Filter By Year

1945 2024


Found 190 documents
Search Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun

Dampak Film Pendek di Aplikasi Youtube terhadap Pemerolehan Bahasa Kedua pada Anak Sekolah Dasar Usia 11 Tahun Serlinika, Cipi; Tarmini, Wini
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6038

Abstract

Film youtube berbahasa asing disimak dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari mendorong pemerolehan bahasa kedua pada anak. Penelitian ini sebuah studi kasus yang memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana dampak dari film pendek berbahasa Jerman di youtube terhadap pemerolehan bahasa kedua pada anak SD umur 11 tahun. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan dan wawancara dengan penjelasan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan anak memperoleh kosakata berupa ungkapan dasar sederhana dan kalimat ujaran perkenalan dalam bahasa Jerman sebagai bahasa kedua. Ini terlihat dari pemahaman anak tentang film yang dia tonton dan kemampuan anak dalam menyebutkannya. Kalimat ujaran perkenalan yang diperoleh adalah Ich bin Holli dan Hallo wie gehts. Kosakata berupa ungkapan dasar sederhana yang diperoleh adalah Danke, Guten Morgen, Aufwiedersehen, gut, guten Tag, bitte dan nein. Kegiatan menonton film pendek di aplikasi youtube yang dilakukan secara berulang-ulang memberikan dampak pemerolehan bahasa kedua. Tentu saja hasil pemerolehan bahasa kedua akan lebih maksimal dengan mengikuti pembelajaran bahasa dan ikut nya peran serta guru dibandingkan menonton youtube saja.
Analisis Pemerolehan Bahasa Pertama Kajian Fonologi Pada Anak Usia 2 Tahun Fajarudin, Fajarudin; Suryadi, Made Dwicahya; Nova, Desita; Noviyanti, Silvina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9055

Abstract

Penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya, sedangkan pembelajaran merupakan proses dari orang yang belajar di dalam kelas dan diajar oleh seorang guru. Pandangan tersebut membuat peneliti memiliki tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis pemerolehan bahasa pertama kajian fonologi pada anak usia 2 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan pencarian data melalui wawancara atau melakukan observasi secara langsung. Teknik yang digunakan yaitu teknik rekam,simak dan catat. Data tersebut kemudian ditranskripsikan, lalu diamati dan dianalisis secara empiris. Selanjutnya data yang sudah diperoleh, diklasifikasikan sesuai dengan masalah yang menjadi fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam memproduksi bunyi-bunyi bahasa terlihat pada saat anak mengalami tahap perkembangan artikulasinya. Anak yang dioservasi ini sudah mampu melafalkan beberapa bunyi-bunyi bahasa yang ada, terutama pada bunyi vokal anak sudah mampu melafalkan bunyi vokal dengan sangat jelas. Sedangkan proses pemerolehan huruf konsonan yakni anak masih menghilangkan bunyi bahasa pada sebuah kata dan proses perubahan bunyi bahasa pada sebuah kata yang diucapkannya. Dalam pelafalan kata-katanya ia seringkali menghilangkan atau mengganti salah satu bunyi bahasa dalam kata tersebut menjadi bunyi lain.
PENGARUH MEDIA TELEVISI TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN Nelita Indah Islami; Nuryani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.8

Abstract

ABSTRAK: Pengaruh media televisi terhadap proses pemerolehan bahasa dapat dihasilkan melalui pengamatan terhadap anak laki-laki berusia empat tahun bernama Rifqi Aqila Ardhani. Dengan menggunakan penelitian deskriptif  kualitatif yang dilakukan pada kondisi alami tanpa perencanaan. Data diperoleh melalui penelitian yang dikumpulkan dengan metode observasi, peneliti sebagai instrumen yang memberikan stimulus terhadap subjek. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar pertimbangan sebagai bentuk peringatan terhadap segala bentuk pemerolehan bahasa anak-anak dari televisi. Hasil dari penelitian ini adalah pemerolehan bahasa dari tataran sintaksis, semantik, fonologi, dan pragmatik serta berbagai leksikon yang dihafal Rifi dari televisi. KATA KUNCI: pemerolehan bahasa; media televisi; anak-anak   THE EFFECT OF TELEVISION MEDIA ON LANGUAGE ACHIEVEMENT IN 4 YEARS OLD CHILDREN   ABSTRACT: The influence of television media on the process of language acquisition can be generated through observation of a four-four-year-old boy named Rifqi Aqila Ardhani. By using descriptive qualitative research conducted in natural conditions without planning. Data obtained through research collected by the method of observation, researchers as instruments that provide stimulus to the subject. This research is expected to be a basic consideration as a form of warning against all forms of language acquisition of children towards television. The results of this study are language acquisition at the level of syntax, semantics, phonology, and pragmatics as well as various lexicons memorized by Rifi from television. KEYWORDS: language acquisition; television media; children
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA CIHERANG BERDASARKAN SINTAKSIS Linda Amelia; Sun Suntini; Asep Jejen Jaelani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.32

Abstract

ABSTRAK: Bahasa merupakan sarana komunikasi utama dalam kehidupan manusia di dunia ini, baik dalam bentuk tulisan, lisan, maupun yang berupa simbol tertentu. Tanpa bahasa manusia tidak bisa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang harus saling berintraksi. Penelitian dibidang pemerolehan bahasa ini dilatar belakangi keingintahuan peneliti mengenai struktur kalimat dan jenis kalimat pada anak usia 2-3 tahun. Yang dituangkan dalam judul “Pemerolehan Bahasa Anak Pada Usia 2- 3 Tahun di Desa Ciherang Berdasarkan Analisis Sintaksis”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2-3 tahun di Desa Ciherang berdasarkan analisis sintaksis? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2-3 tahun di Desa Ciherang berdasarkan analisis sintaksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, teknik yang digunakan untuk pemerolehan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Berdasarkan data yang telah dianalisis yaitu Anak usia dua tahun dalam pemerolehan bahasa sintaksis sudah mampu menghasilkan kalimat deklaratif, imperatif, introgatif dan negatif. Namun mereka belum mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan. Sedangkan anak usia tiga tahun sudah mampu menghasilkam berbagai kalimat dengan baik dan sudah mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan.       KATA KUNCI: Pemerolehan Bahasa, Anak usia 2-3 tahun, Sintaksis.. >  PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA CIHERANG BERDASARKAN SINTAKSIS.   ABSTRACT: Language is the main means of communication in the human life in tis world, both in the written, spoken, and in the form of certain symbols. Without languge, the humans can not communicate because the humans are social beings who must inter act with each other. This research in the field of language acquisition is motivated by the curiosity of researhers about sentence structure and types sentence in the children age two until three years. Which is written in the title “Children‟s Language Acquisition Of Two Until Three Years In Ciherang City Based On Syntactic Analysis”. The purpose of this study is to describe the acquisition of the first languge in the children of two until three years in ciherang city based on syntactic analysis. The method used this study is a qualitative method, the technique used for data acquisitionin this study is an interview technique. Based on the data that has been analyzed is two years old in syntactic language acquisition have been able to produce declarative, imperative, introgative and negatife sentences, but they have not beer able to I‟m proved with the sentences they produce. While the children of three years old are able to produce various sentences they produce KEYWORDS: Acquisition Language, The Childern Two Until Three Years Old, Syntax.
Perkembangan Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2-3 Tahun (Kajian Psikolinguistik) Rusmi Hasanah; Wiwik Surya Utami
MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Vol 1 No 2 (2023): MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/mantra.v1i2.3498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak usia 2 dan 3 tahun khususnya pada kemampuan fonologi. Sebagaimana diketahui, bahasa mempunyai bunyi yang arbiter atau mana suka yang berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula atau biasa disebut sebagai makna sebuah kata. Pemerolehan bahasa pada anak pertama kali didapatkan secara lisan dengan ejaan yang sederhana hingga bisa mengucapkannya dengan baik disebut bahasa ibu atau bahasa pertama.Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif yang bersifat deskriptif, dimana menggunakan metode simak, libat, dan cakap. Penelitian ini dilaksankan di berbagai rumah yang memliki anak berusia 2 dan 3 tahun yaitu di Kampung Irian Bawah, kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa. Hasil dari penelitian ini pada anak usia 2-3 tahun pemerolehan bidang fonologi telah tampak dimana ditemukan anak usia tersebut telah menguasai telah menguasai bunyi konsonan, diftong, dan vokal. Anak-anak usia 2-3 tahun telah mampu menggunakan bunyi pelafalan kata dan kalimat, penggunaan dalam pemerolehan konsonan, beberapa anak usia 3 tahun belum mampu melafalkan vokal /r/.
Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia 3 Tahun Bilal Afdhal Athaillah di Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan Fitriani, Yessi; Fatimah, Siti; Missriani, Missriani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.518

Abstract

Pemerolehan bahasa sangat penting untuk menjadi tahap awal dalam memperoleh bahasa pertama anak, setiap anak pasti memiliki kemampuan kognitif yang berbeda-beda, penyebab minimnya kosakata anak karenan jarangnya interaksi dengan orang yang ada di sekitarya, nada berbicara juga berpengauh untuk mental anak dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 3 tahun Bilal Afdhal Athailllah di Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan tenik simak (SLC), rekam, catat. Berdasarkan hasil analisis di temukan 99 data terdiri dari 88 penghilangan fonem konsonan, 77 perubahan fonem konsonan, 18 penghilangan fonem vokal, perubahan fonem vokal 4 data, dan ditemukan sebanyak 14 data makna semantik, B.A.A telah mampu mengucapkan fonem vokal a/i/u/e/o seperti pada kata Ayah, ibu, udang, elang, dan orang hutan, penutur telah mampu mengucapkan beberapa kata dengan jelas seperti kata pisang, jangan, tante, kuning, putih, ayam, nenek, dan telah mampu membedakan  makna kata semantik, seperti membedakan antara kambing, laba-laba, belalang, ayam, mampu membedakan warna putih, kuning, hitam dan bisa membedakan mana laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian ini semoga dapat dijadikan referensi bagi peneliti, pembaca, mahasisiswa dan para orang tua dalam mengajarkan bahasa anak.
Dampak Film Pendek di Aplikasi Youtube terhadap Pemerolehan Bahasa Kedua pada Anak Sekolah Dasar Usia 11 Tahun Serlinika, Cipi; Tarmini, Wini
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6038

Abstract

Film youtube berbahasa asing disimak dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari mendorong pemerolehan bahasa kedua pada anak. Penelitian ini sebuah studi kasus yang memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana dampak dari film pendek berbahasa Jerman di youtube terhadap pemerolehan bahasa kedua pada anak SD umur 11 tahun. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan dan wawancara dengan penjelasan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan anak memperoleh kosakata berupa ungkapan dasar sederhana dan kalimat ujaran perkenalan dalam bahasa Jerman sebagai bahasa kedua. Ini terlihat dari pemahaman anak tentang film yang dia tonton dan kemampuan anak dalam menyebutkannya. Kalimat ujaran perkenalan yang diperoleh adalah Ich bin Holli dan Hallo wie gehts. Kosakata berupa ungkapan dasar sederhana yang diperoleh adalah Danke, Guten Morgen, Aufwiedersehen, gut, guten Tag, bitte dan nein. Kegiatan menonton film pendek di aplikasi youtube yang dilakukan secara berulang-ulang memberikan dampak pemerolehan bahasa kedua. Tentu saja hasil pemerolehan bahasa kedua akan lebih maksimal dengan mengikuti pembelajaran bahasa dan ikut nya peran serta guru dibandingkan menonton youtube saja.
Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 1 dan 7 Tahun yang Memiliki Gangguan Berbicara (Cadel) Balqis, Amira; Turnip, Juli Patricia; Elvinasari, Maria Dopo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 25 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10408582

Abstract

Language permission in 1-7 year-olds with speech impairment (cadel) To know the rules of language permission in Indonesian, an adequate set of data is required to prove it based on existing theories. In this study, examples of Indonesian language authorization can certainly be found in children ages 1-7 with speech impairment (cadel), this will also be examined so that it is expected to know to what extent the concept of language authorization can be applied, and principles can be found. In addition, this time's research data collection technique was interview, which the researcher hereby interviewed the child with speech disorder (cadel). The main instrument in this study is that we researchers are assisted by the interview text already provided. At the time of data analysis techniques in conducting this study employed deceptive analysis techniques. The results of this study in 1-7 year-olds with speech impairment (cadel) show some aspects of language government. one aspect of permission that in can be like the pronunciation of an imperfect word.
Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 3 Tahun 3 Bulan dalam Kajian Mean Length Of Utterance dan Aspek Fonologi Fitri, Amalia; Setiawan, Hendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 16 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13761286

Abstract

This research is motivated by language acquisition in children which is influenced by age and normal stagedevelopment. This study sought to determine the average length of utterances and phonological aspects of children aged 3 years and 3 months who daily use their first language, namely Indonesian.This research approach uses a qualitative research approach and descriptive methods. The main source for this researchis a girl named Altha aged 3 years 3 months. The source of supporting data is Altha's biological father and mother. Researchers collected data for approximately one month, starting from an interview with Altha's biological mother and continuing with direct observation. The data collection technique in this research uses the observation technique. Data obtained from recording results. Next, the research data was analyzed through three activities in stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification.The research results prove that the acquisition of Altha is in the normal category at stage VII (3.0 - 3.5) at the age of around 35 – 39 months. Based on the phonology results, Altha can master vowel letters, such as a, i, u, e, o,eh and have mastered consonant letters or alphabets such as /c/, /b/, /m/, /y/, /g/, /ŋ/, /e/. However, there are still some letters that are difficult to pronounce, such as /s/, /l/, and /r/. Therefore, based on the calculation results, the average length of Altha's utterances is included in the normal or very good category according to Brown's theory.
Analisis Proses Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 5 Tahun Azizah, Lintang Nur; Indah Yunita, Marsya; Lidiyawati, Sabrini; Fauziyatul Muzakkiyah, Dela; Fauziah , Muhardila
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i1.750

Abstract

This research is about the process of knowing children's language acquisition at the age of 5 years. The aim of this research is to describe and analyze children's language acquisition either through interaction with parents or the surrounding environment. This research uses qualitative research methods because this research presents research results based on facts, namely by direct observation. The data obtained is the result of research using direct observation techniques with children and interviews with the children's parents. This research indicates that children have difficulty pronouncing Consonant letters such as R. Parents and the environment around children are important factors that influence children's language development. The interaction between children and their parents and their environment clearly has an influence on how children acquire language

Page 14 of 19 | Total Record : 190