Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Sistem Komunikasi Otomatis untuk Data Logger Sensor Salinitas di Sungai Wain Balikpapan dengan Solusi Reverse SSH Tunnel pada Lingkungan CGNAT Agus Triyono; Fajerin Biabdillah
PoliGrid Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v7i1.197

Abstract

Pemantauan salinitas di kawasan konservasi Sungai Wain, Balikpapan, memerlukan saluran komunikasi data yang tetap hidup walau perangkat dipasang jauh dari infrastruktur jaringan tetap. Persoalan muncul saat data logger kami sambungkan lewat modem 4G LTE: operator seluler di Indonesia umumnya menerapkan Carrier Grade NAT (CGNAT) sehingga Raspberry Pi di lapangan tidak memperoleh alamat IP publik. Akibatnya port forwarding tidak bisa diandalkan dan akses balik dari pusat kendali jadi terhambat. Penelitian ini merancang dan menguji solusi reverse SSH tunnel berbasis autossh yang dijaga oleh systemd, kemudian mengukur perilaku sistem di lab dengan SIM komersial yang berada di balik CGNAT. Selama 24 jam pengujian, sistem berhasil mengirim 1.440 titik data tanpa kehilangan paket, uptime tunnel tercatat 99,5%, dan rata-rata waktu pemulihan setelah pemutusan jaringan berada di kisaran 6 sampai 9 detik. Akses SSH balik (port 2222 di server pusat) terbukti stabil dengan latensi rata-rata 150 ms. Konsumsi daya komputasi tetap rendah, ~5% CPU saat idle dan ~15% saat transfer file. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan tunneling berbasis perangkat lunak bebas terbukti layak menjadi pengganti VPN komersial atau paket IP publik statis untuk proyek monitoring lingkungan skala menengah-kecil di Indonesia.
Rancang Bangun Alat Monitoring Level Air Toren Berbasis Arduino Uno R3 Dan HC-SR04 Nur’ Aini; Fajerin Biabdillah; Agusma Wajiansyah
Jurnal Publikasi Teknik Informatika Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Publikasi Teknik Informatika
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupti.v5i1.6549

Abstract

Water is an essential resource for human life; however, it is also a limited natural resource that requires proper management, particularly in daily household usage. One common problem encountered is the overflow of water storage tanks (toren) due to negligence, as their elevated placement often makes direct monitoring difficult. This study presents the design and development of an Internet of Things (IoT)-based water level monitoring system for household water tanks using an Arduino Uno R3 microcontroller and an HC-SR04 ultrasonic sensor. The system is designed to measure the water level in real time and display the results on a 16×2 LCD screen. Additionally, visual indicators in the form of red, yellow, and green LEDs are implemented to represent low, medium, and high water levels, providing an intuitive warning system for users. The proposed system aims to prevent water wastage caused by tank overfilling and to improve efficiency in water resource management. Experimental testing shows that the device operates reliably and responsively under various water level conditions. The measurement results indicate that the system is capable of detecting water level changes with an accuracy of approximately ±1 cm. Overall, this monitoring tool offers a simple, low-cost, and effective solution for automatic water level detection and household water conservation.
SISTEM PENGUKURAN KETINGGIAN AIR BERBASIS IOT SEBAGAI PERINGATAN DINI BANJIR MENGGUNAKAN NODEMCU V3 ESP8266 Jonathan Raimundus; fajerin biabdillah
PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Sistem Komputer Vol. 13 No. 1 (2026): Prosisko Vol. 13 No. 1 Maret 2026
Publisher : Pogram Studi Sistem Komputer Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/prosisko.v13i1.11911

Abstract

Banjir merupakan bencana rutin di kawasan Bengkuring yang dipicu oleh luapan parit akibat debit air kiriman. Sistem peringatan dini yang ada saat ini umumnya hanya menyajikan data numerik ketinggian air, sehingga menyulitkan interpretasi warga saat kondisi darurat. Penelitian ini bertujuan merancang bangun sistem pengukuran ketinggian air berbasis internet untuk segala (Internet of Things) yang mampu mengonversi data fisik menjadi informasi status peringatan dini secara kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terapan melalui simulasi lapangan. Pengujian dilakukan menggunakan wadah penampung air yang diletakkan sejajar dengan bibir parit untuk merepresentasikan kondisi luapan secara nyata. Sistem ini mengintegrasikan mikrokontroler dan sensor ultrasonik dengan platform antarmuka pada smartphone. Logika pemrograman bertingkat diterapkan untuk mengklasifikasikan ketinggian air menjadi level instruksi evakuasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen pengukur beroperasi secara presisi dengan rata-rata tingkat kesalahan pembacaan hanya sebesar 1,91 %. Selain itu, algoritma sistem terbukti berhasil merespons titik ambang batas kritis dan mengirimkan notifikasi peringatan dengan waktu tunda transmisi 1,4 detik. Kesimpulannya, integrasi logika status pada sistem pemantauan terbukti efektif mengatasi kelemahan penyajian data konvensional. Penelitian ini sangat penting karena menghasilkan purwarupa mitigasi bencana yang aplikatif dan instruktif, sehingga mampu mengoptimalkan waktu evakuasi mandiri bagi masyarakat di area rawan banjir.
Systematic Literature Review: Gamification in Educational Media for Islamic Schools (2015-2025) Fajerin Biabdillah; Muhammad Tajuddin; Muhammad Awaluddin A.; Jauharatul Maknuniah; Dwi Titi Maesaroh
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kijms.v6i2.1838

Abstract

This systematic literature review synthesizes research on gamification in educational media for Islamic education conducted between 2015 and 2025. Using PRISMA guidelines, 32 peer-reviewed studies were selected from 112 records, comprising 14 quantitative studies (including 6 quasi-experimental and 2 controlled designs), 11 qualitative or design-based studies, and 7 review or mixed-method studies. Most research was conducted in Islamic primary and secondary schools, with limited evidence from Islamic higher-education institutions. Overall, the majority of studies report increased student engagement and learning motivation following the integration of gamification elements such as points, badges, leaderboards, levels, and interactive quizzes. Evidence on academic and religious learning outcomes is more mixed: several experimental studies show moderate improvements in test scores, Quranic literacy, or language learning, while others report no significant gains beyond motivation. Gamification implementations are largely mechanics-driven and commonly supported by instructional design models such as ADDIE, with few frameworks explicitly tailored to Islamic educational values. Recurring challenges include limited digital infrastructure, insufficient teacher training, curriculum alignment constraints, and concerns regarding cultural and religious appropriateness. The review concludes that gamification is effective for enhancing engagement in Islamic education, but its impact on learning outcomes remains context-dependent.