Zainal Abidin
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Karakter Islami Melalui Program Tausiyah: Pengabdian Internasional di Pesantren Malaysia Zainal Abidin; Kholili Hasib; Imaduddin; Akhmad Fauzi Hamzah; Lutfi Rachman; Achmad Djuaini; Sulthan Azhari El Barry
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v2i3.191

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memperkuat karakter Islami santri melalui kegiatan tausiyah pekanan di Pesantren Al Hikmah Darul Ulum, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari fenomena melemahnya penghargaan terhadap guru, ilmu, dan tradisi pesantren, yang berimplikasi pada berkurangnya kualitas pendidikan karakter Islami. Subjek pengabdian adalah 40 santri tingkat menengah dengan pendampingan 5 ustadz pembimbing. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan ustadz dan santri secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi perilaku santri, pedoman wawancara singkat, serta dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran santri mengenai pentingnya adab sebelum ilmu, yang tampak pada sikap hormat terhadap guru, meningkatnya disiplin belajar, dan interaksi sosial yang lebih positif. Program tausiyah juga memperkuat identitas pesantren sebagai pusat pembinaan moral-spiritual, meskipun masih terdapat keterbatasan berupa durasi program yang singkat dan metode ceramah yang relatif dominan. Dengan demikian, program tausiyah pekanan dapat menjadi model alternatif yang aplikatif dalam penguatan pendidikan karakter Islami di pesantren lintas negara.
Penguatan Literasi Aksara Jawi dan Pego: Program Pengabdian Internasional di Akademi Jawi Malaysia Kholili Hasib; Muhammad Farid; Zainal Abidin; Muhammad Nurusshobah
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26523

Abstract

Program pengabdian internasional ini bertujuan memperkuat literasi aksara Jawi dan Pego sebagai warisan peradaban Islam-Melayu yang semakin terpinggirkan akibat dominasi huruf Latin. Kegiatan dilaksanakan di Akademi Jawi Malaysia dengan melibatkan mahasiswa  dan dosen melalui workshop penulisan, pengenalan naskah klasik, pendampingan membaca teks turāth, serta pelatihan digitalisasi manuskrip. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca dan menulis, sekaligus lahirnya kesadaran baru akan identitas budaya dan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa Jawi dan Pego bukan hanya sistem tulisan, melainkan simbol peradaban Islam yang hidup. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu mengenai aksara tradisional, program ini memberi kontribusi baru berupa kolaborasi lintas negara dan integrasi teknologi digital. Implikasinya, pelestarian aksara Jawi dan Pego membutuhkan pendekatan edukatif, partisipatif, serta dukungan kebijakan pendidikan agar tetap relevan di era modern.  
HYBRIDIZED SPIRITUAL–TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS: MANAGING A SUSTAINABLE ARABIC LANGUAGE ENVIRONMENT Zainal Abidin; Akhmad Fauzi Hamzah; Ahmad Qusairi; Musleh Harry; Ikmal Wahyudi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4593

Abstract

This study aims to look into the management of the Arabic language environment (Biah Arabiyah) in Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Indonesia, using the Total Quality Management (TQM) theory with the integration of spiritual values. This study sought to explore the role of the management of the organization in the sustainability of the Arabic Language Environment. This current study used a qualitative case study method. Participants of the current study included the pesantren management, the language program management, teachers, and students, as they were the key individuals involved in the implementation of the Arabic Language Environment. Thematic analysis of the data revealed the following findings: The sustainability of the Arabic Language Environment is supported by the following three mechanisms: the planning of the language environment, the embedding of the use of the Arabic Language in the academic and social activities of the pesantren, and the supervision of the institution. In addition, spiritual values embedded in the pesantren culture strengthen students’ intrinsic motivation to maintain the use of Arabic in daily communication. These findings lead to the development of a conceptual framework called the Hybridized Spiritual–TQM Model, which integrates quality management principles with spiritual values to sustain the language learning environment. Keywords: Arabic Language Environment; Spiritual Culture; Total Quality Management.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan lingkungan berbahasa Arab (Biah Arabiyah) di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Indonesia, menggunakan teori Total Quality Management (TQM) dengan integrasi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini berupaya mengeksplorasi peran manajemen organisasi dalam keberlanjutan Lingkungan Berbahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Partisipan meliputi manajemen pesantren, manajemen program bahasa, guru, dan siswa, karena mereka adalah individu kunci yang terlibat dalam implementasi Lingkungan Berbahasa Arab. Analisis tematik data mengungkapkan temuan sebagai berikut: Keberlanjutan Lingkungan Berbahasa Arab didukung oleh tiga mekanisme berikut: perencanaan lingkungan bahasa, pengintegrasian penggunaan Bahasa Arab dalam kegiatan akademik dan sosial pesantren, dan pengawasan lembaga. Selain itu, nilai-nilai spiritual yang tertanam dalam budaya pesantren memperkuat motivasi intrinsik siswa untuk mempertahankan penggunaan Bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Temuan-temuan ini mengarah pada pengembangan kerangka kerja konseptual yang disebut Model Spiritual-TQM Hibrida, yang mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen mutu dengan nilai-nilai spiritual untuk mempertahankan lingkungan pembelajaran bahasa. Kata kunci: Budaya Spiritual; Lingkungan Bahasa Arab; Manajemen Mutu Total.