Ince Dian Afnita
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN TERHADAP PELAYANAN PROGRAM PADAT KARYA DI KELURAHAN SILAE KECAMATAN ULUJADI KOTA PALU Elfiani M. Hasim; Timudin DG Mangera Bauwo; Ince Dian Afnita
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 2 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui pelayanan program padat karya di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan secara umum telah berjalan cukup baik, terutama pada aspek kejelasan tujuan kebijakan, komitmen pelaksana, koordinasi, serta transparansi pelayanan. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti rendahnya dukungan masyarakat dan keterbatasan insentif peserta program. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat serta perbaikan manfaat program menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan.
KUALITAS SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU DALAM PEMBUATAN LAPORAN SURAT KETERANGAN HILANG PADA KANTOR KEPOLISIAN RESOR MOROWALI UTARA Moh. Arfan Patalolo; Juemi Juemi; Ince Dian Afnita
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 2 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dalam pembuatan laporan surat keterangan hilang pada Polres Morowali Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan ditentukan secara purposive dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan SPKT belum sepenuhnya optimal. Dimensi jaminan dan empati tergolong baik karena petugas bersikap sopan, komunikatif, dan memberikan perhatian kepada masyarakat. Namun dimensi bukti fisik, keandalan, dan daya tanggap masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, gangguan jaringan, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum optimalnya pembagian tugas. Kondisi tersebut menyebabkan proses pelayanan terkadang berlangsung lebih lama dari yang diharapkan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan SPKT memerlukan perbaikan sistem pelayanan, penguatan kapasitas aparatur, serta dukungan sarana prasarana yang memadai agar pelayanan publik dapat berjalan efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN DIGITAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PELAYANAN KONSUMEN DI PERUMDAM AVO KOTA PALU Lioni Lioni; Mahfuzat Lamakampali; Ince Dian Afnita
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 2 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembayaran digital serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam peningkatan pelayanan konsumen pada Perumdam AVO Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan survei dengan jenis deskriptif kualitatif. Sampel berjumlah 25 responden yang terdiri dari pimpinan, pegawai, dan konsumen, dipilih melalui teknik accidental dan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan tabel frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pembayaran digital belum optimal karena kendala komunikasi kebijakan, keterbatasan sumber daya, minimnya transparansi informasi, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan digital. Meskipun demikian, terdapat faktor pendukung berupa sikap pegawai yang responsif, struktur birokrasi yang mendukung, serta tingkat akuntabilitas organisasi yang baik. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi layanan publik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dan penerimaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan kapasitas sumber daya, serta optimalisasi infrastruktur teknologi untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan dan kualitas pelayanan publik.
PEMANFAATAN POTENSI LOKAL DALAM MENUNJANG PENDAPATAN MASYARAKAAT DESA MELALUI PEMBUATAN KERIPIK TORTILA SEBAGAI USAHA BUMDES DI DESA MARANATA Dewi Cahyawati Abdullah; Ince Dian Afnita; Mini Mini; Fadila Putri Utami; Marlin Tantadji
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Desa Maranata, Kabupaten Sigi, melalui pengembangan produk pangan lokal berbasis keripik tortila. Program dilaksanakan selama tiga bulan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pelatihan, hingga evaluasi. Pelatihan teknis difokuskan pada pengolahan keripik tortila berbahan dasar ikan, pandan, dan jahe, sementara pendampingan diarahkan pada penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga pengelola usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan, terbentuknya kelompok usaha di bawah naungan BUMDes, serta terserapnya produk oleh pasar lokal dengan respons positif. Pembahasan menunjukkan bahwa integrasi potensi lokal, partisipasi masyarakat, dan penguatan kelembagaan desa menjadi faktor kunci keberhasilan program. Kesimpulannya, inovasi berbasis komoditas lokal memiliki potensi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memfasilitasi keberlanjutan usaha komunitas.
KINERJA PAMOBVIT POLDA SULAWESI TENGAH DALAM PENGAMANAN OBJEK VITAL PERBANKAN Rohki Fransiscus Purba; Timudin DG Mangera Bauwo; Ince Dian Afnita
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2026): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja aparat kepolisian dalam pelayanan jasa pengamanan objek vital perbankan pada Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Pengamanan sektor perbankan merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi, mengingat lembaga perbankan termasuk dalam kategori objek vital yang memiliki potensi kerawanan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang terdiri dari aparat Pamobvit dan pihak perbankan sebagai pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparat kepolisian pada aspek produktivitas, kualitas layanan, dan responsivitas berada pada kategori baik, yang ditandai dengan kesiapsiagaan aparat, upaya pemberian pelayanan terbaik, serta kemampuan merespons kebutuhan pengamanan secara cepat. Namun demikian, pada aspek responsibilitas masih ditemukan kelemahan berupa ketidaksesuaian pelaksanaan tugas di lapangan, sedangkan aspek akuntabilitas belum optimal yang ditunjukkan oleh belum meratanya kerja sama pengamanan antara kepolisian dan pihak perbankan. Secara keseluruhan, kinerja Pamobvit Polda Sulawesi Tengah tergolong cukup baik secara operasional, namun masih memerlukan penguatan pada aspek kepatuhan prosedural dan akuntabilitas agar pelayanan pengamanan objek vital perbankan dapat berjalan lebih efektif dan terstandarisasi.