Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR GAMBAR TEKNIK KELAS X DI SMK SWAKARYA PALEMBANG Bahora, Eliza; Efrianti, Gustina; Wulandari, Iswahyuni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v2i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses belajar mengajar di kelas X program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Pengembangan modul pembelajaran mata pelajaran gambar teknik ini dilakukan dengan metode 4D (define, desain, develop dan disseminate). Dengan menggunakan metode pengembangan 4D dapat membuat siswa lebih paham dan tahu bagaimana penggunaan modul pembelajaran gambar teknik. Untuk melihat kelayakan modul, dilakukan uji validitas oleh pakar dan uji praktikalitas oleh pengguna. Hasil pengujian memberikan nilai validitas yang dilakukan oleh validator sebesar 0,89 dengan kategori valid, sedangkan uji praktikalitas yang dilakukan oleh guru mata pelajaran gambar teknik memberikan nilai sebesar 87,14% dengan kategori praktis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa modul belajar yang dibuat untuk mata pelajaran gambar teknik telah layak digunakan sebagai sumber belajar.
Pelatihan Penguatan Asesment Formatif Sebagai Bagian Pengembangan Modul Ajar Nurdinah Hanifah; Isrok’atun; Dadan Djuanda
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 10 : November (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Compiling and formulating learning tools is one of the important tasks carried out by an educator. Curriculum development and change is a necessity, the independent curriculum is the latest curriculum to be implemented in 2022. In its implementation, significant differences arise related to the preparation of learning tools. This gives rise to problems in developing learning tools, including: difficulties in identifying CP, compiling TP (learning objectives from existing) CP (learning outcomes), formulating ATP (learning objective flow) from TP, and describing it in learning assessment. The implementation of this service activity uses the method online lectures, discussions and questions and answers. At each stage of implementation, the Direct Instruction strategy was used. The results of this activity show the teacher's ability to create modules, especially when developing assessments. This can be seen from the teaching modules that have been produced in the process and after service activities. From the results of the questionnaire given at the end of the activity, it appears that the direct benefits of the PkM activities carried out were 82.% in the Very Good category.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL PADA PELAJARAN TIK KELAS VII SMPN 1 KAUMAN purnamasari, Nurna listya
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Information Technology Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pti.v1i2.404

Abstract

Teaching material is something that has a significant role in teaching and learning activities. Not only relying on teachers as a source, teaching materials can influence the course of teaching and learning activities. Teaching materials can be grouped into four categories, namely printed teaching materials, listening teaching materials, listening view teaching materials, interactive multimedia teaching materials. In this study, teaching materials in the form of a Lectora-based e-module were carried out on class VII students of SMPN 1 Kauman Tulungagung, with the following test results: the media expert's assessment resulted in a feasibility percentage of 82.8%, while the results of the assessment from material experts were obtained. the result of the percentage of feasibility is 92.5%.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Livewire pada Mata Kuliah Sistem Digital Program Studi Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Imam Machfud
Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jpip.v3i4.1144

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk merincikan tahapan pengembangan modul ajar dalam konteks Mata Kuliah Sistem Digital di Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Nahdlotul Ulama Blitar. Penelitian ini mengikuti metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang diusulkan oleh Sugiono (2017). Pengembangan modul ini mengacu pada model yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974), dengan menerapkan model 4-D yang meliputi Pendefinisian (Define), Perancangan (Design), Pengembangan (Development), dan Penyebaran (Dissemination). Modul ajar ini melalui proses validasi oleh dua ahli, serta mengalami dua tahap uji coba. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan penilaian sebesar 96,87% (sangat layak), sedangkan hasil uji materi oleh ahli memberikan penilaian 90% (sangat layak), dan uji materi oleh dosen mendapatkan penilaian sebesar 85% (sangat layak). Selanjutnya, hasil uji coba modul oleh kelompok kecil mendapatkan penilaian sebesar 97,64% (sangat layak), dan hasil uji coba lapangan memberikan penilaian sebesar 97,71%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data-data ini mendukung hipotesis, dan oleh karena itu, pengembangan modul ajar berbasis livewire ini layak digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran mata kuliah Sistem Digital..
Pengembangan Modul Ajar IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pola Lesson Study Maimunah, Maimunah; Haritani, Hartini; Marhamah, Marhamah
Educatio Vol 18 No 2 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i2.24694

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu teknik untuk manusia dapat bertahan hidup, hal ini dibuktikan bahwa manusia harus menyesuaikan dirinya dengan akselarasi perkembangan zaman. Setiap manusia harus mendapatkan pendidikan yang cakap. Undang-undang No 20 tahun 2003 mengungkapkan tentang pendidikan yang bertujuan mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, cakap, kreatif, mandiri, berakhlak mulia, sehat, berilmu, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Diperlukan media yang dapat mencapai pendidikan secara cakap yaitu kurikulum. Tujuan dalam Penilitian ini adalah Mengembangkan modul ajar IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Menigkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Modul ajar dituangkan dalam Bentuk Perangkat Pembelajaran yang meliputi: Capaian Pembelajaran, rencana Pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kritis, dan Lembar Observasi. Perangkat pembelajaran tersebut diuji kelayakan dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Borg & Gall menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah model pembangunan berbasis industri dimana temuan penelitian yang digunakan untuk merancang produk baru dan prosedur yang kemudian secara sistematis dilakukan uji coba lapangan di evaluasi dan di sempurnakan sampai temuan penelitian tersebut memenuhi kriteria efektivitas, kualitas tertentu atau standar tertentu. Kata Kunci: Hasil Belajar, Inkuiri Terbimbing, Modul Ajar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MATA PELAJARAN IPAS Salsabilla, Nadia Seftiani; Nurhalim, Muhammad
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 1 (2024): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i1.497

Abstract

Modul ajar merupakan bahasa baru dalam kurikulum merdeka yang sama artinya dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di kurikulum 2013 yang berformat dan bersifat variatif. Ada 4 kriteria yang harus dimiliki modul ajar yakni esensial, menarik, bermakna, dan menantang, relevan dan kontekstual, serta berkesinambungan. Pengembangan modul ajar bertujuan untuk menyediakan perangkat ajar yang dapat memandu guru melaksanakan pembelajaran. Tujuan penelitian ini membahas pengembangan modul ajar kurikulum merdeka mata pelajaran IPAS. Dan penelitian ini merupakan merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan datanya yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka yang meliputi tiga komponen yakni informasi umum, kompetensi inti dan lampiran, (2) Implementasi modul ajar dalam pembelajaran IPAS yang meliputi beberapa langkah-langkah pembelajaran, seperti: persiapan modul ajar, latihan soal/tugas dan mengevaluasi hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP Silviana Ekasari Asmar; Armiati Armiati; I Made Arnawa; Yarman Yarman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i1.8368

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik masih tergolong rendah. Akibatnya, siswa tidak mampu memodelkan masalah tersebut dalam bentuk matematis, dan siswa juga kurang terampil dalam menginterpretasikan soal kontekstual. Salah satu penyebab rendahnya KPM peserta didik adalah kurangnya bahan ajar yang memfasilitasi KPM peserta didik, maka akan dikembangkan modul ajar berbasis PBL yang dirancang sesuai karakteristik peserta didik yang mampu melatih kemandirian peserta didik serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Produk yang dikembangkan adalah modul ajar dan LKPD berbasis PBL untuk kelas VII SMP materi statistika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan modul ajar berbasis PBL yang valid, praktis, dan efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP. Hasil Validasi modul ajar dan LKPD berbasis PBL sebesar 3,5 dan 3,51 dengan kriteria sangat valid. Sedangkan berdasarkan angket respon peserta didik pada tahap small group evaluation dan field test terhadap praktikalitas LKPD berbasis PBL ialah 91,41% dan 86,05% dengan kriteria sangat praktis dan angket respon pendidik terhadap praktikalitas modul ajar dan LKPD berbasis PBL adalah 93,75% dan 92,19% dengan kriteria sangat praktis. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah diperoleh 80% peserta didik yang tuntas dengan kategori efektif.Students' mathematical problem solving abilities are still relatively low. As a result, students are unable to model the problem in mathematical form, and students are also less skilled in interpreting contextual problems. One of the causes of the low KPM of students is the lack of teaching materials that facilitate students' KPM, so PBL-based teaching modules will be developed which are designed according to the characteristics of students which are able to train students' independence and improve students' mathematical problem solving abilities. This research is development research using the Plomp development model. The products developed are PBL-based teaching modules and LKPD for class VII SMP statistics material. The aim of this research is to describe a PBL-based teaching module that is valid, practical and effective for the mathematical problem solving abilities of class VII junior high school students. The results of the validation of PBL-based teaching modules and LKPD were 3.5 and 3.51 with very valid criteria. Meanwhile, based on the student response questionnaire at the small group evaluation and field test stages regarding the practicality of PBL-based LKPD, it was 91.41% and 86.05% with very practical criteria and the teacher response questionnaire regarding the practicality of PBL-based teaching modules and LKPD was 93.75%. and 92.19% with very practical criteria. The results of the problem solving ability test were obtained by 80% of students who completed the effective category.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KIMIA PADA TOPIK IKATAN IONIK DENGAN MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA Ivan Ashif Ardhana
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i1.13962

Abstract

Konsep-konsep kimia pada topik ikatan ionik bersifat kontekstual sehingga berpotensi dapat digunakan sebagai sarana penyampai nilai-nilai moderasi beragama. Hal ini didasari bahwa sains dan agama adalah dua hal yang saling terkait dan terinterrelasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar pada topik ikatan ionik dengan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama yang diikuti proses untuk mengetahui kevalidan dan respon terhadap produk pengembangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk adalah pengembangan 4D (define, design, develop, disseminate) yang dimodifikasi hanya sampai tahap develop. Modul ajar divalidasi oleh ahli dan diujicobakan terbatas kepada enam belas mahasiswa pendidikan kimia semester lima. Data didapat menggunakan angket validasi dan respon yang kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan kriteria tertentu. Hasil validasi ahli memberikan persentase sebesar 88,5%, sedangkan hasil uji coba terbatas menunjukkan respon sebesar 83,8% di mana keduanya dikategorikan sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul ajar layak digunakan dalam pembelajaran.
Pelatihan dan pendampingan pengembangan modul ajar dalam menyiapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada guru MI Muhammadiyah 02 Pendil Probolinggo Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah; Octavina Rizky Utami Putri; Tyas Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22277

Abstract

AbstrakKurikulum Merdeka belum dikenal dengan baik dan menyeluruh oleh Sebagian besar sekolah di Probolinggo, termasuk sekolah mitra MI Muhammadiyah 2 Pendil. Hal ini menjadi tantangan bagi sekolah mitra untuk mendapatkan informasi menyeluruh untuk memahami kurikulum merdeka dan mempersiapkan implementasi kurikulum merdeka, khususnya dalam Menyusun Modul Ajar. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada sekolah mitra dalam pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, best practice pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah, dan pendampingan pengembangan Modul Ajar. Sejalan dengan tujuan tersebut, rangkaian kegiatan disusun dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, inti, dan evaluasi. Tahap persiapan dilaksanakan koordinasi dengan sekolah mitra terkait jadwal pelaksanaan seminar dan pendampingan. Selanjutnya, tahap inti dilakukan dengan kegiatan seminar materi tentang kurikulum merdeka secara luring dan daring, kegiatan pendampingan pengembangan modul ajar selama 3 kali pertemuan secara daring. Modul Ajar yang dikembangkan oleh bapak ibu guru sekolah mitra menjadi produk akhir untuk dievaluasi dan menjadi salah satu ukuran ketercapaian kegiatan. Tahap evaluasi dilakukan pada tahap pelatihan dan pendampingan melalui lembar observasi dan angket evaluasi pengembangan modul ajar. Setelah rangkaian kegiatan pengabdian selesai dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik dan diikuti antusias oleh bapak ibu guru sekolah mitra. Hasil pengembangan modul ajar menunjukkan bahwa tidak kurang dari 60% guru sekolah mitra dapat mengembangkan Modul Ajar dengan komponen lengkap. Sedangkan Modul Ajar lainnya masih perlu disempurnakan. Kesulitan guru sekolah mitra dalam mengembangkan Modul Ajar berupa LKPD dan Instrumen penilaian juga sejalan dengan hasil penelitian dan pengabdian yang telah ada, dimana guru harus memiliki kecermatan terhadap penentuan indiaktor penilaian dan memahami dengan tepat model pembelajaran yang dipilih. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; modul ajar; implementasi kurikulum merdeka Abstract The Merdeka Curriculum is not yet well and comprehensively known by most schools in Probolinggo, including the MI Muhammadiyah 2 Pendil partner school. It is a challenge for school partners to obtain comprehensive information to understand the independent curriculum and prepare for the implementation of the independent curriculum, especially in preparing teaching modules. Therefore, this activity aims to assist school partners in understanding the Independent Curriculum, best practices for implementing the independent curriculum in schools, and assistance in developing Teaching Modules. In line with this aim, the series of activities is organized into three stages: preparation, core and evaluation. The preparation stage is carried out in coordination with partner schools regarding the seminar and mentoring schedule. Next, the core stage was carried out with material seminar activities about the independent curriculum offline and dare and mentoring activities for developing open modules during three bold meetings. The Teaching Module developed by the partner school teachers becomes the final product to be evaluated and one measure of activity achievement. The evaluation stage is carried out at the training and mentoring stage through observation sheets and open module development evaluation questionnaires. After the series of service activities were completed, it could be concluded that the service activities were carried out well and were enthusiastically participated in by the partner school teachers. The results of developing teaching modules show that no less than 60% of partner school teachers can develop teaching modules with complete components. Meanwhile, other teaching modules still need to be refined. Assisting partner school teachers in developing teaching modules along with student reading materials, LKPD, and assessment instruments that are also in line with the results of existing research and service, where teachers must be careful in determining assessment indicators and understand the appropriate learning model chosen.. Keywords: training; mentoring; teaching modules; implementation of the independent curriculum
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATERI FLUIDA DINAMIS BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI PEMAHAMAN PESERTA DIDIK SMA Nurhayati, Hanifah; Efendi, Ridwan; Sasmita, Dedi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.57513

Abstract

Upaya membantu peserta didik memahami fluida dinamis, implementasi modul ajar berbasis discovery learning ialah solusi yang efisien. Penelitian memiliki tujuan untuk mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar materi fluida dinamis dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D), yang memanfaatkan model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan 67 peserta didik kelas XI MIPA SMA yang terdiri dari 31 peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 36 peserta didik pada uji coba kelompok besar. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar validasi isi dan konstruk, pre-test dan post-test, serta angket respons peserta didik. Teknik analisis data yang dipakai untuk mengukur kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan ialah persentase nilai validator, persentase respons peserta didik, dan N-gain. Berdasarkan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa hasil uji validasi memperoleh nilai 83,33% untuk validasi isi dan 82,15% untuk validasi konstruk, yang mana keduanya memiliki kategori sangat layak. Respons peserta didik terhadap modul ajar memperoleh nilai 82,90% dengan kategori sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dan memperoleh nilai 78,72% dengan kategori praktis pada uji coba kelompok besar. Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar dikategorikan tinggi dengan nilai 0,79 dan efektif dalam mengembangkan pemahaman peserta didik. Penggunaan modul ajar memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan pemahamannya sekaligus berfungsi sebagai panduan bagi guru di kelas.

Page 31 of 90 | Total Record : 896