapat mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani kopi dengan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Produk ini juga berpotensi menjadi alternatif perawatan kulit alami untuk membantu menjaga kelembapan kulit pasien hemodialisa. Kata Kunci: Coffee Grounds, Kelembapan Kulit, Natural Body Soap, Pasien Hemodialisis, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Hemodialysis patients frequently experience dry skin and decreased skin moisture, which may cause discomfort and affect their quality of life. Meanwhile, coffee grounds generated by coffee-farming communities have the potential to be utilized as a natural ingredient in skin-care products. This activity aimed to empower coffee-farming communities through the utilization of coffee grounds as a raw material for natural body soap and to develop a product with the potential to help maintain skin moisture in hemodialysis patients. The activity was conducted through education on the utilization of coffee-ground waste, training in processing coffee grounds into natural body soap, and assistance in the production and marketing processes. The implementation of education and training improved the community's knowledge and skills in producing soap from coffee-ground waste and transforming it into a value-added skin-care product. The utilization of coffee grounds as a raw material for natural body soap represents an innovative approach that integrates the economic empowerment of coffee-farming communities with sustainable waste utilization. This product also has the potential to serve as a natural skin-care alternative to help maintain skin moisture in hemodialysis patients. Keywords: Coffee Grounds, Skin Moisture, Natural Body Soap, Hemodialysis Patients, Community Empowerment.