Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGEMBANGAN SMART CITY DI KABUPATEN SOLOK SELATAN Muhammad Ilham Nur Ikhsan Rintaka
Journal Publicuho Vol. 8 No. 2 (2025): May - July - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i2.715

Abstract

This study focuses on the implementation of the smart city concept in South Solok Regency, which is part of the 100 Smart City program in Indonesia. Using the stakeholder analysis concept proposed by Ackermann & Eden (2011) and the penta-helix model by Vani et al. (2020; Yesayabela et al., 2024), this research aims to reveal strategies for adapting the smart city concept in small cities in developing countries. This study employs a qualitative method, with data collected through Focus Group Discussions (FGD) and in-depth interviews with key stakeholders, namely local government, industry players, academics, and community members. The results show that the government plays a key role as the policy maker and facilitator, while the private sector provides technological infrastructure. Academics contribute research-based data to support decision-making, though their contributions are still limited. The community actively participates as end users and beneficiaries. The mass media serve as an important tool to spread information and raise public awareness. The study concludes that the success of implementing the Smart City concept in South Solok depends heavily on the synergistic collaboration among the government, private sector, academics, the community, and the mass media. The local government, as the main player, needs to optimise its role as a policymaker to ensure that all elements can contribute optimally to the development of the smart city.
PELATIHAN WEBSITE BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA ADMINISTRASI NEGARA Sarinah Sarinah; La Ode Agus Said; Muh. Rijal; Asrul Asrul; Rasmin Rasmin; Muhammad Ilham Nur Ikhsan Rintaka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.54289

Abstract

Rendahnya literasi digital produktif mahasiswa Administrasi Negara menjadi tantangan dalam menghadapi tuntutan transformasi digital di sektor publik dan dunia kerja. Mahasiswa masih cenderung berperan sebagai pengguna pasif teknologi dan belum optimal memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan media digital aplikatif, seperti website. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital mahasiswa Administrasi Negara melalui pelatihan pembuatan website berbasis Artificial Intelligence. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan model project-based learning dan coaching clinic, yang dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, penyampaian materi, praktikum pembuatan website berbasis AI, pendampingan teknis, serta evaluasi hasil kegiatan. Mitra kegiatan adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Halu Oleo yang dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan website fungsional berbasis AI tanpa memerlukan kemampuan pemrograman, serta mengalami peningkatan signifikan pada aspek pemahaman literasi digital, keterampilan teknis pengelolaan website, dan kepercayaan diri dalam pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, pelatihan ini mendorong tumbuhnya orientasi kewirausahaan digital dan pemanfaatan website sebagai media akademik dan profesional. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan website berbasis AI merupakan strategi pengabdian yang efektif dan relevan dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa serta mendukung penguatan kompetensi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Implementasi E-Government melalui E-SPPD dan SP4N-LAPOR! dalam Pelayanan Publik di Kota Kendari Muhammad Ilham Nur Ikhsan Rintaka
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.533

Abstract

Abstrak.Transformasi digital dalam administrasi publik menjadi strategi penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan pemerintah. Namun, keberhasilan implementasi e-government tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kapasitas organisasi dan kesesuaian tata kelola kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi e-government melalui sistem E-SPPD (Elektronik Surat Perintah Perjalanan Dinas) dan SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional) di Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-SPPD memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan SP4N-LAPOR!, terutama dalam mempercepat proses administrasi, meningkatkan keterlacakan dokumen, dan memperkuat pengawasan internal. Sebaliknya, implementasi SP4N-LAPOR! masih menghadapi kendala berupa birokrasi yang terpusat, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya asimetri digital governance, yaitu kondisi ketika sistem digital yang dikelola secara lokal justru lebih efektif dibandingkan sistem yang terintegrasi secara nasional karena perbedaan tingkat kontrol, fleksibilitas kelembagaan, dan kapasitas adaptasi operasional. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintahan memerlukan keselarasan antara teknologi, kapasitas organisasi, dan distribusi kewenangan dalam tata kelola pemerintahan.
Pelatihan Penggunaan Sistem Pembelajaran Daring (E-Green UHO) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fisip Universitas Halu Oleo Rasmin Rasmin; Muh. Rijal; La Ode Agus Said; Muhammad Ilham Nur Ikhsan Rintaka; Sarinah Sarinah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2238

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan penggunaan sistem pembelajaran daring e-Green/SPADA UHO sebagai respons terhadap rendahnya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengakses, menavigasi, dan mengoptimalkan fitur akademik e-Green, menumbuhkan kemandirian belajar daring, membangun etika digital, serta mendorong sinergi antara mahasiswa dan dosen dalam ekosistem pembelajaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan program, koordinasi dan sosialisasi dengan mitra, pelaksanaan workshop interaktif, serta evaluasi dan tindak lanjut melalui pembentukan Tim Mahasiswa Tutor Sebaya sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa 92% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai literasi digital, dan 89% telah mampu mengoperasikan fitur-fitur utama e-Green secara mandiri, termasuk pengunggahan tugas, partisipasi forum, dan akses materi perkuliahan. Pelatihan berbasis praktik langsung dan penggunaan media visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri, serta kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran berbasis digital. Adapun rekomendasi dari kegiatan ini mencakup perlunya pelatihan lanjutan, penyusunan modul tutorial digital yang mudah diakses, serta penguatan peran dosen dalam pemanfaatan fitur e-Green agar transformasi pembelajaran digital dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
Tourism Village Development as a Grassroots Indicator of Maritime Development: A Qualitative Case Study of a Coastal Community in Southeast Sulawesi, Indonesia Adrian Tawai; Muhammad Yusuf; Taufik Taufik; Muhammad Ilham Nur Ikhsan Rintaka
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i1.1172

Abstract

Indonesia’s maritime development agenda emphasizes the integration of economic growth, community empowerment, and sustainability in coastal and archipelagic regions. Among various development instruments, tourism villages—particularly those based on marine and coastal resources—have gained increasing attention as vehicles for community-based development. However, existing studies largely position tourism villages as development outcomes, with limited attention to their potential role as analytical indicators of maritime development at the local level. This study aims to examine tourism village development as a grassroots indicator of maritime development through a qualitative case study in Kelurahan Toronipa, Southeast Sulawesi. Employing a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews with key stakeholders, non-participant observation, and document analysis. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns related to community participation, governance, socio-economic transformation, infrastructure development, and sustainability practices. The findings reveal that tourism village development in Toronipa reflects broader maritime development processes by facilitating livelihood diversification, strengthening community participation in governance, improving infrastructure accessibility, and integrating maritime cultural values into tourism activities. At the same time, the study identifies challenges related to uneven participation, environmental management, and the potential displacement of traditional maritime livelihoods. This research contributes theoretically by repositioning tourism villages as socio-economic and governance indicators of maritime development rather than merely policy outcomes. Practically, the findings suggest that tourism village performance can inform more inclusive and context-sensitive maritime development policies, particularly in coastal regions of eastern Indonesia. The study highlights the importance of integrating community empowerment, governance quality, and sustainability considerations into the assessment of maritime development at the grassroots level.