Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

MENGENAL MAKANAN KHAS MANDAILING: SEBUAH PENGANTAR BUDAYA UNTUK PEMBELAJAR BIPA Anisah Situmorang; Khairana Zira; Muhammad El Fahrizi Noor; Natalia Debriyanti Siringoringo; Natasya Banawati; Olly Risfa Sitohang; Romauli Angelika Silitonga; Tri Indah Prasasti
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3637

Abstract

Makanan khas merupakan cerminan kekayaan dan keragaman budaya sebuah bangsa. Tulisan ini menjadi pengantar budaya bagi pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan mendeskripsikan makanan khas suku Mandailing dari Sumatera Utara. Menggunakan metode deskriptif, beberapa hidangan ikonik Mandailing dipaparkan secara mendalam, meliputi bahan-bahan, cara pengolahan, cita rasa, serta filosofi dan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Pengenalan makanan tradisional ini diharapkan dapat memperluas wawasan pembelajar BIPA tentang kuliner Indonesia sekaligus meningkatkan apresiasi mereka terhadap kearifan lokal yang terjalin erat dengan tradisi memasak suatu daerah. Dengan demikian, pembelajaran BIPA tidak hanya bertumpu pada tata bahasa dan kosakata, tetapi juga konteks sosial-budaya penggunaan bahasa tersebut demi penguasaan yang lebih komprehensif.
Analisis Teks Visual pada Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Sahabatku Indonesia Tingkat Mahir Primasari, Theya Wulan; Ningsih, Harni Kartika
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4813

Abstract

Teks visual dalam buku pegangan bahasa Indonesia harusnya dapat mendukung pemahaman dalam materi yang akan diajarkan, bukan membuat tambah bingung karena keterbatasan pemahaman mereka dalam mengartikan teks visual tersebut. Teks visual dapat menciptakan suatu makna dalam pembelajaran bahasa. Penelitian tentang makna teks visual dalam bahan ajar BIPA sendiri belum banyak ditemukan. Tulisan ini bertujuan untuk meneliti makna representasi dari teks visual serta hubungan yang dibangun antara teks visual dengan teks membaca di bahan ajar BIPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diteliti yaitu buku Sahabatku Indonesia untuk Pelajar BIPA 7 (SIUPB7) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan tahun 2019. Berdasarkan hasil analisis data dapat dinyatakan bahwa pemilihan dan penempatan teks visual di buku SIUPB7 sudah sesuai dengan topik teks membaca, makna representasi di buku SIUPB7 terdiri dari gambar foto dari kehidupan nyata yang lebih dominan direpresentasikan oleh citra naratif yang dinamis daripada bersifat konseptual atau statis. Selain itu, pemilihan teks visual juga sudah sesuai dengan tema bacaan dan mampu mengilustrasikan hal spesifik sehingga membuat teks membaca berpotensi menjadi lebih bermakna bagi pemelajar atau pembaca, sehingga dapat disimpulkan buku SIUPB7 dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan pemelajaran BIPA.
UTILIZATION OF TRADITIONAL GAMES AS TEACHING MATERIAL IN BIPA LEARNING Aulia, Syafrida Reza; Aini, Alifia Nur; Hasanah, Dian Uswatun
Mahakarya: Jurnal Mahasiswa Ilmu Budaya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/msjcs.v5i1.9362

Abstract

Congklak is a local culture that can be utilized as BIPA teaching material. There needs to be research on BIPA teaching materials regarding the game of congklak with local wisdom content that can be integrated with religious moderation. Therefore, researchers are interested in conducting research related to the traditional game of congklak which is associated with the principles of religious moderation in BIPA learning conducted at UIN Raden Mas Said Surakarta.  This research aims to examine the utilization of traditional games based on local wisdom and religious moderation as teaching materials. This research method uses a qualitative descriptive method. The data in this study are local wisdom-based materials using the traditional game of congklak with data sources in the form of documents and several references relevant to the research. The results showed that the conventional congklak game could be used as a fun and effective teaching material for BIPA learning because, in addition to being used as an introduction to Indonesian culture. It also contains at least seven values of religious moderation in the form of tawasuth, tawazun, I'tidal, tasamuh, musawah, syura, and ishlahKeywords: local wisdom, religious moderation, BIPA, teaching materials
Nilai Karakter Indonesia dalam Buku Ajar BIPA Bahasa Indonesia 5 Bagi Penutur Asing Wulan, Nawang; Susanto, Gatut
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2: November 2023
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.18.2.85-99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam buku ajar BIPA. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa, kalimat, gambar, foto, dan ilustrasi sesuai indikator nilai karakter Indonesia. Fokus penelitian ini yaitu mendeskripsikan beragam nilai karakter Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah Buku Ajar BIPA Bahasa Indonesia 5 Bagi Penutur Asing. Data dikumpulkan dengan membaca keseluruhan isi buku, membuat catatan, mengklasifikasikan data, dan memberi deskripsi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan data, dan membuat simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan buku ajar BIPA memuat 14 nilai karakter, yaitu 1) religius, 2) toleransi, 3) disiplin, 4) kerja keras, 5) kreatif, 6) mandiri, 7) demokratis, 8) rasa ingin tahu, 9) semangat kebangsaan, 10) cinta tanah air, 11) menghargai prestasi, 12) peduli sosial, 13) bersahabat/komunikatif, dan 14) tanggung jawab. Buku Ajar BIPA Bahasa Indonesia 5 Bagi Penutur Asing memuat ragam nilai karakter Indonesia yang tersaji melalui kata, frasa, kalimat, gambar, foto, dan ilustrasi.
KONTRIBUSI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA INDONESIA–TIONGKOK DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI PEMELAJAR TIONGKOK Kusmiatun, Ari
Widyaparwa Vol 52, No 1 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i1.1369

Abstract

In today’s era, the interest in learning the Indonesian language as a foreign language is increasing, especially among learners from China. This increase can be attributed to the economic, cultural, and tourism relations between Indonesia and China, which have driven the demand for Indonesian language proficiency. In this context, it is important for learners to have cross-cultural understanding to avoid cultural conflicts. Drawing on intercultural theory and second language learning, this study aimed to: (1) identify the similarities and differences between Indonesian and Chinese cultures, (2) describe the contributions of both Indonesian and Chinese cultures in BIPA learning for Chinese learners. This study employed a qualitative descriptive approach. Data of this study were words, phrases, or sentences related to Chinese cultural content. Data sources were obtained from five respondents from China who are continuing their studies at Yogyakarta State University. Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews. Data analysis used thematic analysis. The results indicate that the cultural differences and similarities between Indonesia and China can contribute to multicultural teaching materials, cross-cultural classroom management, and cross-cultural teaching strategies in BIPA learning.Di era ini, minat untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing semakin meningkat, terutama pemelajar dari Tiongkok. Peningkatan tersebut dapat dikaitkan dengan hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok yang telah mendorong permintaan akan kemampuan berbahasa Indonesia. Dalam konteks ini, penting bagi pemelajar untuk memiliki pemahaman lintas budaya guna menghindari konflik budaya. Dengan menggunakan teori intercultural dan pembelajaran bahasa kedua, penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan persamaan dan perbedaan budaya Indonesia dengan Tiongkok; (2) mendeskripsikan kontribusi kedua budaya Indonesia dengan Tiongkok sebagai Pembelajaran BIPA bagi pemelajar Tiongkok. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat terkait muatan budaya Tiongkok. Sumber data diperoleh dari lima responden dari Tiongkok yang sedang melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan dan persamaan budaya Indonesia dan Tiongkok dapat memberikan kontribusi meliputi bahan ajar multikultural, pengelolaan pembelajaran kelas lintas budaya, dan strategi pengajaran lintas budaya dalam pembelajaran BIPA.
Kesalahan Berbahasa dalam Pembelajaran BIPA di Philippine Normal University South Luzon Nisa, Shinta Tazkiyatun; Budiawan, R Yusuf Sidiq; Arifin, Zainal
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.900

Abstract

Seiring dalam pengembangannya, pembelajaran BIPA sudah dikenal di beberapa belahan dunia seperti Filipina, salah satunya di Philippine Normal University South Luzon. Dalam kegiatan pembelajaran BIPA di lembaga tersebut, para pemelajar seringkali mengalami kesalahan berbahasa. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran BIPA di Philippine Normal University South Luzon. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dan teknik simak catat. Dari data-data yang sudah didapatkan, kemudian dianalisis menggunakan metode agih yang alat penentunya yaitu berasal dari unsur bahasa itu sendiri dengan menggunakan metodologi hasil analisis data dengan enam langkah metodologi analisis kesalahan yaitu berupa pengumpulan data, identifikasi kesalahan, pengelompokan kesalahan, frekuensi tipe kesalahan, identifikasi lingkup tipe kesalahan, dan usaha perbaikan. Selain itu, data dalam penelitian ini juga dianalisis menggunakan metode padan yang alat penentunya bukan bagian dari bahasa. Dari kedua teknik analisis data tersebut selanjutnya akan disajikan dengan memberikan penjelasan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa dalam pembelajaran BIPA di Philippine Normal University South Luzon ditemukan dua puluh data kesalahan pada tataran fonologi, tiga data kesalahan pada tataran morfologi, empat data kesalahan pada tataran sintaksis, sembilan data kesalahan pada tataran semantik, dan sepuluh data kesalahan pada ejaan. Oleh karena itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran bagi pengajar BIPA untuk dapat menciptakan pembelajaran yang tepat serta mudah dipahami oleh para pemelajar sehingga dapat meminimalisir kesalahan berbahasa.
Kesalahan Berbahasa di Kelas Berbicara BIPA 3 KBRI Moskow 2023 Ristyandani, Rizky; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Kurniawan, Latif Anshori
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa di kelas berbicara BIPA tiga KBRI Moskow dua ribu dua puluh tiga, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan sumber data berupa video rekaman. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode agih dengan metodologi analisis kesalahan berbahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi sebanyak tiga puluh enam data, morfologi sebanyak delapan data, sintaksis sebanyak empat belas data dan semantik sebanyak sebelas data. Adanya kesalahan berbahasa yang terjadi karena pengaruh dari bahasa pertama. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu pemelajar dalam usaha perbaikan dan menentukan pijakan materi agar kesalahan tersebut tidak terjadi secara berulang
Penerapan Media Angklung dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara bagi Pemelajar BIPA A1 Nugraha, Ivan Rifqi; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1332

Abstract

Optimalisasi pelaksanaan pembelajaran BIPA telah dilakukan sejak tahun dua ribu enam belas melalui berbagai cara, antara lain pengenalan permainan tradisional Indonesia, pemutaran film Indonesia, pengajaran tari daerah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tidak hanya kemahiran berbahasa Indonesia tetapi juga pemahaman dan apresiasi terhadap budaya Indonesia. Tujuan penelitian ini guna memberikan pendeskripsian media angklung dalam pembelajaran keterampilan berbicara bagi pemelajar BIPA A1. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini yakni pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang dipakai pada mengumpulkan data yakni teknik simak dan teknik catat. Teknik simak yakni sebuah teknik yang dilaksanakan dengan melakukan penyimakan pemakaian metode pembelajaran, yaitu pembelajaran dengan metode handsign melalui permainan musik angklung. Adapaun teknik catat dilakukan dengan cara mencatat bentuk simbol-simbol yang diajarkan oleh pengajar dengan metode handsign pada permainan musik angklung yang akan digunakan oleh peneliti dalam melihat keterampilan berbicara pada pemelajar BIPA A1. Kemudian analisis data kualitatif dilakukan berdasarkan analisis data yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menampilkan yakni metode hand sign yang berbasis visual pada pembelajaran BIPA yakni satu diantara metode pembelajaran BIPA dengan menggunakan pendekatan integratif. Pendekatan integratif bisa jadi alternatif yang tepat dalam pembelajaran BIPA. Dengan metode hand sign yang berbasis simbol dalam pembelajaran angklung, diharapkan pemelajar BIPA khususnya pada tingkat pemula dapat mendeskripsikan simbol-simbol dalam permainan angklung terlebih dahulu yang kemudian nantinya para pemelajar BIPA dapat berargumentasi menggunaan bahasa Indonesia yang baik serta benar secara perlahan.
Unsur Budaya dalam Buku BIPA Sahabatku Indonesia untuk Penutur Bahasa Inggris Wibowo, Muhammad Fuad Eko; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1577

Abstract

Dalam mempelajari BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), aspek budaya Indonesia menjadi hal yang penting untuk diintegrasikan. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di kancah global. Kemendikbud telah menerbitkan buku untuk memfasilitasi pembelajaran BIPA. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap komponen budaya yang terkandung dalam buku tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif sebagai metode penelitiannya. Data penelitian dikumpulkan melalui pemanfaatan metode dokumentasi serta pendekatan menyimak dan mencatat. Data yang terkumpul dikaji menggunakan pendekatan agih, yang memanfaatkan bahasa itu sendiri sebagai alat penentu melalui teori kombinasi. Metodologi penyajian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemberian penjelasan terperinci yang dilengkapi dengan penggunaan tabel dan ilustrasi. Temuan menunjukkan bahwa buku ini berisi total 10 unit berbeda yang mencakup empat keterampilan berbahasa. Dari total 10 unit, terdapat delapan unit yang secara khusus membahas atau mencakup tema budaya. Unit-unit ini diberi nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 10. Unit 5 dan 9 tidak menyertakan komponen budaya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pemahaman komponen budaya dalam konteks BIPA. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pembelajar BIPA dalam memilih buku ajar yang tepat.
Technology Integration in BIPA Learning for Beginner Thai Students Inthase, Wichayanee; Suyitno, Imam; Susanto, Gatut
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i2.11054

Abstract

Learning Indonesian is very important for Thais who are interested in learning the language to meet the needs of the learners. In addition, the barriers to entry are very limited, resulting in the inability to attend face-to-face classes. Therefore, today's technology is very important in helping teachers and students study anywhere, anytime. This research aims to describe and illustrate the process of learning Indonesian for Thai speakers in Indonesia. The main focus is BIPA, which integrates with technology for Thai speakers. This research is motivated by Indonesia's increasingly high economic growth, which has caused the interest of multinational companies from Thailand to do business in Indonesia. In line with this, the interest and enthusiasm of Thai speakers in learning Indonesian is increasing. The method used in this research was qualitative with the Miles & Huberman interactive model data analysis technique. The data in this research were collected from observations of Indonesian language teaching activities from a sample group of students four Thai speakers who were not able to speak Indonesian yet, to be able to communicate with Indonesian people daily. The research results showed that learning was carried out by utilizing technology in the form of digital applications used in beginner-level BIPA learning, such as Zoom Meeting, Google Meet, Canva, and GoodNote. It was discovered that integrating technology during learning activities can help in teaching, making it more comfortable and allowing to learn anywhere, at any time, and make learning effective. The obstacles in learning include the availability of signals to access learning media.

Page 73 of 118 | Total Record : 1176