Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Program Magang Praktik Industri: Tinjauan dari Perspektif Mahasiswa Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang Samratusabri Subehan; Suhartini Khalik; Yusrianti; Yayuk Astuti
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.bei.001270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program magang praktik industri dari perspektif mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang. Menggunakan pendekatan mix-method, data dikumpulkan melalui kuisioner, pertanyaan terbuka, dan analisis laporan akhir magang mahasiswa. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa program magang dinilai efektif hingga sangat efektif, terutama pada aspek keterampilan teknis, kesiapan kerja, dan relevansi teori dengan praktik. Sementara itu, temuan kualitatif menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman bermakna yang sesuai dengan tahapan experiential learning Kolb. Efektivitas program juga selaras dengan teori efektivitas organisasi Schermerhorn & Bachrach. Data sekunder memperkuat temuan dengan menunjukkan peningkatan keterampilan, kerja tim, dan inovasi mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pembekalan pra-magang, pendampingan intensif dari dosen pembimbing, serta penguatan kerja sama kampus dan industri.
Product Differentiation Strategy at Nhanas Donuts Pinrang in Facing Culinary Business Competition in the Millennial and Gen Z Era Kurniawaty; Yusrianti; Damayanti Trisnasari; Yayuk Astuti
Economics and Business Journal (ECBIS) Vol. 4 No. 4 (2026): May
Publisher : PT. Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ecbis.v4i4.321

Abstract

This study aims to analyze the product differentiation strategy implemented by Nhanas Donuts Pinrang in facing culinary business competition in the millennial and Gen Z era. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Informants consisted of the owner, production and service employees, as well as millennial and Gen Z consumers. The results showed that the product differentiation strategy applied includes four main aspects: flavor innovation with contemporary variants (matcha cheese, red velvet crumble, cookies and cream), attractive and "instagrammable" visual display, aesthetic and modern packaging design, as well as active digital marketing through Instagram, Facebook, and TikTok. Supporting factors for the success of differentiation include the owner's creativity, understanding of young consumer behavior, strategic location, and digital branding. The implications of this study indicate that product differentiation integrated with digital marketing is able to increase competitiveness and customer loyalty of local culinary Micro, Small, and Medium Enterprises in the digital era.
EDUKASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN BUDAYA SEKOLAH AMAN DAN NYAMAN DI SD NEGERI 4 BELAWAE Jusrianto Jala; Syahrir L; Armayani; Andi Astinah Adnan; Sunandar Said; Yusrianti; Damayanti Trisnayati; Monalisa Ibahim; Yusmah; Syamsunir; Lukman; Muhammad Yasmin; Muhammad Ikbal
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i3.20867

Abstract

Perundungan merupakan persoalan yang dapat mengganggu rasa aman, kesejahteraan psikologis, dan relasi sosial peserta didik di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan perundungan sekaligus mendukung penguatan budaya sekolah aman dan nyaman di SD Negeri 4 Belawae, Desa Dengeng-Dengeng. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 selama 60 menit dan diikuti 60 siswa kelas IV dan VI. Empat pemateri dibagi menjadi dua orang pada masing-masing kelas. Metode kegiatan meliputi presentasi, pemutaran video edukasi, diskusi kasus yang pernah dialami atau diketahui siswa, dan kuis lisan sebagai evaluasi formatif. Materi mencakup pengertian perundungan, bentuk fisik, verbal, sosial, siber, perilaku yang melanggar batas personal, dampak, serta langkah respons aman melalui sikap tenang, penolakan tegas, dan pelaporan kepada orang dewasa tepercaya. Pelaksanaan menunjukkan keterlibatan aktif siswa pada sesi materi, diskusi, dan evaluasi. Pihak sekolah mendukung keberlanjutan melalui refleksi anti-perundungan pada kegiatan upacara. Karena tidak dilakukan pretest-posttest terstruktur, capaian kegiatan dinilai secara deskriptif dan tidak dinyatakan sebagai peningkatan pengetahuan kuantitatif. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi interaktif yang diperkuat tindak lanjut sekolah secara berkelanjutan. Kata kunci: budaya sekolah; edukasi; pencegahan; perundungan; sekolah dasar
LOCAL WISDOM-BASED TOURISM VILLAGE MANAGEMENT STRATEGY IN SOPPENG REGENCY: A SOCIOLOGY OF DEVELOPMENT PERSPECTIVE Irwan Irwan; Djohar; Yusrianti
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 3 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i3.9326

Abstract

This study aims to analyze institutional dynamics, spatial regulatory negotiations, and economic leakage mitigation strategies in the governance of conservation area-based tourism villages. Employing a qualitative approach with a comparative case study design, data were collected through in-depth interviews with key stakeholders (management of Forest Farmer Groups/Pokdarwis, village governments, and regional enterprise/BUMD managers), participatory observation, and documentary research. Data were analyzed using a descriptive thematic approach. The results reveal three main findings: (1) the successful absorption of external grants was driven by proactive agency through administrative compliance (payment of Non-Tax State Revenue/PNBP) and strategic storytelling in national forums; (2) the legal constraints of 100% Protected Forest status and disaster vulnerability were navigated through commodity value-adding innovations, specifically the Geographical Indication (GI) registration of Matabulu Coffee and agricultural edutourism; and (3) the phenomenon of enclave tourism and economic leakage in the Leja Nature Recreation Park (TWA Leja) resulting from top-down designation can be mitigated through an Integrated Tourism Corridor model that connects cross-village potentials. This study offers a theoretical contribution to the Community-Based Tourism literature by deconstructing assumptions regarding the passive role of local communities, while providing policy implications that emphasize the importance of Quadruple Helix governance transformation and community-based capacity incubation. Future research is recommended to quantitatively measure the impact of economic leakage using Input-Output (I-O) analysis.