Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EMPOWERING VILLAGE COMMUNITIES OF SURVIVORS THROUGH MASS CIRCUMCISION SERVICES Taufiq; Zulmiardi; Ratna; Yanita; Syukriah; Bakhtiar
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 6 No. 1 (2026): March-June 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2025 flood disaster in Ujong Pacu Village, Lhokseumawe City, disrupted access to preventive health services for children, including circumcision, which has medical, social, and religious aspects. This community service research aims to improve the health of flood survivor children through a community-based mass circumcision program. The implementation method uses a community-based intervention approach that includes preparation, medical procedures, and post-procedure monitoring and evaluation. Data were collected through activity observations, participant documentation, and post-circumcision health evaluations. The results of the activity indicate that the mass circumcision program, implemented continuously from 2015 to 2026, served 260 children with a 100% success rate without serious complications. This program not only improves children's preventive health but also strengthens social solidarity and the role of universities in post-disaster social rehabilitation. These findings confirm that community-based health interventions are effective as a community empowerment strategy in disaster-affected areas.
Pendampingan Masyarakat Pesisir dalam Pendampingan Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Asin untuk Peningkatan Kualitas Produksi Hasil Perikanan Zulmiardi; Mutamimmul Ula; Nurmalita; Badriana; Asran; Dedi Fariadi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25196

Abstract

Pendampingan masyarakat pesisir dalam rancang bangun alat pengering ikan asin berbasis Internet of Things (IoT) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi hasil perikanan melalui penerapan teknologi tepat guna. Masyarakat pesisir umumnya masih menggunakan metode pengeringan tradisional yang bergantung pada sinar matahari, sehingga proses produksi sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Hal tersebut menyebabkan hasil pengeringan sering tidak merata, mudah berjamur, dan menurunkan mutu serta nilai jual produk. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan serta penggunaan alat pengering otomatis berbasis IoT yang dilengkapi sensor suhu dan kelembapan untuk mengontrol proses pengeringan secara stabil dan higienis. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, perancangan alat, pelatihan operasional, uji coba, dan evaluasi hasil pengeringan. Alat yang dikembangkan mampu menjaga suhu dan kelembapan secara konstan sehingga menghasilkan ikan asin dengan tingkat kekeringan merata dan warna yang lebih cerah. Pelatihan yang diberikan juga meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengoperasikan alat serta membaca data melalui sistem monitoring berbasis web. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas, efisiensi waktu, dan mutu produk ikan asin. Selain itu, hasil pengabdian kegiatan ini berdampak positif terhadap kemandirian masyarakat pesisir dalam pemanfaatan teknologi modern serta peningkatan ekonomi lokal. Diharapkan penerapan IoT ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan yang inovatif dan berdaya saing tinggi.
Produksi Bioetanol dari Limbah Kertas HVS (Houtvrij Schrijf papier) melalui Proses Hidrolisis Asam Klorida (HCl) Aditya Maulana Adit; Meriatna; Leni Maulinda; Faisal; Muhammad; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26102

Abstract

Produksi kertas di Indonesia berdasarkan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) mencapai 12,98 juta ton/tahun.Kertas yang telah digunakan dan dibuang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kandungan selulosa pada kertas sangat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Limbah kertas HVS merupakan salah satu jenis limbah padat yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan hidrolisis asam HCl terhadap bahan baku serta waktu fermentasi terhadap kadar, densitas, dan viskositas bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan larutan HCl dengan perbandingan 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5 antara asam dan kertas HVS, kemudian difermentasi menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae selama 3, 5, dan 7 hari. Setelah fermentasi selesai, hasil cairan dianalisis meliputi kadar bioetanol tertinggi pada perbandingan 1:5 pada waktu fermentasi selama 5 hari dengan nilai 7,22% menggunakan piknometer, densitas (0,7881g/mL), dan viskositas (1,135mPa·s) menggunakan viskosimeter Ostwald..