Kemampuan menghafal bacaan ibadah merupakan fondasi penting dalam pendidikan Islam, khususnya bagi generasi muda di komunitas diaspora Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan metode talaqqi untuk meningkatkan kemampuan menghafal bacaan shalat, doa harian, dan surah-surah pendek pada siswa Pusat Pembelajaran Warga Negara Indonesia (PPWNI) Klang, Selangor, Malaysia. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama program Pesantren Ramadhan, dengan melibatkan mahasiswi KKN Internasional UNIDA Gontor sebagai fasilitator. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: proporsi siswa yang mampu melafalkan bacaan shalat secara benar meningkat dari 30% menjadi 80%, dan rata-rata penguasaan surah baru per siswa mencapai 5 surah selama program berlangsung. Efektivitas metode talaqqi ditopang oleh tiga mekanisme utama: koreksi pelafalan secara langsung, pengulangan terstruktur melalui muroja'ah, serta interaksi tatap muka yang intensif antara pendidik dan peserta didik. Dampak afektif berupa peningkatan kepercayaan diri dan motivasi belajar turut memperkuat identitas keislaman siswa sebagai bagian dari komunitas diaspora.
Copyrights © 2026