Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tindakan Menjaga Kebersihan Diri (Personal Hygiene) dengan Penggunaan Metode Mencegah, Menunda, Menghentikan Kehamilan (Kontrasepsi) pada Wanita Usia Subur dengan Kejadian Keputihan Lumastari Ajeng Wijayanti; Musdalifah; Nur Afifah Harahap; Sitti Hardiyanti; Leli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2618

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada wanita usia subur. Salah satu faktor pemicunya adalah kebersihan organ intim serta penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tindakan menjaga kebersihan diri (personal higiene) dengan penggunaan metode kontrasepsi terhadap kejadian keputihan pada wanita usia subur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada 100 wanita usia 20-35 tahun yang menggunakan kontrasepsi di Puskesmas X. Hasil menunjukkan bahwa kurangnya melakukan personal higiene serta penggunaan kontrasepsi tertentu seperti IUD berhubungan signifikan dengan meningkatnya kejadian keputihan. Penting untuk melakukan edukasi berkala mengenai kebersihan organ intim dan pemilihan kontrasepsi yang tepat untuk mengurangi risiko keputihan.
Perbandingan Penggunaan Telehealth dengan Konsultasi Tatap Muka dalam Asuhan Kebidanan Nur Afifah Harahap; Susanti; Fanni Astuti; Bayu Larasati Wulandari; Rahmaniyah R
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2894

Abstract

Inovasi digital di sektor kesehatan, khususnya telehealth, telah menjadi salah satu alternatif penting dalam pemberian layanan kebidanan, terutama selama pandemi COVID-19 dan di wilayah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan. Namun, efektivitas dan kepuasan pasien terhadap telehealth dibandingkan dengan konsultasi tatap muka masih menjadi pertanyaan penting dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan tingkat kepuasan pasien terhadap penggunaan telehealth dengan konsultasi tatap muka dalam pelayanan asuhan kebidanan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 120 ibu hamil dipilih secara purposive sampling, terdiri dari pengguna layanan telehealth dan konsultasi langsung di fasilitas kebidanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam dimensi kualitas informasi antara telehealth dan tatap muka (p=0,213). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada dimensi kejelasan komunikasi (p=0,001), responsivitas (p=0,009), serta kepuasan umum (p=0,015), di mana konsultasi tatap muka lebih unggul. Di sisi lain, telehealth dinilai lebih efisien dalam aspek waktu dan aksesibilitas (p=0,000). Telehealth dapat menjadi alternatif yang layak untuk asuhan kebidanan terutama dalam kondisi tertentu seperti pandemi atau daerah terpencil. Namun, untuk aspek komunikasi interpersonal dan hubungan emosional, konsultasi tatap muka tetap lebih unggul. Kombinasi keduanya secara strategis dapat meningkatkan mutu dan jangkauan layanan kebidanan di masa depan.
Psychosocial Vulnerability of Children Due to Exposure to Extreme Weather: A Systematic Literature Review Achmad Rizki Azhari; Osep Yasier Almunsiri; Nur Afifah Harahap
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45858

Abstract

According to UNICEF, by 2050, an estimated 2.2 billion children will face the direct impacts of global warming, with heat stress identified as a key consequence. This article presents a global systematic literature review examining the psychosocial vulnerability of children exposed to extreme weather. Using a qualitative descriptive approach, relevant studies were identified through searches on ResearchGate, Google Scholar, and PubMed. The review focused on publications from 2020 to 2025 and ultimately included eight studies that met the inclusion criteria. A total of 62 articles were initially screened. The findings reveal that exposure to high temperatures significantly increases the risk of mental health issues in children, such as stress, sleep disturbances, depressive episodes, and post-traumatic stress disorder. These psychosocial effects highlight the urgent need to enhance the resilience of vulnerable children and their families, enabling them not only to cope with the effects of climate change but also to adapt to evolving environmental conditions. Strengthening social and emotional support systems is essential to mitigate the long-term psychological impact of climate-induced extreme weather on younger populations.
AMBIENT PM2.5 CONCENTRATION AND THE RISK OF HYPERTENSION IN ADULTS: A META-ANALYSIS STUDY Achmad Rizki Azhari; Maya Sari; Osep Yasier Almunsiri; Nur Afifah Harahap
Proceeding of Banten Internasional Conference on Health Advancement and Research Vol. 1 No. 1 (2026): Proceeding Banten International Conference on Health Advancement & Research (BI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long-term exposure to ambient fine particulate pollution (PM2.5) has been associated with cardiovascular diseases. Hypertension, a major risk factor for cardiovascular diseases, has also been hypothesized to be linked to PM2.5. Annual average PM2.5 concentrations were estimated for each community using satellite data. We applied two-level logistic regression models to examine the associations, and estimated hypertension burden attributable to ambient PM2.5.