Filter By Year

1945 2024


Found 840 documents
Search RADIOLOGI

Uji Kebocoran Ruang Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada: Leakage Test of Conventional Rooms in the Radiology Department og Magusada Regional Hospital Oktaviari, Ni Komang Ayu; Adi, Langkir Sapto
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat nilai paparan radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada dan untuk mengetahui nilai penyimpangan kebocoran radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada dalam Nilai Batas Dosis (NBD) seperti yang ditetapkan pada Perba No. 4 tahun 2020 tentang Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan Pesawat Sinar-x Radiologi Diangnostik dan Intervensional pasal 37. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data untuk melengkapi penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan pada tanggal 12 Juli 2024. Pengambilan data ini dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan pengukuran. Hasil pengukuran di daerah pengendalian yaitu pada area A dan E serta pada daerah supervisi pada area B dan C dinyatakan aman karena hasil paparan radiasi yang diperoleh kurang dari Nilai Batas Dosis (NBD) pada Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perba) No. 4 Tahun 2020 yaitu bagi pekerja radiasi sebesar 5 µSv/jam dan bagi anggota masyarakat sebesar 0.25 µSv/jam. Sedangkan pada daerah supervisi pada area D dinyatakan tidak aman karena terdapat paparan radiasi yang berlebih yaitu senilai 145,1 µSv/jam melebihi batas standar NBD.
Analisis Perbandingan Algorithma Pemeriksaan MSCT Kepala dengan Klinis SOL Serebri di Instalasi Radiologi RSUD Tabanan: Comparative Analysis of the Head MSCT Examination Algorithma with Cerebral SOL Clinical in the Radiology Installation of Tabanan Regional Hospital Hadriyani, Ni Luh Putu Siska; Juliantara, I Putu Eka; Serima, I Nyoman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7934

Abstract

SOL adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan lesi yang mengisi ruang tengkorak. Diperlukan diagnosa yang tepat agar SOL dapat segera ditangani. Salah satu modalitas radiologi yang dapat digunakan adalah MSCT. Agar gambaran MSCT yang dihasilkan berkualitas maka diperlukan parameter pemeriksaan yang sesuai. Salah satunya adalah algorithma. Berdasarkan manual book yang diterbitkan oleh vendor MSCT 128 slice untuk pemeriksaan kepala pada SOL, digunakan algorithma J30s, J40s dan J45s. Namun di instalasi Radiologi RSUD Tabanan selalu menggunakan algorithma J30s. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengkaji lebih lanjut mengenai algoritma mana yang terbaik untuk memvisualisasikan citra anatomi pemeriksaan MSCT kepala pada kasus SOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimen dan desain crossectional retrospectif. Penelitian ini dilakukan dengan merekonstruksi raw data dengan algorithma J30s, J40s dan J45s pada 15 sampel. Kemudian dilanjtkan dengan pengukuran nilai CNR pada patologi, sulcus gyrus dan cerebrosfinal fluid. Nilai CNR yang diperoleh kemudian dituangkan kedalam Microsoft Excel untuk dilakukan analisa menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil uji SPSS, pada seluruh area pengujian diperoleh nilai Sig>0,05, yang berarti bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Meskipun demikian, untuk menampilkan gambaran SOL yang terbaik dapat dilakukan dengan memilih algorithma J40s yang dapat menghasilkan gambaran dengan resolusi spasial yang lebih tajam jika dibandingkan dengan J30s namun dengan noise yang lebih rendah jika dibandingkan dengan J45s.
Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: Procedure for Orbital CT Scan with Contrast in Proptosis Cases at the Radiology Installation of the Provincial Hospital of West Nusa Tenggara Pradana, I Nengah Wirajaya; Astina, Kadek Yuda; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8045

Abstract

Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.
Pengujian Quality Control pada Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slicedi Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya: Quality Control Testing of the Canon Aquilion Lightning 16 Slice CT Scanner at the Radiology Department of RSUD Panglima Sebaya Satria, Roni; Prasetya, I Made Lana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8130

Abstract

Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya memerlukan program manajemen mutu yang berkelanjutan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan radiodiagnostik. Pesawat ini diperiksa secara berkala menggunakan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 2 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kendali mutu pada pesawat CT Scan tersebut dengan mengukur kesesuaian parameter pengujian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei, yang melibatkan pengukuran parameter CT Number, keseragaman CT Number, akurasi CT Number, dan pengujian artefak selama 30 hari pengujian quality control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CT Number pada arah jam 3 (-0,23), jam 6 (0,90), jam 9 (0,42), jam 12 (0,25), dan pusat (1,48) berada dalam rentang standar -2 hingga 2 HU. Nilai deviasi rata-rata terhadap CT Number pusat pada arah jam 3 (0,47), jam 6 (0,44), jam 9 (0,44), dan jam 12 (0,55) juga sesuai dengan standar toleransi. Keseragaman CT Number pada arah jam 3 (1,71), jam 6 (0,61), jam 9 (1,14), dan jam 12 (1,25) menunjukkan hasil baik. Pengujian akurasi CT Number menunjukkan nilai tertinggi pada irisan 5 (1,82 HU) dan nilai terendah pada irisan 1 (1,59 HU), yang keduanya berada dalam batas toleransi -4 hingga 4 HU. Tidak ditemukan artefak pada gambar irisan water phantom, dan semua fungsi serta tombol pada pesawat CT Scan berfungsi dengan baik berdasarkan hasil pemeriksaan checklist. Kesimpulannya, pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya beroperasi dalam batas normal sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga dapat digunakan dengan aman untuk layanan radiodiagnostik.
Teknik Pemeriksaan CT Angiography Run Off pada Kasus Diabet Foot dengan Teknik Monofase Injeksi di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: CT Angiography Run Off Examination Tehnique for Diabetic Cases Using Monophasic Injection at the Radiology Department of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province Saliswati, Isnaini; Astina, Kadek Yuda; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8136

Abstract

Diabetic foot adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang dapat menyebabkan oklusi vaskular dan memerlukan pencitraan yang tepat untuk manajemen yang efektif. CT Angiography Run Off (CTA Run Off) merupakan teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk menilai kondisi vaskular pada pasien dengan diabetic foot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik injeksi monofase pada pemeriksaan CTA Run Off di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan fokus pada efisiensi prosedur dan akurasi diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2024 melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga radiografer, tiga dokter radiologi, dan satu dokter pengirim pasien. Teknik injeksi monofase diterapkan pada pemeriksaan CTA Run Off menggunakan MSCT Philips 128 slice dengan parameter yang telah distandardisasi, termasuk tegangan tabung 120 kV, flowrate 4 ml/s, dan volume media kontras 120 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik injeksi monofase memberikan visualisasi yang jelas dan lengkap dari struktur vaskular mulai dari pelvis hingga ekstremitas distal. Temuan utama meliputi deteksi aterosklerosis, trombosis arteri, dan stenosis multipel, yang konsisten dengan komplikasi vaskular pada diabetic foot. Teknik ini terbukti efektif dalam mengurangi kompleksitas prosedur dan durasi waktu pemeriksaan, serta mempertahankan akurasi diagnostik yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teknik injeksi monofase pada CTA Run Off merupakan pendekatan yang efisien dan efektif untuk evaluasi diabetic foot di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengaturan multisenter diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi teknik ini di berbagai setting klinis.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot: Evaluation of Effective Dose Value in Head CT Scan at the Radiology Installation of RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Billah, Mustaqeim; Astina, Kadek Yuda; Darmita, Made Purwa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8277

Abstract

CT-scan telah menjadi alat diagnostik yang semakin populer di kalangan dokter untuk memvisualisasikan struktur anatomi secara rinci. Namun, karena CT-scan menggunakan berkas sinar-x pengion sebagai sumber radiasinya, penting untuk memantau dan mengoptimalkan dosis radiasi yang diterima pasien untuk meminimalkan risiko kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot untuk mengevaluasi dosis efektif yang diterima oleh pasien selama pemeriksaan MSCT kepala tanpa kontras. Kami mengumpulkan data dari 30 pasien yang menjalani pemeriksaan dengan menggunakan CT-scan Canon Toshiba 16-Slice. Dosis efektif setiap pasien dihitung menggunakan CT Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP), yang kemudian dibandingkan dengan standar Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN.Hasil penelitian ini menunjukkan dosis efektif pada tahun dosis efektif adalah 2.13-3,13 mSv,dan terdapat sejumlah kecil kasus di mana dosis yang diterima mendekati atau sedikit melebihi batas IDRL, menunjukkan perlunya penyempurnaan protokol. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan dosis secara terus-menerus dan penyesuaian protokol untuk memastikan keselamatan pasien selama pemeriksaan MSCT kepala.
Analisis Pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out pada Kasus Aneurisma Aorta Ascenden dengan Protokol Flash ECG Gating di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta: Analysis of MSCT Cardiac Triple Rule Out Examination in Cases of Ascendent Aorta Aneurysm with Flash ECG Gating Ptotocol in Radiology Installation of Harapan Kita National Hearth Center Hospital Jakarta Herawati, Ningrum; Prasetya, I Made Lana; Kristin K, Ni Putu Mira
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8330

Abstract

Aneurisma aorta ascenden merupakan kondisi serius yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat. MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan protokol Flash ECG Gating telah digunakan sebagai metode diagnostik untuk evaluasi simultan terhadap aorta, arteri koroner, dan arteri pulmonalis pada pasien dengan nyeri dada akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pemeriksaan, serta kelebihan dan kekurangan MSCT Cardiac Triple Rule Out dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden di Instalasi Radiologi RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada lima pasien yang menjalani pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis, serta dokumentasi hasil pencitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol Flash ECG Gating mampu meminimalkan artefak gerakan jantung, sehingga menghasilkan gambar yang lebih jelas dan detail, terutama untuk evaluasi aorta ascenden. Teknik ini dinilai sangat efektif dalam mengurangi waktu diagnosis dengan mengevaluasi beberapa struktur kardiovaskular secara bersamaan, yang sangat penting untuk pasien dengan kondisi kardiovaskular kompleks. Namun, beberapa kendala yang ditemui meliputi persiapan pasien yang rumit, seperti pengaturan tekanan darah dan penggunaan beta-blocker, serta dosis radiasi dan media kontras yang memerlukan pemantauan ketat. Kesimpulannya, teknik MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan Flash ECG Gating adalah metode yang efisien dan akurat dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden. Disarankan agar fasilitas kesehatan lebih sering menerapkan teknik ini, serta memberikan pelatihan berkelanjutan kepada tenaga medis untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dan keamanan pasien.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB: Evaluation of Effective Dose Value on CT Scan Examination of the Head in the Radiology Installation of the NTB Province Regional General Hospital Solichin, Rahmat; Astina, Kadek Yuda; Ariwidyastuti, Cokorda Istri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11946

Abstract

Pemeriksaan CT Scan, pasien menerima dosis radiasi selama proses pemindaian. Untuk memastikan dosis yang diterima pasien berada dalam standar optimal, maka digunakan suatu indeks optimisasi yang dikenal sebagai Diagnostic Reference Level (DRL). Dengan DRL, rumah sakit dapat memastikan bahwa dengan evaluasi nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala memberikan manfaat strategis bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Kepala tanpa kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAPETEN dan International Commission on Radiological Protection (ICRP). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan teknik pengumpulan data observasional dengan meninjau laporan dosis pada konsol komputer pesawat CT scan Phillips 128-slice. Periode pengumpulan dan pengambilan data penelitian ini adalah dari bulan April 2024 sampai dengan juni 2024. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB. kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil pengukuran nilai dosis efektif pada pasien yang menjalani pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB semakin bertambahnya panjang scan dan semakin besar ketebalan objek maka semakin besar radiasi yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut. Perbedaan besaran dosis yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut yaitu klinis dan batas penyinaran pada masing-masing pasien tersebut. Penerimaan besaran nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras masih dalam batasan normal. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dosis efektif yang diterima oleh pasien di Instalasi Radiologi Radiologi RSUD Provinsi NTB pada pemeriksaan CT-Scan bagian kepala Non Kontras sebesar 2,33 msv.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Wrist Joint pada Kasus Fraktur di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Tira Arini; Anisa Nur Istiqomah; Ayu Mahanani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7979

Abstract

Radiographic examination of the wrist plays a crucial role in diagnosing fractures, particularly in traumatic cases, and requires precise projection selection, proper immobilization, and adequate radiation protection to obtain high-quality diagnostic images. In theory, wrist radiography commonly includes anteroposterior (AP) and lateral projections; however, observations at the Radiology Installation of RSU PKU Muhammadiyah Delanggu showed that fracture examinations are generally limited to posteroanterior (PA) and lateral projections. This difference highlights a gap between theoretical recommendations and clinical practice, as several references emphasize the importance of projection variation to enhance diagnostic accuracy. This study aimed to describe the wrist joint radiographic examination procedures for fracture cases at RSU PKU Muhammadiyah Delanggu and to examine the immobilization techniques applied during the procedure. A descriptive qualitative design with a case study approach was used, conducted from May to June 2025. The subjects included three radiographers, while the object of study was wrist radiography in fracture cases. Data were obtained through direct observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively. The findings showed that PA and lateral projections were consistently used, with immobilization achieved using sandbags and foam pads to ensure stability and minimize motion artifacts. Radiation protection was implemented through lead aprons, collimation, and appropriate exposure adjustments. Overall, the procedures followed established radiography guidelines, particularly the Bontrager standard, ensuring both diagnostic quality and patient safety.
Prevalensi Temuan Spondylosis Lumbal pada Pemeriksaan Konvensional Radiologi di RSUD Aloei Saboe Periode Januari-Juni 2025: Prevalence of Lumbar Spondylosis Findings in Conventional Radiology Examination at Aloei Saboe Regional Hospital in January-June 2025 Muh. Raditya A. Manyoe; Rizqullah F. Ilato; Azarya Cristo Andhara Biya; Aisyah Bintang B. Baraa; Wulandari Bempah; Winansih Gubali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9585

Abstract

Spondylosis adalah penyakit yang membuat bagian tulang belakang menjadi rusak, ditandai dengan perubahan pada diskus yang terletak di antara tulang belakang, badan tulang, dan sendi-sendi kecil karena proses penuaan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Aloei Saboe pada periode Januari hingga Juni 2025. Berdasarkan hasil penelitian, spondylosis lumbal merupakan kondisi degeneratif yang meningkat seiring bertambahnya usia dan paling banyak ditemukan pada kelompok usia 60–74 tahun, namun dapat muncul lebih dini akibat faktor risiko seperti beban kerja, aktivitas fisik berulang, trauma, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Proses degenerasi diskus intervertebralis, ligamen, sendi faset, serta kondisi penyerta seperti osteoporosis berperan penting dalam mempercepat kerusakan tulang belakang. Selain itu, perbedaan jenis kelamin turut memengaruhi kejadian spondylosis lumbal, sehingga menegaskan bahwa kondisi ini bersifat multifaktorial dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, serta faktor gaya hidup.

Page 81 of 84 | Total Record : 840