Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TUTURAN DIREKTIF PENDIDIK PADA PEMBELAJARAN DI SMA Herwani, Suci
Sasando Vol 5 No 1 (2022): SASANDO VOL 5 NO 1 APRIL 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v5i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi tuturan direktif dalam pembelajaran, dan (2) nilai-nilai pendidikan karakter tuturan direktif dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Simak Bebas Libat Cakap. Data dianalisis dengan metode padan. Dilanjutkan teknik dasar, yaitu Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) untuk mengklasifikasikan fungsi tuturan dan nilai-nilai pendidikan karakter tuturan. Data penelitian berupa penggalan tuturan sedangkan sumber data adalah tuturan pendidik dalam pembelajaran. Dari hasil penelitian ini terdapat lima fungsi tuturan direktif meliputi, menyarankan, menyuruh, mengajak, meminta, dan memaksa. Selanjutnya nilai-nilai pendidikan karakter dalam tuturan direktif meliputi religius, peduli, jujur, dan nasionalis.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter Legenda Batu Menangis: Kajian Perspektif Islam Herwani, Suci
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v8i1.14902

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang nilai pendidikan karakter dalam perspektif islam pada sebuah legenda Batu Menangis yang berasal dari Kalimantan Barat. Karakter merupakan tabiat, watak, akhlak atau menyangkut baik buruknya budi pekerti seseorang. Setiap ajaran agama mengajarkan seseorang memiliki karakter yang baik, salah satunya dalam pandangan islam. Untuk mengajarkan kepada anak-anak akan pentingnya nilai karakter dapat melalui cerita. Pesan yang dikandung dalam cerita sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai karakter yang seharusnya dimiliki oleh anak terhadap orang tua pada khususnya dan orang lain pada umumnya dalam perspektif islam. Metode penelitian yang diterapkan yaitu deskriptif kualitatif. Temuan dari penelitian ini meliputi empat nilai karakter yang muncul yakni Darmi, Ibu Darmi, dan para perempuan. Darmi digambarkan memiliki watak pemalas, kasar, dan pembohong. Ibu Darmi memiliki watak penyabar dan baik hati. Para perempuan memiliki watak peduli. Abstract:  This study discusses the value of education character in an Islamic perspective in a legend of Batu Menangis originating from West Kalimantan. Character is a character, character, morals or concerns the good and bad character of a person. Every religious teaching teaches a person to have a good character, one of which is in the view of Islam. To teach children the importance of character values can be through stories. The message contained in the story is very useful for character building. The purpose of this study is to describe the character values that children should have towards parents in particular and other people in general in an Islamic perspective. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study found that there were four character values that emerged, namely Darmi, Ibu Darmi, and women. Darmi is described as lazy, rude, and a liar. Mrs. Darmi has a patient and kind character. Women have a caring disposition.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BERBASIS PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TaRL) DALAM LITERASI NUMERASI KELAS IV MIN KUDUS Herwani, Suci -
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 3 (2025): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v4i3.17919

Abstract

Numeracy literacy is one of the main focuses in the implementation of the independent curriculum. However, students in class IV MI Negeri Kudus do not have good numeracy literacy skills. The purpose of this study is to analyze the implementation, supporting and inhibiting factors in the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) learning model based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in numeracy literacy. The research method used descriptive qualitative. The subject of this research is fourth grade mathematics educators. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data validity test uses credibility test and dependability test. Data analysis techniques through three steps, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study show that 1) The implementation of the RME model based on the TaRL approach in numeracy literacy is going well, students are able to solve narrative-based problems or HOTS questions that emphasize understanding numeracy literacy in the independent curriculum. 2) Supporting factors in the implementation of the RME model based on the TaRL approach in numeracy literacy in grade IV, namely, deep involvement of teachers, involvement of students, support from schools, and a supportive learning environment. While the inhibiting factors are curriculum changes, diverse levels of understanding of students, and time constraints. ABSTRAK Literasi Numerasi merupakan salah satu fokus utama dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Namun peserta didik di kelas IV MI Negeri Kudus belum memiliki kemampuan literasi numerasi yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan, faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbasis pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) dalam literasi numerasi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pendidik matematika kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan uji credibility dan uji dependability. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan model RME berbasis pendekatan TaRL dalam literasi numerasi ini berjalan dengan baik, peserta didik mampu menyelesaikan soal berbasis narasi atau soal HOTS yang ditekankan pada pemahaman literasi numerasi di kurikulum merdeka. Terdapat tiga tahap pelaksanaan pembelajaran yakni tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan model RME berbasis pendekatan TaRL dalam literasi numerasi di kelas IV yakni, keterlibatan pendidik yang mendalam, keterlibatan peserta didik, dukungan dari sekolah, dan lingkungan belajar yang mendukung. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya perubahan kurikulum, tingkat pemahaman peserta didik yang beragam, dan keterbatasan waktu
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM INTERKASI PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 2 JATI KUDUS: PERSPEKTIF PRAGMATIK suci herwani
MABASAN Vol. 18 No. 1 (2024): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v18i1.791

Abstract

Peran pendidik tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik tetapi juga memberikan tauladan kepada peserta didik baik dalam bersikap maupun dalam bertutur. Tuturan yang diujarkan juga perlu memperhatikan cara penyampaiannya agar penutur dan mitra tutur tidak merasa tersinggung. Tindak tutur ekpresif merupakan bentuk ujaran yang mengungkapan perasaan dari penutur kepada mitra tutur. Tujuan penelitian ini yakni mengidentifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif pendidik dan peserta didik dalam interaksi pembelajaran di SMP Negeri 2 Jati Kudus yang dikaji dalam tataran pragmatik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskripstif kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa penggalan tuturan yang di dalamnya terdapat bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif antara pendidik dan peserta didik dalam interaksi pembelajaran. Sumber data yakni tuturan ekspresif pendidik dan peserta didik, dengan jumlah 36 responden yang terdiri atas 6 responden berasal dari pendidik dan 30 responden berasal dari peserta didik. Pengambilan data melalui observasi. Pengambilan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Tahapan dalam pengumpulan data yakni dengan menyimak dan mencatat tuturan, mentranskrip tuturan, pengkodean, dan reduksi atau pemilihan data. Metode padan dipergunakan untuk menganalisis data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian ditemukan bentuk tuturan terdiri atas dua yakni tuturan langsung dan tidak langsung. Bentuk tuturan langsung meliputi, modus deklaratif, imperatif, dan interogatif. Bentuk tidak langsung meliputi, deklaratif-imperatif, dan interogatif-imperatif. Adapun fungsi tindak tutur ekspresif meliputi memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, dan menyindir, dan permohonan maaf.
Penerapan Metode Storytelling Berbasis Pengalaman Pribadi Dengan Media Talking Stick Terhadap Keterampilan Berbicara Peserta Didik Rosidah, Nurul Kholifatur; Herwani, Suci
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38588

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa kemampuan berbicara peserta didik di sekolah dasar masih terbatas, meskipun keterampilan komunikasi lisan adalah hal fundamental untuk interaksi sosial dan kesuksesan akademis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode storytelling berbasis pengalaman pribadi dengan media talking stick terhadap keterampilan berbicara peserta didik. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, dengan sampel penelitian terdiri dari 18 peserta didik kelas III MI NU Miftahul Huda 01 yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis dengan melewati tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan metode storytelling dengan media talking stick dapat menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik serta mampu mengurangi hambatan psikologis seperti kecemasan. Penggunaan pengalaman pribadi memudahkan peserta didik menemukan ide cerita, memperkaya kosakata, serta membuat kemampuan berbicara menjadi lebih lancar dan terampil dalam menyusun kalimat secara runtut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa metode storytelling yang diintegrasikan dengan elemen permainan dapat mengubah cara belajar bahasa yang kaku menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Implikasi dari penelitian ini mencakup penambahan informasi mengenai inovasi media pembelajaran sederhana, serta memberikan saran praktis kepada guru untuk memanfaatkan media di sekitar peserta didik agar dapat membangun rasa percaya diri yang positif.
INTEGRATION OF MULTIMODAL LITERACY WITH A DEEP LEARNING APPROACH TOWARDS ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' READING COMPREHENSION: A CASE STUDY Amalia Anisa Fitri; Suci Herwani
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i2.17594

Abstract

This study aims to analyze the integration of multimodal literacy based on immersive learning in elementary school students' reading comprehension and its relationship to reading comprehension skills. Although multimodal literacy has been widely researched, studies that integrate it with an immersive learning approach in the elementary school context are still limited, particularly in examining students' meaning construction processes at the inferential and reflective levels. This study used a qualitative approach with a case study design conducted at SDN 04 Karangbener with one fourth-grade teacher and 17 fourth-grade students as subjects. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with a thematic coding process. The results showed that the integration of video as an initial stimulus and digital text as a reinforcement of understanding was able to increase student engagement and facilitate cognitive integration between representations, so that understanding develops from the literal to the inferential and reflective levels as part of the immersive learning process. However, the implementation of learning still faces obstacles such as limited time, digital resources, and differences in student abilities. Theoretically, this research contributes to strengthening the integration of multimodal literacy and deep learning as a pedagogical framework in reading learning, while practically it shows that its effectiveness depends on the readiness of the learning environment and teacher competence.
EXPLORING THE EXPERIENCES OF ENGLISH-EDUCATED PARENTS IN SUPPORTING THEIR VERY YOUNG CHILDREN'S ENGLISH LEARNING Mailasari, Dewi Ulya; Herwani, Suci
THUFULA Vol 11, No 2 (2023): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v11i2.23461

Abstract

This research aims to examine the experiences of parents with an English educational background in supporting early childhood English learning. This research used a descriptive method, with the number of participants being 5 parents, with an English educational background, who had children aged 4-6 years in PAUD. Data was obtained from questionnaires sent via the Google Form platform which were analyzed descriptively. The research results show that parental support is in the form of providing various media to introduce English vocabulary, carrying out social interactions by talking with children, and creating 'family time' through watching videos and singing songs together as part of language enrichment at home even though it is not routine. in terms of time. From these findings, it is necessary for parents to be able to utilize a variety of media, increase social interaction, utilize 'family time', integrate learning into routines, develop creativity in learning, play an active role in communication, and be able to support children's language. more effective development at home.
Penerapan Metode Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Puzzel Spinner Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Perkalian di Kelas III SD 2 Sambung Najwa Kamalia, Nayli; Najwa Kamalia , Nayli; Maulida, Rima; Dwi Cahyani, Mutia; Herwani, Suci
Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/zg6edj48

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada temuan bahwa siswa kelas III SD 2 Sambung belum menguasai konsep perkalian secara mendalam. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka mengingat hasil tanpa memahami bahwa perkalian merupakan bentuk penjumlahan yang dilakukan berulang. Pola pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan minim penggunaan media konkret turut menyebabkan rendahnya partisipasi siswa serta tingginya kesalahan dalam melakukan perhitungan. Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) yang diperkaya dengan media Puzzle Spinner sebagai upaya membantu siswa mengatasi kendala tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT yang dipadukan dengan Puzzle Spinner memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep perkalian. Representasi konkret yang disediakan melalui Puzzle Spinner membantu siswa melihat keterkaitan antarbilangan secara lebih jelas, sehingga mendorong proses berpikir yang lebih sistematis dan mengurangi kesalahan hitung. Model TGT juga mampu menggerakkan siswa untuk lebih aktif melalui kerja kelompok, permainan edukatif, dan kegiatan turnamen yang terbukti meningkatkan motivasi belajar. Pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, serta mampu menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan soal. Dengan demikian, kombinasi TGT dan Puzzle Spinner layak diterapkan sebagai pendekatan alternatif untuk memperkuat penguasaan konsep perkalian pada siswa sekolah dasar.
STAD cooperative learning supported by question cards for figurative language learning: Implementation, impacts, and challenges in an Islamic elementary school Sintia Nailus; Suci Herwani
EDUCARE Journal of Primary Education Vol. 7 No. 1 (2026): EDUCARE Journal of Primary Education
Publisher : EDUCARE: Journal of Primary Education Published by Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Kiai Haji Achmad Siddiq State Islamic University of Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/educare.v7i1.411

Abstract

Figurative language instruction in Islamic elementary schools plays an important role in developing students’ language skills, yet many students still struggle to identify figurative language types and interpret figurative meanings. To address this problem, teachers implemented the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model assisted by Question Cards as an alternative instructional strategy. This study aims to analyze the implementation of the STAD cooperative learning model, assisted by Question Cards, in figurative language learning, focusing on its implementation, impacts, and challenges. This study used a descriptive qualitative case study including one fourth-grade teacher and fourteen fourth-grade students. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, then examined through the Miles and Huberman model. The findings revealed that the implementation of the STAD model integrated with Question Cards effectively improved students’ learning processes and outcomes. Students’ engagement and collaboration increased throughout the learning activities, with the average learning score improving from 61 to 84. The use of Question Cards supported students’ understanding of figurative language, strengthened peer interaction, and enhanced learning motivation. However, the implementation encountered several challenges, including limited instructional time, variations in students’ abilities, and the management of heterogeneous groups. The study shows that STAD, when supported by Question Cards, effectively improves students’ understanding of figurative language, participation, and learning outcomes, though effective time management and classroom organization are necessary. This study adds to the strengthening empirical evidence on integrating STAD and Question Cards in figurative language instruction while providing an alternative strategy to improve student participation and academic results in Islamic elementary schools.
Telaah Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dalam Skripsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyyah: A Study of Phonological Language Errors in Theses of Students of the Elementary Madrasah Teacher Education Study Program suci herwani herwani; Izza Ainuzzahroh; Arini Isna Surayya
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.21038

Abstract

Penulisan skripsi menjadi bagian penting dalam proses akademik mahasiswa PGMI karena menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia yang sesuai kaidah. Namun, berbagai kesalahan berbahasa masih ditemukan dalam tugas akhir mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan berbahasa pada tataran fonologi dalam lima skripsi mahasiswa PGMI lulusan 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak, dokumentasi, dan catat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya 224 kesalahan fonologis, meliputi kesalahan tanda baca (71), huruf kapital (50), huruf miring dan kata baku (34), serta preposisi (35). Temuan ini menunjukkan bahwa aspek mekanik penulisan, seperti tanda baca dan huruf kapital, masih sering diabaikan sehingga perlu penguatan kemampuan berbahasa, terutama dalam kaidah ejaan.