Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL MATA KULIAH GAMBAR TEKNIK II DI PRODI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Andrey Andrey; Arris Maulana
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.09 KB) | DOI: 10.21009/jpensil.v10i3.20154

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya covid-19 yang menimbulkan kebosanan bagi siswa dan Berkurangnya motivasi siswa untuk mendalami materi pembelajaran khususnya pada mata kuliah Menggambar Teknik 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat E-Module bahan ajar mata kuliah Gambar Teknik 2 Metode penelitian yang digunakan adalah metode 4D yang penerapannya dilakukan sampai dengan proses pengembangan produk. Analisis yang dilakukan dengan menyebarkan lift dengan Likert sebagai skala yang digunakan untuk mengubahnya menjadi data. Kuesioner disebarkan kepada ahli media, ahli materi dan mahasiswa yang sudah mengikuti mata kuliah Gambar Teknik 2 sebelumnya, kemudian dihitung rata-ratanya. Hasil yang diperoleh adalah skor dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4,3 yang termasuk kategori baik. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kategori layak, dan dapat digunakan sebagai bahan ajar pada mata kuliah Gambar Teknik 2. Kata kunci: Covid-19, Bahan ajar, E-modul, Gambar teknik 2 Abstract This research was motivated by covid-19 which caused boredom for students and Reduced motivation from students to explore the learning material especially in the Engineering Drawing course 2. The purpose of this study is to create E-Module teaching materials for the Engineering Drawing course 2. The research method used is the 4D method, the application of which is carried out up to the product development process. Analysis which is done by spreading the lift with a Likert as the scale used for turn it into data. The questionnaire was distributed to media experts, material experts and student that already followed the previous Engineering Drawing courses 2, then calculate the average. The results obtained are a score with an overall average of 4.3 which is included good category. The conclusion of the research conducted is the teaching materials developed is included in the feasible category, and can be used as teaching material in the Engineering Drawing courses 2. Keywords: Covid-19, Learning material, E-modul, Engineering Drawing courses 2
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SBDP MATERI SITUS-SITUS BUDAYA SEBAGAI BAHAN AJAR ALTERNATIF SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Laili Insani Latifah; Heni Siswantari
Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fundadikdas.v4i2.3936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan dan kualitas modul pembelajaran SBdP materi situs-situs budaya sebagai bahan ajar alternatif siswa kelas IV sekolah dasar menurut para ahli. Pengembangan modul pembelajaran SBdP materi situs-situs budaya menggunakan metode penelitian Research and Development dengan prosedur pengembangan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel & Semmel. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), dan tahap develop (pengembangan) sampai pada uji kualitas produk yaitu penilaian oleh para ahli disertai dengan revisi. Analisis data menggunakan lembar penilaian validasi untuk para ahli. Jenis data yang digunakan untuk mengetahui kualitas pada penelitian pengembangan ini adalah jenis data kuantitatif dan kualitatif. Modul pembelajaran SBdP materi situs-situs budaya untuk peserta didik kelas IV Sekolah Dasar mendapat kategori baik dengan rata-rata nilai sebesar 3,14 dari nilai maksimal sebesar 4,00 dengan persentase 78,61%. Hasil penilaian dari ahli media diperoleh nilai 3,31 termasuk kategori sangat baik dengan persentase 82,81%. Hasil penilaian dari ahli materi diperoleh nilai 2,86 yang termasuk ke dalam kategori baik dengan persentase 71,66%. Hasil penilaian dari ahli pembelajaran diperoleh nilai 3,1 termasuk kategori baik dengan persentase 77,5%. Dan hasil penilaian dari ahli bahasa diperoleh nilai 3,3 yang termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan persentase 82,5%.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FUSION FOOD HIDANGAN KESEMPATAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK JURUSAN JASA BOGA KELAS XII di SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA ., PUTU DIAN TIRTAYANTI; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16003

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli isi; (2) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli media; (3) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model Dick & Carey. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil review ahli isi pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 17 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (2) hasil review ahli media pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 25 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (3) hasil analisis data respon siswa kecenderungan respon positif.Kata Kunci : Fusion Food, Hidangan Kesempatan Khusus, Saintifik This research was conducted with the aim of knowing (1) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on content expert tests; (2) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on media expert tests; (3) the feasibility of developing developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through the Scientific Approach based on student responses. The type of research used is research and development (R & D) or development research with Dick & Carey models. The research instrument is questionnaire. The results showed that: (1) the results of expert review of learning content obtained 0.88 results from 17 aspects of assessment said to be feasible to use; (2) the results of the expert learning media review obtained 0.88 results from 25 assessment aspects said to be feasible to use; (3) the results of student response data analysis tend to be positive responseskeyword : Fusion Food, Special Opportunities Dishes, Scientific
Pengembangan Modul Ajar Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Berbasis Model Learning Cycle 7e untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan Resmiantini, Ni Luh; Damayanthi, Luh Putu Eka; Wahyuni, Dessy Seri; Artana, Ketut Resika
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 3, No 5 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v3i5.19797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Merancang dan mengembangkan Modul Ajar Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Berbasis Model Pembelajaran Learning Cycle 7e  untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan. (2) Mengimplementasikan Modul Ajar Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produksi Berbasis Model Pembelajaran Learning Cycle 7e  untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Multimedia SMK Negeri 1 Sawan tahun ajaran 2013/2014. Data tentang sumber belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode wawancara. Validasi modul ajar menerapkan teknik pengambilan gambar produksi diperoleh dengan menggunakan metode angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif.   Pengembangan modul ajar menerapkan teknik pengambilan gambar produksi berbasis learning cycle 7e. Tahap learning cycle 7e yaitu  elicit, engage, explore, exlpane, elaborate, evaluate, extend. Hasil analisis data respon siswa menunjukkan siswa memberikan penilaian dengan rata-rata persentase 88% sehingga jika dikonversikan  persentase tersebut dalam kualifikasi baik. Hasil uji efektifitas yang dianalisis menggunakan gain score menghasilkan 0,59 sehingga efektifitas modul dalam kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Utami, Ida Ayu Asritya; Arthana, I Ketut Resika; Darmawiguna, I Gede Mahendra
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 4, No 5 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v4i5.6627

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengimplementasikan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Singaraja. (2) mengetahui respon pengguna terhadap pengembangan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality adalah Research and Development (R & D). Model yang digunakan adalah model pengembangan Dick and Carey yang terdiri dari 5 tahapan desain pengembangan, dan pada tahap keempat Dick and Carey dalam pengembangan medianya menggunakan model Waterfall. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Untuk mengetahui respon siswa terhadap modul augmented reality diperoleh dengan menggunakan metode angket. Hasil akhir dari penelitian ini berupa modul ajar interaktif untuk mata pelajaran Jaringan Dasar berbasis Augmented Reality yang dapat diinstal pada smartphone dan mampu menampilkan materi-materi jaringan dasar dalam bentuk 3D. Untuk pembuatan objek 3 dimensi digunakan Unity 3D, serta digunakan Vuforia sebagai software library untuk augmented reality. Respon pengguna terhadap pengembangan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Singaraja dapat dikategorikan sangat positif dengan persentase 91%. Kata kunci : Modul AR, Augmented Reality, R&D, Dick and Carey, Angket, Jaringan Dasar. Abstract--- This Research was aimed to: (1) implement “Augmented Reality-based Interactive teaching module” for Basic Network subject in SMK 3 Singaraja. (2) finding out user’s response to the development of “Augmented Reality-based Interactive teaching module” for Basic Network subject in SMK 3 Singaraja. The method used in the development of Augmented Reality-based Interactive teaching module was Research and Development (R & D). The model used in this research was the development model by Dick and Carey which consists of 5 phases of development design. In addition, Dick and Carey used Waterfall model in the fourth phase of the media development. This research involved grade X of TKJ 1 in SMK Negeri 3 Singaraja in academic year 2014/2015. Students’ response toward the Augmented Reality-based Interactive teaching module were found out by using questionnaire method. The result of this research was in form of Augmented Reality-based interactive teaching module for Basic Network subject which can be installed in Smart phone. It can also demonstrate learning materials for Basic Network subject in form of 3D. The production of 3D object was used unity 3D, Vuforia as software library for the augmented reality. The user’s response to the development of Augmented Reality-based interactive teaching module for Basic Network subject in SMK Negeri 3 Singaraja can be categorized as very positive which the presentage was 91%. Keywords: AR module, Augmented Reality, R&D, Dick and Carey, Questionnaire, and Network Basic.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Modul Instalasi Jaringan Komputer Mata Diklat Komputer dan Jaringan Dasar di Sekolah Menengah Kejuruan Sulia Ningsih; Nora Agustina
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v15i2.10188

Abstract

The purpose of this study was to determine the need for module development in Learning Computer Network Installation and Basic Networking Courses in Class X SMK TKJ SMK Sentosa Bhakti Baturaja. The type of research used is survey research using interview sheets and questionnaires. The data analysis technique used is descriptive statistics. Based on the results of the study obtained data that 100% of the class X TKJ SMK Sentosa Bhakti Baturaja only use teaching materials in the form of textbooks. 50% of students stated that they needed teaching materials in the form of modules to be used as independent teaching materials for computer network installation learning support. This becomes the basis or consideration for the decision to do the development of module teaching materials in learning Computer Network Installation for Computer and Basic Networking Courses.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERKARAKTER PEDULI LINGKUNGAN TEMA POLUSI SEBAGAI BAHAN AJAR SISWA SMK N 11 SEMARANG Setyowati, Ratna; Parmin, Parmin; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 2 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v2i2.2031

Abstract

Modul adalah satuan program pembelajaran terkecil yang dapat dipelajari oleh peserta didik secaraperseorangan (self instructional). Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran tentang bagaimanapengembangan modul, serta layak dan efektifnya modul yang dikembangkan. Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development. Dalam pengertian penelitian berisitentang bagaimana cara mengembangkan bahan ajar melalui beberapa tahap seperti validasi oleh ahli, sertarevisi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa dan guru SMK N 11 Semarang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak dan efektif digunakan untuk siswa kelas XISMK N 11 Semarang. Modul mendapat penilaian layak dari ahli setelah melalui beberapa tahapan revisi,selain itu modul efektif digunakan oleh siswa dilihat dari keaktifan serta nilai ketuntasan klasikal yangmencapai lebih 85% dari siswa. Berpijak dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa modul yangdikembangkan mendapat penilaian layak dari pakar, serta efektif digunakan dalam pembelajaran oleh siswakelas XI Multimedia 2 dengan ketuntasan klasikal mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 91,4%.   Module is the smallest unit learning program that can be studied by students as individuals The purpose ofthis observation is to provide on overwiew of how the development of the module, as well as feasible andeffective modules developed. The method used in this observation is Research and Development.Understanding research describes how to develop teaching materials through several stages such asvalidation by experts, as well as revisions. Sources of data used in this observation were students anteachers. The results showed that the modules developed feasible and effective to uses for class XI SMK N 11Semarang. Module gets adequate assessment of experts after going through several stages of revision, but itmodule be effectively used by students as well as the value of active classical completeness. From theresults, it can be concluded that the developed module gets decent ratings from experts, as well as theeffective use of learning by the students of class XI SMK N 11 Semarang with classical completeness reaches86% and amounted to 91,4% of student activity.
Pengembangan Bahan Ajar Modul Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Kelas IV Tema 3 Subtema 1 Prihatin Sulistyowati; Novita Martika Putri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p1-6

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 13 memerlukan komponen pendukung berupa bahan ajar. Bahan ajar yang praktis dapat berupa modul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk berupa bahan ajar modul berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada kelas IV Tema 3 Subtema 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan berdasarkan Model 4D yang dimodifikasi oleh peneliti dari 4 langkah menjadi 3 langkah penelitian. Validasi oleh tim pakar, validasi oleh peer reviewer,Uji coba lapangan terbatas terhadap 10 siswa SDN Bandungrejosari 2 Kota Malang, lembar observasi pengamatan aktivitas guru dan siswa. Efektifitas modul dari hasil belajar siswa berupa soal tes. Aspek kelayakan isi, penyajian, kebahasaan dan penilaian kontekstual masing-masing sebesar 92,71%, 91,5%, 93,06%, dan 92% yang berarti œSangat Layak. Validasi yang dilakukan oleh guru kelas IV SD dengan presentase 93,75% yang berarti œValid. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan produk ini dengan melakukan uji coba kelompok besar dan produk dapat disebar luaskan.AbstractThe learning process on Curriculum 13 requires supporting components in the form of teaching materials. Practical teaching materials can be modules. The purpose of this research is to develop the product in the form of teaching materials of module based on Contextual Teaching and Learning (CTL) in Grade IV of Theme 3 Subtema 1. This type of research is a research development based on 4D model modified by researchers from 4 steps into 3 research steps. Validation by expert team, validation by peer reviewer, Field trial limited to 10 students of SDN Bandungrejosari 2 Malang, observation observation sheet of teacher and student activity. Effectiveness module is taken from student learning result in the form of test question. The results of the assessment of the appropriateness of content, presentation, compliance and contextual valuation were 92.71%, 91.5%, 93.06%, and 92%, respectively, meaning "Very Eligible". The results of the assessment of the validation conducted by fourth grade elementary school teachers with a percentage of 93.75% which means "Valid". It is expected that further research can further develop this product by conducting large group trials and products can be disseminated.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERSUMBER AL-QUR’AN BERBENTUK MODUL PADA MATERI FUNGSI KELAS X Novianti Novianti; Agung Hartoyo; Asep Nursangaji
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3357

Abstract

Pendidikan Nasional berupaya untuk membentuk warga negara berbudaya dan berkarakter yang baik. Di dalam kurikulum pembelajaran budaya dan karakter tersebut dapat dituangkan dalam Kompetensi Inti (KI) 1 dan 2 yaitu keagamaan dan nilai sosial, yang bisa didapatkan sekaligus melalui pembelajaran bersumber Al-Qur’an. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar matematika berbentuk modul bersumber Al-Qur’an pada materi Fungsi. Penelitian ini menggunakan model ADDIE, diambil 3 tahap saja yaitu Analisis, Desain dan Pengembangan. Kualitas bahan ajar dinilai dari tiga aspek yaitu, validitas, kepraktisan dan efektifitas. Instrument pengumpulan data berupa angket validitas, posttes, dan angket kepraktisan. Angket validitas diisi oleh ahli media dan ahli materi. Kepraktisan dan keefektifan dapat diketahui dengan memberikan angket dan post tes kepada siswa Kelas X MAN 2 Pontianak, post tes diisi oleh siswa dan  angket kepraktisan diisi oleh guru dan siswa. Hasil dari pengumpulan data diperoleh rata-rata skor dari validitas adalah 3 termasuk kategori “valid”,  rata-rata kepraktisan adalah 2,985 termasuk kategori “Praktis” dan persentasi hasil post tes siswa 64,71% yakni melewati batas minimal skor sehingga masuk kategori “efektif”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kualitas pengembangan bahan ajar matematika berbentuk modul bersumber AL-Qur’an yaitu valid, praktis dan efektif.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS WEB SEBAGAI BAHAN AJAR FISIKA PADA MATERI GELOMBANG BUNYI DI SMA Miya Novitasari; Connie Connie; Eko Risdianto
Jurnal Kumparan Fisika Vol 4, No 3: Desember 2021
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.4.3.203-212

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis web sebagai bahan ajar fisika pada materi gelombang bunyi. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 3 D dengan langkah-langkah Define, Design, dan Develop. Tahap define terdiri dari observasi, identifikasi masalah, dan pengumpulan data. Pada tahap design terdiri dari memilih media pembelajaran, memilih format bahan ajar, dan rancangan awal bahan ajar elektronik. Tahap develop terdiri dari validasi judgement ahli (dosen) dan praktisi (guru). Subjek penelitian adalah peserta didik SMAN 2, 4 dan 6 Kota Bengkulu. Validasi dilakukan oleh 2 judgement ahli dan 2 praktisi untuk menilai produk yang dikembangkan dari aspek isi, penyajian, bahasa dan media. Berdasarkan hasil uji validasi, aspek isi sebesar 79% dengan kategori sangat baik, aspek penyajian sebesar 77% dengan kategori sangat baik, aspek bahasa sebesar 79% dengan kategori sangat baik dan aspek media sebesar 75% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis web yang dihasilkan sudah layak diuji cobakan dengan persentasi rata-rata sebesar 78% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Kata  Kunci:  Pengembangan E-modul, Bahan Ajar, Gelombang Bunyi ABSTRACT This research was a research and development (R&D) that aimed to produce web-based e-modules as physics teaching materials on sound wave material. The development model used was a 3 D model with Define, Design, and Develop steps. The define stage consists of observation, problem identification, and data collection. At the design stage consists of choosing learning media, choosing the format of teaching materials, and the initial design of electronic teaching materials. The develop phase consists of validating expert judgment (lecturers) and practitioners (teachers). The research subjects were students of SMAN 2, 4 and 6 Bengkulu City. Validation was carried out by 2 expert judgments and 2 practitioners to assess products developed from the aspects of content, presentation, language and media. Based on the results of the validation test, the content aspect was 79% with a very good category, the presentation aspect was 77% with a very good category, the language aspect was 79% with a very good category and the media aspect was 75% with a good category. Based on these results, it can be concluded that the resulting web-based e-module was worth testing with an average percentage of 78% which was included in the excellent category.Keywords: Development of E-modules, Teaching Materials, Sound Waves

Page 10 of 90 | Total Record : 896