Penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang serius, sehingga upaya pencegahannya tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi memerlukan peran aktif keluarga dan masyarakat, terutama ibu-ibu yang berperan sentral dalam pengawasan rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam pencegahan dan penanganan dini penyalahgunaan narkoba pada warga Kelurahan Tamalanrea. Metode yang digunakan adalah pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan ceramah interaktif menggunakan media presentasi dan diskusi terbuka, serta diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 warga (36 perempuan dan 4 laki-laki) yang sebagian besar adalah ibu-ibu, bersama pengurus lingkungan setempat dan narasumber dari Rumah Sehat Lembaga Peduli Anak Indonesia Cerdas (RSLPAIC). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan dari 50,2 (kategori kurang) pada pre-test menjadi 84,0 (kategori baik) pada post-test, meningkat 33,8 poin atau 67,3 persen, dengan 36 dari 40 peserta (90 persen) mengalami peningkatan skor. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pengetahuan mengenai tanda-tanda dini dan peran keluarga dalam pencegahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas yang interaktif efektif meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan keluarga dalam mencegah dan merespons penyalahgunaan narkoba di tingkat rumah tangga. Program lanjutan yang berkelanjutan, seperti pemantauan berkala dan pembentukan kader keluarga peduli narkoba, disarankan untuk memperkuat dampak jangka panjang kegiatan ini.