Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Optimalisasi Citra MRI Ankle Joint Dengan Penerapan Oblique 3D FSPGR Di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Dewa Ayu Made Pramita Dewi; I Putu Eka Juliantara; I Putu Sugiartha
Jurnal Ventilator Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v1i4.677

Abstract

MRI (Magnetic Resonance Imaging) examination becomes tool diagnostic important in evaluation the soft tissue anatomy of the human body. MRI examination of the ankle joint role crucial in detect soft tissue impingement in the ankle joint. Fast Spoiled Gradient Echo (FSPGR) is an MRI method with high sensitivity in diagnose soft tissue problems in the ankle joint. Ankle joint MRI protocol at RSUD Dr. Moewardi uses several types of sequences with addition 3D sequences but not routinely. This study aims to examine the use of the 3D FSPGR oblique sequence in MRI ankle joint, while comparing it with the Sagittal T1 FSE and Sagittal FSE STIR sequences. This quantitative study involved 5 people to compare imaging 3D oblique FSPGR, sagittal T1 FSE and sagittal FSE STIR sequences. Analysis was carried out using the intraclass correlation coefficient (ICC) test, Friedman test, and Kruskal Wallis test. The results study showed there is difference information MRI ankle joint anatomy with oblique 3D FSPGR, sagittal T1 FSE, and sagittal FSE STIR sequences (p-value = 0.000). Test Kruskal Wallis show sequence 3D FSPGR and sagittal T1 FSE produce imaging different on every type anatomy (p-value= 0.045; 0.020), whereas Sagittal FSE STIR sequence shows results No different significant (p-value= 0.065. 3D oblique sequence of FSPGR is proven effective show anatomy ankle joint and posterior talofibular ligament.
Teknik Pemeriksaan MRI Soft Tissue Leher Dengan Klinis Liposarkoma Di Instalasi Radiologi Maya Pada Hospital Jakarta Selatan I Ketut Narte Astape; Ni Putu Rita Jeniyanti; Andri Setiawan
Jurnal Ventilator Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v1i4.791

Abstract

Soft Tissue Neck MRI Examination Technique With Liposarcoma Clinical At The Mayapada Hospital Installation, South Jakarta. MRI examination techniques have a very important role in the medical field because of their ability to produce visual images of the body's soft tissue and metabolic processes. Liposarcoma is a malignancy of mature fat cells in the connective tissue space1. Liposarcoma is the most common type of soft tissue sarcoma, appearing slowly, enlarging, painless, non-ulcerated submucosal mass in middle-aged people, some lesions grow rapidly and become ulcerated early, Liposarcoma is a rare malignant tumor. The purpose of this examination is to find out whether the image results produced using the sequence at Mayapada Hospital can produce a firm image in confirming the diagnosis of liposarcoma. This research is a qualitative study with a case study method using 3 patients who underwent an MRI examination of neck soft tissue with clinical liposarcoma. Data was collected using observation, documentation and interviews with radiographers and radiologists. The results of the data that have been collected can be concluded that the results of the soft tissue MRI examination of the neck with clinical liposarcoma carried out at Mayapada Hospital, South Jakarta are good in confirming the diagnosis and the results of a more detailed anatomical picture.
Teknik pemeriksaan ct stonografi pada kasus nefrolitiasis di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Buleleng I Putu Yudha Sambawitasia
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 9 (2022): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CT Stonografi merupakan CT scan saluran ginjal yang biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya batu pada ginjal dan patologi lain seperti adanya massa pada ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan, alasan penggunaan ketebalan irisan 10 mm, dan cara menentukan ukuran batu ginjal menggunakan CT Stonography pada kasus nefrolitiasis di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah 3 orang radiografer, 1 orang ahli radiologi, dan 1 orang dokter pengirim. Dari hasil penelitian pemeriksaan CT Stonografi di RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan persiapan khusus puasa 12 jam sebelum pemeriksaan. Posisi pasien terlentang (kepala lebih dulu). Pemindaian area dari diafragma ke simfisis pubis. Parameter pemindaian menggunakan protokol abdomen routine, ketebalan irisan 10 mm. Alasan menggunakan ketebalan irisan 10mm adalah pemilihan slice thickness 10 mm sudah bisa mengevaluasi kelainan dengan baik. Sehingga Pemeriksaan CT Stonografi kasus nefrolitiasis dengan posisi pasien terlentang (head first), pemilihan ketebalan irisan 10 mm pada teknik pemeriksaan CT stonografi kasus nefrolitiasis di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Buleleng untuk pemilihan slice thickness 10 mm sudah bisa mengevaluasi kelainan dengan baik. Selain itu pemilihan slice thickness 10 mm bisa lebih memudahkan di Filmming karena tidak perlu banyak membuang gambar.
Evaluasi dosis radiasi pada pemeriksaan radiologi intervensi Coronary Angiography Rumah Sakit Umum Arifin Achmad Miyantra, Tritania Sukma
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2024): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i11.615

Abstract

Pemeriksaan Coronary Angiography dengan menggunakan panduan Fluoroscopy tidak lepas dari dosis radiasi yang bervariasi.Saat menjalani pemeriksaan dengan menggunakan Fluoroscopy, pasien menerima dosis yang cukup bervariasi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui nilai DAP, Air kerma, dan Fluorotime pada pemeriksaan radiologi intervensi Coronary Angiography RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada tahun 2022.  Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode restropektif, Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2022 di Rumah Sakit Umum Arifin Achmad Provinsi Riau dengan cara melakukan observasi dan dokumentasi terhadap keseluruhan pemeriksaan Coronary Angiography pada logbook dan data tersimpan pada komputer.  Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan nilai Dose Are Product (DAP) dan Air kerma, dan fluorotime pada pemeriksaan Coronary angiografi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang didapatkan masih melebihi dari profil dosis aplikasi Si-INTAN.
STUDI KASUS PROSEDUR PEMERIKSAAN LOPOGRAFI PADA KASUS CA RECTUM DI INSTALASI RADIOLOGI RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO Wati, Retno; Gemilang , Anjas Fitria; Mukmin, Amril; MN, Ildsa Maulidya
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1984

Abstract

The lopographic examination procedure according to Bontrager, et al., (2014), Ballinger (2012), and Mulyati and Walidaeni (2019) uses Antero Posterior (AP), Lateral, Right Posterior Oblique (RPO), and Left Posterior Oblique (LPO) projections. Contrast media according to Bontrager, et al., (2014) and Kundagluwar, et al., (2016) barium sulfate, while at RSPAU dr. S. Hardjolukito AP and lateral projection, water soluble contrast media. This study aims to determine the procedure for lopographic examination in cases of rectal ca, the reasons for using water soluble contrast media and the reasons for using AP and lateral projections. This research is a qualitative descriptive case study approach at the Radiology Installation of RSPAU dr. S. Hardjolukito. Data collection starts from December 2022 to July 2023. Data collection is carried out by observation, documentation, interviews and literature. The research subjects were three radiographers and one radiologist. Data analysis namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that the lopographic examination procedure for cases of rectal cavities began with special preparations the day before the examination on a low-fiber diet, administration and fasting. Preparation of non-sterile and sterile materials, water soluble contrast media. Insert contrast media through the anus and stoma. The examination technique is BNO plain photo, AP post-contrast and Lateral post-contrast. The reason is that water soluble contrast media is easily absorbed by the body, easily excreted, and safe to use. The reason why the AP projection can see the entire colon is so that it can measure the distance from the tip of the rectum to the stoma. Lateral projection looks at the distance between the superior and inferior colon ends to be connected. It is recommended that a lopographic examination use a two-day low-fiber diet preparation, use fluoroscopy, colostomy equipment, and add RPO and LPO projections to see the flexures in order to increase the diagnostic value.
STUDI KASUS PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI VERTEBRAE THORACOLUMBAL DENGAN KLINIS SKOLIOSIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGANYAR Mahanani, Ayu; Prabowo, Bagus waskito; Fakhrurreza, Muhammad; Faesol, Ahmad
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1986

Abstract

The radiographic examination technique of the Thoracolumbar Vertebrae with scoliosis cases consists of right and left bending Anterior posterior (AP), Lateral, and Anterior Posterior (AP) projections, as well as the addition of the Ferguson method and fulcrum projection. The procedure for scoliosis examination at radiology installation in RSUD (Regional Hospital) Karanganyar is unknown, so it is necessary to do research to find out the examination procedure and the effectiveness of using these projections. This study aims to determine the procedure for radiographic examination of thoracolumbar vertebrae with clinical scoliosis at the Radiology Installation of RSUD Karanganyar. This research is qualitative research with a case study approach. The data collection method included observing scoliosis examination which included preparation of tools and materials, patient preparation, and examination techniques, then reinforced by interviews with radiographers and doctors to find out the procedures and reasons for using these projections. The results of observations and interviews were analyzed by means of data reduction, data presentation, then conclusions were drawn. The results of the study showed that the thoracolumbar vertebrae examination procedure with clinical scoliosis in Radiology Installation of RSUD Karanganyar used the AP and Lateral projection technique. The reason for using AP and Lateral projections was because these projections served as initial screening for scoliosis patients and could already establish a diagnosis. Both projections provided a smaller dose of radiation received by the patient and were in accordance with the request of the sending doctor. It is advisable for further examination of the thoracolumbar vertebrae with clinical scoliosis add the right and left bending projections and Ferguson, because it aims to provide information that cannot be seen from the AP and lateral projections.
Edukasi Kesehatan Pada Pemeriksaan Radiologi: Perspektif Pemeriksaan Radiografi Genu Dan Mammography Di Desa Tegorejo, Pegandon, Kendal, Provinsi Jawa Tengah Lucky Restyanti Wahyu Utami; Aryadiva Nugrahaning Prayoga; Siti Rosidah
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v2i1.374

Abstract

One way to diagnose disease can be done by radiological examination. However, the lack of public knowledge regarding radiological examinations to diagnose disease makes people afraid of carrying out radiological examinations because of the radiation effects they may receive. The aim of the service activities carried out for women in the scope of empowering family welfare in Tegorejo Village, Pegandon, Kendal, Central Java Province is regarding education on radiological examinations to enforce disease diagnoses using the lecture method. It is hoped that this can increase public knowledge regarding radiological examinations, especially regarding genu radiographic examinations to diagnose osteoarthritis and mammography examinations to diagnose mammary carcinoma are expected to help reduce people's fear of radiological examinations. From this service activity, the result was an increase in knowledge regarding genu radiography examination to diagnose osteoarthritis by 94% and an increase in knowledge regarding mammography examination to diagnose mammary carcinoma by 97%.
Perilaku Penerapan Protokol Pencegahan Covid-19 di Era New Normal pada Tenaga Kesehatan (Studi Kasus di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka) Amelia Kadir; Andi Asri; Bromo Kusumo Achmad
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v1i3.43

Abstract

Pada era new normal atau kebiasaan baru pemerintah tetap menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan, khususnya kepada tenaga kesehatan radiografer yang berisiko tinggi terhadap terjangkit Covid-19. Dari 13 tenaga kesehatan di Instalasi Radiologi BLUD Rumah Sakit Benyamin Guluh sebanyak 8 orang diketahui pernah terpapar Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di era new normal pada tenaga kesehatan di Instalasi Radiologi BLUD Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala instalasi radiologi dan informan biasa adalah tenaga radiografer berjumlah 6 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Validasi data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini ditemukan penerapan protokol kesehatan di instalasi radiologi Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka pada era new normal sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Komite PPI Rumah Sakit. Walaupun begitu, masih terdapat petugas kesehatan di instalasi radiologi yang kurang dalam menerapkan protokol kesehatan terutama dalam era new normal ini, disebabkan karena mereka merasa bahwa kasus Covid-19 sudah menurun sehingga mereka mulai melonggarkan penerapan protokol.
ANALISA KARAKTERISTIK MAHASISWA DIII RADIOLOGI TERHADAP PENGETAHUAN PROTEKSI RADIASI PADA IMPLEMENTASI KESELAMATAN KERJA SAAT PRAKTIKUM/MAGANG Oktavia Puspita Sari; Santa Mareta; Chairun Nisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21762

Abstract

Pengetahuan proteksi radiasi yang kurang, cenderung kurang peduli dan lalai terhadap penerapan proteksi radiasi baik di laboratorium maupun di tempat praktek di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan proteksi radiasi dengan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, umur, dan tahun masuk Kuliah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan design cross sectional, dilakukan di Prodi D III Radiologi Fakultas Vokasi Universitas Baiturrahmah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi D III Radiologi Fakultas Vokasi di Universitas Baiturrahmah sebanyak 182 orang, pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Seluruh sampel di berikan pertanyaan kuisoner, kemudian data di olah menggunakan analisa bivariate untuk pengujian hipotesa. Berdasarkan pengujian hipotesa di peroleh tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tahun masuk kuliah dan umur. Hasil selanjutnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan jenis kelamin, sejalan dengan Zahroh (2008), bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan jenis kelamin, hal tersebut terjadi karena perempuan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar daripada laki-laki yang cenderung memiliki sikap acuh terhadap motivasi dan cenderung malas, dan  Gracia & Jenkins (2003), menyatakan bahwa perempuan cenderung lebih kuat dalam akademik dibandingkan laki-laki. namun tidak sejalan dengan penelitian Kumurur (2008), bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan jenis kelamin.
Analisis faktor risiko ergonomi dan musculoskeletal disorders pada radiografer instalasi radiologi rumah sakit di kota palembang Tri Hastuti Sulistiyo; Rico J Sitorus; Ngudiantoro Ngudiantoro
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v5i1.93

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor karakteristik individu dan faktor risiko ergonomi dengan keluhan subjektif MSDs pada radiografer rumah sakit di Kota Palembang. Penelitian dilakukan terhadap 99 (sembilan puluh sembilan) radiografer dari 15 rumah sakit yang ada di Kota Palembang pada tahun 2016. Disain penelitian yang digunakan adalah crosssectional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur risiko ergonomi adalah REBA, sedangkan keluhan MSDs adalah Nordic Body Map. Metode analisis yang digunakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square, dan analisis multivariat menggunakan model analisis regresi logistik dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar radiografer mempunyai keluhan MSDs sebesar 66,7 %, keluhan tertinggi pada daerah pinggang (42,4%), punggung (36,4%), leher atas (35,4%), dan leher bawah (29,3%). Tingkat risiko ergonomi yaitu sebanyak 55 orang (55,6%) pada tingkat medium dan 44 (empat puluh empat) orang (44,4%) orang pada tingkat high. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat risiko ergonomi (p-value=0,000), umur (p-value=0,036), dan masa kerja (p-value=0,002) terhadap keluhan MSDs. Peluang kejadian MSDs dapat dihitung berdasarkan variabel skor REBA maksimum (OR=23,467) dan masa kerja (OR=2,746). Aktifitas yang memberikan pengaruh signifikan terhadap keluhan MSDs yaitu mengangkat pasien (OR=13,578) dan masa kerja (OR=3,168). Berdasarkan karakteristik radiografer, masa kerja merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap risiko ergonomi. Dari hasil tersebut disarankan pada radiografer terutama yang memiliki masa kerja relatif lama agar lebih memperhatikan posisi dan postur tubuh yang ergonomis, terutama pada aktifitas mengangkat pasien. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah responden perokok yang lebih banyak dan pendalamam penelitian pada responden yang berbadan kurus dan gemuk yang berhubungan dengan keluhan MSDs.

Page 40 of 85 | Total Record : 841