Filter By Year

1945 2024


Phonemic Error Analysis of a Tajikistan Student in Indonesian as a Foreign Language (BIPA) Learning at UIN Bandung Azizir Rohma Febriyani; Yeti Heryati; Bustomi Bustomi
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1150

Abstract

Phonemic accuracy is a crucial aspect of Indonesian as a Foreign Language (BIPA) learning, yet foreign learners often experience persistent phonemic errors due to differences between their first language and Indonesian phonological systems. This study addresses the problem of phonemic errors produced by a Tajik student during BIPA learning, which may hinder intelligibility and effective communication. The objective of this research is to identify and analyze the types of phonemic errors and their phonological characteristics as manifested in the learner’s spoken Indonesian. This study employs an applied qualitative case study approach focusing on a single Tajik learner enrolled in a BIPA program at UIN Bandung. Data were collected through classroom observation, teaching participation, interviews, and voice-note recordings via WhatsApp, which provided authentic speech data. The data were analyzed using phonemic and phonological analysis to identify systematic error patterns. The results reveal recurring phonemic errors, particularly vowel mispronunciation involving the phoneme /e/ and consonant epenthesis after velar nasals, such as /ŋg/. These errors indicate strong first-language phonological influence and incomplete phonemic acquisition in Indonesian. The findings highlight the importance of targeted phonological instruction in BIPA learning.
KUMPULAN CERPEN KOMPAS SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL Angger Gilang Praditama; Ari Kusmiatun; Dwi Budiyanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kx6hcx95

Abstract

ABSTRAK: Sastra sebagai cerminan dari realitas sosial menyajikan budaya yang terdapat dalam realitas kehidupan masyarakat. Sastra merupakan sarana yang menarik untuk mengajarkan bahasa sekaligus budaya kepada pembelajar bahasa. Penelitian ini berfokus pada bentuk kearifan lokal yang terdapat dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung dan implementasinya sebagai bahan ajar dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung dan sumber-sumber lain seperti artikel, jurnal, buku, dan sumber-sumber lain yang mendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dan mencatat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal yang ditemukan adalah busana, kuliner, nama, seni dan adat, sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran BIPA pada pembelajar BIPA tingkat lanjut level 6 sampai 7 sebagai bahan ajar karena dapat membantu pembelajar mempelajari bahasa dan budaya dengan lebih menarik. KATA KUNCI: bahan ajar; kearifan lokal; sastra; pembelajaran BIPA   A COLLECTION OF SHORT STORIES FROM KOMPAS AS TEACHING MATERIAL FOR BIPA WITH LOCAL WISDOM CONTENT     ABSTRACT: Literature as a reflection of social reality presents the culture found in the reality of people's lives. Literature is an interesting tool to teach language as well as culture to language learners. This research focuses on the form of local wisdom contained in the Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung and its implementation as teaching material in BIPA learning. This research is a qualitative descriptive research. The source of data in this research is the Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2018 Doa Yang Terapung and other sources such as articles, journals, books, and other supporting sources. The data collection technique is done by reading and writing. The data analysis technique used in this research is interactive data analysis technique. The results showed that the form of local wisdom found is the wisdom of fashion, cuisine, names, arts and customs, so it can be implemented in BIPA learning at advanced BIPA learners level 6 to 7 as teaching material because it can help learners learn language and culture more interestingly. KEYWORDS: BIPA learning; teaching materials, literature; local wisdom   Diterima: 22 Juli 2025 Direvisi: 9 Agustus 2025 Disetujui: 9 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Praditama, A. G., Kusmiatun, A., & Budiyanto, D. (2025). Kumpulan cerpen Kompas sebagai bahan ajar BIPA bermuatan kearifan lokal. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 431-444.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
PEMBELAJARAN BIPA DENGAN APLIKASI AWAN ASA BERBASIS PENGENALAN LINTAS BUDAYA Prahoro Yudo Purwono; Prima Vidya Asteria
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/y3vprt04

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing sudah menjadi tren dan kebutuhan di era saat ini. Maka, inovasi pembelajaran bahasa Indonesia sangat penting dilakukan sesuai dengan level pembelajar. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman pembelajar dalam menguasai bahasa Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan pembelajaran terintegrasi berbasis pengenalan lintas budaya. Oleh karena itu, digagaslah media AWAN ASA. Aplikasi ini berbasis software macromedia flash sehingga mudah untuk diaplikasikan dan interaktif bagi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif persentase. Metode dan media aplikasi AWAN ASA yang dipakai dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing terintegrasi dengan pengenalan lintas budaya, didapati hasil keterampilan menulis siswa cukup bagus, dengan rata-rata mendapatkan nilai di kisaran 70 dan mampu menulis konjungsi dari 8-18 kata. Dapat disimpulkan bahwa metode dan aplikasi yang digunakan untuk mahasiswa BIPA UNESA benar-benar sesuai bagi mereka, serta metode dan media yang dipakai mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka mengenai bahasa dan kebudayaan Indonesia.
DESAIN BAHAN AJAR KETERAMPILAN MENYIMAK BIPA “AKU SUKA INDONESIA” Nadra Amalia; Muhammad Arifin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ws5vp293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, dimana kurikulum Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diharapkan penutur asing yang belajar Bahasa Indonesia mudah mempelajari Bahasa Indonesia. Bahan ajar keterampilan menyimak BIPA ini berpusat kepada pengajar BIPA agar mudah mengajarkan bahasa Indonesia serta penutur asing yang diajarkan bahasa Indonesia dengan cepat mempelajari bahasa Indonesia. Selain itu, mahasiswa pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU dapat menggunakan bahan ajar keterampilan menyimak Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dalam praktik pembelajaran BIPA dikelas ataupun secara daring dimasa pandemi saat ini. Oleh karena itu, bahan ajar keterampilan menyimak BIPA “Aku Suka Indonesia” dapat memudahkan mahasiswa dalam mempelajari BIPA serta menjalin kerjasama yang baik antara dosen dan calon pengajar BIPA (mahasiswa). Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menerapkan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed research). Metode pengumpulan data dengan observasi, angket dan tes. Sedangkan teknik analisi data menggunakan model Miles &Huberman untuk data kualitatif dan uji statistik untuk data kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama satu tahun dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pendahuluan/survey meliputi; studi literatur, studi lapangan, mengumpulkan data. 2) analisis data, 3)mendesain model pembelajaran, 4) analisis model pembelajaran, 5)uji coba lapangan.
Desa BIPA: Upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Annisa Widya Shafira; Dian Fadila Saprilia; Berliana Fajriani; Nirsa Ismi Almanda; Peni Pinandhita; Liliana Muliastuti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jv9fem58

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini ialah merancang program pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di desa sebagai upaya internasionalisasi bahasa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 4 (pendidikan yang berkualitas) dan poin 9 (infrastruktur, industri, dan inovasi). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa BIPA merupakan program yang inovatif, futuristik, dan berdampak sistemik melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di desa untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya warga negara asing melalui penerapan konsep ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, dan Extension). Desa BIPA juga memiliki beberapa sub program, di antaranya Inkubator Bahasa Indonesia, Jelajah Budaya Nusantara, Program Magang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Asisten Pengajar BIPA di Satuan Pendidikan, dan Pergelaran Seni Budaya Desa (Persebud) yang melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi Indonesia emas tahun 2045. KATA KUNCI: Desa BIPA; internasionalisasi bahasa Indonesia; Indonesia emas 2045.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAMUS DIGITAL BERBASIS BUDAYA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN BIPA Eva Yuniarti; B. Widharyanto; Pius Nurwidasa Prihatin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/k7zcmd88

Abstract

ABSTRAK: Bahan ajar BIPA digunakan oleh pemelajar BIPA sebagai sarana belajar untuk mencapai indikator dari standar kompetensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek budaya Indonesia yang dibutuhkan sebagai isi kamus digital berbasis budaya Indonesia untuk pembelajaran BIPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis analisis isi. Analisis isi dalam penelitian ini digunakan untuk mengkaji kebutuhan pengembangan kamus digital berbasis budaya Indonesia untuk pembelajaran BIPA. Sumber data adalah pemelajar BIPA yang sedang belajar di lembaga bahasa BIPA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pemelajar BIPA dan wawancara dengan pengajar BIPA, serta melakukan analisis dokumen buku ajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek budaya yang paling diminati untuk menjadi isi kamus digital yaitu, tradisi, tempat wisata, dan religi. Model kamusnya yaitu bergambar dan berdeskripsi.
KEBUTUHAN BAHAN AJAR BIPA UNTUK PENUTUR BAHASA JEPANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAKARTA Nur Saadah Fitri Asih; Viana Meilani Prasetyo; Komara Mulya
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fqjc7167

Abstract

ABSTRAK: Bahasa Indonesia saat ini semakin dikenal di kalangan internasional. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor peningkatan peminat pembelajaran Bahasa Indonesia oleh Penutur Asing (BIPA). Di sisi lain, Jakarta sebagai pintu gerbang masuknya turis manca negara, memiliki kekhasan dan kearifan lokal tersendiri yang memungkinkan untuk diperkenalkan kepada Pembelajar BIPA khususnya yang berdomisili di Jakarta yang berminat pula terhadap budaya lokal. Pembelajaran BIPA yang berbasis pada kearifan lokal, membawa pemikiran baru kearah pengembangan bahan ajarnya, atau bahan ajar tambahan yang diharapkan dapat memberi variasi bahan ajar yang telah tersedia saat ini. Penelitian ini merupakan penjajakan berupa analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar BIPA bagi penutur bahasa Jepang berbasis muatan lokal Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Melalui teknik angket, data dikumpulkan dari pembelajar dan pengajar BIPA. Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa sebagian pembelajar memikili tujuan agar dapat berkomunikasi dengan teman orang Indonesia. Tujuan lainnya adalah untuk kebutuhan komunikasi dan bekerja di Indonesia. Umunya mereka merupakan pembelajar awal, menyukai pembelajaran secara individu dengan menggunakan media pembelajaran yang bersifat visual seperti buku serta tontonan. Sumber pembelajaran yang biasa digunakan, selain buku ajar, berupa video pembelajaran pada You Tube, serta penelusuran di google. Dalam hal kearifan lokal Jakarta, Ondel-Ondel dan Rumah Adat Betawi menjadi tema yang paling diminati. Selanjutnya diikuti oleh tema mengenai Baju Demang Betawi, Roti Buaya, Nyorog, Tanjidor, Gambang Kromong, Cerita Si Pitung, Pencak Silat, dan terakhir Lenong. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai bentuk serta muatan kearifan lokal Jakarta yang diharapkan dapat berintergrasi dalam pembelajaran BIPA bagi penutur bahasa Jepang.
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BIPA PROGRAM CULTURA DI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG Evi Chamalah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rtjrm467

Abstract

Pengajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan tentang Bahasa tetapi secara tidak langsung mengajarkan budaya Indonesia. Akan tetapi, setiap tempat pembelajaran BIPA memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini tentu memberikan dampak positif. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana karakteristik pembelajaran BIPA Cultura di Unissula. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan hasil penelitian menggunakan teks secara langsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mendokumentasikan dan mewawancarai pengajar BIPA, sahabat BIPA, dan hasil kegiatan pembelajaran BIPA. Data yang diperoleh disajikan secara kualitatif deskriptif secara rinci. Program BIPA Cultura Unissula memiliki karakteristik yang membedakannya dari program BIPA lainnya, yaitu dengan integrasi wawasan keislaman, wawasan keindonesiaan, dan kebahasaan dalam proses pembelajaran. Program ini tidak hanya fokus pada pengajaran bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan berbagai aspek budaya dan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam budaya akademik Islam
Tantangan Pembelajaran BIPA di Era Digital: Strategi Pengajaran dan Motivasi Mahasiswa Internasional
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3248

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada masa digital saat ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama yang berkaitan dengan kemajuan teknologi, perbedaan latar belakang budaya peserta didik, serta perubahan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai tantangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran BIPA berbasis digital sekaligus menemukan strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi mahasiswa internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada kelas BIPA yang dilaksanakan secara daring.
Models and Strategies for BIPA Teacher Training (2009–2024): A Systematic Review of Southeast Asia and the United States Alim Harun Pamungkas; Rizki Putri Ramadhani; Rodolfo Soares; Bunga Febrimora Hendri; Fatah Nasikh Aryawan; Putra Ramadani; Anggi Firmanjaya Saputra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.9157

Abstract

Law No. 24/2009 positions Bahasa Indonesia as a prospective international language and promotes Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) as a strategic instrument of cultural diplomacy. However, empirical evidence on effective training models for teachers and learners across international contexts remains fragmented. This study synthesizes research on BIPA training models and their pedagogical implementation in Southeast Asia and the United States from 2009 to 2024.A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 protocol. Searches in Scopus, ERIC, and Google Scholar (March 2024) yielded 312 records. After screening and eligibility assessment based on predefined criteria, 15 studies were included. Study quality was appraised using the MMAT (2018), and findings were analyzed through weighted thematic synthesis.The evidence is dominated by Indonesia-based studies with international orientation (n=9), followed by Southeast Asia (n=3), the United States (n=2), and transnational contexts (n=1). Three major thematic clusters emerged: (1) curriculum standardization, particularly CEFR adaptation; (2) technology-oriented professional development; and (3) exchange and mentoring models. Distinct contextual logics were identified, with Southeast Asia emphasizing regional integration and institutional expansion, while the United States focuses on sustaining Less Commonly Taught Languages (LCTLs).Effective internationalization of BIPA requires networked teacher professional development integrating TPACK frameworks and mentoring, alongside shared curriculum repositories aligned with CEFR and local cultural contexts. However, the limited and predominantly descriptive evidence base—especially in the U.S. context—suggests that findings remain provisional. Further empirical and comparative research is needed to strengthen global BIPA training models and policy implementation.

Page 117 of 118 | Total Record : 1176