Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Curriculum Transformation in Indonesia and Its Effect on Student Competencies: : Literature Study on 1947 Curriculum Until Merdeka Curriculum Fadhilah Putri, Zahra; Maula, Nurkholifatul
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1160

Abstract

: Indonesia telah mengalami perubahan kurikulum sejak tahun 1947 hingga saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka. Pada transformasinya, kurikulum disesuaikan dengan kondisi sosial dan pembangunan di Indonesia.  Hingga saat ini,  transformasi kurikulum terus berjalan sebagaimana sifat kurikulum yang dinamis yang terdiri atas perubahan kurikulum sebagian ataupun menyeluruh seperti perubahan tujuan, isi, hingga media belajar yang dipengaruhi oleh model kurikulum yang dipakai tiap kurikulum dari tahun 1947 sampai Kurikulum Merdeka tahun 2020. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi transformasi kurikulum dari tahun 1947 sampai dengan Kurikulum Merdeka dari perspektif model kurikulum yang digunakan. Penelitian ini melakukan studi secara detail mengenai transformasi kurikulum dari tahun 1947 sampai dengan Kurikulum Merdeka dilihat dari perbedaan model kurikulum yang dipakai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan systematic literature review. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kurikulum tahun 1947 dan 1952 menggunakan model rekonstruksi sosial, kurikulum 1964 menggunakan model rekonstruksi sosial dan humanistik, kurikulum 1968 dan 1984 menggunakan model humanistik dan subjek-akademis, kurikulum 1994 menggunakan model rekonstruksi sosial dan subjek-akademis, Kurikulum KTSP (2004) menggunakan model humanistik, Kurikulum 2013 menggunakan model humanistik, rekonstruksi sosial, dan subjek-akademis, dan Kurikulum Merdeka menggunakan model humanistik, subjek-akademis dan teknologis.   Indonesia has undergone curriculum changes from 1947 to the present day with the Merdeka Curriculum. Throughout its transformation, the curriculum has been adjusted to the social conditions and development in Indonesia. Until now, the transformation of the curriculum continues, as the nature of the curriculum is dynamic, involving partial and comprehensive changes such as the modification of objectives, content, and learning media influenced by the curriculum models used from 1947 to the Merdeka Curriculum in 2020. Therefore, this study aims to describe and identify the curriculum transformation from 1947 to the Merdeka Curriculum from the perspective of the curriculum models used. This research conducts a detailed study on the curriculum transformation from 1947 to the Merdeka Curriculum by examining the different curriculum models applied. The research method uses a qualitative approach with a systematic literature review. The results of this study indicate that the 1947 and 1952 curricula used the social reconstruction model, the 1964 curriculum used both the social reconstruction and humanistic models, the 1968 and 1984 curricula used the humanistic and academic models, the 1994 curriculum used the social reconstruction and academic models, the KTSP Curriculum (2004) used the humanistic model, the 2013 Curriculum used the humanistic, social reconstruction, and academic models, and the Merdeka Curriculum uses the humanistic, academic, and technological models.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN: PENDEKATAN KUALITATIF DI MTS JAGAT RAYA, DESA KEDONGDONG, KECAMATAN SUSUKAN, KABUPATEN CIREBON Maula, Nurkholifatul
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 02 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i02.160

Abstract

Implementasi kebijakan pendidikan di sekolah memiliki berbagai polemik. Salah satunya terjadi di sekolah swasta. Permasalahan tersebut mempengaruhi beberapa faktor. Diantaranya yaitu faktor kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kebijakan pendidikan yang dihadapi oleh sekolah dan strategi yang dihadapi kepala sekolah dalam menangani masalah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam teknik pengumpulan dengan wawancara dan observasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu terdapat dua permasalahan kebijakan yaitu mengenai pembuatan soal yang masih harus bersumber pada kementerian agama dan beban kerja guru yang sering kali berubah. Untuk mengatasi masalah tersebut, kepala sekolah melakukan pendampingan kepada siswa dan memenuhi jam kerja guru dengan mengajar di sekolah lain.
STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN START-UP PADA BIDANG PENDIDIKAN DI CV. BIG EDU INDONESIA Maula, Nurkholifatul
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i02.221

Abstract

Perkembangan startup di Indonesia cukup pesat dan telah berkembang secara merata ke seluruh daerah di Indonesia. Akan tetapi, startup yang dibidang edutech tampak tidak se-eksis startup e-commerce. Hal ini memiliki tantangan tersendiri bagi Indonesia. Terdapat perusahaan startup edutech yang cukup unik, yang bergerak dibidang riset, yaitu CV. Big Edu Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan, yaitu: bagaimanakah model bisnis CV. Big Edu Indonesia, bagaimana strategi marketing CV. Big Edu Indonesia, dan bagaimana dampaknya terhadap jumlah pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis Miles dan Huberman, dengan teknik wawancara mendalam. CV. Big Edu Indonesia memiliki layanan konsultasi riset dan sekolah, serta terdapat produk Research Plan Book. Adapun strategi yang digunakan yaitu: membuat konten marketing di Instagram, LinkedIn, dan Blog; membuka volunteer di beberapa daerah; mengadakan student ambassador yang berada diberbagai daerah; membangun komunitas Big Edu Project di WhatsApp dan Facebook; mengadakan diskusi online setiap bulan dengan mengundang pembicara handal; dan melakukan pelatihan singkat di sekolah-sekolah. Dampak dari strategi tersebut yaitu dapat meningkatkan jumlah peserta diskusi online.
DILEMA PEMBELAJARAN DARING: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON, JAWA BARAT Maula, Nurkholifatul
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v6i2.279

Abstract

Pandemi covid-19 telah memberikan banyak perubahan, antara lain di bidang pendidikan. Khususnya di lingkungan pesantren, tantangan yang dihadapi adalah cukup kompleks dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perspektif guru dan upaya sekolah dalam menghadapi pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa para guru pada salah satu sekolah menengah pertama di Pondok Pesantren Babakan memiliki perspektif bahwa proses pembelajaran daring selama masa pandemi ini, berlangsung tidak efektif. Hal itu dikarenakan beberapa hal, yaitu: keterbatasan penggunaan gadget di pesantren, kurang tersedianya fasilitas yang memadai, dan kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan IT, serta ketidakdisiplinan siswa. Berdasarkan perspektif para guru di atas, pihak sekolah di lingkungan pesantren memiliki berbagai upaya dalam peningkatan efektivitas pembelajaran daring, yaitu: menggunakan Hybrid Learning, memberikan kuota gratis untuk siswa dan guru, dan memberikan ruang kepada guru untuk belajar dengan teman sebaya dalam penggunaan IT.
PRAKTIK SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN STARTUP EDUTECH DI CV. BIG EDU INDONESIA Maula, Nurkholifatul
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 7 No 01 (2021): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v7i01.292

Abstract

Akhir-akhir ini, banyak perusahaan startup bermunculan di Indonesia. Tidak sedikit juga perusahaan startup yang tidak bertahan lama. Hal ini dikarenakan perusahaan startup sangat rentan dengan perubahan yang terjadi. Salah satu referensi menyebutkan permasalahan yang sering dialami startup ialah permasalahan sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan permasalahan atau tantangan yang terjadi di startup, serta strategi yang dilakukan oleh startup tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa startup memiliki permasalahan dalam mengontrol kinerja tim dan meningkatkan kemampuan tim karena keterbatasan anggaran dana. Oleh karena itu, startup tersebut memiliki strategi diantaranya: edukasi dari founder kepada tim, kolaborasi dengan para ahli untuk mengisi pelatihan kepada para timnya, dan membangun ilmu pengetahuan. Penelitian ini memberikan implikasi kepada pegiat startup dan pemerintah bahwa lebih memperhatikan keefektifan sumber daya manusia pada startup tersebut. 
ANALISIS STUDI KASUS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK IFAS DAN EFAS Maula, Nurkholifatul
Creative Research Journal Vol 10 No 01 (2024): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v10i1.333

Abstract

The Ciwaringin handwritten batik industry still faces many obstacles, including production process challenges and long production durations which can hinder cash flow turnover, marketing issues, and the limited skills and knowledge of the artisans, making it difficult for the Ciwaringin batik industry to grow. To foster the growth of the Ciwaringin batik industry, internal and external evaluations are necessary. This research aims to analyze the challenges and future of the Ciwaringin batik industry using SWOT analysis and calculations with IFAS and EFAS matrices. The study employed a descriptive qualitative approach with Miles and Huberman's analysis techniques. The results indicate that the IFAS value (strength and weakness) is 2.92, identifying that the IFAS value is in quadrant V (Five), which represents an average score. Therefore, there is a need for improvement in the internal factors of the Ciwaringin batik industry. The EFAS value of the Ciwaringin batik industry is 2.65, which falls in the "medium" quadrant. This means that the level of opportunities available to the Ciwaringin batik industry is medium, as it competes not only with other batik industries but also with various other creative industries in the fashion sector. Hence, the Ciwaringin batik industry can leverage its unique characteristics to capitalize on these opportunities. Based on the IFAS and EFAS results, the quantitative assessment provided by the IFAS and EFAS can assist the local government in evaluating and developing programs for the Ciwaringin batik industry. The findings of this research can guide policy direction to be more effective and efficient.
SIM Pendidikan dan Perannya dalam Peningkatan Layanan Akademik: Studi Kasus di Universitas Prasetiya Mulya Gustian, Listiady; Sari, Maya Novita; Maula, Nurkholifatul; Akbar, Sahrul
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v12i2.83542

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran SIM di Universitas Prasetiya Mulya dalam meningkatkan kualitas layanan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami bagaimana individu, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf layanan akademik, memandang penggunaan perangkat lunak SAP sebagai SIM pendidikan dalam layanan akademik di Universitas Prasetiya Mulya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur yang dilakukan secara daring, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahapan utama: kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi FIORI di Universitas Prasetiya Mulya telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung fungsi administratif dan akademik, terutama dalam hal efisiensi operasional dan aksesibilitas layanan akademik. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan lebih lanjut dalam beberapa aspek, seperti peningkatan keamanan informasi guna melindungi data akademik, pengembangan fitur analitik untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak agar sistem dapat berjalan lebih stabil dan efisien. Dengan perbaikan ini, SIM diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas layanan akademik secara keseluruhan.
Implementation of Character Education Based on Tahfidzul Qur'an at the Yanbu'ul Qur'an Tahfidz Islamic Boarding School in Menawan Village Farohi, Ahmad; Fatmawati, Noor; Maula, Nurkholifatul
Al Hikmah: Journal of Education Vol 5, No 1 (2024): Al Hikmah: Journal of Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/ahje.v5i1.266

Abstract

This study explores the integration of Tahfidzul Qur'an with character education at the Yanbu'ul Qur'an Tahfidz Islamic Boarding School in Menawan Village. Utilizing a library research method, the study examines how Quran memorization (Tahfidzul Qur'an) is systematically embedded into the educational framework to foster noble character traits among students, such as discipline, politeness, solidarity, religious character, and patriotism. The analysis highlights the interactions and activities within halaqah sessions, identifying them as critical moments for character development. Furthermore, this research addresses a gap in the existing literature by investigating the specific role of Quran memorization in character formation, a topic that has been insufficiently explored in previous studies. The findings indicate that the structured memorization of the Qur'an, alongside targeted character education strategies, significantly contributes to the holistic development of students, offering a robust model for character education in similar Islamic educational institutions.
Pengembangan Model Bisnis Inklusif untuk Peningkatan Nilai Tambah Pada Rantai Pasok Petani Beras Organik: Studi Kasus di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang Nurkholifatul Maula
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras organik mulai menjadi primadona pertanian beras di Karawang. Namun petani beras organik masih mengalami kendala dan permasalahan dalam rantai pasoknya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan tiga tahapan dalam analisis. Pertama, menganalisis rantai pasok saat ini pada beras organik, kedua, mengidentifikasi pengaruh struktural terhadap model bisnis inklusif dan ketiga, melakukan pengembangan pada model bisnis inklusif pada petani beras organik. Adapun hasil dari penelitian ini, mengidentifikasi bahwa petani beras organik Karawang telah memiliki rantai pasok yang cukup lengkap. Namun, masih terkendala dalam hal optimalisasi peran aktor dan akses pemasaran. Oleh karena itu, dikembangkan model bisnis inklusif dengan menggunakan pendekatan kolaboratif antar aktor dan menambahkan jenis produk dari beras ketan.
The potential of the bullion business in accelerating financial inclusion: A theoretical review of Pegadaian’s strategic role Maula, Nurkholifatul; Barnamij, Najhah
Environmental, Social, Governance and Sustainable Business Vol. 3 No. 1: (February) 2026
Publisher : Institute for Advanced Social, Science, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/esgsb.v3i1.2026.3568

Abstract

Background:  Formalizing bullion banking in Indonesia represents a strategic financial evolution catalyzed by the Law on the Development and Strengthening of the Financial Sector (P2SK) and OJK Regulation No. 17 of 2024. This study aims to construct a macroeconomic value proposition for the bullion business scheme, identifying it as a critical driver for strengthening the "People’s Economy" (Ekonomi Kerakyatan). Literature traditionally views gold as a passive pawn commodity, yet recent shifts suggest its potential as an active gateway for the unbanked. Methods: This research utilizes a qualitative systematic literature review guided by PRISMA principles, synthesizing academic and regulatory data from 2015–2025. The theoretical framework integrates Financial Intermediation and Vulnerability-Stress-Adaptation (VSA) theories to analyze economic resilience.. Findings: The bullion ecosystem acts as a "formalization engine" capable of mobilizing 1,800 to 2,600 tons of idle household gold, potentially adding IDR 245 trillion to the national GDP and creating 1.8 million jobs. The study finds that digital fractional ownership allows micro-savers to accumulate assets starting at 0.01 grams, effectively democratizing credit for 66 million MSMEs. By using gold as a universal intermediary, PT. Pegadaian eliminates "credit rationing," protecting grassroots purchasing power against inflation as posited by VSA theory. Conclusion: Bullion banking transcends traditional services to become a strategic pillar of national sovereignty, transforming passive ornaments into active capital. This model successfully addresses the dimensions of accessibility and usage within the Indonesian inclusive economy. Novelty/Originality of this article: This study uniquely links the bullion model specifically to Ekonomi Kerakyatan, providing the first post-2025 macroeconomic projection of gold banking’s impact on Indonesia’s structural financial resilience.