Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Entrepreneurship Mentoring Using a Business Model Cloud Kitchen in Vocational High Schools Debby Fifiyanti; Chintia Romadayanti; Vivin Wulandari; Rahmah Hamidah; Nurvia Nathasya; Luciana Lidya Sari; Asep Suhendar
TAAWUN Vol. 5 No. 02 (2025): TA'AWUN AUGUST 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v5i02.1029

Abstract

Introducing the cloud kitchen concept to these vocational high school students aims to boost their competence by improving knowledge, fostering familiarity and understanding, and developing curriculum. It also seeks to shape an entrepreneurial mindset and increase their interest in entrepreneurship through the Cloud Kitchen business model. The program's methodology involved lectures and discussions. It began with a pre-test to gauge students' initial knowledge, familiarity, and understanding, concluding with a post-test to measure the activity's effectiveness. The pre-test results revealed that students' knowledge of the cloud kitchen business was minimal, at 19.8%. However, the post-test showed a significant increase in their knowledge, reaching 90.5%. The primary hurdles faced by SMK Ethika students when embarking on entrepreneurship were the need for substantial initial capital without its availability, and the fear of launching new businesses due to a lack of understanding of easily manageable business types. The cloud kitchen business model is well-suited for implementation, as it requires lower capital and offers a great opportunity to start a culinary business by leveraging digital technology. This activity provides a tangible contribution to the community, particularly the vocational education sector, by enhancing students' capacity and readiness to participate in the digital economy. The direct impacts include increased knowledge, improved mental preparedness, and business inspiration for students to begin developing independent digital culinary businesses.
Retorika Kewarganegaraan Digital: Analisis Genre Mikro Persuasif Dalam Kampanye Anti-Hoaks di Media Sosial Bawaslu Silvana Oktanisa; Luciana Lidya Sari; Wasitoh Meirani; Eka Putri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1195

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika kewarganegaraan digital yang digunakan oleh Bawaslu RI dalam kampanye anti-hoaks di media sosial sebagai upaya edukasi publik. Di tengah masifnya disinformasi, penggunaan bahasa persuasif menjadi instrumen krusial dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat sasaran. Menggunakan pendekatan kualitatif, pengabdian ini membedah 30 unit teks genre mikro berdasarkan pilar retorika Aristoteles. Hasil menunjukkan dominasi pilar Pathos (40%), diikuti Logos (33,3%), dan Ethos (26,7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan emosional lebih efektif dalam membangkitkan tanggung jawab moral warga negara untuk menjaga harmoni nasional. Integrasi nilai Pancasila dalam kampanye ini membuktikan efektivitas retorika digital sebagai media revitalisasi etika kewarganegaraan di ruang siber. Simpulan merekomendasikan model komunikasi yang menyinergikan otoritas institusional dengan sentuhan kemanusiaan.
STIMULASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI DONGENG DAN PERMAINAN TRADISIONAL Luciana Lidya Sari; Wasitoh Meirani; Eka Putri; Sri Wahyuni; Resti Ries Tuti; Revie Juniarti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.61164

Abstract

Dominasi gawai pada anak usia dini memicu keterbatasan kosakata bahasa Indonesia dan rendahnya apresiasi kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dan pengenalan budaya lokal menggunakan media interaktif. Metode penerapan dilakukan melalui tiga fase utama, yaitu persiapan media, implementasi "Petualangan Bahasa Nusantara" (dongeng kisah Pulau Kemaro dan permainan congklak modifikasi), serta evaluasi dampak. Khalayak sasaran berjumlah 11 siswa Taman Kanak-Kanak di Palembang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif siswa sebesar 100%. Melalui evaluasi tanya jawab lisan, siswa terbukti mampu menguasai kosakata baru serta memahami alur cerita rakyat dan cara bermain congklak dengan benar. Pendekatan belajar sambil bermain ini efektif memberikan perubahan sikap positif dan menstimulasi keterampilan kognitif serta motorik anak secara kolektif. Simpulan pengabdian menegaskan relevansi metode tradisional sebagai media pembelajaran budaya yang inovatif dan kontekstual pada era digital
Pengaruh Media Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Baku Pada Siswa Salsaliwa Deavsi; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang; Sri Wahyuni; Luciana Lidya Sari; Eka Putri; Wahdania Nur Rahmayani; Huriyah Padhilah Anasti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1288

Abstract

Keterampilan berbicara dan penggunaan bahasa baku merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai siswa dalam pendidikan formal. Perkembangan teknologi digital serta penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube telah memengaruhi perilaku kebahasaan siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia baku. Paparan bahasa informal, slang, singkatan, dan campur kode di media sosial sering terbawa ke dalam komunikasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap penggunaan bahasa baku siswa melalui pendekatan studi pustaka. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mensintesis berbagai penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh dominan negatif terhadap penggunaan bahasa baku siswa, ditandai dengan menurunnya ketepatan tata bahasa, meningkatnya kosakata tidak baku, serta campur kode. Namun, melalui literasi digital dan bimbingan guru, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kemampuan berbahasa yang lebih efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa Indonesia di era digital saat.