Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENTING STYLES AND THE SOCIAL SKILLS OF PRESCHOOL CHILDREN AT RA AN-NUR, PESANGAN SIBLAH KRUENG DISTRICT, BIREUEN REGENCY Rika Mursyida; Fitri Hijri Khana; Siska Desta Roza
MEDALION Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parenting patterns are everything that parents do to shape the behavior of their children, including all warnings and rules, teaching and planning, examples of affection as well as praise and punishment. Social skills are the ability of individuals to communicate effectively with others both verbally and non-verbally according to the situation and condition Which There is on moment That,Where skills is learned behavior. This study is a quantitative correlation study using a Cross Sectional design . to determine the relationship between parenting patterns and the social skills of preschool-aged children at RA-An-Nur, Peusangan Siblah Kreung District, Bireuen Regency. The number of respondents in this study was 64 people. This research was conducted at RA An-Nur Peusangan Siblah Krueng, Bireuen Regency. Data collection was carried out in July 2021. Variable measurement used univariate and bivariate analysis with the chi-square test . The results of this study indicate that out of 19 children with authoritarian parenting styles, 9 children (47.4%) have capable social skills. Of the 35 children with democratic parenting styles, 28 children (80.0%) have capable social skills. Of the 10 children with permissive parenting styles, 6 children (60.0%) have capable social skills with a ???? -value of 0.044.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19465818

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Model Penanganan Stunting Permata Pomaa berbasis Pendidikan Digital dan Pengembangan GITOK (Teknologi Hidroponik Gizi) dilaksanakan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, dengan mitra sasaran yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mitra sasaran kelompok masyarakat Non-Produktif, yaitu kader Posyandu dan mitra sasaran kelompok masyarakat Produktif, yaitu UMKM Awaina. Desa ini tercatat memiliki 341 keluarga berisiko stunting yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi, kebiasaan memberikan makanan rendah gizi seperti mi instan dan minyak goreng bekas, serta faktor ekonomi yang membatasi akses terhadap makanan sehat. Pola makan anak yang tidak teratur dan kebiasaan membiarkan anak kesulitan makan tanpa solusi telah memperburuk situasi ini, serta lemahnya perekonomian masyarakat di desa tersebut, sehingga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat juga termasuk dalam daerah dengan garis kemiskinan ekstrem. UMKM Awaina telah terlibat dalam produksi pasta udang dan ikan asin. Namun, sejauh ini produksi UMKM Awaina masih sangat terbatas dan pemasarannya hanya di wilayah lokal Kota Langsa. Sebagai solusinya, program ini menghadirkan pendekatan teknologi dan pemberdayaan untuk Manajemen Stunting PERMATA POMAA berbasis Pendidikan Digital melalui pengembangan aplikasi pendidikan digital PERMATA POMAA & GITOK. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai Menu Makanan Pendamping untuk anak, cara mengatur pola makan, pijat bayi dan pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan. Selain itu, program ini juga mendorong penggunaan kebun rumah sebagai kebun nutrisi berbasis hidroponik untuk menyediakan bahan makanan sehat yang terjangkau dan mandiri. Pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, aplikasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Rizky Mauliza; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19449710

Abstract

The Community Empowerment Program in the Implementation of the Permata Pomaa Stunting Handling Model based on Digital Education and the Development of GITOK (Hydroponic Technology Nutrition) was carried out in Simpang Lhee Village, West Langsa District, where the target partners involved in this activity were the target partners of the Non-Productive community group, namely Posyandu cadres and the target partners of the Productive community group, namely the Awaina UMKM This village was recorded as having 341 families at risk of stunting caused by the community's low understanding of nutrition, the habit of giving low-nutrition foods such as instant noodles and used cooking oil, and economic factors that limit access to healthy food. Irregular children's eating patterns and the habit of letting children have difficulty eating without solutions have worsened this situation, as well as the weak economy of the community in the village, where Simpang Lhee Village, West Langsa District is also included in the area with the extreme poverty line. Awaina UMKM has been involved in the production of shrimp paste, salted fish. However, so far the production produced by Awaina UMKM is very limited and its marketing is only in the local area of Langsa City. As a solution, this program presents a technological and empowering approach to Stunting Management PERMATA POMAA based on Digital Education through the development of the PERMATA POMAA & GITOK digital education application. This application provides information regarding the Supplementary Food Menu for children, how to regulate diets, baby massage and Tuina massage to increase appetite. In addition, the program also encourages the use of home gardens as hydroponic-based nutritional gardens to provide affordable and independent healthy food ingredients. The program implementation includes stages of socialization, training, technology application, mentoring, and periodic evaluation.
Pengaruh Pijat Bayi Dengan Minyak “Serzai” Dan Minyak Baby Oil Terhadap Kualitas Tidur Bayi 3-12 Bulan Di Tpmb Roslina Geudong Fitri Hijri Khana; Rika Mursyida; Cantika Iva Nugrahani; Yusnidar Yusnidar
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.332

Abstract

Pada tahap pertumbuhan bayi, menjaga kualitas tidur merupakan hal yang harus diperhatikan mengingat pentingnya proses tidur bagi pertumbuhan dan perkembangan rotaknya. Pijat bayi dengan minyak 2025 merupakan salah satu cara yang menyenangkan untuk membuat kualitas tidur bayi menjadi lebih baik.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pijat bayi dengan minyak 2025 terhadap kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di TPMB Roslina Kecamatan Samudera tahun 2025. Metode penelitian ini adalah Quasy Eksperiement dengan rancangan two grup pre test and post test. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan November sampai Oktober 2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 bayi usia 3-12 bulan. Teknik sample yang digunakan yaitu purposive sampling dan didapat 30 Responden. Uji statistic menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil statistik menunjukan peningkatan kualitas tidur, pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (±4,00>±3,00). Hasil uji statistic menunjukan p= value 0,000 > 0,05 maka, kesimpulannya terdapat Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 Bulan Di TPMB Roslina Kecamatan Samudera Tahun 2025. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mendalami dan menambah variable agar lebih variatif.
Pemberdayaan Bahan Pangan Lokal Cemilan Bergizi (Kerupuk Ikan Bulan) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Pesisir di Desa Aluebaroh Seunuddon, Aceh Utara Fitri Hijri Khana; Intan Maulida; Siska Desta Roza; Yusnidar Yusnidar; Rika Mursyida; Sauratul Ma’wa; Rahmatika Rahmatika
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2725

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan memanfaatkan kearifan lokal. Makanan laut, sumber protein dan kalsium, merupakan bahan lokal yang umum di Desa Aluebaroh, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Namun, banyak warga yang belum mengetahui manfaat dari bahan-bahan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan camilan bergizi ikan bulan sebagai upaya pencegahan stunting pada masyarakat pesisir di Desa Aluebaroh, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan perencanaan, kemudian dilakukan kegiatan dengan metode ceramah, menonton video animasi, membagikan booklet dan poster, serta melakukan demonstrasi pembuatan camilan bergizi berbahan pangan lokal ikan bulan. Kegiatan edukasi kesehatan ini dilakukan selama satu hari. Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk mengukur pengetahuan peserta pada hari ketujuh setelah penyuluhan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 81% setelah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan media buklet (Ibu Cerdas), video animasi, poster, ceramah, dan demonstrasi, serta peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga sebesar 60% tentang camilan bergizi, pangan lokal, dan ikan bulan untuk pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah angka stunting pada anak dengan memanfaatkan pangan lokal, ikan bulan, sebagai sumber gizi utama yang mudah didapat dan terjangkau.