Penurunan penjualan CV. Wery Bakery Kota Gunungsitoli selama tiga tahun terakhir 2023–2025 diduga disebabkan oleh belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, sehingga kesadaran merek konsumen masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran melalui media sosial yang diterapkan, merumuskan upaya optimalisasinya, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan manajer, karyawan, dan konsumen CV. Wery Bakery. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi pemasaran CV. Wery Bakery telah berjalan cukup baik melalui jalur offline maupun online, namun pemanfaatan Facebook, WhatsApp, dan TikTok belum konsisten, terencana dan optimal, sehingga pemasaran masih didominasi cara konvensional berupa pelayanan langsung dan komunikasi dari mulut ke mulut. Kesadaran merek konsumen masih berada pada tahap brand recognition dan belum mencapai top of mind. Upaya optimalisasi meliputi peningkatan promosi digital secara rutin, pembuatan konten kreatif, penguatan identitas merek melalui desain kemasan dan logo yang konsisten, serta peningkatan interaksi dengan konsumen. Kendala utama meliputi kurangnya pemahaman pemasaran digital, belum adanya tim khusus, keterbatasan konten promosi yang menarik, serta meningkatnya persaingan usaha bakery sejenis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan membangun brand awareness pada usaha-usaha roti lokal bergantung pada sinergi kualitas produk, konsistensi promosi digital, dan kedekatan hubungan dengan konsumen