Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Peramalan Permintaan Produk dengan Algoritma Backpropagation Neural Network Pada PT Herba Emas Wahidatama Karlina Jati, Putri; Wahyuning Laily, Dona; Harya, Gyska Indah
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 6: Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025126

Abstract

PT Herba Emas Wahidatama menghadapi tantangan dalam permasalahan stok yang tidak seimbang, seperti kelebihan dan kekurangan stock akibat dari permintan yang bervariasi, mulai dari produk dengan permintaan tinggi (fast moving), permintaan stabil (reguler), dan permintaan rendah (slow moving). Untuk mengtasi permasalahan tersebut digunakan metode peramalan permintaan produk dengan algoritma backpropagation neural network dengan data historis permintaan tahun 2021 – 2023. Hasil peramalan menunjukkan bahwa model algoritma backpropagation neural network memiliki akurasi dengan nilai MAPE yang rendah dan efektifitas peramalan yang baik. namun permintaan produk tinggi dan rendah dapat di prediksi dengan sangat akurat. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma backpropagationn neural network dapat digunakan untuk meramalkan permintaan yang lebih akurat dan memebnatu perusahaan dalam mengatur persediaan secara efisien dan menghindari kekurangan atau kelebihan stock.   Abstract PT Herba Emas Wahidatama faces challenges related to unbalanced stock, including excess and shortages, due to varying demand. This demand ranges from products with high demand (fast-moving), to stable demand (regular), and low demand (slow-moving). To overcome this issue, a product demand forecasting method is employed using the backpropagation neural network algorithm, which utilizes historical demand data from 2021 to 2023. The forecasting results indicate that the backpropagation neural network algorithm model demonstrates accuracy with a low MAPE value and good forecasting effectiveness. However, both high and low product demand can be predicted with great accuracy. These results suggest that the backpropagation neural network algorithm can be used for more accurate demand forecasting and can help companies manage inventory efficiently, avoiding shortages or excess stock.
Saluran Pemasaran Cabai Rawit di Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto Nandika, Septiyan Dwiki; Mubarokah, Mubarokah; Harya, Gyska Indah
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i3.6421

Abstract

Bird’s eye chili is a high-value horticultural commodity and plays a significant role in supporting farmers' income. Pucuk Village, Dawarblandong District, Mojokerto Regency, is one of the main production areas with high productivity. However, farmers in this area still face marketing issues, particularly long distribution channels and limited access to market price information. This study aims to identify the marketing channels of bird’s eye chili, calculate marketing costs and margins, and analyze efficiency and farmer’s share in each channel. Data were collected from 50 farmers and 14 traders selected purposively. Quantitative analysis was conducted using formulas for margin, marketing costs, efficiency, and farmer’s share. The results revealed three marketing patterns: (1) farmer – retailer –consumer, (2) farmer–collector–retailer–consumer, and (3) farmer–wholesaler–collector – retailer–consumer. The first channel had the highest efficiency and a farmer’s share above 80%. In contrast, the longest channel provided higher margins for intermediaries but reduced the share received by farmers. In conclusion, shorter marketing channels are more efficient and beneficial for farmers. Therefore, strengthening farmer institutions and improving direct access to markets are essential to shorten the distribution chain.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mendampingi Petani Padi Menggunakan Mesin Combine Harvester Pada Masa Panen Di Desa Kenep, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Mahardika, Serly Bella; Fitrasha, Firda Laksmi; Noviputri, Yoanna Travellina; Samsiyah, Vita Nur; Maliha, Amanda; Aura, Ananda Shafiyah Khansa; Harya, Gyska Indah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian Indonesia memiliki potensi yang besar, mengingat negara ini adalah negara agraris terutama dalam produksi padi yang menjadi komoditas unggulan sebagai sumber pangan. Penggunaan teknologi pertanian modern berupa Combine Harvester bertujuan untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan dalam sektor pertanian khususnya komoditas padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penyuluh pertanian memegang peranan krusial sebagai pendidik, penyedia informasi, serta fasilitator. Dalam perannya sebagai pendidik, penyuluh memberikan pembinaan dan pelatihan praktis kepada petani terkait penggunaan Combine Harvester. Sebagai sumber informasi, penyuluh menyampaikan berbagai informasi terkini mengenai teknologi pertanian, prosedur peminjaman alat, hingga mekanisme penyerapan hasil panen. Sedangkan sebagai fasilitator, penyuluh membantu memperlancar komunikasi antara petani dan instansi pertanian serta mendampingi proses peminjaman dan pemantauan penggunaan alat.
Transformation of Indonesia’s Licensing System: A Juridical Analysis of Risk-Based Approach Implementation in Practice Irawan, Donny; Pattynama, Francis Maryanne; Pradita, Fajar; Idhom, Muhammad; Prasadja, Yanas Putra; Hayakawa, Narumi; Harya, Gyska Indah
Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan Vol 4 No 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/kihan.v4i2.6352

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the legal basis, implementation, and challenges of Risk-Based Business Licensing (Perizinan Berusaha Berbasis Risiko/PBBR) as regulated in Government Regulation Number. 28 of 2025 in Indonesia. Methodology/Approach: This study employs a normative empirical approach. Normatively, it examines the administrative law principles underlying PBBR, whereas empirically it analyzes its implementation through the Online Single Submission (OSS) system and its impact on public service efficiency. Results/Findings: This study finds that PBBR represents a significant reform in Indonesian administrative law by applying the principles of proportionality, legal certainty, and public benefit. Empirically, its implementation has improved the efficiency of business licensing services, particularly through faster processing via the OSS system. However, several substantive and technical challenges remain, including inadequate digital infrastructure, overlapping regional and central regulations, and low legal literacy among micro and small business actors regarding risk classification and standard certification obligations. Conclusions: This study concludes that PBBR improves efficiency and legal certainty but is constrained by infrastructure, regulatory overlap, and low MSME legal literacy. Further improvements are needed. Limitations: This research is limited to regulatory analysis and selected empirical observations and does not include large-scale field surveys or quantitative measurement of business performance outcomes. Contributions: This study contributes to the development of administrative law and public policy literature by providing an integrated analysis of risk-based licensing reform in Indonesia and offering practical recommendations for improving institutional capacity and regulatory harmonization.
Kebijakan Hukum Penetapan Harga Kuliner di Destinasi Wisata: Antara Prinsip Kebebasan Berusaha dan Perlindungan Konsumen Harya, Gyska Indah; Gideon Setyo Budiwitjaksono; Utami, Rahayu Sri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4390

Abstract

Fenomena kenaikan harga makanan dan minuman yang tidak wajar di destinasi wisata saat musim liburan menimbulkan keprihatinan publik dan mencerminkan ketidakseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan konsumen. Pelaku usaha sering memanfaatkan tingginya permintaan dengan cara yang mengabaikan prinsip keadilan dan transparansi dalam transaksi. Penelitian ini mengkaji disharmoni antara prinsip kebebasan berusaha, yang memberi hak kepada pelaku usaha untuk menetapkan harga berdasarkan mekanisme pasar, dan prinsip perlindungan konsumen, yang menjamin harga yang adil serta informasi yang benar. Dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menelaah dasar hukum penetapan harga di sektor pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya regulasi khusus mengenai batas kewajaran harga, meskipun prinsip dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 memberikan dasar normatif yang kuat bagi kebijakan hukum yang seimbang.
Komparatif Tingkat Kepuasan Mitra Terhadap Pelayanan Balai Karantina Hewan, Ikan, Dan Tumbuhan (BKHIT) di Jawa Timur Indonesia Puspitasari, Dwi; Setyadi, Taufik; Harya, Gyska Indah
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 1: Februari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2026131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kepuasan mitra importir burung kenari terhadap pelayanan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur berdasarkan dimensi kualitas layanan (RATER). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah CV. Malang Kenari Jaya dan CV. Murai Rimba Kediri. Penentuan sampel untuk menjawab tujuan yaitu para ahli atau pelaku yang berkompeten dan terlibat dalam perusahaan yang meliputi responden ahli yaitu CV. Malang Kenari Jaya sebanyak 20 responden dan CV. Murai Rimba Kediri sebanyak 20 responden. Sehingga total responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan metode Servqual ini berdasarkan aspek reliability, responsive, assurance, emphathy, dan tangible dan analisis Uji-T untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok data dan mengukur sejauh mana perbedaan tersebut dapat dianggap sebagai perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat apresiasi terhadap aspek tertentu, peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam responsivitas, fasilitas fisik, keandalan prosedur, dan komunikasi teknis, sangat penting untuk menciptakan pelayanan publik yang prima, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pengguna. Kedua perusahaan memiliki persepsi yang berbeda terhadap kualitas layanan yang diberikan, dengan CV. Malang Kenari Jaya cenderung lebih puas dibandingkan CV. Murai Rimba Kediri. Nilai ini cukup besar untuk sebuah skala kepuasan, mengingat biasanya perbedaan 0,5 poin saja sudah dianggap bermakna dalam survei layanan publik.   Abstract This study aims to analyze the differences in satisfaction levels of canary bird importer partners with the services of the Animal, Fish, and Plant Quarantine Agency (BKHIT) of East Java, based on the service quality dimensions (RATER). The population of this study consisted of stakeholders from CV. Malang Kenari Jaya and CV. Murai Rimba Kediri. The sampling was determined purposively, involving competent experts and practitioners within the companies, with 20 respondents from CV. Malang Kenari Jaya and 20 respondents from CV. Murai Rimba Kediri, resulting in a total of 40 respondents. The research applied the SERVQUAL method, which includes the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles, combined with an independent T-test analysis to compare the mean values of the two groups and determine whether the differences were statistically significant. The findings indicate that although certain aspects of the service were appreciated, improvements in responsiveness, physical facilities, procedural reliability, and technical communication remain crucial to deliver excellent, efficient, and user- oriented public services. The two companies showed different perceptions of service quality, with CV. Malang Kenari Jaya tending to be more satisfied than CV. Murai Rimba Kediri. This difference is considered substantial on a satisfaction scale, given that even a 0.5-point gap is generally regarded as meaningful in public service surveys.