Filter By Year

1945 2024


Found 339 documents
Search PERSPEKTIF MAHASISWA ITB TERHADAP UU ITE

Opini Publik Terhadap Kredibilitas Calon Presiden RI Tahun 2014 Dalam Perspektif Mahasiswa Nurlita, Ita; Putra, Widiawan Ardiansyah
Cakrawala Vol. 9 No. 1: Desember 2014
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i1.184

Abstract

Suatu negara yang menganut sistem politik demokrasi akan menitik beratkan pada apa yang menjadi keinginan dan kepentingan rakyat yang diaspirasikan,ditampung atau dihimpun melalui sebuah opini yang disebut dengan pendapat umum atau opini public. Dalam tat6anan Negara demokrasi opini public dilihat sebagai suatu instrument yang sangat penting baik dalam proses artikulasi pendapat dan keinginan rakyat maupun dalam pengambilan keputusan kebijakan public. Menjelang Pemilihan Presiden tahun 2014 ini, partai politik banyak melakukan propaganda politik di media massa yang dimaksudkan untuk memberikan image positif terhadap seorang tokoh atau partai politik tertentu. Dengan image positif tersebut maka partai atau tokoh politik dianggap memiliki kredibilitas tinggi yang artinya masyarakat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sebuah partai atau tokoh politik. Disini peneliti bertujuan untuk menganalisa opini public terhadap kredibilitas calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden tahun 2014 ini dalam perspektif mahasiswa. Oleh karena mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, dianggap mampu dan lebih kritis untuk menilai tentang kredibilitas calon pemimpin bangsa ini.jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yakni penelitian yang menganalisis fakta-fakta melalui survey atau kuisioner dengan menggunakan data statistic deskriptif. Dan dalam penelitian ini didapat hasil bahwa menurut pandangan mahasiswa dalam menilai kredibilitas calon Presiden RI pada Pilpres tahun 2014 adalah 1) Indikator mempunyai pikiran yang baik (good sense) didapat nilai untuk Bapak Prabowo 3,63 poin dan Bapak Jokowi 3,86 poin, 2) Indikator mempunyai akhlak yang baik (good moral character) didapat nilai untuk Bapak Prabowo 3,43 poin dan Bapak Jokowi 4,06 poin, 3) Indikator mempunyai maksud yang baik (good will) untuk Bapak Prabowo 3,48 poin dan Bapak Jokowi 3,82 poin.dilihat menurut standar nilai dari Pace & Faules yaitu untuk batas atas skala 3,80 dan skala 2,80 untuk batas bawah, rata-rata nilai keseluruhan untuk Bapak Prabowo 3,51 poin dan Bapak Jokowi 3,91 poin, Sehingga dapat disimpulkan bahwa Bapak Jokowi dikatakan mempunyai lebih kredibilitas dibandingkan Bapak Prabowo.
Duck Syndrome dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Tinjauan Psikologis Dalam Perspektif Islam Hasmar , Abdul Haris; Muslima, Muslima
JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/t7gpks88

Abstract

Fenomena Duck Syndrome menggambarkan kondisi mahasiswa yang tampak tenang dan berprestasi di permukaan, tetapi sebenarnya mengalami tekanan dan kelelahan mental yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gejala Duck Syndrome pada mahasiswa Muslim di Indonesia, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta strategi penanganannya dalam perspektif psikologi dan ajaran Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, melibatkan 120 responden dari tiga universitas di Indonesia melalui kuesioner skala Likert, serta wawancara mendalam dengan 10 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,2% mahasiswa mengalami gejala sedang hingga tinggi Duck Syndrome, dengan faktor dominan berupa tekanan akademik, ekspektasi keluarga, dan perbandingan sosial di media digital. Analisis kualitatif mengungkap peran penting konsep tawakkal, manajemen waktu Islami, dan dukungan komunitas sebagai proteksi psikologis. Temuan ini merekomendasikan integrasi konseling berbasis nilai Islam dalam layanan bimbingan kampus
Analisis Faktor-Faktor Determinan Dalam Pemilu : Suatu Tinjauan Terhadap Perspektif Mahasiswa PPKN Unimed Stambuk 2023 Fariz Aditya; Alissa Putri Simbolon; Ertika Susanti Pasaribu; Eka Putriani Sihombing; Julia Ivanna
Public Service and Governance Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Januari : Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v5i1.1227

Abstract

General elections (Pemilu) are a key element in strengthening the foundation of democracy, where voter participation, especially among students, plays a crucial role in shaping the direction of a country's democracy. This research explores the determinant factors influencing the decisions of young voters, particularly students in the Civic Education Program (PPKN) at Universitas Negeri Medan (Unimed) with Stambuk 2023. The primary focus of this study is to understand the motivations and barriers to young voter participation in elections. The research aims to analyze determinant factors in general elections, emphasizing the perspective of PPKN students at Unimed with Stambuk 2023. Through a survey approach and quantitative research design, the study reveals that student voters tend to make decisions based on in-depth understanding, personal beliefs, and active participation in political activities. These findings provide profound insights into the dynamics of student voter preferences and decision-making. Campaign strategies that prioritize effective communication regarding political parties, candidates' track records, visions and missions, work programs, and freedom of expression can enhance the potential for garnering support. Further understanding of personal values and individual experiences is also crucial in designing campaigns that align with the expectations and values of young voters. With this deeper understanding, the research aims to provide a foundation for formulating relevant policy recommendations to increase young voter participation at the university level.
PERSPEKTIF MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING PASCAPANDEMI COVID-19 PADA KEGIATAN PENYUSUNAN MODUL IPA Admawati, Harsi; Mutia, Nur Balqis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i2.1481

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap pembelajaran pascapandemi Covid-19 dengan model project-based learning (PjBL). Sebanyak 31 mahasiswa Prodi Pendidikan IPA yang berpartisipasi dalam pengembangan modul mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup menjadi subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen penelitian berupa angket dan pertanyaan terbuka. Angket digunakan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran, motivasi, dan kinerja selama pembelajaran. Data hasil angket dianalisis secara statistik deskriptif. Pertanyaan terbuka pun digunakan untuk menggali informasi terkait perspektif mahasiswa terhadap pembelajaran tatap muka 100%, kendala, solusi, manfaat, serta kekurangan dari PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran, motivasi, dan kinerja mahasiswa berkategori sangat baik. Selain itu, PjBL berdampak positif pada kompetensi penyusunan modul IPA, pemanfataan teknologi, keterampilan sosial, dan sikap mahasiswa. Kesulitan yang dialami berkaitan dengan kerja tim, produk, dan waktu. Solusi permasalahan tersebut antara lain menasihati anggota kelompok, berdiskusi, mengatur waktu, membagi tugas, memperhatikan arahan dosen, mencari referensi di internet, dan presentasi kelompok. Dengan demikian, kelebihan model pembelajaran project-based learning dengan kegiatan penyusunan modul IPA pada perkuliahan tatap muka 100% pascapandemi Covid-19 lebih besar daripada kekurangannya. Selain itu, sebagian besar mahasiswa memilih pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring.
Dampak Penggunaan E Wallet terhadap Perilaku Belanja Mahasiswa dalam Perspektif Kemudahan dan Pengeluaran Impulsif Fristia, Ananda; Dyah Ayu Megawaty
ARBITRASE: Journal of Economics and Accounting Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/arbitrase.v6i2.2772

Abstract

The rapid growth of digital financial technology in Indonesia, particularly digital wallet (e-wallet) services, has transformed the way people conduct transactions, especially among university students. Easy access, fast payment processes, and attractive promotional offers have made e-wallets a common payment method in daily activities. However, behind this convenience lies the potential for increased impulsive buying behavior, characterized by unplanned purchases. This study aims to analyze the effect of e-wallet usage on students’ impulsive buying behavior by examining perceived ease of use and impulsive spending as parallel mediating variables. A quantitative approach was employed involving 270 student respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The results indicate that e-wallet usage positively affects ease of use, impulsive spending, and impulsive buying behavior. Impulsive spending acts as a significant mediator, while ease of use does not serve as a mediating variable. These findings reinforce the Technology Acceptance Model (TAM) in the context of digital consumer behavior and highlight the importance of financial literacy and spending control features to help students use e-wallets more wisely and minimize excessive consumer behavior
PERGULATAN ETIKA DAN MOTIVASI: PERSPEKTIF PSIKOLOGI TERHADAP CONTRACT CHEATING DI KALANGAN MAHASISWA Mediantari Oktavianti; Suryanto Suryanto
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.19925

Abstract

Abstrak Maraknya praktik contract cheating di kalangan mahasiswa merupakan bentuk kecurangan akademik yang berpotensi merusak integritas pendidikan tinggi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan grounded theory dengan metode wawancara mendalam untuk mengeksplorasi karakteristik, dinamika perilaku, dan faktor-faktor yang memengaruhi contract cheating. Analisis data dilakukan menggunakan axial coding dan conditional/consequential coding. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang pernah menggunakan layanan joki tugas, dengan rentang usia 18-25 tahun. Hasil penelitian mengidentifikasi dua tema utama dalam dinamika perilaku contract cheating: (1) Sikap terhadap contract cheating, di mana partisipan umumnya memiliki pandangan positif terhadap praktik ini; dan (2) Strategi regulasi perilaku, yang mencakup berbagai cara yang digunakan partisipan untuk menghindari deteksi. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa faktor pendorong contract cheating terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi efikasi diri dan manajemen waktu, sedangkan faktor eksternal mencakup normalisasi contract cheating dalam lingkungan pertemanan serta kemudahan akses terhadap layanan tersebut. Temuan ini memberikan wawasan mendalam mengenai mekanisme yang menopang contract cheating dan menekankan pentingnya kebijakan institusional untuk menjaga integritas akademik. Kata Kunci: Contract Cheating, Grounded Theory, Joki Tugas, Kecurangan Akademik, Mahasiswa. AbstractThe prevalence of contract cheating among university students represents a form of academic dishonesty that threatens the integrity of higher education. This qualitative study employs a grounded theory approach using in-depth interviews to explore the characteristics, behavioral dynamics, and influencing factors of contract cheating. Data analysis was conducted using axial coding and conditional/consequential coding. The participants in this study were students aged 18–25 who had previously used academic ghostwriting services. The findings identify two main themes in the behavioral dynamics of contract cheating: (1) Attitudes toward contract cheating, where participants generally held positive views about this practice; and (2) Behavioral regulation strategies, which encompass various methods employed by participants to avoid detection. Furthermore, this study reveals that the driving factors behind contract cheating consist of both internal and external factors. Internal factors include self-efficacy and time management, while external factors involve the normalization of contract cheating within peer environments and the accessibility of such services. These findings provide in-depth insights into the mechanisms sustaining contract cheating and highlight the importance of institutional policies in maintaining academic integrity. Keywords: Academic Dishonesty; Academic Ghostwriter; Contract Cheating; Grounded Theory; University Students.
Perspektif Akademisi dan Mahasiswa Terhadap Integrasi Materi Keberlanjutan dan Digitalisasi dalam Pendidikan Akuntansi Vokasi Widhiyanti, Santi; Arisudhana, Aditya; Sari, Padma Adriana; Akbar, Dharmawan Iqbal
Wahana Riset Akuntansi Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/wra.v13i2.135121

Abstract

Purpose – This study aims to explore the integration of sustainability and digitalization aspects in accounting education, as well as to analyze the perspectives of academics and students at the State Polytechnic of Malang (Polinema).Design/methodology/approach – A qualitative case study approach was applied to the D-IV Accounting Management program, with data collected through questionnaires (involving 29 lecturers and 112 students) and Focus Group Discussions (FGD). Data analysis involved reduction, presentation, and conclusion drawing.Findings – The study indicates that integrating both aspects is crucial to enhancing curriculum relevance with modern industry demands. Sustainability is viewed as an ethical foundation for decision-making, while digitalization is key to improving efficiency and accuracy in accounting practices. However, key challenges include: (1) an overcrowded curriculum, (2) lecturers’ limited competency in technology and sustainability, (3) inadequate digital infrastructure, and (4) resistance to change. From an institutional perspective, external pressures (e.g., industry demands, global regulations) and normative pressures (professional standards) drive this integration, though internal resource gaps remain barriers. Proposed strategies include lecturer training, technology-based learning platforms, contextual case studies, and industry collaboration. This study contributes to developing adaptive accounting curricula and strengthens Institutional Theory in understanding higher education dynamics. The findings recommend a holistic approach to align accounting education with sustainable business practices and digital transformation.Originality/value –  This study aims to address a gap in the literature, which has predominantly focused on university-based academic institutions, by offering a qualitative exploration of vocational education—a sector that remains underexplored yet plays a strategic role in shaping accounting competencies that are adaptive to global challenges. By incorporating perspectives from both academics and students, this study provides fresh insights into the unique contributions and potential of vocational education in the evolving accounting landscape.Research limitations/implications – This study is limited to students of the D4 in Managerial Accounting program at Politeknik Negeri Malang, which may affect the generalizability of the findings to other vocational institutions or accounting programs. Despite this limitation, the study offers several important implications for various stakeholders in accounting education. For educational institutions, the results highlight the importance of developing internal policies that support systemic and continuous curriculum reform. Institutional support is essential to ensure that the integration of sustainability and digitalization topics moves beyond discourse and is meaningfully implemented in the learning process. Lecturers need to enhance their capacity through continuous training, particularly in digital literacy and understanding sustainability issues, so that the instructional materials they deliver align with industry needs and the evolving demands of the profession. For policymakers, there is a need to develop clearer and more operational national guidelines regarding graduate competency standards that integrate sustainability and digital technologies, especially in the context of vocational education.Keywords: Sustainability, digitalization, accounting education, curriculum, qualitative study.Article Type: Research Paper
Pengaruh Kualitas Konten Instagram @tempodotco Terhadap Perspektif Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Palangka Raya Dalam Pemahaman Informasi Politik Latifah Rahma Rahayu; Tiya Supartini; Bhayu Rhama; Fitriana Selvia; Meiliana Devita Christina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau melihat pengaruh kualitas konten Instagram @tempodotco terhadap perspektif mahasiswa dalam memahami informasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas konten memiliki pengaruh yang signifikan, namun dengan arah negatif terhadap perspektif mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun konten yang disajikan dianggap akurat dan informatif, penyampaiannya belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan, gaya konsumsi media, serta preferensi mahasiswa sebagai pengguna media sosial. Adapun besaran kontribusi pengaruh kualitas konten terhadap perspektif mahasiswa mencapai 38,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya menyesuaikan bentuk dan gaya penyajian konten politik agar lebih efektif menjangkau audiens muda.
Pemanfaatan Linktree Sebagai Solusi Masuknya Budaya Barat Terhadap Mahasiswa Dalam Perspektif Islam Nur Afna Juanda; Viona Ratna Sariputri; Nishrina Syifa; Ani Nur Aeni
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 7 No. 2 (2022): JIE: (Journal of Islamic Education) Nop
Publisher : Yayasan Letiges Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/jie.v7i2.259

Abstract

In this era of rapidly developing technology, the influence of foreign cultures such as western culture is entering Indonesia very quickly, especially among teenagers. The purpose of this study is to use the Linktree Website for students to understand the influence of western culture which is contrary to the Islamic perspective. While the benefits of this research are expected for students to be more careful in following western cultural trends in everyday life. This method uses Development and Design (D&D) with the ADDIE model which consists of going through the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. At the analysis stage, teenagers who are easily attracted to outside cultures and are good at using technology are the background of this research. At the design stage, it was done by compiling content according to the results of observations and interviews on GoogleForm which was distributed to 30 students. At the development stage, content is included in YouTube videos and the results of product evaluations on Quiziz. This implementation stage links the product link on the Linktree website by testing it with students. The results of research on product trials to students resulted in 99% with effective qualifications in providing information. So it can be concluded that the use of technology by utilizing the Linktree website is effective in providing information on the influence of western culture which is contrary to Islamic.
Pengaruh Fenomena Fomo Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Muslim Ditinjau Dari Perspektif Islam Afra, Azira; Putri, Cheris Sugma; Nasution, Dini Ashila; Azizah, Mutia; Siregar, Hapni Laila
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2008

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) menjadi salah satu dampak sosial-psikologis dari penggunaan media sosial yang intens dan sering dikaitkan dengan meningkatnya kecenderungan konsumtif di kalangan mahasiswa Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat FoMO pada mahasiswa Muslim, menganalisis pengaruh FoMO terhadap perilaku konsumtif, serta mengkaji temuan tersebut dalam perspektif Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 29 mahasiswa Muslim yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala frekuensi, observasi aktivitas media sosial, dan dokumentasi terkait. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang mengacu pada konsep FoMO, teori perilaku konsumtif, serta ajaran Islam mengenai perilaku konsumsi yang seimbang, termasuk nilai qan?’ah (merasa cukup), serta larangan israf dan tabzir yang menekankan pentingnya menghindari pemborosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat FoMO mahasiswa berada pada kategori rendah dalam aspek emosional, sosial, maupun dorongan konsumtif. Responden cenderung memiliki kontrol diri yang baik, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, dan tidak mudah terdorong membeli suatu produk hanya karena tren digital atau pengaruh teman sebaya. Nilai-nilai keagamaan berperan sebagai faktor yang memperkuat sikap moderat dan mengurangi kecenderungan konsumtif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa Muslim, meskipun tetap memiliki potensi memengaruhi pola konsumsi ketika dikombinasikan dengan paparan media sosial dan promosi digital yang intens. Temuan ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai agama mampu menjaga mahasiswa tetap pada perilaku konsumsi yang wajar dan tidak berlebihan sesuai tuntunan Islam.

Page 25 of 34 | Total Record : 339