Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Optimalisasi Kualitas Citra CT Scan Kepala Dengan Variasi Rekonstruksi Increment Pada Kasus Stroke Non Hemoragik Di Instalasi Radiologi RSAD TK II Udayana Denpasar Theresiani Dae; A.A Aris Diartama; Made Purwa Darmita
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v1i4.33

Abstract

Non-hemorrhagic stroke or commonly called ischemic stroke is a functional disorder of the body area due to decreased brain function caused by blockage of cerebral blood vessel flow. One of the modalities in radiology that can diagnose non-hemorrhagic stroke cases is computer tomography (CT). To get good image quality, one of them is by doing increment reconstruction. Increment reconstruction is the distance between reconstruction images in volume data. Increment reconstruction is grouped into three, namely increment overlapping, increment contiguous and increment gap. The type of research used is quantitative research with an experimental approach. The sample of this study used 10 patients who underwent CT scan examination of the head with non-hemorrhagic stroke cases in June-August 2023 in the Radiology Unit of RSAD TK II UDAYANA DENPASAR BALI. The findings of this study indicate that when using different increment reconstruction techniques, anatomical image information will vary. The results of the total Friedman test which shows a p value of 0.000 (<0.05) provide evidence of this. A p value of 0.000 was found (p value <0.05) based on differences in overall anatomical image information, indicating that there is a difference between non-hemorrhagic stroke cases and head CT scans. Of the four variations of increment reconstruction, variation 3 with a reconstruction increment of 2.5 mm has the largest mean rank value (3.23) so it is the most ideal anatomical image information.
Analisis CT Scan Urografi dengan Klinis Batu Saluran Kemih di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Surtika Umar; I Putu Eka Juliantara; I Kadek Sukadana
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v1i4.35

Abstract

Background: Urinary tract stones are the growth of hard, stone-like masses in the human urinary tract. The prevalence of urinary tract stones (BSK) in Indonesia is still not known for certain, but estimates suggest that there are around 170,000 cases of BSK every year. CT Scan is a radiological examination modality for diagnosing urinary tract stones with a sensitivity level of around 95%-100% and a specificity level of around 96%-98% for detecting urinary tract stones, so CT Scan is considered the gold standard in diagnosing this condition. Research Objectives: This study aims to determine the management of CT Scan Urography in clinical urinary tract stones in the Radiology Installation of Bhayangkara Hospital, Makassar. Method: This research used descriptive qualitative research with a case study approach, the research subjects consisted of 3 radiographers, 1 radiologist, and 1 sending doctor. Data collection was carried out through several stages, namely observation, interviews and documentation. Results: The results of research at the Radiology Installation of Bhayangkara Hospital, Makassar. The procedure for CT Scan Urography examinations in clinical urinary tract stones is that the patient drinks 750 ml of fresh tea until he feels like he wants to urinate, then the examination is carried out. The role and effect of giving plain tea can increase HU (Hounsfield Unit) density and also speed up diuresis, thereby helping to shorten examination time. The excess caffeine content of plain tea can speed up the process of increasing urine volume, thereby shortening the examination time..
Evaluasi Kelayakan dan Efektivitas lead apron sebagai Alat Pelindung Diri di Instalasi Radiologi Vara Taufiq; Dian Milvita; Hasnel Sofyan; Amel Oktavia S.
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.110-116.2024

Abstract

Pemanfaatan radiasi sinar-X dalam instalasi radiologi memiliki dampak posistif dan negatif. Dampak negative paparan radiasi sinar-X dapat dikurangi dengan cara menggunakan lead apron. Penelitian bertujuan untuk mengetahui luas kerusakan sebagai penentu kelayakan lead apron dan mengevaluasi efektivitas lead apron dalam memberikan perlindungan yang memadai. Evaluasi kelayakan dan efektivitas dilakukan terhadap 5 lead apron milik Rumah Sakit Universitas Andalas. Metode evaluasi kelayakan dilakukan dengan membagi lead apron menjadi 4 kuadran, lalu dilakukan penyinaran menggunakan pesawat sinar-X konvensional dengan faktor eksposi 58,5 kV dan 8 mAs. Hasil penyinaran diolah menggunakan computed radiography (CR) untuk mengukur luas kerusakan pada lead apron. Efektivitas lead apron dievaluasi menggunakan dosimeter OSL yang ditempatkan di bagian atas dan dalam lead apron, kemudian dilakukan penyinaran dengan faktor eksposi 102 kV dan 2,5 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tidak melebihi batas toleransi yang disarankan Lambert dan McKeon, dimana lead apron dinyatakan layak apabila kerusakan <670 mm2 pada area kurang sensitif dan <15 mm2 pada area sensitif, sedangkan efektivitas lead apron berkisar antara (94,5-98,2) %. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa lead apron masih layak digunakan dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap radiasi sinar-X kepada pekerja radiasi, pasien maupun keluarga pasien.
Pengujian Efektivitas Perisai Radiasi dan Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar Maya Putri Sahfira; Dian Milvita; Eri Hiswara
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.190-196.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengujian efektivitas perisai radiasi dan evaluasi penerapan proteksi radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas perisai radiasi, mengevaluasi fasilitas proteksi radiasi, dan mengevaluasi laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi. Pengujian efektivitas perisai radiasi dilakukan dengan cara mengukur dosis radiasi sebelum dan setelah melewati perisai radiasi menggunakan TLD-100. Evaluasi fasilitas proteksi radiasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung ruangan radiologi. Evaluasi laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi dilakukan dengan cara mendata laju dosis yang diterima pekerja radiasi yang terukur pada TLD badge selama bulan November 2022-Januari 2023, kemudian dilakukan wawancara terhadap pekerja radiasi terkait proteksi radiasi. Hasil pengujian efektivitas perisai radiasi menunjukkan persentase tertinggi terdapat pada ruangan CT-Scan, nilai persentase efektivitas diperoleh >80%. Nilai efektivitas perisai radiasi pada ruangan dental panoramic diperoleh >47% dan ruangan sinar-X konvensional diperoleh >74%. Hasil evaluasi fasilitas ruangan radiologi secara umum telah memenuhi ketentuan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020. Nilai laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi sebesar (0-0,132) mSv/tahun, dan masih berada di bawah nilai yang ditetapkan oleh PERKA BAPETEN No. 4 Tahun 2013 sebesar 20 mSv/tahun.
PENGARUH KUALITAS JASA PELAYANAN TERHADAP CITRA INSTALASI RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Shohibul Umam; Siti Dyah Handayani; Qurratul 'Aini
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 3 No. 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v3i2.186

Abstract

Background : RSGM-P UMY already have tools such as the installation of radiological medical support enforcement destined diagnose oral disease. Problems that arise sometimes results are not as expected , and response less in service . The purpose of this study to analyze and explain the effect of partial and simultaneous quality radiology services to the installation image in RSGM-P UMY. Method : using quantitative methods , research subjects dentists and coass student in RSGM- P UMY . Installation of radiological research object . Types of studies using cross-sectional data was obtained from questionnaires and analyzed using multiple regression. Results: The regression equation based on existing variables positively influence the assurance (0.069), empathy (0.171), reliability (0.073), responsiveness (0,037), services (0.450), professionalism (0.326) and there was a negative , namely physical appearance (-0.016). Based on the t test of the quality of service simultaneously affect the installation image RSGMP UMY , based on the F test ( Anova : Sig . 0,000 ) is the quality of service simultaneously affect the image RSGMP UMY installation , and test results influence the determination coefficient percentage at 39.5 % . Conclusion: The services quality there are assurance, empathy , reliability , responsiveness , physical appearance have partial can’t effect on image radiologi installation. Variable service and professionalism have an influence on the image of radiological installations RSGMP UMY . The variable quality services have an simultan effect on the image of radiological installations RSGMP UMY.
Hubungan Luas Lesi pada Gambaran Radiologi Toraks dengan Derajat Nilai Positif Pemeriksaan Sputum BTA pada Tuberkulosis Paru Dewasa di RSUD Hanau Eny Rahmawati; Daniel Ruslim
Syntax Idea 17-24
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i1.2880

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang menjadi masalah Kesehatan di dunia pada saat ini. Penyebab TByaitu Mycobacterium tuberculosis, yang merupakan panyakit infeksi menular. TB bisa menyerang berbagai macam organ,terutama paru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara luas lesi pada gambaran radiologi toraks dengan derajat nilai positif pemeriksaan sputum BTA (Basil Tahan Asam) pada pasien tuberculosis paru dewasa di RSUD Hanau. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional atau potong lintang dengan pengambilan rekam medik sebagai data sekunder dan analisis data dilakukan dengan pearson chi-square. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapatdisimpulkan bahwa luas lesi gambaran radiologi toraks di RSUD Hanau paling banyak adalah kategori luas dengan total pasien 46 orang (60,5%), derajat positif pemeriksaan sputum BTA pada pasien TB patu dewasa di RSUD Hanau paling banyak kategori (+) sebanyak 50 orang (65,8%), yang artinya terdapat hubungan yang sifnifikan antara luas lesi gambaran radiologi toraks dengan derajat nilai positif pemeriksaan sputum BTA pada pasien TB paru dewasa (p=0,003) diRSUD Hanau.
Nilai Referensi Bentuk Vertebra pada Wanita Muda Indonesia (Ras Mongoloid) dengan Menggunakan Radiologi X-Ray Morfometri (Mrx): Implikasi terhadap Deformitas Vertebra Evan Evan
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1462

Abstract

AbstrakTelah didapatkan nilai referensi normal untuk menyatakan deformitas tulang belakang pada wanita di Amerika, Eropa, Jepang dan China, sedangkan di Indonesia belum ada nilai referensi normal tersebut. Penelitian ini bertujuan mencari nilai referensi normal tinggi vertebra pada wanita muda Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu kajian analisis eksplorasi. Sampel penelitian sebanyak 74 orang wanita Indonesia (usia 20–25 tahun). Kepada setiap sampel diambil foto rontgen torakolumbal dan lumbosakral posisi lateral.  Di bagian anterior, tengah, dan posterior diukur vertebra dari torakal 4 sampai dengan lumbal 5 dan dihitung rasio tinggi vertebra tersebut. Untuk mendapatkan nilai titik potong normal, digunakan distribusi Gaussian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korpus vertebra pada wanita muda Indonesia berbentuk bikonkaf, mulai dari torakal 4 sampai dengan lumbal 2. Terjadi perubahan bentuk mulai dari lumbal 3–5, yakni berbentuk contrawedge. Melalui data pengukuran, puncak tertinggi dari korpus vertebra yang didapat, yaitu pada lumbal 2. Nilai potong normal bentuk vertebra pada wanita muda Indonesia, yaitu -3 SD. Kata Kunci : Nilai referensi, Bentuk Vertebra, Radiologi Morfometri X-Ray, Deformitas Vertebra The Reference Value of The Vertebral Shape in Young Indonesian Women (Ras Mongoloid) Using X-Ray Morphometric Radiology (Mrs) Implication for Vertebral Deformity AbstractThese reference values of bone deformity are documented in American, European and Chinese but lack in Indonesia.. The research aims to find the reference values of normal height of vertebral shape in  young  Indonesian women.  This  research  was  an  analytic  explorative  study  presenting 74 premenopausal  Indonesian  women  aged  20-25  years  who  took  lateral radiography  view  of thoracolumbal and lumbosacral. The anterior, middle and posterior heights and the ratios of these heights were measured from 14 vertebral bodies (T4-L5). Gaussian distribution was used to get the cut off points for Indonesian women. The results of this study showed that vertebre body shape of Indonesian women from Thoracal 4 - Lumbal 2 is biconcave shape and from Lumbal 3 – 5 is contra-wedge shape. The peak of body height vertebra is Lumbal 2.  Reference values of cut off points for vertebral shape in young Indonesian women is – 3 SD. Keyword: Reference values, Vertebral shape , Morphometric x-ray radiography, Vertebra deformity
Lesi Pellegrini-Stieda Pada Perempuan Lansia: Penemuan Kecil Radiologi Tapi Penting Monica Cherlady Anastasia; Gregorius Enrico
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2113

Abstract

Lesi Pellegrini-Stieda adalah lesi kecil pasca trauma yang mengalami kalsifikasi (terutama karena cedera olahraga) yang berdekatan dengan margin kondilus femoralis medial, dekat ligamentum kolateral medial (MCL). Karena pasien mengalami gejala, kombinasi anomali radiografi di lokasi yang ditentukan dan cedera MCL sebelumnya dikenal sebagai Sindrom Pellegrini-Stieda. Seorang perempuan lima puluh delapan tahun mengeluh sakit dan bengkak pada lutut bagian tengah kiri dalam lima minggu terakhir. Radiografi lutut kiri menunjukkan kalsifikasi padat lengkung medial ke femur distal di daerah perlekatan MCL proksimal. Terdapat defek kortikal fokal kecil pada kondilus femoralis medial yang berdekatan, efusi sendi kecil terkait pada reses suprapatella, dan enthesofit kecil pada patela superoanterior. Sisa lutut kontralateral pada dasarnya normal. Dengan mengingat sejarah, temuan ini sesuai dengan lesi Pellegrini-Stieda. Lesi Pellegrini-Stieda dianggap sebagai akibat dari pengupasan periosteum femoralis di dekat asal MCL, yang menyebabkan osifikasi heterotopik dan kalsifikasi distrofik. Dalam kasus ini, kalsifikasi lebih berbentuk lengkung, sejajar dengan korteks femoralis, dan radioopak. Penampilan ini cocok dengan lesi Pellegrini-Stieda yang sangat umum. Lesi Pellegrini-Stieda adalah temuan radiologi yang kecil tetapi penting yang tidak boleh dilewatkan sebagai artritis degeneratif pada pasien lanjut usia. Gejala ringan-sedang ditangani secara konservatif, sedangkan untuk kasus yang parah perlu perbaikan melalui pembedahan.
IMPLEMENTASI ALGORITMA CAMELLIA UNTUK KEAMANAN CITRA MEDIS PADA SISTEM RADIOLOGI BERBASIS WEB Zaenury Dhany Wibowo; Ipam Fuaddina Adam; Wahyu Andi Saputra
Jurnal Informatika Polinema Vol. 6 No. 4 (2020): Vol 6 No 4 (2020)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v6i4.296

Abstract

Dalam bidang radiologi, citra medis dikategorikan sebagai data yang sensitif dan privasi untuk pasien rumah sakit. Citra Medis yang digunakan untuk keperluan radiologi melalui jaringan internet yang disetujui aman. Penelitian ini menawarkan algoritma Camellia sebagai alternatif keamanan citra pada sistem radiologi berbasis web. Cara penggunaan operasi pada blok chiper adalah prosedur yang diperlukan untuk memproses blok agar menjadi lebih aman. Mode operasi yang dapat digunakan di dalam algoritma Camellia adalah ECB, CBC, CFB, dan OFB. Implementasi Camellia dengan mode operasi tersebut, memiliki hasil yang berbeda. Untuk evaluasi, beberapa parameter analisis keamanan enkripsi yang dilakukan adalah visual, histogram, dan entropi. Sementara kualitas gambar dekripsi diperlukan melalui Peak Signal to Noise Ratio (PSNR). Selain itu, implementasi algoritma Camellia dalam mode pengoperasian disetujui. Eksperimen dilakukan terhadap data citra medis berformat jpg. Pengujian sistem menggunakan blackbox, di mana hasil pengujian sistem radiologi dapat berjalan dengan baik. Hasil Pengukuran menunjukkan mode Operasi ECB dan OFB memiliki kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan mode operasi waktu rumit ECB lebih cepat dari tiga mode operasi lainnya. Namun, untuk hasil enkripsi enkripsi dengan keamanan yang baik, perlu dihindari mode operasi ECB. Hasil Pengukuran menunjukkan mode Operasi ECB dan OFB memiliki kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan mode operasi waktu rumit ECB lebih cepat dari tiga mode operasi lainnya. Namun, untuk hasil enkripsi enkripsi dengan keamanan yang baik, perlu dihindari mode operasi ECB. Hasil Pengukuran menunjukkan mode Operasi ECB dan OFB memiliki kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan mode operasi waktu rumit ECB lebih cepat dari tiga mode operasi lainnya. Namun, untuk hasil enkripsi enkripsi dengan keamanan yang baik, perlu dihindari mode operasi ECB.
Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan Pada Pasien Anak di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siti Rahmah Padang Rahmadianti, Yori; Mareta, Santa; Khairul, Yogi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.1075

Abstract

Kecemasan merupakan respon normal dalam menghadapi stress, namun sebagian orang dapat mengalami kecemasan yang berlebihan sehingga mengalami kesulitan dalam mengatasinya. RSI Siti Rahmah Padang reaksi yang biasanya anak-anak tunjukan selama pemeriksaan adalah menangis,takut dan menolak pemeriksaan, pemeriksaan yang biasanya dilakukan yaitu thorax dengan jumlah pasien dari bulan Oktober - Desember 2023 sebanyak 72 anak. Anak merasa takut bila ada radiografer yang akan mendekati mereka, anak berusaha menolak radiografer dan tidak akan mau ditinggalkan sama orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien anak saat sebelum melakukan pemeriksaan di instalasi radiologi RSI Siti Rahmah Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan metode Purposive sampling dengan informan  sebanyak 3 informan anak berumur 5-10 tahun, 3 informan orang tua, 2 informan radiografer. Pengumpulan data menggunakan wawancara semiterstruktur dengan analisis triangulasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari faktor lingkungan yaitu takut melihat petugas radiologi, takut melihat alat radiologi, takut melihat lampu kolimator. Faktor emosi yaitu ketika pasien anak merasa takut pada saat dilakukannya pemeriksaan dan mempengaruhi mental. Faktor sebab-sebab fisik yaitu anak merasakan kecemasan pada saat dilakukannya pemeriksaan sehingga berpengaruh terhadap dirinya seperti badan gemetaran, wajah pucat, tangan dingin.

Page 41 of 85 | Total Record : 841