Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT UNTUK TRANSFORMASI PELAYANAN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI BERBASIS APLIKASI SIBERAS DI DESA KALOSI ALAU Muh. Wildan Mauludy; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Hartati Hartati; Damis Damis; Muhammad Takdir; Bahtiar Herman; Muhammad Rusdi; Inna Mutmainna Cahyani Thahir; Erwin Irnandi AS; Kamal Kamal; Jusrianto Jala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Transformasi digital pada tingkat desa tidak serta-merta meningkatkan kualitas pelayanan publik apabila masyarakat belum memahami sistem informasi yang tersedia. Di Desa Kalosi Alau, aplikasi SIBERAS telah digunakan sebagai media informasi resmi desa, tetapi pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas karena sebagian warga belum memahami fungsi, cara mengakses, dan manfaat praktisnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendukung transformasi pelayanan desa melalui pengenalan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi SIBERAS. Program menggunakan metode pendekatan edukatif-partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi pelayanan publik digital, demonstrasi aplikasi, praktik terbimbing menggunakan telepon genggam peserta, diskusi, observasi, dokumentasi, serta evaluasi kualitatif berdasarkan umpan balik dan kemampuan peserta mengikuti langkah akses. Hasil, Peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pelayanan desa berbasis digital, mengenali SIBERAS sebagai kanal informasi resmi, dan mampu mengikuti tahapan mengakses informasi desa melalui perangkat seluler. Format partisipatif mendorong peserta mengajukan pertanyaan dan menyelesaikan kendala secara langsung. Kegiatan juga menemukan adanya variasi kemampuan digital, keterbatasan kebiasaan menggunakan layanan berbasis website, dan ketidakstabilan jaringan internet yang memerlukan pendampingan bertahap. Penguatan literasi digital melalui sosialisasi kontekstual dan praktik terbimbing menjadi fondasi sosial penting bagi transformasi pelayanan desa. Keberlanjutan program memerlukan pembaruan informasi secara berkala, pendampingan lanjutan, responsivitas aparatur desa, serta dukungan infrastruktur digital yang memadai. 
PENDAMPINGAN KOLABORATIF MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM TRANSFORMASI LAHAN TIDAK PRODUKTIF MENJADI KEBUN EDUKASI KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI DESA SIPODECENG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG kamaruddin Sellang; Jamaluddin Ahmad; Ahmad Mustanir; Damis Damis; Herman Dema; Irwan Irwan; Bahtiar Herman; Muhammad Rusdi; Erwin Irnandi AS; Inna Mutmainnah Cahyani Tahir; Kamal Kamal; Jusrianto Jala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.3620-3630

Abstract

Pemanfaatan lahan tidak produktif di organisasi lingkungan merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung ketersediaan pangan lokal sekaligus menyediakan ruang pembelajaran bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi masyarakat Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam mentransformasikan lahan yang belum produktif menjadi kebun edukasi hortikultura melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN UMS Rappang Angkatan VIII Tahun 2026. Pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang mengadaptasi prinsip Penelitian Aksi Partisipatif dan Sekolah Lapang Petani. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, perencanaan partisipatif, pembersihan dan penggemburan lahan, pembuatan bedengan, pemberian pupuk kompos, penyemaian dan penanaman, pemeliharaan, serta evaluasi izin. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan fisik berupa terbentuknya bedengan dan jalur perawatan yang tertata, tersedianya rumah semai, serta tumbuhnya beragam komoditas, yaitu kangkung, sawi, tomat, cabai rawit, cabai besar, dan kemangi. Pendampingan juga menghasilkan pembelajaran praktis, pembagian peran, dan kerja kolaboratif antara masyarakat dan pelajar sejak mengolah lahan hingga pemanenan. Kebun yang terbentuk berpotensi mendukung ketersediaan pangan lokal dan menjadi media edukasi pemanfaatan pekarangan. Program yang diperlukan memerlukan kelompok pengelola, jadwal pemeliharaan, penyediaan benih dan kompos, pencatatan pertumbuhan serta hasil panen, dan praktik replikasi pada pekarangan warga.
EDUKASI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN MELALUI SEMINAR KOLABORATIF DI DESA BUNTU BUANGIN Rahman Yakub; Jamaluddin Ahmad; Syahrir L; Andi Astinah Adnan; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Erwin Irnandi AS; Sapri; Suardi Zain; Abd. Kahar; Mardhatillah; Zulkarnain Sulaiman; Sofyan B
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i3.20877

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memerlukan upaya pencegahan yang tidak hanya bertumpu pada respons teknis, tetapi juga pada pemahaman dan partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyebab, dampak, pencegahan, dan penanganan awal Karhutla melalui seminar kolaboratif di Desa Buntu Buangin. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Buntu Buangin, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, melalui kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Bila, pemerintah desa, dan masyarakat. Sekitar 20 peserta mengikuti kegiatan yang menghadirkan satu pemateri dari UPTD KPH Bila. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan langsung, presentasi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan evaluasi formatif melalui respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan seminar terlaksana dengan partisipasi aktif; peserta memberikan pertanyaan dan tanggapan terkait pencegahan Karhutla di lingkungan sekitar. Pemerintah desa turut memfasilitasi pelaksanaan dan koordinasi peserta. Karena tidak dilakukan pre-test dan post-test, hasil tidak ditafsirkan sebagai peningkatan pengetahuan secara kuantitatif. Tindak lanjut diarahkan pada kewaspadaan, pencegahan aktivitas berisiko, dan pelaporan dini kepada pihak berwenang. Kata kunci: edukasi; kebakaran hutan dan lahan; kolaborasi; masyarakat; pencegahan