Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran emosi dan intonasi dalam pemerolehan bahasa anak usia dini, khususnya pada usia 4 tahun ketika anak mulai aktif memahami makna ujaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran emosi melalui variasi intonasi (gembira, sedih, marah, dan netral) memengaruhi pemahaman makna Bahasa pada seorang anak usia 4 Tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, karena subjek penelitian hanya satu anak. Sumber data penelitian adalah respon verbal dan nonverbal anak ketika diberikan stimulus berupa cerita sederhana dengan intonasi berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung yaitu pada saat pemberian stimulus cerita lalu dilanjut dengan pertanyaan pemahaman mengenai cerita tersebut, rekaman suara untuk dapat dianalisis ulang, dan catatan lapangan mengenai respon anak tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengelompokkan respon anak dalam memahami makna berdasarkan jenis intonasi yang digunakan, dari sini peneliti dapat mengetahui kecenderungan respon anak yang muncul apakah di intonasi gembira, sedih, marah atau netral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, intonasi gembira mempermudah anak dalam memahami isi cerita dan menjawab pertanyaan dengan lebih lengkap. Kedua, intonasi sedih membuat anak cenderung menjawab singkat dan kurang antusias. Ketiga, intonasi marah membuat anak tertekan sehingga responnya menurun. Keempat, intonasi netral kurang menarik perhatian anak sehingga fokus dan pemahaman menurun. Intonasi emosional, khususnya yang bernuansa positif seperti intonasi gembira, berperan penting dalam membantu pembentukan makna dan memperkuat pemerolehan bahasa anak usia dini.
Copyrights © 2025