Transformasi digital pada tingkat desa tidak serta-merta meningkatkan kualitas pelayanan publik apabila masyarakat belum memahami sistem informasi yang tersedia. Di Desa Kalosi Alau, aplikasi SIBERAS telah digunakan sebagai media informasi resmi desa, tetapi pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas karena sebagian warga belum memahami fungsi, cara mengakses, dan manfaat praktisnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendukung transformasi pelayanan desa melalui pengenalan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi SIBERAS. Program menggunakan metode pendekatan edukatif-partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi pelayanan publik digital, demonstrasi aplikasi, praktik terbimbing menggunakan telepon genggam peserta, diskusi, observasi, dokumentasi, serta evaluasi kualitatif berdasarkan umpan balik dan kemampuan peserta mengikuti langkah akses. Hasil, Peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pelayanan desa berbasis digital, mengenali SIBERAS sebagai kanal informasi resmi, dan mampu mengikuti tahapan mengakses informasi desa melalui perangkat seluler. Format partisipatif mendorong peserta mengajukan pertanyaan dan menyelesaikan kendala secara langsung. Kegiatan juga menemukan adanya variasi kemampuan digital, keterbatasan kebiasaan menggunakan layanan berbasis website, dan ketidakstabilan jaringan internet yang memerlukan pendampingan bertahap. Penguatan literasi digital melalui sosialisasi kontekstual dan praktik terbimbing menjadi fondasi sosial penting bagi transformasi pelayanan desa. Keberlanjutan program memerlukan pembaruan informasi secara berkala, pendampingan lanjutan, responsivitas aparatur desa, serta dukungan infrastruktur digital yang memadai.
Copyrights © 2026