Filter By Year

1945 2024


Found 24,917 documents
Search Information

Analysis and Design of MSMEs Support System Based on Information Technology (Analisis dan Perancangan Sistem Pendukung UMKM Berbasis Teknologi Informasi) Rintho Rante Rerung
Jurnal Pekommas Vol 3, No 1 (2018): April 2018
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2018.2030103

Abstract

The role of MSMEs in Indonesia’s economy is undeniable because it is able to survive and be an economic turbine. History has proved that the type of business that can survive the economic crisis in Indonesia is MSMEs. However, MSMEs in Indonesia is considered to have low competitiveness in internal factors such as production and processing, marketing, human resources, design, and technology. High competitiveness is needed to compete in global markets such as the ASEAN Economic Community competitiveness in internal factors such as production and processing, marketing, human resources, design, and technology. High competitiveness is needed to compete in global markets such as the ASEAN Economic Community. This condition is challenging yet give opportunities to MSMEs. Therefore, implementing information technology is a solution to increase competitiveness. Although the device of information technology is getting cheaper and more affordable, most MSMEs still consider it expensive due to financial limitations and lack of expertise in using the computer. In consequence, support from various parties, not only the government but also groups such as academics, practitioners, and college students, is significantly needed. Thus, it is necessary to create the MSME Support System as a medium of information for the MSMEs' agents with potential supporters who are academics, practitioners, and college students.Peran UMKM dalam perekonomian Indonesia memang tidak diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi. Sejarah telah membuktikan, ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi, bentuk usaha yang bisa bertahan adalah UMKM. Akan tetapi, UMKM di Indonesia dinilai masih belum memiliki daya saing yang tinggi, dalam dari faktor internal seperti produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia, desain dan teknologi. Daya saing yang tinggi sangat diperlukan dalam bersaing dengan pasar global seperti Masyarakat Ekonomi Asean. Kondisi ini memang memberikan tantangan, namun juga dapat memperoleh peluang bagi UMKM. Mengadopsi penggunaan teknologi informasi merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan daya saing. Meskipun perangkat teknologi informasi semakin murah dan terjangkau, namun untuk sebagian besar UMKM masih merupakan barang mahal karena keterbatasan finansial dan kurangnya keahlian dalam menggunakan komputer sendiri. Dengan kondisi ini tentu sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, namun semua kalangan seperti kalangan akademisi, kalangan praktisi dan kalangan mahasiswa. Oleh sebab itu membangun Sistem Pendukung UMKM sebagai media informasi bagi para pelaku UMKM dengan para calon supporter yang terdiri dari kalangan akademisi, kalangan praktisi dan kalangan mahasiswa sangat diperlukan.
Mengukur Tingkat Keselarasan Information Technology dan Bisnis (Studi Kasus Perusahaan Start-up Digital Wilayah Jawa) Airlangga, Gregorius
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1485

Abstract

Abstract. The alignment between information technology (IT) and business becomes a main issue for a digital start-up which adopts technology as a support for the business activities. As one of the growing business in Indonesia, this organization gets special attention from the government that it will be able to become the backbone of the nation's economy. This has led to a necessity of measuring the alignment level between IT and business at digital start-ups in order to describe the conditions for developing strategies to increase competitive benefits. According to that necessity, the research on the assessment of the alignment between IT and business is conducted by using the Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) model to 30 samples of IT start-up companies from various business fields in Java where the center of digital start-up exists in Indonesia. Based on the results of this study, it was found that the average digital start-up has a pretty good alignment level of 3.45. This shows that the strategic alignment between IT and business is starting to integrate in all functional units. Keywords: alignment maturity, Luftman, SAM, start-up.Abstrak. Keselarasan teknologi informasi (IT) dan bisnis telah menjadi masalah utama start-up digital yang memanfaatkan teknologi sebagai penunjang dalam kegiatan bisnis. Sebagai salah satu organisasi yang marak berkembang di Indonesia, organisasi ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Hal ini menyebabkan perlunya pengukuran tingkat keselarasan IT dan bisnis pada start-up digital agar dapat menggambarkan kondisi keselarasan yang terjadi sehingga mampu menyusun strategi untuk semakin meningkatkan keuntungan kompetitif. Berdasarkan kebutuhan ini peneliti melakukan penilaian keselarasan antara IT dan bisnis dengan menggunakan model Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) terhadap 30 sampel perusahaan start-up IT dari berbagai bidang bisnis yang berada di wilayah Jawa dimana pusat pertumbuhan start-up digital di Indonesia berada. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata start-up digital memiliki tingkat keselarasan yang cukup baik yakni sebesar 3,45. Hal ini menunjukkan bahwa keselarasan strategis antara IT dan bisnis mulai terbentuk dan terintegrasi di seluruh unit fungsional. Kata Kunci: keselarasan IT dan bisnis, Luftman, SAM, start-up.
Sistem Transparansi Dana Desa Di Kabupaten Kudus Menggunakan Metode Algorithma Information Retrieval System Pratomo Setiaji
Faktor Exacta Vol 11, No 3 (2018)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.044 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v11i3.2785

Abstract

Kudus is a district in the province of Central Java. The capital of this district is the City of Kudus, located on the northeast coastline of Central Java between the City of Semarang and the City of Surabaya. The city is about 51 kilometers from the east side of the city of Semarang, Kudus gets a large village fund allocation, the allocation of funds transferred to the village government to support village development in 2017 reached Rp 219.89 billion. The urgency of this study is based on the problems that arise in its use based on the survey including Error mechanism, Not according to plan or unclear allocation, Not according to Guidelines, Guidelines, technical guidelines (especially procurement of goods and services), Administration of financial statements: (Markup and markdown, double counting), Reduction of Village Fund allocations, for example, village funds are used as assets of village heads and tools for personal gain, cannot be held accountable for their use, asset misappropriation: Sale or swap of Kas Desa Village, Rental of Village Cash Land which is not his right. All these problems can be anticipated by presenting good and transparent information with the information system for using village funds (SIMDANDES), the approach method used is a waterfall, for this reason, a Transparency Information System for village fund use (SIMDANDES) is needed for village fund management Gondangmanis Kec. Kab. Kab. Kab. With the Algorithm Information Retrieval System, System (SIMDANDES) method was applied to monitor the use of village funds and their absorption carried out in each village in real time, as well as information for village heads and stakeholders in Kudus District to establish a policy.Keywords: information system, village fund, algorithma information retrieval system
Perbedaan Routing Menggunakan Routing Information Protocol (RIP) Dengan Open Shortest Path First (OSPF) Febrianto Sabirin; Ryan Permana
CYBERNETICS Vol 1, No 02 (2017): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.28 KB) | DOI: 10.29406/cbn.v1i02.748

Abstract

Pemilihan protokol routing dalam jaringan akan memungkinkan router yang diatur secara dinamis untuk bertukan informasi yang ada dalam jaringan. Pertukaran secara dinamis lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, akan terjadi perbedaan dalam hal proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan. Saat ini routing protocol yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu distace vector routing protocol dan link state routing protocol. Routing Information Protocol (RIP) merupakan contoh dari distance vector routing protocol sedangkan Open Shortest Path First (OSPF) merupakan contoh dari link state routing protocol. Penentuan jenis routing protocol yang akan digunakan dalam sebuah jaringan, tentunya tergantung pada kondisi, tujuan pembentukan jaringan, serta kebijakan dari pemilik jaringan itu sendiri. Dalam penelitian ini akan membandingkan kecepatan transfer data dan banyaknya data yang berhasil diterima oleh host tujuan dengan menggunakan routing RIP dan routing OSPF menggunakan simulator GNS3 dan ENSP.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSPF memberikan waktu transfer data yang lebih baik apabila dibandingkan dengan RIP, terdapat perbedaan sebesar 521 milidetik antara OSPF dengan RIP dengan menggunakan GNS3 sedangkan dengan menggunakan ENSP terdapat perbedaan … milidetik. Untuk keberhasilan pengiriman data pada GNS3 routing OSPF lebih baik dengan hanya kehilangan 2 paket data apabila dibandingkan dengan RIP yang kehilangan 18 paket data sedangkan pada penggunaan ENSP routing OSPF maupun RIP tidak terdapat kehilangan dataKata Kunci: RIP, OSPF, GNS3, ENSP, Link State
Integrasi Sistem Single Sign On Pada Sistem Informasi Akademik, Web Information System Dan Learning Management System Berbasis Central Authentication Service Udayana, I Putu Agus Eka Darma
Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Vol 1 No 1 (2018): Jurnal RESISTOR Edisi April 2018
Publisher : LPPM STMIK STIKOM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.355 KB) | DOI: 10.31598/jurnalresistor.v1i1.265

Abstract

Elearning and web based information systems is a means to communicate and exchange information for academic purposes.  Nowadays lightweight directory access protocol (LDAP) is a state of the art method of choice. With LDAP technologies user only need one username and password to access to multiple web based application, The problem is if the user wanted to do autentification said user had to input their credentials over and over again for each application. To solve that problem single sign on mechanism (SSO) is invented. With SSO user only need login once and they got all the same credentials with them to all intergrated application wthin the campus. To implement the SSO we use Central authentication service (CAS) as a authentifiation central within LDAP structure as a user management. In this reseach we see that single sign on (SSO) system that intergrated into student management system, E-Learning system and  Internal blog system both use of database based system or even LDAP based system.
KAJIAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA DAERAH IRIGASI SIPRING KABUPATEN Feo, Wellem Victor; Widodo, Esti
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sipring Irrigation Area is watershed that its topography condition average flat. Land use condition that mostly irrigated rice field is reasonably the occurrence of critical land. Moreover, other land use form field, shrub and rice field is the plant that have low root depth and play big role in the cause of damage to the land/soil. Under these conditions, this study examines the level of danger of critical land that happened today in the land use Sipring Irrigation Area and determine appropriate land conservation directives in accordance with the land capability region by considering the condition of Sipring Irrigation Area. Application of Geographic Information System (GIS) in this study is used to map the critical areas in Sipring Irrigation Area and identification of the level of criticality. This research was done by unification/integration of some of the maps that are analysis in Geographic Information System (GIS). The method used in this study is observational description method, that is to conduct research and observation of symptoms and factors to obtain data as the basis of presentation in accordance with the objective and purpose. Whereas the operational actions include the stages of data collection, both primary data and secondary data. The next stage is processing the data that has been collected both primary data and secondary data. Next is the analysis of data, and the last stage is the classification of data analysis that aims to determine the distribution of critical land and the level of vulnerability. Based on data analysis in GIS can be concluded : The study area has two (2) types of land criticality classes include critical 459.67 ha (20.70%) and critical potential 1759.85 ha (79.30%). Under these conditions need to do land conservation and rehabilitation efforts that are adapted to the results of the analysis and the use of existing land. Keywords: Critical land, Geographic Information Systems (GIS), Irrigation Area ABSTRAK Daerah Irigasi Sipring merupakan daerah aliran sungai yang kondisi topografinya rata-rata datar. Kondisi tata guna lahan yang sebagian besar sawah irigasi ini cukup memungkinkan terjadinya lahan kritis. Apalagi tataguna lahan lainnya berupa ladang, semak dan sawah yang tanamannya merupakan tanaman berkedalaman akar rendah dan berperan besar dalam proses penyebab terjadinya kerusakan tanah. Berdasarkan kondisi tersebut, studi ini mengkaji tingkat bahaya lahan kritis yang terjadi saat ini pada tata guna lahan Daerah Irigasi Sipring serta menentukan arahan konservasi lahan yang tepat sesuai dengan kemampuan lahan kawasannya dengan mempertimbangkan kondisi Daerah Irigasi Sipring. Aplikasi Geographic Information System (GIS) dalam penelitian ini digunakan untuk memetakan daerah – daerah kritis pada Daerah Irigasi Sipring dan identifikasi tingkat kekritisannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara penggabungan dari beberapa peta yang merupakan analisis dalam Geographic Informtion System (GIS) Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode deskripsi observasional, yaitu mengadakan penelitian dan pengamatan gejala dan faktor – faktor untuk memperoleh data sebagai landasan dalam penyajian sesuai dengan maksud dan tujuan. Sedangkan tindakan operasionalnya meliputi tahapan pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Tahap selanjutnya adalah pemrosesan data yang telah terkumpul baik data primer maupun data sekunder. Berikutnya adalah analisa data, dan tahap terakhir adalah klsifikasi analisis data yang bertujuan untuk menentukan sebaran lahan kritis dan tingkat kerentanannya. Berdasarkan analisis data pada GIS diambil kesimpulan sebagai berikut : Daerah penelitian memiliki dua (2) tipe kelas kekritisan lahan meliputi kritis 459,67 Ha (20,70%) dan potensial kritis 1759,85 Ha (79,30%). Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan usaha – usaha konservasi dan rehabilitasi lahan yang disesuaikan dengan hasil analisa dan penggunaan lahan yang ada. Kata Kunci : Lahan kritis, Geographic Information Sistem (GIS), Daerah Irigasi
PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, KEPUASAN KERJA DAN JOB RELEVANT INFORMATION (JRI) TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KOTA LHOKSEUMAWE Muhammad Riza; Maisyuri Maisyuri; Neni Triana
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Partisipasi Anggaran, Kepuasan Kerja dan Job Relevant Information (JRI) Terhadap Kinerja Manajerial Pada Perusahaan Manufaktur Di Kota Lhokseumawe. Populasi dalam penelitian ini adalah manajer, kepala biro atau kepala bagian dan kepala seksi dalam perusahaan manufaktur yang berlokasi di kota Lhokseumawe. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner pada 100 responden yang menjadi sampel penelitian dilengkapi dengan data sekunder yang diperlukan. Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data adalah regresi linier berganda dan untuk pengujian hipotesis digunakan Uji-f dan Uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 0,044 + 0,011x1 + 0,911x2 + 0,065x3+ e. Dengan koefesien Koefisien korelasi (R) = 0,994; yang menunjukkan bahwa derajat hubungan (korelasi) antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 99,4%. Artinya kinerja manajerial mempunyai hubungan yang erat dengan Partisipasi Anggaran, Kepuasan Kerja, dan Job Relevant Information pada Perusahaan Manufaktur di Kota Lhokseumawe. Koefisien determinasi (R²) = 0,988; artinya sebesar 98,8% perubahan-perubahan pada variabel terikat (kinerja manjerial) dapat dijelaskan oleh perubahan-perubahan variabel bebas (Partisipasi Anggaran, Kepuasan Kerja, dan Job Relevant Information ). Sedangkan selebihnya, yaitu sebesar 1,2% dijelaskan oleh faktor-faktor variabel lain diluar dari penelitian ini
Sikap Tenaga Kefarmasian Dalam Pemberian Informasi Obat Diapet Pada Swamedikasi Diare Di Apotek-Apotek Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru: Pharmacists Attitudes in supplying Diapet drug information On Swam Diarrhea At the Pharmacies of Kecamatan Tampan Pekanbaru City intan rahmayati herlin putri
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 6 No. 2: jpfi
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.043 KB)

Abstract

Swamedikasi menjadi alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sikap tenaga kefarmasian dalam pemberian informasi obat diapet pada swamedikasi diare yang bersifat deskriptif dengan metode observational partisipatif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 34 tenaga kefarmasian yaitu 9 apoteker, 8 tenaga teknis kefarmasian, 17 asisten tenaga kefarmasian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tenaga kefarmasian yang paling banyak dijumpai dan memberikan informasi pada saat pelaksanaan swamedikasi diare adalah asisten tenaga kefarmasian (50%) dan yang paling sedikit dijumpai dan memberikan informasi pada pelaksanaan swamedikasi diare adalah tenaga teknis kefarmasian (23,53%). Pemberian informasi yang paling banyak disampaikan oleh tenaga kefarmasian dalam pelaksanaan swamedikasi diare adalah dosis obat (93,53%) dan informasi yang paling sedikit disampaikan adalah efek samping obat (45,88%). Sikap tenaga kefarmasian dalam pemberian informasi obat secara keseluruhan cukup baik (60,27%). Swamedikasi diare yang dilakukan oleh seluruh tenaga kefarmasian diperoleh dengan penilaian baik untuk apoteker (61,54%), nilai untuk tenaga teknis kefarmasian baik (61,35%), dan asisten tenaga kefarmasian cukup baik (59,10%).
Classification of Physical Soil Condition for Plants using Nearest Neighbor Algorithm with Dimensionality Reduction of Color and Moisture Information Syauqy, Dahnial; Fitriyah, Hurriyatul; Anwar, Khairul
Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 3 No. 2: November 2018
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.724 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.20183266

Abstract

Determining the quality of soil is an important task to perform especially on newly opened agricultural land since it may provide significant impact on the growth of plants. One alternative to determine physical soil quality is by visually observe the color of the soil and measure its moisture. This paper designed an embedded system classify soil condition for plants according to the dimensionality reduction of color and moisture information from the soil using k-NN algorithm. The dimension of attribute information was reduced using correlation analysis to achieve lower computational time and lower memory usage on embedded system. In this study, 39 sample of soil from various location were collected and categorized by soil expert using visual observation. In the accuracy testing on the system that used 4 attributes, 100% accuracy was given by 60:40 ratio with 7 neighbors. In contrast, the system that used only 2 attributes, 100% accuracy was given by 60:40 ratio with 5 nearest neighbors. The resource usage testing shown that by using reduced attributes dimension, the resource usage can be lowered as many as 188 bytes on program storage and 192 bytes on global variable usage. Moreover, the average of computation time performed by the system using reduced attribute dimension achieved 5.4 ms compared to the system that used all attributes which achieved 6.2 ms.
Review of Intent Diversity in Information Retrieval : Approaches, Models and Trends Mustakim, M; Wardoyo, Retantyo; Mustofa, Khabib
Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 3 No. 2: November 2018
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.012 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.20183259

Abstract

The fast increasing volume of information databases made some difficulties for a user to find the information that they need. Its important for researchers to find the best method for challenging this problem. user intention detection can be used to increase the relevancies of information delivered from the information retrieval system. This research used a systematic mapping process to identify what area, approaches, and models that mostly used to detect user intention in information retrieval in four years later. the result of this research identified that item-based approach is still the most approach researched by researchers to identify intent diversity in information retrieval. The used of item-based approach still increasing from 2015 until 2017. 34% paper used topic models in their research. It means that Topic models still the necessary models explored by the researchers in this study.

Page 176 of 2492 | Total Record : 24917