Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERGESERAN NILAI NASIONALISME DALAM NOVEL NAGABONAR JADI 2 KARYA AKMAL NASERY BASRAL Ulfiyani, Siti
SASINDO Vol 1, No 2/september (2013): sasindo
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research entitled “The Shifting of Nationalism Value in Novel Nagabonar Jadi 2 by Akmal Nasery Basral”. The problem of this research is How does the shifting of nationalism in Novel Nagabonar Jadi 2 bu Akmal Nasery Basral? The aim of this research is to describe the shifting of nationalism in Novel Nagabonar Jadi 2 bu Akmal Nasery Basral. The methods  used  to analyze the problem is qualitative descriptive analysis. The source of the research data comes from Novel Nagabonar Jadi 2 by Akmal Nasery Basral and some books which relevan with the research object. The shifting of nasionalism value that analyzed divided into two explanations, they are nationalism on the narrow meaning and nationalism on the broad meaning. Nationalism on the narrow meaning in the novel can be seen from the way Nagabonar, as the main character, looking the relation between Indonesia and another nation in the world, especially Japan and Ducth. Nagabonar  also has a skeptical attitude toward Indonesian people that reputed as the figure regardless  patriot  defending nation. Based on the first analysis, Nagabonar argued Indonesia is not supposed to cooperate with the ex-colonizer that has made them suffered. That Nagabonar act showed the sceptical of nationalism in his soul. After experiencing some incidents, Nagabonar has changed his mind. He starts to open his mind  and  relized that Indonesia has been independent and is developing which need help from other contries to realize. Key words:Kata kunci :pergeseran, nilai, nasionalisme
PEMAKSIMALAN KETERAMPILAN MEMBAWAKAN ACARA MAHASISWA MELALUI PEMANFAATAN YOUTUBE Ulfiyani, Siti
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2020): May 2020
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.521 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v2i2.69

Abstract

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah keterampilan menjadi pewara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan youtube sebagai alternatif pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan observasi. Instrumen yang digunakan berupa kartu data dan pedoman observasi yang sudah divalidasi oleh pakar. Penelitian dilakukan pada tahun 2019 dengan informan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas PGRI Semarang yang mengambil Mata Kuliah Berbicara. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan tahapan: klasifikasi, analisis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa youtube dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, media pembelajaran, dan sarana mendisplai produk pembelajaran. Dengan bentuk pemanfaatan yang tepat, youtube dapat meminimalisasi berbagai kendala, di antaranya keterbatasan waktu untuk praktik, keterbatasan kemampuan berbahasa lisan mahasiswa, dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa.
Penerapan Media Angklung dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara bagi Pemelajar BIPA A1 Nugraha, Ivan Rifqi; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1332

Abstract

Optimalisasi pelaksanaan pembelajaran BIPA telah dilakukan sejak tahun dua ribu enam belas melalui berbagai cara, antara lain pengenalan permainan tradisional Indonesia, pemutaran film Indonesia, pengajaran tari daerah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tidak hanya kemahiran berbahasa Indonesia tetapi juga pemahaman dan apresiasi terhadap budaya Indonesia. Tujuan penelitian ini guna memberikan pendeskripsian media angklung dalam pembelajaran keterampilan berbicara bagi pemelajar BIPA A1. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini yakni pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang dipakai pada mengumpulkan data yakni teknik simak dan teknik catat. Teknik simak yakni sebuah teknik yang dilaksanakan dengan melakukan penyimakan pemakaian metode pembelajaran, yaitu pembelajaran dengan metode handsign melalui permainan musik angklung. Adapaun teknik catat dilakukan dengan cara mencatat bentuk simbol-simbol yang diajarkan oleh pengajar dengan metode handsign pada permainan musik angklung yang akan digunakan oleh peneliti dalam melihat keterampilan berbicara pada pemelajar BIPA A1. Kemudian analisis data kualitatif dilakukan berdasarkan analisis data yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menampilkan yakni metode hand sign yang berbasis visual pada pembelajaran BIPA yakni satu diantara metode pembelajaran BIPA dengan menggunakan pendekatan integratif. Pendekatan integratif bisa jadi alternatif yang tepat dalam pembelajaran BIPA. Dengan metode hand sign yang berbasis simbol dalam pembelajaran angklung, diharapkan pemelajar BIPA khususnya pada tingkat pemula dapat mendeskripsikan simbol-simbol dalam permainan angklung terlebih dahulu yang kemudian nantinya para pemelajar BIPA dapat berargumentasi menggunaan bahasa Indonesia yang baik serta benar secara perlahan.
Unsur Budaya dalam Buku BIPA Sahabatku Indonesia untuk Penutur Bahasa Inggris Wibowo, Muhammad Fuad Eko; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1577

Abstract

Dalam mempelajari BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), aspek budaya Indonesia menjadi hal yang penting untuk diintegrasikan. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di kancah global. Kemendikbud telah menerbitkan buku untuk memfasilitasi pembelajaran BIPA. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap komponen budaya yang terkandung dalam buku tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif sebagai metode penelitiannya. Data penelitian dikumpulkan melalui pemanfaatan metode dokumentasi serta pendekatan menyimak dan mencatat. Data yang terkumpul dikaji menggunakan pendekatan agih, yang memanfaatkan bahasa itu sendiri sebagai alat penentu melalui teori kombinasi. Metodologi penyajian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemberian penjelasan terperinci yang dilengkapi dengan penggunaan tabel dan ilustrasi. Temuan menunjukkan bahwa buku ini berisi total 10 unit berbeda yang mencakup empat keterampilan berbahasa. Dari total 10 unit, terdapat delapan unit yang secara khusus membahas atau mencakup tema budaya. Unit-unit ini diberi nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 10. Unit 5 dan 9 tidak menyertakan komponen budaya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pemahaman komponen budaya dalam konteks BIPA. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pembelajar BIPA dalam memilih buku ajar yang tepat.
Penguatan Generasi Cerdas Bermedia Sosial melalui Penguasaan Keterampilan Memirsa Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.117

Abstract

Latar Belakang: Adiksi terhadap media sosial memunculkan berbagai dampak salah satunya ketidakwaspadaan pada informasi yang diperoleh. Hal itu disebabkan tidak semua informasi yang dibagikan berasal dari sumber yang kredibel. Tujuan: Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mengedukasi generasi muda di SMK PGRI 03 Salatiga untuk cerdas dalam bermedia sosial melalui penguasaan keterampilan memirsa. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan empat metode mencakup studi kasus, tanya jawab interaktif, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Hasil: Hasil pelaksanaan menunjukan bahwa peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan memirsa dalam aktivitas bermedia sosial. Melalui penguasaan keterampilan memirsa peserta mampu mengenali informasi yang diperoleh melalui media sosial. Hasil lain yang diperoleh ialah peserta lebih bijak dalam merespons informasi. Hal itu tampak pada respons atas postingan, peserta memberikan komentar dengan bahasa yang baik dan santun. Kesimpulan: Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah Melalui penguasaan keterampilan memirsa peserta mampu mengenali informasi yang diperoleh melalui media sosial.
Edukasi Etika Berbahasa di Media Sosial Bagi Peserta Didik di SMA Teuku Umar Semarang: Membentuk Generasi Digital Native Positif Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Sunarya, Sunarya
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.147

Abstract

Latar Belakang: Edukasi tentang etika berbahasa di media sosial bukan hanya penting, tetapi juga mendesak untuk diberikan kepada generasi muda. Hal tersebut disebabkan mayoritas generasi muda merupakan pengguna aktif media sosial. Tujuan: Membentuk generasi muda sebagai generasi digital dapat mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang penggunaan bahasa di media sosial dengan baik, juga memaksimalkan potensi positif dari media sosial. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan strategi kronologis mencakup studi kasus, latihan terbimbing, latihan mandiri, dan pemberian materi yang relevan. Hasil: Berdasarkan kegiatan latihan mandiri, peserta sudah menerapkan etika berbahasa khususnya dalam konteks mengirimkan pesan melalui platform Whatsapp. Sebesar 100% peserta sudah mengirimkan pesan dengan bahasa yang sesuai dengan konteks. Yang artinya peserta telah menunjukan secara konkret penggunaan bahasa yang baik.  Kesimpulan: Pelatihan implementasi etika berbahasa dalam konteks komunikasi media sosial perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Perilaku Bahasa Berdasarkan Gender: Studi Kasus di SMK PGRI 3 Salatiga Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti; Indrariani, Eva Ardiana
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1299

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku bahasa antara laki-laki dan perempuan atas kiriman di media sosial Instagram. Data diperoleh dari hasil studi kasus di SMK 3 Salatiga dengan teknik survei pada sampel yang ditentukan secara purposif. Berdasarkan hasil yang diperoleh adalah bahwa laki-laki dan perempuan menunjukkan perilaku bahasa yang berbeda. Pada survei berupa angket yang dilakukan, kecenderungan pemberi komentar pada kiriman adalah responden perempuan. Adapun responden laki-laki cenderung tidak terlalu memperdulikan isi kiriman yang ada sehingga memilih tidak berkomentar.
Language Phenomena in Pro-Palestinian Posts on Social Media Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti
Allure Journal Vol 5, No 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/allure.v5i1.20739

Abstract

This research aims to describe a number of language phenomena that appear in posts on social media related to the pro-Palestinian movement. This research is a qualitative descriptive study. The data sources for this research are the social media platforms Instagram, X, and Telegram. The data in this research consists of linguistic elements in pro-Palestinian posts on the social media platforms Instagram, X, and Telegram. The data obtained are analysed using the matching method. The results of the data analysis are presented informally.  Data was collected using listening and note-taking techniques with data sources in the form of social media, especially Instagram, X, and Telegram. The result obtained include that pro-Palestinian movements or action produce a number of language phenomena, including the emergence of registers, slang, and dysphemism in posts on social media. The results illustrate the emergence of a linguistic phenomenon arising from a social phenomenon currently occurring in society. As part of the social element, language once again demonstrates the distinctiveness of certain groups based on the linguistic codes that have developed. Furthermore, the emerging language phenomenon does not merely appear as a form of vocabulary or language codes. Indirectly, these language codes manifest as a form of support and even resistance echoed by the public against the injustice currently happening to the Palestinian people.
LEXICAL FEATURES IN THE TEXT OF PRABOWO SUBIANTO'S PRESIDENTIAL INAUGURATION SPEECH IN 2024 Mustafa, Zaky Faishal; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Ulfiyani, Siti
JURNAL KONFIKS Vol 12, No 1 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v12i1.18852

Abstract

Political speeches play a strategic role in conveying ideological messages and constructing meaning that influences public opinion. In the Indonesian political context, the presidential inauguration speech is a crucial moment that not only reflects the leadership vision but also serves as a means to construct a national narrative, strengthen leadership legitimacy, and symbolically convey the government's agenda. This study aims to describe the use of lexical features in President Prabowo Subianto's 2024 inauguration speech. This study uses a qualitative descriptive approach with distributional analysis techniques to identify and examine the lexical elements that shape meaning and ideology in the speech text. The focus of the study includes classification patterns, ideological vocabulary, lexicalization, meaning relations, euphemistic expressions, and the use of metaphors. The results of the study indicate that the speech represents a strong ideological construction, marked by the dominance of national narratives, calls for unity, and the affirmation of the people's role as the main axis of power. The choice of diction in the speech reflects a political communication strategy that is not only persuasive, but also ideological, thus playing a significant role in shaping public perception of national leadership figures. These findings confirm that lexical features in political speeches function more than just rhetorical tools for President Prabowo Subianto, but also serve as effective ideological instruments in directing discourse and shaping public opinion. This research demonstrates that the language of inaugural speeches needs to be understood not only from a surface semantic perspective but also from an ideological perspective, as it reflects specific interests and plays a crucial role in hegemonic processes. This research contributes to critical discourse studies in the Indonesian political context, particularly in understanding how power is mediated through language. These findings are expected to serve as a reference for further research on linguistic strategies in political communication.
Pelatihan Keterampilan Presentasi pada Era Teknologi Mualafina, Rawinda Fitrotul; Mukhlis, Mukhlis; Ulfiyani, Siti; Sunarya, Sunarya; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.213

Abstract

Latar Belakang: Di lingkungan sekolah, kemampuan presentasi masih sering dipandang sebagai keterampilan tambahan yang kurang mendapat perhatian. Idealnya, setelah memaparkan ide, peserta didik seharusnya menerima umpan balik tidak hanya mengenai isi, yang selama ini menjadi tolok ukur utama kualitas presentasi, tetapi juga tentang cara penyampaiannya. Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan presentasi peserta didik secara menyeluruh melalui pelatihan yang mengintegrasikan kemampuan berbicara di depan umum, penggunaan teknologi digital, dan media interaktif  yang menarik dan adaptif. Metode: Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini, yaitu: diskusi berbasis kasus, tanya jawab interaktif, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Hasil: Peserta menguasai teknik presentasi yang menarik dan interaktif dengan indikator rerata skor 86 yang difokuskan pada lima aspek penilaian yaitu penggunaan bahasa, kejelasan penyampaian, komunikatif, kesesuaian materi, dan ketepatan waktu. Kesimpulan: Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang bersifat teoritis, tetapi juga kemampuan praktis dalam berpresentasi.