Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi Penanganan Cedera Kepala Ringan Dan Keseleo Di Rumah Bagi Keluarga Balita Dan Lansia Rasyid, Djusmadi; Hajrah, Fifit; Mustarin, Yanti; Jukarnain, Jukarnain; Suardi, Vivi Adriana
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v3i4.760

Abstract

Minor head injuries and sprains are two types of injuries that frequently occur in the home, especially among vulnerable age groups such as toddlers and the elderly. Lack of public knowledge regarding the initial treatment of these injuries can result in delayed medical intervention and increase the risk of complications. This Community Service (PKM) activity aims to educate families on how to recognize, assess, and administer first aid for minor head injuries and sprains at home. The activity methods included interactive counseling, first aid simulations, discussions, and the distribution of educational media in the form of leaflets. The activity was conducted in Tamasaju Village, Takalar Regency, and involved 45 participants, consisting of parents of toddlers and family members caring for the elderly. Evaluation results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently managing minor injuries. This activity is expected to increase family preparedness and reduce the risk of adverse effects from untreated injuries.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kepatuhan Lansia dalam Mengikuti Program Posyandu Lansia Rasyid, Djusmadi; Mustarin, Yanti; Suardi, Vivi Adriana; Jukarnain, Jukarnain; Mulia, Madepan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v3i3.774

Abstract

Background: Posyandu (Integrated Health Post for the Elderly) is a preventive and promotive health service aimed at improving the quality of life of the elderly. However, attendance rates for the elderly are still relatively low. One factor influencing elderly compliance is social support from family, peers, and the surrounding environment. Objective: To determine the effect of social support on elderly compliance in participating in the Posyandu program. Methods: This study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A sample of 92 elderly people was selected using a purposive sampling technique in the working area of Community Health Center X. The instrument used was a social support and compliance questionnaire, which had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using binary logistic regression. Results: The majority of respondents (71.7%) had high social support, and 65.2% of elderly people were classified as compliant in attending Posyandu. Statistical tests showed that social support significantly influenced elderly compliance (p = 0.001; OR = 3.45). Conclusion: Social support significantly influences elderly compliance in participating in Posyandu activities. Recommendation: Enhancing the role of families and cadres in providing emotional, informational, and practical support is crucial for increasing elderly participation.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS Suardi, Yunita Suriani; Suprapti, Eka; Suardi, Vivi Adriana; Mustarin, Yanti
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.133

Abstract

Artritis reumatoid (AR) merupakan kondisi inflamasi kronis pada lansia yang menyebabkan nyeri sendi dan penurunan fungsi. Penelitian ini menilai pengaruh terapi kompres hangat terhadap nyeri sendi pada lansia dengan AR di layanan primer. Desain quasi-eksperimen digunakan dengan kelompok perlakuan yang menerima kompres hangat dan kelompok kontrol yang mendapat perawatan biasa. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale. Kompres hangat diberikan 20–25 menit pada suhu 40–45°C, tiga kali seminggu selama dua minggu. Hasil menunjukkan penurunan nyeri bermakna pada seluruh peserta kelompok perlakuan, dari nyeri ringan–sedang menjadi tanpa nyeri, sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan. Temuan ini mendukung manfaat fisiologis terapi panas dalam mengurangi nyeri sendi. Kompres hangat merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diakses, dan praktis untuk meningkatkan kenyamanan.
Peran Kearifan Lokal dalam Praktik Pencegahan Penyakit Menular di Komunitas Adat Achmad Hilal; Sapnita; Lili Amaliah; Baso Witman Adiaksa; Yermi; Yanti mustarin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7238

Abstract

Kearifan lokal merupakan sistem nilai, norma, dan praktik sosial yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas adat. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kearifan lokal berperan penting sebagai bentuk adaptasi sosial terhadap lingkungan dan upaya mempertahankan keseimbangan hidup, termasuk dalam pencegahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kearifan lokal dalam praktik pencegahan penyakit menular di komunitas adat, serta mengevaluasi potensinya untuk diintegrasikan dengan strategi kesehatan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, serta dokumentasi kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui ritual adat, pantangan sosial, serta penggunaan tanaman obat tradisional. Selain itu, struktur kepemimpinan adat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai kesehatan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan program kesehatan berbasis masyarakat dapat meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit menular, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan medis formal. Oleh karena itu, pengakuan dan pemberdayaan sistem pengetahuan lokal menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
The Influence Of Health Promotion On Controlling Risk Factors For Non-Communicable Diseases Sahabuddin Sahabuddin; Dewi Nashrulloh; Baso Witman Adiaksa; Yanti Mustarin; Andi Kamal M. Sallo
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1144

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are the leading cause of death and morbidity worldwide, including in Indonesia. NCD risk factors such as smoking, unhealthy diet, lack of physical activity, and excessive alcohol consumption are strongly influenced by individual behavior. Health promotion is an important strategy in efforts to control NCD risk factors by improving public knowledge, attitudes, and behavior. This study aims to determine the effect of health promotion on controlling NCD risk factors. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 150 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a health promotion questionnaire and a NCD risk factor questionnaire, then analyzed using the Chi-Square test and odds ratio analysis. The results showed that health promotion had a significant effect on controlling NCD risk factors (p < 0.05). It was concluded that intensive and sustainable health promotion plays an important role in controlling NCD risk factors.
Sosialisasi Perawatan Luka Diabetes pada Masyarakat Berisiko Tinggi di Daerah Perkotaan Mustarin, Yanti; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Diabetic wounds are a serious complication in people with diabetes mellitus, which can lead to infection and even amputation if not properly managed. Lack of public knowledge regarding diabetic wound care is a major factor in the increased risk of complications. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of high-risk communities in diabetic wound care. Implementation methods included health education, wound care demonstrations, and community mentoring. Results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently caring for diabetic wounds. This program is effective in supporting the prevention of diabetic wound complications in the community. Keywords: Diabetic Wounds, Wound Care, Health Promotion, Community Abstrak Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat berisiko tinggi dalam perawatan luka diabetes. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan luka, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan luka diabetes secara mandiri. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan komplikasi luka diabetes di masyarakat. Kata Kunci: Luka Diabetes, Perawatan Luka, Promosi Kesehatan, Masyarakat