Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN EDUKASI CORRECT BREASTFEEDING TECHNIQUES PADA IBU PRIMIPARA DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL Wahyuni, Ida Tri; Wulandari, Siswi; Nikmah, Anis Nikmatul
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13952

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan bagian fundamental dalam proses tumbuh kembang bayi, karena ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dengan sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Oleh karena itu, keberhasilan pemberian ASI di Indonesia menjadi salah satu indikator penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. Sebagian besar ibu primipara menghadapi tantangan dalam memahami posisi yang tepat, cara menyusui yang efektif, dan tanda-tanda bayi yang sudah kenyang atau masih lapar. Tanpa keterampilan yang baik, proses menyusui dapat menjadi masalah, baik bagi ibu (misalnya sakit pada puting susu) maupun bagi bayi (misalnya bayi tidak mendapatkan ASI dengan optimal). Mengingat pentingnya pengetahuan yang tepat tentang teknik menyusui, berbagai metode edukasi telah diterapkan untuk membantu ibu primipara memahami cara menyusui yang benar. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain pemberian informasi melalui konseling langsung, buku panduan, dan seminar-seminar tentang menyusui. Namun, efektivitas dari setiap metode ini seringkali bervariasi, tergantung pada cara informasi disampaikan dan diterima oleh ibu. Peran seorang Bidan dalam kasus ini yaitu memberikan pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang mengenai cara menyusui yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini digunakan metode pelaksanaan terdiri tiga tahap yaitu persiapan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan mayoritas peserta mengalami peningkatan tingkat pengetahuan dengan baik setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual mengenai teknik menyusui dengan benar. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan untuk meningkatan pengetahuan masyarakat direkomendasikan sebagai promosi kesehatan salah satunya tentang pentingnya upaya pemberian teknik menyusui dengan tepat
Hubungan Status Ekonomi Dan Paparan Informasi Oleh Tenaga Kesehatan Tentang Deteksi Dini Kanker Servik Dengan Keikutsertaan Pemeriksaan Iva (Inspeksi Visual Asam Asetat) Di Puskesmas Balowerti Kota Kediri Tahun 2024 Puspitarini, Antri; Mustiko Utomo, Bram; Wulandari, Siswi
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i1.6413

Abstract

Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini keberadaan Human Papilloma Virus (HPV) pada leher rahim. Masalah dalam penelitian ini yaitu Wanita usia subur yang tidak melakukan pemeriksaan Iva. Menurut hasil data survey yang tidak melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan pemeriksaan IVA, yaitu pada bulan Maret yang sebanyak 145 ( 97%) WUS. Tujuan Umum penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Hubungan status ekonomi dan paparan informasi oleh tenaga kesehatan tentang deteksi dini ca servik dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA di puskesmas Balowerti Kecamatan Kota Kediri Tahun 2024. Konsep pada penelitian ini adalah status ekonomi, paparan informasi dan pemeriksaan iva. Rancangan dalam penelitian ini adalah inferensial, lapangan, cross sectional, survey, expost facto, analitik korelasional dan primer. Populasi dalam penelitian ini wanita usia subur yang masuk kriteria inklusi. Besar Sampelnya 56 Responden menggunakan teknik purposive sampling. Uji analisis menggunakan korelasi dari spearrman. Hasil analisa menunjukkan Status ekonomi di Puskesmas Balowerti Kota Kediri Tahun 2024 hampir sebagian besar status ekonomi Bawah (50,0%), Paparan Informasi Oleh Nakes di Puskesmas Balowerti Kota Kediri Tahun 2024 sebagian besar Tidak Mendapatkan Informasi (60,7%),Keikutsertaan Pemeriksaan Iva di puskesmas Balowerti kota kediri hampir sebagian besar tidak mengikuti pemeriksaan Iva (71,4%),Usaha yang dilakukan adalah memberi informasi tentang deteksi dini ca servik secara menyeluruh meliputi penyuluhan kesehatan yang baik dan penyuluhan pentingnya kesadaran di dalam lingkungan keluarga untuk melakukan pemeriksaan Inspeksi visual asas asetat secara dini.
Pengaruh Pemberian Jus Strawberry (Fragaria Xananassa) Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Balowerti Tahun 2024 Salsa Bella, Gina; Wulandari, Siswi; Sabda Nirwana, Betanuari; Aminah, Siti
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i1.6415

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama pada trimester ketiga. Salah satu cara untuk menangani anemia adalah dengan meningkatkan asupan zat besi. Buah strawberry kaya akan zat besi dan vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jus strawberry terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain analitik pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari ibu hamil trimester III yang mengalami anemia di Puskesmas Balowerti. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi jus strawberry selama periode tertentu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk menentukan pengaruh intervensi. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan pada ibu hamil setelah mengonsumsi jus strawberry. Pemberian jus strawberry secara signifikan dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III yang mengalami anemia dengan pvalue 0,000. Jus strawberry dapat digunakan sebagai salah satu terapi komplementer untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan periode intervensi yang lebih lama disarankan untuk mengkonfirmasi temuan ini.
Effectiveness of Preoperating Teaching with Anxiety Levels in Preoperating Sectio Caesarea Patients Wulandari, Siswi; Erike Yunicha Viridula; Weni Tri Purnani; Vivitri Yulinda; Raras Sucma A
Journal for Quality in Public Health Vol. 6 No. 2 (2023): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v6i2.453

Abstract

Surgery is an experience that can cause anxiety.  Anxiety is a feeling of fear that is unclear and not supported by the situation. In lowering anxiety, health education is needed. The purpose of the study was to analyze the effect of Pre Operating Teaching (Informed Consent) with anxiety levels in preoperative sectio caesarea patients in the Maternity Room of Arga Husada Hospital, Kediri, Malang Regency. Pre-experimental research design with pre-test and post-test design approaches. The population of all maternity mothers with sectio caesarea in the Maternity Room of Arga Husada Kediri Hospital was 120 people and a sample of 93 people with accidental sampling techniques. The research variables are Pre Operating Teaching and anxiety levels. HARS checklist and questionnaire instruments for anxiety. Data analysis using the Mc Nemar test.  The results of the Mc Nemar statistical test showed a significance  value of 0.0 00  (p<0.05) there was an effect  of pre-operating teaching  with the level of anxiety of pre-operative sectio caesaria patients  in the maternity room. The conclusion of this study is that the administration of pre-operating teaching can significantly reduce anxiety levels in SC preoperative patients. The anxiety that preoperative patients experience is due to a psychological condition that feels that it is not possible to express something unknown and the anticipation of something unknown and possible painful procedures will be the most common main cause. The anxiety facedis due to ignorance of the surgical procedure, the impact of the operation and the condition after undergoing surgery. Therefore, informed consent is needed to reduce the patient's anxiety about the threats that the patient feels when he is about to undergo surgery. Based on the results of this study, it is recommended to midwives to provide informed consent in accordance with the SPO applicable in the hospital.
PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT Wulandari, Siswi
JURNAL SeMaRaK Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal SeMaRaK
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/smk.v1i1.1254

Abstract

ABSTRAKKajian dalam Penelitian ini adalah penerapan Good Corporate Governance di Bank Perkreditan Rakyat. Good Corporate Governance dibutuhkan sebagai salah satu instrumen pengelolaan manajemen bank yang baik. Dengan pelaksanaan Good Corporate Governance yang efektif maka akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada BPR. Dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang baik maka akan meningkatkan pelayanan bank kepada nasabah. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Inti dari Good Corporate Governance adalah moral dan etika yang dibarengi dengan perangkat hukum.Kata Kunci:  Bank Perkreditan Rakyat, Good Corporate Governance, sumber daya manusia.
HOW COUNSELING CAN INCREASE AWARENESS AND PERCEPTION OF VULNERABILITY TO EARLY DETECTION OF BREAST CANCER Wulandari, Siswi; Viridula, Erike Yunicha; Novita, Kurnia; Anggraini, Yeni
Indonesian Journal of Health Science Vol 8 No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v8i1.6629

Abstract

SADARI (Breast Self-Examination) is one of the early detection of breast cancer and a role in the discovery of early-stage breast cancer. Awareness about SADARI is an educational activity with the spread of messages to improve the implementation of SADARI and the perceived susceptibility of adolescents in the early detection of breast cancer. This research aims to determine the influence of counseling about awareness (breast self-examination) on implementing SADARI and perceived susceptibility to early detection of breast cancer in the Muhammadiyah Senior High School City of Kediri in 2022. Pre-experiment research with one group pre-test and post-test design. Population all student XI Muhammadiyah Senior High School with a sample size of 37 with a total sampling technique. The instrument is a questionnaire and statistics test by the Wilcoxon test. The results can be interpreted that before counseling on BSE, almost all respondents had less than 33 respondents (89.2%). After counseling, some respondents had the implementation of BSE in the medium category, namely 18 respondents (48.6%). Before counseling on BSE, almost all respondents had low perceived susceptibility, 25 respondents (67.5%). After counseling, most respondents had perceived susceptibility in the high category, namely 24 respondents (64.9%). The results by Wilcoxon test obtained ρ value = 0.000 < α = 0.05, which means there is an extension of awareness about SADARI on the implementation of SADARI and perceived susceptibility early detection of breast cancer. It is hoped that the youth will perform SADARI regularly and independently to detect early breast cancer
Analysis of The Urgency of The Need for Regent Regulations on Tourism Awareness Groups (Case Study of Bogor Regency) Wulandari, Siswi
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 03 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i03.1023

Abstract

To implement community-based tourism, it is necessary to regulate the role of the community in the form of tourism awareness groups to improve the position and role of the community as an important subject or actor in tourism development and can synergize and partner with relevant stakeholders in improving the quality of tourism development in an area. Seeing the great potential possessed by Bogor Regency and the importance of the role of the Tourism Awareness Group as an implementer of conscious tourism, regulations are needed as legal certainty and guidelines for the Regional Government, Tourism Awareness Group, and the Community in the implementation and development of tourism in Bogor Regency. The type of research used is qualitative. The purpose of this study was to identify the role and contribution played by tourism awareness groups (Pokdarwis) in tourism development in Bogor Regency. The research method used in this study is qualitative. The results showed that the Regulation on Tourism Awareness Groups in Bogor Regency specifically does not yet exist. On the other hand, the existence of the Tourism Awareness Group has a major role in supporting a conducive climate for tourism growth, so it is considered necessary to establish a Regent Regulation on Tourism Aware Groups.
EFEKTIVITAS KOMBINASI PMT UBI UNGU DAN EDUKASI GIZI TERHADAP BERAT BADAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA Wulandari, Siswi; Utomo, Bram Mustiko; Aminah, Siti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6945

Abstract

Abstrak Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi dan edukasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi pemberian makanan tambahan berbahan ubi ungu dan edukasi gizi terhadap berat badan balita serta pengetahuan ibu. Desain yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pretest-posttest tanpa kelompok kontrol dengan sampel 40 pasangan ibu dan balita usia 12–36 bulan. Intervensi dilakukan selama 14 hari melalui pemberian PMT ubi ungu dan dua sesi edukasi gizi berbasis komunitas. Hasil menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada seluruh balita serta peningkatan skor pengetahuan ibu setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi gizi berbasis pangan lokal yang dikombinasikan dengan edukasi efektif dalam mendukung pertumbuhan anak dan pemberdayaan keluarga. Kombinasi ini dapat direkomendasikan sebagai strategi komunitas dalam upaya pencegahan gizi kurang dan mendukung program nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan.   Kata kunci : PMT lokal, ubi ungu, berat badan balita, edukasi gizi, pemberdayaan ibu
The Effectiveness of PMTCT Education in Increasing Pregnant Mothers' Knowledge on HIV/AIDS Prevention for Their Babies Wulandari, Siswi; Utomo, Bram Mustiko
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 2 No. 1 (2025): January, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v2i1.102

Abstract

Mother-to-child transmission (MTCT) of HIV is a pressing global health issue, particularly in regions with limited access to healthcare and education. Although advancements in prevention strategies have significantly reduced transmission rates, knowledge gaps among pregnant women often limit the effectiveness of Prevention of Mother-to-Child Transmission (PMTCT) programs. This study evaluated the impact of PMTCT education on increasing maternal knowledge and fostering adherence to HIV prevention practices.A pre-test and post-test design was implemented with 30 pregnant women attending antenatal care services in a resource-limited setting. Participants completed a knowledge assessment questionnaire before and after a culturally and linguistically tailored PMTCT education session. Data were analyzed using paired ttt-tests to evaluate knowledge improvement and logistic regression to assess changes in adherence intentions. The results showed a significant improvement in knowledge scores, increasing from 42.5% (SD = 11.7%) pre-intervention to 80.3% (SD = 8.9%) post-intervention (t(29) = 10.85, p < 0.001, Cohen's d = 2.01), and behavioral intentions to adhere to PMTCT protocols improved from 40% to 85%. Logistic regression analysis revealed a strong association between higher post-intervention knowledge scores and increased adherence intentions (OR = 5.6, 95% CI = 2.3–13.4, p < 0.001). These findings underscore the importance of integrating structured PMTCT education into antenatal care services to empower mothers, reduce MTCT rates, and enhance adherence to preventive measures. Future research should explore long-term outcomes and the inclusion of family members to amplify intervention impact.