Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Media Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Rosmiati Ramli; Muhammad Zaid; Ruslan Ruslan; Raden Muliana; Rahmaniah Rahmaniah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7825

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan teknologi digital sebagai media penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. Penilaian dalam PAI memiliki karakteristik khusus karena tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang berkaitan dengan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam perilaku peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi penggunaan teknologi digital dalam penilaian PAI, mengidentifikasi bentuk-bentuk pemanfaatannya, serta menjelaskan implementasi penilaian berbasis teknologi pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital, melalui tes online, portofolio digital, penilaian otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penilaian berbasis proyek digital, mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan objektivitas penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain itu, teknologi digital memungkinkan pelaksanaan penilaian yang lebih variatif, kontekstual, dan berkelanjutan, sehingga dapat mengakomodasi pengukuran kompetensi peserta didik secara lebih komprehensif. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan konsep penilaian PAI berbasis teknologi digital sebagai alternatif strategis dalam membangun sistem evaluasi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.
THE IMPLEMENTATION OF THE MAKE A MATCH LEARNING MODEL IN AL-QUR’AN HADITH AMONG EIGHTH-GRADE STUDENTS AT HIDAYATULLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL, LILIRILAU DISTRICT, SOPPENG REGENCY Raden Muliana; Muhammad Naim; Djamaluddin; St. Wardah Hanafie Das; Suredah Hamid
Journal International Inspire Education Technology Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/jiiet.v5i3.1296

Abstract

The learning process had not been conducted effectively and optimally. The learning media used, such as whiteboards and textbooks, along with assignments in the form of monotonous worksheets, caused boredom and resulted in low learning motivation among students. Therefore, this study aimed to determine the effectiveness of the Make a Match learning model in improving students’ learning motivation in Al-Qur’an Hadith classes at Hidayatullah Islamic Boarding School. This study employed an experimental research design. The research was conducted at Hidayatullah Islamic Boarding School. The total population consisted of 259 students, and a sample of 64 students was selected and divided into three classes, including 18 students in the qualitative class. Data were collected through observations and students’ achievement scores. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings revealed that: (1) the implementation of the Make a Match learning model in Al-Qur’an Hadith classes at Hidayatullah Islamic Boarding School demonstrated considerable potential to improve learning effectiveness and enhance both students’ and teachers’ learning experiences, although additional efforts were required to support successful and sustainable implementation; and (2) there was an increase in students’ learning motivation after the application of the Make a Match learning model in Al-Qur’an Hadith learning. This finding was supported by observation results and students’ achievement scores. The significance level obtained was 5% with a confidence level of 95% and 8 degrees of freedom. The significance value obtained was 0.000, indicating that 0.000 < ? = 0.05. Therefore, it can be concluded that the Make a Match learning model significantly improved students’ learning motivation.
Islam dalam Perspektif Muhammadiyah: Islam in the Perspective of Muhammadiyah Raden Muliana; Amaluddin; Sudirman Herman; Nurhidayah Da'te; Abdul Assam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10670

Abstract

Islam merupakan agama yang mulia bagi seluruh semesta alam, tetapi umat Islam memiliki pandangan yang beragam mengenai Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan keislaman di Muhammadiyah, baik pandangan yang bersifat resmi maupun pandangan individu dari para tokoh Muhammadiyah itu sendiri. Metode kajian yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian pustaka (library research), dimana hasil putusan Muhammadiyah dijadikan sebagai sumber primer dan tulisan-tulisan yang memuat pandangan para tokoh atau ulama tentang Islam menjadi sumber sekundernya. Dari hasil kajian literature menunjukkan bahwa Muhammadiyah memahami Islam dalam dua sudut pandang, ada yang bersufat khusus dan umum. Pandangan yang bersifat khusus menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah yang terdiri dari perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk unutk kemashlahatan umat manusia di dunia maupun di akhirat. Sedangkan yang bersifat umum menjelaskan bahwa Islam itu adalah agama yang disyrai’atkan oleh Allah SWT melalui para nabi yang terdiri dari perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk untuk kemashlahatan manusia di dunia dan di akhirat. Di dalam artikel ini disimpulkan bahwa Muhammadiyah memiliki sudut pandang yang komprehensif tentang agama Islam. Islam tidak hanya difahami sebatas ajaran di Nabi Muhammad, tapi juga ajaran dari para nabi terdahulu.