Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD. M. ZEIN PAINAN Mareta, Santa; Pertama, Tari Putri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.751

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Di RSUD. M. Zein Painan terjadinya penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020. Pada bulan Agustus kunjungan pasien sebanyak 331 orang, September 2020 sebanyak 291 orang dan bulan Oktober 2020 sebanyak 260 orang, serta peneliti telah mewawancarai 10 pasien rawat jalan yang datang ke Instalasi Radiologi yang menyatakan bahwa pasien 8 orang pasien menyatakan bahwa kurang nyaman terhadap lingkungan di Instalasi Radiologi RSUD M. Zein Painan seperti ruang tunggu yang kurang bersih dan banyaknya petugas lain atau pasien lain yang lewat disana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tingkat kepuasan pasien berdasarkan standar Kemenkes Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 di instalasi radiologi RSUD M. Zein Painan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampel menggunakan metode Accidental Sampling pada 87 pasien rawat jalan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengolahan data dilakukan  dengan sistem komputerisasi dan dianalisis dengan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan 79,2% responden merasa puas dengan pelayanan instalasi radiologi RSUD M. Zein Painan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien di instalasi radiologi RSUD M. Zein Painan belum memenuhi SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan radiologi menyatakan Standar Kepuasan Pelanggan ≥80%.
Uji Kesesuaian Kinerja Generator dan Tabung Sinar-X pada MSCT Philips 128 Slice di Instalasi Radiologi, Rumah Sakit Daerah Mangusada Ramadan Purnama, Muhammad Mada; Sutapa, Gusti Ngurah; Pranditayana, I Nyoman
Kappa Journal Vol 7 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v7i3.22548

Abstract

This research aimed to determine the Compliance test of MSCT Philips 128 Slice generator and X-ray tube performance at Mangusada Hospital in accordance with the tolerance limits based on the BAPETEN Head Regulation of the Republic Indonesia Number 2 of 2022 so that it can be stated that the generator and X-ray performance is in reliable condition. In this research, Raysafe Xi CT and Raysafe Xi R/F were used to measure the output value of radiation dose, tube voltage and HVL thickness on MSCT Philips 128 Slice by carrying out four test activities, namely radiation output reproducibility test, radiation output linearity test,  test, and X-ray beam quality test. The performance test of the generator and X-ray tube has been carried out on MSCT Philips 128 Slice with obtained Coefficient of Variation (CV) value in the radiation output reproducibility test of 0.00278, Coefficient of Linearity (CL) value in the radiation output linearity test of 0.00882,   at a tube voltage of 80 kVp is 6.30280 mGy/100mAs,  at a tube voltage of 120 kVp is 19.59800 mGy/100mAs,  at a tube voltage of 130 kVp is 24.48431 mGy/100mAs, and the HVL thickness at a tube voltage of 120 kVp is 8.79 mmAl. This result show that the performance MSCT Philips 128 Slice generator and X-ray tube in reliable condition.
IDENTIFIKASI FAKTOR HAMBATAN KOMUNIKASI PADA REPEAT ANALISIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP Dr M DJAMIL PADANG Sari, Oktavia Puspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25270

Abstract

Pengulangan foto ronsen berpotensi meningkatkan perolehan dosis untuk pasien dan radiografer. Salah satu penyebab pengulangan foto adalah terjadinya mis komunikasi antara pasien dengan radiografer saat radiografer memberikan instruksi pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk evaluas pengulangan eksposi foto ronsen yang di sebabkan karena faktor komunikasi. Penelitian berjenis kuantitatif, dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP Dr.M.Djamil Padang pada bulan April 2022. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan pengolahan data univariate. Hasil penelitian di peroleh bahwa 54,5% hambatan komunikasi karena penggunaan bahasa daerah (minang) oleh radiografer, ,hal ini menjadi kendala karena RSUP Dr. M Djamil Padang sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah memiliki keragaman pasien dengan berbagai suku bangsa sehingga tidak semua pasien mengerti dan memahami bahasa minang sebagai bahasa yang dominan di gunakan radiografer dalam berkomunikasi dengan pasien. Kata kunci : pengulangan foto;komunikasi;bahasa Repeated x-rays have the potential to increase dose gain for both the patient and the radiographer. One of the causes of repeated photos is the occurrence of miscommunication between the patient and the radiographer when the radiographer gives instructions for examination. This study aims to evaluate the repetition of X-ray exposure caused by communication factors. This quantitative research was carried out at the Radiology Installation of RSUP Dr.M.Djamil Padang in April 2022. This study used a saturated sample technique with univariate data processing. The results of the study found that 54.5% of communication barriers were due to the radiographer's use of the local language (Minang), this was an obstacle because RSUP Dr. M Djamil Padang as one of the referral hospitals in Central Sumatra has a diversity of patients with various ethnicities so that not all patients understand and understand Minang language as the dominant language used by radiographers in communicating with patients. Keywords: 3-6 keywords, consisted of word or simple phrase
Neuropati Optik Traumatik: Gambaran 13 Kasus Berdasarkan Radiologi dan Awitan Terapi Kortikosteroid di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Made Paramita Wijayati; Syntia Nusanti; M. Sidik
Majalah Oftalmologi Indonesia Vol 47 No 2 (2021): Ophthalmologica Indonesiana
Publisher : The Indonesian Ophthalmologists Association (IOA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35749/journal.v47i2.100313

Abstract

Introduction and Objection: Traumatic Optic Neuropathy is a rare and potentially vision-threatening condition caused by ocular or head trauma. The optic nerve axons may be damaged either directly or indirectly. The management of traumatic optic neuropathy could be observed, giving steroids or decompression. At center which optic nerve decompression is not routinely performed, high dose steroid is preferred for traumatic optic neuropathy patients. The study aims to analyze characteristics (mean age and gender, onset trauma, most symptom, visual acuity, consensual reflex as a sign), radiology feature, and onset corticosteroid therapy on patient traumatic optic neuropathy. Methods: This study was a descriptive observational case series which data retrospectively analysis from medical record. Result: From 13 cases most common gender affected were males (76,9%). The mean age group 32.85±14.67 years old with blurry vision and bleeding are the most common symptom, the onset of trauma below 24 hours (76.9%), the initial visual acuity is no light perception and hand movement with a negative consensual reflex (76.9%). Visual acuity improves with initial corticosteroid therapy below 24 hours are 7 cases and more than 24 hours are 2 cases. From 9 cases with visual acuity improvement, there are 4 cases with orbital fracture and 5 cases without orbital fracture. Conclusion: Visual improvement in our cases happened more on initial corticosteroid therapy more than 24 hours and no orbital fracture.
Gambaran Keselamatan Radiasi Sinar-X Pada Petugas Di Unit Radiologi RSKD Dadi Makassar Tahun 2023 Putry, Resti Anisha; Syahril, Erlin; Safitri, Asrini; Rahmawati, Rahmawati; Irsandy, Febie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9414

Abstract

Keselamatan radiasi adalah upaya untuk melindungi pasien, pekerja, dan anggota masyarakat dari bahaya radiasi. Keselamatan pekerja radiasi tidak lepas dari dosis radiasi. Dosis radiasi yang dibutuhkan adalah 20 mSv. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan keselamatan radiasi sinar-x di Unit Radiologi RSKD Dadi Makassar 2023. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penerapan perizinan sebanyak 1 poin (100%) telah terpenuhi; Berdasarkan hasil komponen persyaratan manajemen yang terdiri atas 5 komponen (15 poin), sebanyak 12 poin (80%) telah terpenuhi di unit Radiologi RSKD Dadi Makassar dan sesuai dengan standar acuan, sebanyak 2 poin (13,3%) sudah terpenuhi di unit Radiologi RSKD Dadi Makassar tetapi belum sesuai dengan standar, sebanyak 1 poin (6,7%) tidak terpenuhi; Berdasarkan hasil komponen persyaratan proteksi yang terdiri atas 3 komponen (3 poin), sebanyak 3 poin (100%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar acuan; Berdasarkan hasil komponen persyaratan teknik yang terdiri atas 3 komponen (6 poin), sebanyak 6 poin (100%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar acuan; Berdasarkan hasil komponen verifikasi keselamatan yang terdiri atas 3 komponen (3 poin), sebanyak 2 poin (100%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar acuan, sebanyak 1 poin (100%) tidak terpenuhi. Secara keseluruhan dari 5 variabel, 15 komponen, 28 poin, diantaranya sebanyak 24 poin (86%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar/peraturan. Sebanyak 2 poin (7%) telah terpenuhi tetapi belum sesuai dengan standar/peraturan. Sebanyak 2 poin (7%) tidak terpenuhi.
Teknik CT- Scan Brain Dengan Klinis Vertigo Perifer Di Unit Radiologi Rs X Pekanbaru Nuraini, Lativah; Angella, Shelly
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9469

Abstract

Vertigo merupakan kejadian pusing berputar yang banyak ditemukan di pelayanan kesehatan dan diakibatkan gangguan vestikular. Gejala utama pada vertigo perifer anatra lain; Nyeri atau tersumbat pada telinga, gangguan pendengaran, telinga berdengging pada buram, hilang kesimbangan, mual dan muntah. Jenis penelitian kulaitatif dengan pendekatan wawancara dari radiografer yang bertujuan untuk mengetahui prosedur penatalaksanaan pemeriksaan CT-Scan brain dengan kasus vertigo perifer. Hasil penelitian CT- Scan kepala klinis vertigo perifer Persiapan pasien melepaskan benda logam yang menganggu hasil radiograf. Posisi Pasien supine di atas meja pemeriksaan dengan kepala pasien berada dekat gantry. Parameter yang digunakan ialah vertex sampai basis cranii. Potongan yang dipakai axial, sagital dan coronal. Hasil bacaan diagnostic tidak dilakukakn printing. Namun dilakukan dengan metode digitalisasi yaitu dokter mengirim melalui whatsapp dalam bentuk pdf dokumen dan hasil gambarannya dilihat melalui apikasi ZIP.
ANALISIS STRATEGI PROTEKSI RADIASI PADA TENAGA KERJA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT Adinda Rahma Huda Firdaus; Ana Urifah Alwiyah; Sudarti Sudarti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i1.4300

Abstract

Pada umumnya, setiap lingkungan kerja memiliki risiko yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan para pekerja. Hampir tidak ada lingkungan kerja yang benar-benar bebas dari ancaman tersebut. Salah satunya adalah instalasi radiologi di rumah sakit, di mana terdapat alat-alat yang dapat memancarkan radiasi dan berpotensi membahayakan tubuh petugas radiasi, pasien, dan masyarakat umum. Oleh karena itu, perlindungan radiasi menjadi faktor penting dalam mengendalikan dampak berbahaya tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi strategi proteksi radiasi pada tenaga kerja yang bekerja di instalasi radiologi rumah sakit. Dalam penelitian ini menggunakan metode Artikel Riview, dengan artikel sebanyak 33 artikel penelitian yang relevan dari tahun 2019 hingga tahun 2023 serta artikel yang digunakan tediri dari artikel Nasional dan Internasional. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan agar para pekerja di instalasi radiologi rumah sakit bisa mengurangi dosis radiasi yang dipancarkan oleh alat-alat radiologi di rumah sakit dan mengurangi dampak negatif pada kesehatan para pekerja dalam jangka waktu yang akan datang.
Strategi Pemasaran Modalitas Radiologi MRI dengan Metode Analisis Segmentasi,Target, dan Posisi di RS Harapan Keluarga Mataram Wirawan, Handi
Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of hospitals in Indonesia, as well as the increasing public demand for quality and affordable health facilities, has made competition in the hospital service industry so tight. In order to compete more effectively, hospitals need to implement marketing strategies. This research is a research in the field of hospital marketing management, especially regarding the analysis of segments, targets, market position and product differentiation of services at the general inpatient unit of RSHK Mataram. This study aims to find out empirical evidence about the effect of Segmentation, Targeting, and Positioning Strategies on the marketing strategy of MRI radiology modalities. RSHK is a hospital that has the most complete radiology technology in Lombok and one of them is MRI. however, the system and investment activities carried out have not run optimally in RSHK. This study is based on a condition where each patient requires an MRI examination for certain indications to establish a diagnosis.
Uji Paparan Radiasi Pada Ruangan Panoramik Dengan Menggunakan Surveymeter Di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Tangerang Desty Anggita Tunggadewi; Febria Anita; Fauzi Ahmad
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.34560

Abstract

Pengujian paparan radiasi pada ruang panoramik dengan menggunakan surveymeter di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Tangerang.  Dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi harus diketahui demi keselamatan kerja. Pada penelitian ini juga  dianalisis efektivitas perisai radiasi pada ruang panoramik. Pengukuran dilakukan pada saat ekspose dengan pesawat panoramik menggunakan surveymeter. Pengukuran dosis paparan diambil di titik-titik yang telah ditentukan di dalam maupun diluar ruang panoramik juga dilakukan pengukuran laju dosis (Dx). Pengukuran efektivitas perisai di ambil pada sekeliling dinding ruangan panoramik, pintu masuk dan shielding. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi pada ruang panoramik sisi kiri 0,945 mSv/h, sisi kanan 3,363 mSv/h, sisi depan 0,439 mSv/h, sisi bagian dalam pintu 0,161 mSv/h, depan shielding 0,947 mSv/h,  belakang shielding 0,039 mSv/h. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi di luar ruangan yaitu ruang BMD 0,012 mSv/h, ruang operator 0,02 mSv/h, ruang pendaftaran 0,032 mSv/h dan pintu luar 0,061 mSv/h. Uji paparan pada titik-titik yang telah dilakukan pada pengukuran laju dosis ( dengan jarak 1 meter dari tiap-tiap tembok dengan ketebalan tembok 20 cm mendapatkan hasil tembok I 9,03 x  mSv/h, tembok II 3,21 x mSv/h, tembok III 4,19 x   mSv/h, tembok IV 2,89 x shielding dengan tebal 5 cm : 0,061 mSv/h, pintu dengan tebal 4 cm : 0,029 mSv/h. Efektivitas perisai radiasi terdapat pada Ruang BMD (Bone Mineral Density) 98,73 %, ruang Operator 99,4 %, pendaftaran : 92,71 %, pintu bagian belakang : 90,06 %, atap beton : 99,20 %, belakang shielding :  95,88 %. Dari hasil uji yang telah dilakukan, ruangan panoramik aman untuk pekerja radiasi karena paparan radiasi yang diterima lebih kecil dari nilai batas aman menurut Perka Bapeten no 4 tahun 2013.
Karakteristik Demografi dan Radiologi Pada Pasien Stroke Hemoragik Lumbantobing, Lamhot Asnir; Lopez, Claudia da; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.19715

Abstract

Hemorrhagic stroke is bleeding within the brain that occurs due to the rupture of blood vessels. Early diagnosis and prompt management are crucial to prevent rapid neurological deterioration or dysfunction caused by hemorrhagic stroke. This cross-sectional study aims to understand the clinical and radiological characteristics of patients with hemorrhagic stroke at HP Hospital , selected based on specific criteria using total sampling from medical records during the period from December 2022 to July 2023. The variables used in this study are gender, lesion location, Glasgow Coma Scale (GCS), and basic blood laboratory findings. Data are presented in descriptive form. Out of 22 respondents, the mean age was 58.68 years, and it was predominantly female (54.5%). The most common cases are intraventricular hemorrhagic (31.8%). 31.8% of respondents’ level of consciousness were alert and soporous states, respectively. Hypertension was found to be a concomittant dosesase in 90.9% of the respondents. 11 (50%) respondents passed away after receiving treatment. The respondents' laboratory results showed hypokalemia and leukocytosis, with average values of sodium, chloride, hemoglobin, hematocrit, and platelets within normal limits.

Page 42 of 85 | Total Record : 841