Claim Missing Document
Check
Articles

Relevansi Antropologi dalam Kajian Kesenian di Indonesia Rasina Rajudin; Ambia Nurdin; Diana Lestari; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): April–June, Community Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ycxmp156

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana antropologi dan seni menaruh perhatian pada seni, khususnya pada penelitian serupa yang pernah dilakukan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut juga untuk menunjukkan makna tersirat dari beberapa proposisi dan asosiasi gagasan dalam perspektif antropologi yang dapat dijadikan pertimbangan bagi kajian seni rupa. Dalam pengertian ini, hal ini bukan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan besar antropologi seni atau membatasi diri pada keutamaan-keutamaan antropologi seni, melainkan untuk memperluas cakrawala yang harus mempertimbangkan hal-hal tersebut.
Perempuan dan rokok (kajian sosiologi kesehatan terhadap perilaku kesehatan reproduksi perempuan perokok di kota surakarta ) Elisa nur; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v9t7zr36

Abstract

Banyak faktor perilaku yang memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan reproduksi wanita, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah bidan Puskesmas dan suami dari wanita perokok, respondennya adalah wanita perokok. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara sampel dengan maximum variation sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga, hubungan sosial dan keinginan mencoba hal baru membuat wanita merokok. Dalam sehari, responden mengkonsumsi rokok 3 batang hingga 1 atau 2 bungkus rokok. Pengetahuan perokok Wanita tentang kesehatan reproduksi cukup luas, namun sikap mereka dalam menjaga Kesehatan reproduksi masih kurang karena mereka berhenti merokok hanya selama kehamilan dan menyusui. Setelah itu, mereka akan merokok lagi. Selain itu, beberapa responden tidak memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin.
Dinamika sosial masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi serly adhariaty; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rnzeph17

Abstract

Era globalisasi telah membawa budaya dan teknologi ke wilayah masyarakat adat yang dapat menimbulkan mulai pudarnya kepercayaan masyarakat karena adanya modernisasi pada masa kini. Modernisasi merupakan proses transformasi masyarakat dan kebudayaan dalam semua aspeknya, dari tradisional ke modern. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada kaitan Dinamika Sosial Masyarakat Adat dalam Menghadapi Modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metodeliteratur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui analisa data pada penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara kepercayaan masyarakat dan modernisasi di Kampung. Hasil penelitian ini adalah menunjukan jika terdapat beberapa aspek modernisasi yang masuk kedalam masyarakat. Tetapi tidak membuat suatu perubahan pada kebiasaan dan adat istiadat serta nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat karena masyarakat tetap memegang kepercayaan masyarakat adat, budaya dan adat istiadat yang diajarkan oleh leluhur. Hal ini diambil berdasarkan indikator yang diuji meliputi Sekularisasi, Penggunaan Nalar, Pendidikan, Kebiasaan Masyarakat, Sikap Terbuka, Kemajuan Teknologi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIARE PADA ANAK LAURA YOHANA; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hztbrj10

Abstract

Diare merupaka suatu kondisi dimanan seseorang mengalami kondisi buang air besar 3 (tiga) kali atau lebih dalam rentan waktu 24 (dua puluh empat) jam dengan kondisi tinja atau feses berupa cairan encer atau sedikit berampas. Diare lebih dominan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah, sehingga anak-anak sangat rentan terhadap penyebaran bakteri penyebab diare. Jika diare disertai muntah berkelanjutan akan menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Penyakit diare terjadi akibat faktor langsung maupun tidak langsung, diare bisa juga berasal dari faktor agen penjamu, perilaku, dan juga faktor terkait dengan lingkungan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak. Metode yang di gunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka (library research). Hasil dari penulisan artikel ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak adalah faktor lingkungan, pengetahuan orang tua, kondisi ekonomi, umur, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, personal hygiene dan kualitas makanan yang di konsumsi.
Gambaran Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Hipertensi Maulina 05; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jvnx3330

Abstract

 Hypertension is a health problem that is not only intense inthe world, but also in Indonesia. Hypertension is also referred to as the silent killer, which is a deadly disease without any signs and symptoms firstas a warning. The status of blood pressure will be higher as the function ofthe body's organs decreases. Hypertension is an abnormal increase in blood pressure which is the main cause of cardiovascular disease. The purpose of this study was to describe the efforts of early detection of hypertension and prevention of hypertension in Kayu Bawangvillage in the working area of Peat Public Health Center. Therefore, the public must be able to detect early and make efforts to prevent hypertension so that the blood pressure of people with hypertension can be controlled.
KEBIASAAN KEROKAN PADAMASYARAKAT SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL DALAMPERSPEKTIF ANTROPOLOGI KESEHATAN Maudatul Izza; Ambia Nurdin; Kiki Asrifa Dinen; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3j6p4436

Abstract

Meskipun saat ini telah memasuki era modern dimana ilmu pengetahuan danteknologi kedokteran berkembang sangat pesat namun sebagian besarmasyarakat masih mempertahankan pengobatan tradisional sebagai upayakuratif.Pengobatan tradisional telah menjadi suatu kebiasaan turun temurundan melekat di kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatansalah satunya adalah kebiasaan kerokan. Terdapat berbagai macam alasanmasyarakat masih mempertahankan kerokan sebagai pengobatan tradisionaldiantaranya adalah faktor kepercayaan, sosial budaya, faktor ekonomi danlain sebagainya. Penulisan ini dilakukan menggunakan metode literaturereview dan disusun untuk mengidentifikasi pandangan antropologi kesehatanterhadap kebiasaan kerokan yang ada di masyarakat. Dari hasil telaahdiketahui bahwa kerokan tidak hanya ada di Indonesia saja namun terdapatpula di beberapa negara Asia dengan istilah dan alat yang berbeda padamasing-masing negara. Selain itu pengobatan tradisional ini dapat membukapeluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga dapat diambilkesimpulan bahwa kerokan merupakan pengobatan tradisional yang telahdilakukan oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Kerokan telahumum dilakukan bagi masyarakat dewasa maupun anak-anak. Pengobatanini dianggap sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi beberapapenyakit ringan, seperti seperti flu, pilek, demam, serta sakit kepala.
Peran kritis kesehatan masyarakat dala membangun masyarakat yang berkelanjutan Nazira; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/766sa584

Abstract

Kesehatan masyarakat memainkan peran kritis dalam upaya membangun masyarakat yang berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit dan promosi kesehatan individu, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun, upaya ini tidak lepas dari tantangan dan hambatan yang kompleks, seperti ketimpangan akses, perubahan iklim, urbanisasi yang cepat, dan hambatan internal seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan kesehatan. Meskipun demikian, melalui pendekatan kolaboratif dan proaktif, kesehatan masyarakat dapat menjadi motor penggerak dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan. Dengan memberikan pendidikan dan advokasi yang kuat, mengembangkan kebijakan yang berbasis bukti dan efektif, serta melaksanakan program-program kesehatan yang terintegrasi, kesehatan masyarakat dapat membantu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
TRADISI LISAN NANDONG SIMEULUE PENDEKATAN ANTROPOLINGUISTIK Lasmi; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/mc09aw22

Abstract

Nandong Simeulue (NS) adalah tradisi lisan dalam masyarakat Simeulue berupa pantun dan puisi yang mengandung nasehat-nasehat dan cerita-cerita. Untuk menganalisis tradisi lisan NS, digunakan pendekatan antropolinguistik yang merupakan interdisipliner antara bahasa dan perilaku (praktik) berbicara. Dengan menggunakan parameter antropolinguistik yaitu keterhubungan, kebernilaian dan keberlanjutan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi NS, mengevaluasi kandungan tradisi lisan NS, dan menemukan model revitalisasinya agar NS dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Metode yang digunakan adalah metode etnografi yang dikemukakan oleh Spradley. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Sumber data primer berupa rekaman nandong, hasil wawancara dan hasil observasi. Sumber data sekunder berupa teks-teks pantun secara tertulis dan buku-buku yang memuat informasi nandong.. Temuan performansi berupa bentuk praktik berbicara yang mencakup struktur teks NS, tahapan performansi NS, komponen performer dan fungsi tuturan teks NS. Temuan pada kandungan NS menjelaskan makna, fungsi, nilai, dan norma yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi NS merupakan performansi nasehat yang terdiri ungkapan persuasif dan naratif.  
Analisis Pengobatan Tradisional Masyarakat Aceh Jaya dari Bahan Alam sebagai Bentuk Kearifan Lokal Susri Nurhazizah; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/y83nth70

Abstract

Masyarakat Aceh Jaya merupakan masyarakat yang masih memegang teguh budaya lokal secara turun temurun, salah satunya dalam pengobatan tradisional dengan menggunakan bahan-bahan alami. Kearifan lokal mempunyai kaitan erat dengan budaya atau tradisi suatu daerah. Berbagai praktik kearifan lokal yang masih dipertahankan masyarakat Indonesia dapat menjadi salah satu strategi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kearifan lokal masyarakat Aceh Jaya yang masih dilestarikan khususnya dalam pengobatan tradisional dengan menggunakan bahan alam dan juga untuk menambah pengetahuan siswa tentang ilmu kimia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian diperoleh daun balakacida dimanfaatkan masyarakat aceh jaya untuk mengobati luka, daun waru untuk mengobati demam, daun jujube untuk mengobati penyakit cacar, campuran sunti, bawang merah dan garam digunakan untuk mengobati kesurupan, air henna daunnya untuk mengobati maag, bunga buah kelapa untuk mengobati penyakit cacar, daun jarak pagar untuk obat diare dan perut kembung, daun bunga merak untuk obat demam, daun kapuk (Ceiba Petandra) untuk obat batuk, hutan kedondong (spondias pinnata) untuk obat batuk, dan Daun sembung (blumea balsamifera) dapat mengobati demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat Aceh Jaya masih menggunakan obat tradisional dari bahan alami sebagai wujud kearifan lokal yang masih dipertahankan. 
Cegah Stunting Dalam Upaya Mempersiapkan Generasi Yang Sehat Dan Kuat Maula Habna; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/804j4e27

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk kegagalan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis. Sepertiga anak usia di bawah lima tahun di Indonesia memiliki tinggi badan di bawah rata-rata.Jumlah anak stunting di Indonesia menempati urutan kelima dunia. Untuk mencapai target penurunan angka stunting membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Berbagai upaya pencegahan stunting telah pemerintah lakukan, salah satunya adalah bentuk kerjasama antar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan STKIP Muhammadiyah Kuningan. KKN Tematik Stunting yang dilaksanakan di Desa Gunungmanik adalah bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Program yang dilaksanakannya yaitu berupa Edukasi, Pendampingan TPK dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Metode yang digunakannya yaitu metode ceramah interaktif, kolaborasi dan demonstrasi. Edukasi berupa penyuluhan stunting dengan tema "Bebas stunting menuju jabar juara", pendampingan TPK dengan melakukan pengukuran Panjang Badan (PB) atau Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB), serta penyajian menu DASHAT agar diperolehnya pengetahuan dan keterampilan penyediaan pangan sehat dan bergizi berbasis sumber daya lokal bagi keluarga beresiko stunting. Upaya pencegahan stunting dapat terealisasikan apabila semua pihak yang tergabung dalam tim monitoring kesehatan desa ikut berpartisipasi dalam terlaksananya kegiatan ini.