Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

SOCIALIZATION OF GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) DETECTION BY RADIOLOGICAL EXAMINATION: SOSIALISASI DETEKSI PENYAKIT GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) DENGAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI Susanto, Fani; Sapundani, Rum; Basuki, Samudra Prihatin Hendra
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 5 No. 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V5.I2.2023.147-153

Abstract

Latar belakang: Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi ketika asam lambung naik dari perut menuju kerongkongan (refluks asam). Salah satu pemeriksaan radiologi dalam deteksi GERD adalah Oesophagus Maag Duodenum (OMD) yang berguna untuk mendeteksi gangguan di dalam perut akibat GERD dengan bantuan peralatan radiografi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai GERD serta hasil peninjauan medis dari hasil pemeriksaan radiologi OMD mengenai GERD. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan dan ceramah terkait materi (poster) tentang GERD kepada kader ranting muhammadiyah banteran sebanyak orang, kemudian dievaluasi dengan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat penambahan pengetahuan masyarakat terkait GERD dan keberhasilan kegiatan. Hasil: Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 100% orang mengalami peningkatan pengetahuan sesudah diberikan sosialisasi mengenai GERD dan deteksinya dengan pemeriksaan radiologi OMD. Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan ini menyebabkan pengetahuan masyarakat meningkat mengenai GERD dan deteksinya melalui pemeriksaan radiologi OMD.
Penatalaksanaan Teknik Pemeriksaan Fistulografi Dengan Klinis Fistula Perianal Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Hulmansyah, Danil; Mutiara Zanisman, Pratiwi; Purnamasari, Devi
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 5 No 1 (2024): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v5i1.48

Abstract

The fistulography examination is a radiology examination that uses iodine-based contrast to visualize the condition and opening of the fistula duct. The frequent indications for this examination are perianal fistulas, using several examination projections, namely plain film projection, AP axial, AP oblique, prone/lateral, axial Chassard-Lapine method, and Taylor. This examination is carried out using a fluoroscopy machine. The purpose of this study is to determine the management and radiographic results of the fistulography examination technique with perianal fistula clinics. The type of research used is a descriptive qualitative case study approach. The data collection methods are observation, interviews, and documentation. The research was conducted at the Radiology Installation of X Hospital from March - June 2022. The subjects in the study were 2 Radiographers and 2 Radiology Specialist Doctors with the research object being the management of the fistulography examination technique with perianal fistula clinics. The results of this study indicate that the fistulography examination with perianal fistula clinics does not require any special preparation, the patient only needs to remove any metal objects that may interfere with the radiographic results and change into the patient gown provided. The projections used are plain film, AP axial, AP oblique, prone and lateral. The fistulography examination using these projections is able to provide optimal results by showing the contrast media entering through the fistula duct, so there is no need to use other projections.
Analisis Pelaksanaan Kalibrasi Alat Kesehatan Dan Keselamatan Radiasi Di Bagian Radiologi RSU Sembiring Deli Tua Tahun 2023 Aulia, Aulia; Batubara, Saiful
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9730

Abstract

Kalibrasi adalah proses penentuan nilai nominal yang benar dari suatu alat ukur dan/atau proses. Departemen radiologi adalah salah satu layanan medis spesialis yang didanai rumah sakit. Di bidang radiologi ini, sinar-X digunakan untuk tujuan diagnostik. Sinar-X adalah jenis radiasi pengion yang paparannya dapat bermanfaat dan berbahaya. Hal ini dapat dicegah dengan menerapkan aspek manajemen proteksi radiasi. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengetahui penerapan kalibrasi alat proteksi dan keselamatan radiasi di bagian radiologi RSU Sembiring. Jenis penelitian ini 22menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Pengujian akurasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peralatan radiologi medik yang terkalibrasi dan penerapan keselamatan radiasi dalam persyaratan manajemen, persyaratan proteksi radiasi, konstruksi fasilitas dan audit keselamatan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan. Proposal meliputi pembelian peralatan pengukuran, pemasangan peralatan proteksi radiasi, pembersihan ruang uji, persiapan rencana tanggap darurat pengendalian radiasi, serta pelatihan dan pemeliharaan pengawas
Efisiensi Dalam Instalasi Radiologi RS X: Studi Kasus dengan Data Envelopment Analysis Eureka, Agnes Nina; Soewondo, Prastuti; Purbasari, Utami; Hidayati, Ira Rahma; Audita, Fatira Ratri
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 1 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i1.1904

Abstract

Sejak ditemukannya sinar-X pada tahun 1895, pelayanan radiologi terus berkembang dengan munculnya radiografi digital pada tahun 1979. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penggunaan radiologi digital dan PACS untuk meningkatkan aksesibilitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas perawatan pasien di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan data envelope analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi pelayanan radiologi berbasis film dan layanan radiologi berbasis digital yang dilakukan di suatu rumah sakit, serta mengevaluasi kondisi aktual fasilitas radiologi di RS X (radiologi berbasis film) dan hipotetikal (radiologi berbasis digital). Nilai efisiensi digunakan untuk menentukan efisiensi. Studi DEA terhadap layanan radiologi di Rumah Sakit X membandingkan efisiensi radiologi berbasis film (DMU 1) dan radiologi digital (DMU 2). Dengan asumsi output layanan sama, model berbasis digital mengasumsikan perubahan input. Analisis menggunakan model CCR-DEA menunjukkan bahwa radiologi berbasis digital memiliki efisiensi paling tinggi (skor 1,0), sedangkan radiologi berbasis film memiliki nilai efisiensi sebesar 10,1%. Meskipun DMU 1 memiliki peringkat efisiensi yang rendah, analisis menunjukkan adanya potensi perbaikan dan DMU 2 dinilai efisien secara optimal. Berdasarkan penelitian tersebut, DEA dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi  dengan  teknologi tersebut
Faktor Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Alifyah Alza Adawiya Latuconsina; Erlin Syahril; Reeny Purnamasari Juhamran; Shofiyah Latief; Andi Tenri Sanna Arifuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.204

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang semakin banyak dipakai sebagai alat ukur yang dipercaya untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan maka pelayanan radiologi sudah selayaknya memberikan pelayanan yang berkualitas. Mengetahui faktor Kepuasan dan Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, sedangkan variabel dependennya adalah pelayanan di instalasi Radiologi. Dari 60 responden pasien rawat jalan dan rawat inap, 45 responden (77%) menilai sangat puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi, sedangkan 13 responden (22%) menilai puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi dan 2 responden (3%) menilai cukup puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi. Lebih dari 50% responden merasa sangat puas tehadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi rumah sakit ibnu sina. Kepuasan pasien merupakan hasil dari pelayanan yang sesuai harapan
Gambaran Radiologi Pneumonia Viral Causa Covid-19 pada Pasien TB Paru Fitri Alfiah Zahrah; Shofiyah Latief; Andi Rompegading; Febie Irsandy; Erwin Arief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.354

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis sedangkan COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Selama pandemi, gangguan pernapasan diperparah oleh infeksi COVID-19 terutama berlaku untuk pasien dengan tuberkulosis paru yang sangat rentan terhadap infeksi virus. Untuk mengetahui gambaran radiologi pneumonia viral causa covid-19 pada pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain penelitian narrative review yang menggunakan elektronik based yang terakreditasi. Hasil akhir dari pencarian dan penyaringan artikel didapatkan 10 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang membahas mengenai gambaran radiologi pneumonia viral causa covid-19 pada pasien TB Paru. Sebagian besar pasien koinfeksi menunjukkan gejala dengan gambaran klinis dan temuan pencitraan pasien koinfeksi cenderung serupa dengan pasien tanpa TB adapun penemuan pencitraan terbanyak yang ditemukan pada pasien koinfeksi ialah ground glass opacity, kavitas, infiltrate.
Karakteristik dan Gambaran Radiologi pada Pasien Low Back Pain Ayu Lestari; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Mochammad Erwin Rachman; Sultan Buraena; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.458

Abstract

Mobilitas yang salah, penyakit psikologis, dan berbagai masalah muskuloskeletal semuanya dapat menyebabkan low back pain (LBP). Disabilitas adalah penyebab utama LBP dan berdampak pada kesejahteraan dan pekerjaan secara umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiografi berupa radiografi, magnetic resonance tomography (MRI), dan computerized tomography (CT-Scan), harus dilakukan berdasarkan keluhan individu yang mengalami nyeri pinggang. Nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, gangguan kejiwaan, dan gerakan yang tidak tepat. Salah satu penyebab utama LBP adalah kecacatan, yang berdampak pada pekerjaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ada dua bentuk LBP: LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan, dan LBP akut, yang muncul sebagai nyeri yang timbul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu. Upaya-upaya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemeriksaan radiografi dengan menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi, harus dilakukan sebagai respons terhadap keluhan orang yang menderita nyeri pinggang Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, kondisi psikologis, dan mobilitas yang tidak tepat. Disabilitas adalah salah satu penyebab utama LBP, yang memengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Apabila seseorang mengeluhkan rasa tidak nyaman pada pinggang, maka harus dilakukan upaya yang memerlukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan radiografi menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi.
Rancang Bangun Alat Bantu Pemeriksaan Radiologi pada Pemeriksaan Patella Metode Hughston Widya Mufida; Ahmad Faesol
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 10, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v10i2.10182

Abstract

Background: Radiographic examination of the tangential projection of the patella can be done in a prone, supine body position, sitting on an examination table with legs dangling, or standing with a different angle for each method. The Hughston method is carried out with an angle of 55 degrees. Hughston's method of radiographic examination of patients is holding a frozen strap to the leg in order to obtain the desired angle so that if the patient's condition is non-cooperative, attack the radiographer to carry out the examination optimally. The purpose of this study was to make a Patella radiological examination tool using the Hughston method.Methods: This research is an experimental research by making inspection aids first followed by testing on anthropomorphic phantoms and volunteers. The results obtained are then analyzed to get conclusions and suggestions.Results: In the design of the Patella radiographic examination fixation device, the Hughston material method is used as needed and does not interfere with the image such as artifacts in the image. The specifications of the fixation device for patella radiographic examination by the Hughston method are made of acrylic which has properties that can be penetrated by radiation without causing artifacts, the height of the fixation device is 25 cm with a slope angle of 55 degrees, length 26 cm and width 20 cm. The angle of the fixation device is intended so that the supporting position of the patient's leg is extended with an angle of 55 degrees cephalad. The results of the radiograph are expected to evaluate the wear on the patellofemoral joint surface, identify the lateral half of the patella and determine the correlation between the femur and tibia. The prone position of the patient in the Hughston method cannot be used in patients with clinical fractures or patella dislocations.Conclusions: The fixation device that has been made is in accordance with the expected projection on the Hugstons projection patella radiographic examination. Trials using this fixation device use volunteers to make it easier to adjust the patient's actual position without exposure. The reason for not using a phantom is because the position of the phantom pedis is stiff so that it covers the irradiation and causes superposition
Implementasi Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion pada Ruang CT Scan ditinjau berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4 tahun 2020 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit type B di Wilayah Kabupaten Sumedang Leny Anggraeni; Dian Nuramdiani
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 10, No 1: JANUARY 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v10i1.10833

Abstract

Background: Occupational safety and health (OSH) management is the main factor in hospital services, which aims to control and minimize potential dangers due to radiation. One of the evaluations used is the implementation of OSH management requirements based on the Republic of Indonesia Ministry of Health Regulation No. 1014 of 2008 and Bapeten regulation no. 4 of 2020. The aim of this research was to determine the extent of implementation of OSH management in terms of completeness of management requirements, radiation protection, room design and personal protective equipment (PPE) implemented in Radiology Department in hospital type B, Sumedang Regency.Methods: This research was a descriptive qualitative by conducting direct observations, interviews and documentation.Results: The results of the research on the design of the room without ventilation outside the CT Scan room, this aims to minimize the dose of scattered radiation that comes out, decentralization and good air circulation, has warning signs and directions for radiation danger areas, the radiation protection equipment is quite complete. Implementation of radiation management has been carried out, but not completely, there is no health monitoring at the end of the work period and upon termination of work. Radiation safety verification has been carried out periodically, quality control is only carried out externally, so it does not meet standards, internal quality control cannot be carried out because there is no survey meter.Conclusions: This research was conducted in Radiology Department room in August 2023, the results showed that in the CT Scan room there was no air ventilation, there was radiation dose monitoring for staff, overall, Radiology Installation hospital type B in Sumedang Regency area had implemented occupational safety and health.
Analisis Perbedaan Sekuen 3D DIR pada MRI Brain Kasus Epilepsi (Studi Komparasi 3D T2 FLAIR SPACE) di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Evhal Yulianus; I Made Lana Prasetya; Triningsih Triningsih
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 10, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v10i2.11568

Abstract

Background: Double Inversion Recovery (DIR) is a newer sequence compared to the T2 FLAIR sequence in MRI Brain examinations used for epilepsy cases. Further research is needed to determine the optimal sequence for MRI Brain in epilepsy cases.Methods: This research is a quantitative study with an experimental approach. This study uses DIR and T2 SPACE sekuen to assess image quality in terms of Contrast to Noise Ratio (CNR). The data will be analyzed using SPSS.Results: The normality test shows a p-value 0.05, indicating that the data is not normally distributed. In the Wilcoxon test, the negative rank indicates a decrease in image quality (CNR) from the DIR sequence to T2 FLAIR SPACE. The test statistics show a p-value 0.05, indicating a significant difference in image quality (CNR) between the DIR and T2 FLAIR SPACE sekuen.Conclusions: The Contrast to Noise Ratio (CNR) image quality in Double Inversion Recovery (DIR) is higher compared to T2 FLAIR SPACE, thus making the DIR sequence more optimal in assessing image quality (CNR) compared to the T2 FLAIR SPACE sequence.

Page 43 of 85 | Total Record : 841