Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IMPLEMENTASI LEMBAR PENILAIAN POTENSI BAHAYA BERDASARKAN FRAMEWORK PENILAIAN POTENSI BAHAYA IDEACM DI INDUSTRI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ERGONOMI MAKRO (STUDI KASUS: PT XYZ) Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Yopy Mardiansyah
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 6 No 1 (2020): (November 2020)
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v6i1.2085

Abstract

Hazard is something that can potentially cause harm. Losses can be in the form of health problems or injuries to humans (workers), loss of work time, damage to property, area or workplace, products or damage to the surrounding environment, losses in the production process or other damages. Therefore, need for a comprehensive assessment of potential hazards. The purpose of this hazard assessment is to find out how much potential hazards the work station has. In this problem requires a solution in order to calculate how much the overall potential hazard, so the solution is to use a potential assessment sheet with a macro ergonomics approach. In the final results of the hazard potential assessment sheet is given a ranking, in order to determine the largest to the smallest potential at the work station. It also provides a quick conclusion to determine the potential hazards of macro ergonomic elements that must be carried out in advance in order in the ranking.
Identifikasi Human Error Pada Proyek Konstruksi Menggunakan Metode SHERPA dan HEART Serta Perancangan Layout Lokasi Signsystem Visual Berdasarkan Bs-ISO 3864:2011 Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i1.17174

Abstract

Human error merupakan terjadinya kesalahan atau kegagalan dalam menyelesaikan suatu tugas pekerjaan sehingga menimbulkan gangguan terhadap jadwal operasi atau mengakibatkan kerusakan benda dan peralatan. Penelitian ini menggunakan dua metode identifikasi human error meliputi SHERPA dan HEART. kemudian, kajian ini melakukan perancangan layout sign system visual yang akan diletakan di lokasi human error terbesar. Perancangan layout ini menggunakan standar safety sign yaitu BS-ISO 3864:2011. BS-ISO 3864:2011 menetapkan standar internasional untuk tanda dan tanda keselamatan di tempat kerja dan fasilitas umum. Human error yang terjadi adalah operator memiliki alur kerja yang tidak searah sehingga alur kerja operator bolak-balik/berputar-putar, operator tidak memperhatikan bentuk batu yang diambil sehingga ukuran batu menjadi berbeda-beda, melakukan pemeriksaan terhadap ketebalan rumput yang diambil, jika tebal maka tanah bagian bawah rumput dapat di bersihkan terlebih dahulu. Implikasi pada kajian ini Apabila manusia dapat menjaga keselamatannya  maka bahaya sebenarnya dapat di hindari oleh manusia dengan cara yang lebih waspada terhadap apapun yang ada di sekitar mereka sebelum bahaya itu terjadi. Human error merupakan terjadinya kesalahan atau kegagalan dalam menyelesaikan suatu tugas pekerjaan sehingga menimbulkan gangguan terhadap jadwal operasi atau mengakibatkan kerusakan benda dan peralatan. Penelitian ini menggunakan dua metode identifikasi human error meliputi SHERPA dan HEART. kemudian, kajian ini melakukan perancangan layout sign system visual yang akan diletakan di lokasi human error terbesar. Perancangan layout ini menggunakan standar safety sign yaitu BS-ISO 3864:2011. BS-ISO 3864:2011 menetapkan standar internasional untuk tanda dan tanda keselamatan di tempat kerja dan fasilitas umum. Human error yang terjadi adalah operator memiliki alur kerja yang tidak searah sehingga alur kerja operator bolak-balik/berputar-putar, operator tidak memperhatikan bentuk batu yang diambil sehingga ukuran batu menjadi berbeda-beda, melakukan pemeriksaan terhadap ketebalan rumput yang diambil, jika tebal maka tanah bagian bawah rumput dapat di bersihkan terlebih dahulu. Implikasi pada kajian ini Apabila manusia dapat menjaga keselamatannya  maka bahaya sebenarnya dapat di hindari oleh manusia dengan cara yang lebih waspada terhadap apapun yang ada di sekitar mereka sebelum bahaya itu terjadi.
IDENTIFIKASI HUMAN ERROR YANG TERJADI PADA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE ERGONOMI MAKRO Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Muhammad Adi Sukma Nalendra
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19480

Abstract

Human error adalah kegagalan untuk menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan yang spesifik (atau melakukan tindakan yang tidak diizinkan) yang dapat menimbulkan gangguan terhadap jadwal operasi atau mengakibatkan kerusaakan benda dan peralatan. Penelitian ini akan menggunakan metode identifikasi human error yaitu Ergonomi Makro.. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi berdasarkan 5 elemen ergonomic karo yaitu manusia, organisasi, teknologi, lingkungan dan pekerjaan. Pada elemen manusia dari 20 orang operator dihasilkan bahwa  sangat minim yang memilihi Pendidikan tinggi, pengalaman kerja rata-rata hanya dibawah 10 tahun dan tidak ada yang tersertifikasi. Pada elemen teknologi sampai saat ini belum diterapkannya penggunaan teknologi berbasis informasi. Berdasarkan data identifikasi potensi bahaya pada alat dan mesin terdapat beberapa potensi yang dapat menyebabkan human error pada operator. Pada elemen organisasi masih belum diterapkan adanya kebijakan K3, SOP yang lengkap serta system insentif. Hal ini juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab human error yang terjadi pada kalangan operator. Pada elemen lingkungan, pencahayaan, kesisingan, tempratur yang melebihi dari ambang batas juga membuat penyebab human error pada operator. Pada elemen terakhir yaitu pekerjaan,  untuk pekerjaan yang membutuhkan perhatian yaitu pada pemasangan rumput. Hal ini dikarenakan pemasangan rumput ini pada tanah yang tinggi dan miring. Sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan kerja apabila human error yang terlalu besar. PT X juga memberikan target produksi berdasarkan perminggu kepada seluruh operator untuk menyelesaikan tugas pengerjaan mingguan perstasiun kerja.Kata Kunci: Human Error, Ergonomi Makro
PERANCANGAN VISUAL DISPLAY INFORMASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI DAN KOMUNIKASI VISUAL Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Muhammad Adi Sukma Nalendra
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19482

Abstract

Bahaya dapat terjadi dimanapun dan kapanpun, tidak terkecuali ketika manusia sedang bekerja di lingkungan kerja. Pekerja sering melupakan akan adanya bahaya yang mengancan disekitar mereka. Perlunya ajakan kepada pekerja untuk dapat menjaga keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dalam bekerja adalah upaya yang dirasa dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap diri sendiri dan orang lain agar terhindar dari bahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang visual display informasi dengan pendekatan ergonomi dan komunikasi visual. Pendekatan ergonomi merupakan pendekatan yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam merangcang suatu sistem kerja sehingga manusia dapat hidup dan  bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan prinsip ergonomi. Sedangkan, pendekatan komunikasi visual adalah pendekatan tentang konsep komunikasi dan ungkapan daya kreatif, yang diaplikasikan dalam berbagai media komunikasi visual dengan mengolah elemen desain grafis terdiri dari gambar (ilustrasi), huruf, warna, komposisi dan layout. Dari penelitian ini mendapatkan hasil berupa hasil perhitungan lebar dan tinggi huruf yang baik pada perancangan display berdasarkan pendekatan ergonomi, jenis typografi yang baik untuk digunakan dalam perancangan display dan perancangan display berdasarkan pendekatan ergonomic dan komunikasi visual.Kata Kunci: Pendekatan Ergonomi, Kesehatan Keselamatan Kerja, Komunikasi Visual
Analisa Human Error Menggunakan Metode Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) Dan Human error Assessment and Reduction Technique (HEART) Pada Pengujian Destructive Test Mesin Milling Studi Kasus PT ABCD Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Ricky Abdul
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 8 No 2 (2023): (Mei 2023)
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v8i2.7218

Abstract

PT ABCD is a company engaged in ship classification by means of testing or inspection, one of the inspections carried out is the Destructive Test (DT) where testing is carried out by applying pressure to the material using a milling machine, with a maximum limit value output. and minimum on the samples that have been tested. In the testing process, there are interactions that occur between humans and machines and each activity will tend to experience errors in the form of system errors or human errors. Therefore, conditions caused by human error must be minimized by making repairs so that work accidents and errors do not occur, because this will cause losses for the operator and the company later. The method used in this study is the SHERPA and HEART methods. The purpose of using the SHERPA method is to reduce errors and provide specific solutions from the analysis of the data that has been collected. Human Errors that occur are carried out on the awareness of machine operators, this is due to operators who work in a hurry and lack of time. The solution to overcome the Human Error that occurs is that there must be firmness from the Operation Manager and the Head of the Coordinator of the Destructive Test Laboratory (DT), such as re-checking the results of the operator's work, then before working it is expected to conduct briefing first to always remind to work according to applicable procedures, and lastly provide OHS training to all operators to better understand and realize the importance of implementing OHS in every work activity.
Hierarchical Control Planning Based on the Film 'Avatar: The Way of Water' to Minimize Work Accidents Among Fishermen Ridwan Gucci, Dinda Okta Dwiyanti; Nalendra, Muhammad Adi Sukma; Sarena, Prisilia Cahaya Putri; Saleh, Yohaneis
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 26 No. 1 (2024): JSTI Volume 26 Number 1 January 2024
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v26i1.13571

Abstract

Cultivating health and occupational safety among fishermen can involve various strategies, such as reviewing movies for insights. These films serve as reflections of the relevance to the cultural aspects of fishermen's health and safety, contributing to the Health and Occupational Safety Triangle or Hierarchy Control. Hierarchy Control, a sequential risk reduction process, encompasses elimination, substitution, design, administration, and personal protective equipment (PPE). The study aims to reduce or eliminate work accidents for fishermen, utilizing planning hierarchy control with an approach involving Macro Ergonomics, Semiotics, and the Fogg Behavior Model. Findings identify a minimal health and safety culture during service, leading to the design of three hierarchy controls: Standard Operating Procedures (SOPs) for machines and equipment (administrative control), ship closures for noise reduction (engineering controls), and the implementation of Personal Protective Equipment. However, elimination and substitution remain challenging to implement in daily service activities.
Workshop Perancangan Augmented Reality visual kelautan di SMK Kartini Batam Ridwan Gucci, Dinda Okta Dwiyanti; Nalendra, Muhammad Adi Sukma; Sapitri, Ria; Kremer, Hendri; Khairunnisaa, Karlina; Septiandi , Ferdy; Husna, Assaidatul
Jurnal Tiyasadarma Vol. 2 No. 1 (2024): Juli 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jta.v2i1.318

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada SMK Kartini Batam melalui penyelenggaraan workshop perancangan Augmented Reality (AR) visual kelautan. Workshop ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pemanfaatan teknologi AR untuk memvisualisasikan informasi kelautan secara interaktif. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan praktis dan proyek perancangan AR, diharapkan dapat meningkatkan minat mereka terhadap bidang kelautan serta membuka peluang karir di sektor teknologi dan ilmu kelautan. Workshop ini akan dilaksanakan dengan melibatkan tenaga ahli dan praktisi yang berpengalaman dalam pengembangan AR. Materi workshop mencakup pengenalan konsep dasar AR, penerapan teknologi AR dalam konteks kelautan, serta panduan praktis untuk merancang dan mengembangkan proyek AR. Selain itu, kegiatan ini juga akan memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antara siswa, guru, dan para pembicara untuk mendorong ide-ide kreatif dalam mengaplikasikan AR untuk memecahkan masalah atau menyampaikan informasi seputar kelautan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi teknologi dan pemahaman tentang kelautan di kalangan siswa SMK Kartini Batam.
ANALISIS KORELASI ANTARA DURASI PAPARAN PENGGUNAAN GADGET DAN TINGKAT KETAJAMAN PENGLIHATAN MATA DALAM PERSPEKTIF ERGONOMI Asikin, Nur; Dayanti, Octa; Gucci, Dinda Okta Dwiyanti Ridwan; Nalendra, Muhammad Adi Sukma; Pane, Amirah Nova Khairiyah; Maulidina, Siti Nur
JURNAL LOGISTICA Vol. 3 No. 1 (2024): VOL.3.NO.1. DESEMBER 2024
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/logistics.v3i1.399

Abstract

Caterpillar Indonesia Batam menghadapi tantangan serius terkait kesejahteraan karyawan, terutama dalam hal penurunan ketajaman visual. Karyawan di perusahaan ini melaporkan penurunan ketajaman mata, yang mungkin terkait dengan penggunaan elektronik yang berlebihan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak paparan yang berkepanjangan terhadap penggunaan perangkat pada tingkat ketajaman visual karyawan PT. Caterpillar Indonesia Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lintas-seksi yang melibatkan 65 responden dari seluruh populasi karyawan perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan penggunaan grafik Snellen untuk mengukur tingkat ketajaman visual. Hasil analisis data mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara lamanya paparan penggunaan perangkat dan tingkat ketajaman mata, dengan nilai p yang signifikan (p = 0,007). Analisis bivariat menunjukkan adanya major areas of strength for a hubungan dengan koefisien hubungan sebesar 0,656 antara lamanya penggunaan perangkat dan tingkat ketajaman mata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan perangkat yang berlebihan dapat berdampak negatif pada ketajaman mata karyawan PT. Caterpillar Indonesia Batam. Oleh karena itu, perusahaan perlu segera mengambil langkah-langkah ergonomis untuk mengurangi risiko penurunan ketajaman visual dan memastikan kesejahteraan karyawan dan produktivitas perusahaan tetap terjaga. Kata kunci: Gadget; Ketajaman Penglihatan
Pembinaan Packaging dan Labeling Keripik Gonggong bagi UMKM Untuk Menumbuhkan Wirausaha Mandiri Mardiansyah, Yopy; Gucci, Dinda Okta Dwiyanti Ridwan; Ilmi, Nurul; Rahman , Taufiq
Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara
Publisher : Lembaga Riset Cendekia, Yayasan Berkah Putera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama UMKM secara umum adalah capabilitas sumberdaya manusia dalam kapabilitas penguasaan teknologi maupun manajerial. Sebagai contoh, pada kelompok UMKM Udang Kembar di Desa Kelembak Kecamatan Nongsa, selain permasalahan terdapat pada proses produksi, juga terdapat permasalahan pemasaran seperti belum terkelolanya manajemen packaging dan labeling. Pengemasan masih dilakukan dengan plastik tanpa pelabelan yang menarik. Pembinaan dilakukan oleh TIM Pengabdi dari ITEBA yang terdiri dari 3 orang dosen dan 4 orang mahasiswa bahwa kondisi UMKM Udang Kembar saat ini adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan anggota UMKM tentang packaging dan labeling yang menarik dan sesuai standar BPOM dan Dinkes.
Optimizing Work Safety: Campaign using the Facet Model of approach Effect and the assessment sheet potential hazard IDEACM Ridwan Gucci, Dinda Okta Dwiyanti; Nalendra, Muhammad Adi Sukma
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i1.29410

Abstract

The macro-ergonomic approach integrates human factors with cultural and environmental aspects in occupational health and safety (K3). This approach emphasizes the critical role of culture, advocating for practitioners to adhere rigorously to workplace norms. A well-designed campaign targeting a homogeneous audience can significantly enhance the implementation of a harmonious safety culture. Through persuasive communication strategies that resonate emotionally and encourage changes in attitudes and behaviors, such campaigns utilize various appropriate media to convey the importance of adhering to company safety regulations. Furthermore, macro-ergonomics aims to foster a health and safety culture by clearly communicating organizational rules. This study explores the impact of persuasive campaigns on achieving zero accidents by conducting a case study at PT.X in Batam. It investigates potential hazards using macro-ergonomics and examines the effectiveness of a persuasive campaign aimed at the target audience at PT Batam-based Corner, focusing on the application of visual communication design in reinforcing K3 compliance. This integrated research approach underscores the need for collaborative efforts in industrial engineering to enhance safety outcomes. Keywords: Health And Safety Work, Campaigns, Ergonomics Macro