Filter By Year

1945 2024


Found 839 documents
Search RADIOLOGI

ANALISIS NILAI EXPOSURE INDEX TERHADAP FAKTOR EKSPOSI OPTIMUM MENGGUNAKAN 10 kVp RULE OF THUMB PADA PEMERIKSAAN RADIOLOGI ABDOMEN PROYEKSI AP Dyah Astarini; Yusron Adi ut; Aniq Alimmuddin; Magfiroh
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemiilihan faktor eksposi sangat berpengaruh terhadap nilai Exposure Index yang merupakan berhubungan dengan dosis paparan. Selain itu, pemilihan faktor eksposi berpengaruh juga terhadap noise, oleh karena itu perlu dilakukannya pemilihan faktor eksposi yang tepat, sehingga dapat menghasilkan dosis paparan yang optimal dan nilai noise yang minimum. Salah satu pemeriksaan radiologi yang memerlukan kualitas citra yang baik adalah pemeriksaan Abdomen proyeksi Antero Posterior (AP). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai exposure index terhadap faktor eksposi optimum menggunakan 10 kVp Rule of Thumb pada pemeriksaan radiologi Abdomen proyeksi AP di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi, menggunakan sampel berjumlah empat orang laki-laki yang berumur sekitar 50-55 tahun dengan index massa tubuh 24,0-25,0 Subjek pada penelitian ini adalah pasien yang dilakukan pemeriksaan Abdomen proyeksi AP. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi dengan menggunakan instrument lembar observasi ceklist, kemudian analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil pada penelitian ini adalah pemilihan faktor eksposi 70 kVp dan 20 mAs yang menghasilkan rata-rata nilai dari lembar observasi yang tertinggi, nilai exposure index yang termasuk kategori batas rentang yang diajurkan, dan memiliki nilai noise yang minimum. Saran pada penelitian ini yaitu, untuk menghasilkan visual anatomi yang baik dengan dosis yang optimal sebaiknya radiografer melakukan pemilihan faktor eksposi untuk pemeriksaan abdomen khususnya proyeksi AP menggunakan faktor eksposi 70 kVp dan 20 mAs.Kata kunci: Abdomen; Exposure Index; Faktor Eksposi AbstractThe selection of exposure factors is very influential on the Exposure Index value which is related to exposure dose. In addition, the selection of exposure factors also affects noise, therefore it is necessary to select the right exposure factor, so as to produce optimal exposure doses and low noise value. One radiological examination that requires good image quality is the Antero Posterior (AP) Abdominal Projection. The purpose of this study was to determine the value of the optimum exposure factor in the use of the 10 kVp Rule of thumb method in the Abdominal radiology examination of AP projection of the exposure index value at the Radiology Installation of Cirebon Pelabuhan Hospital in 2023.This research method is quantitative descriptive with an observational approach, using a sample of four men aged around 50-55 years with a body mass index of 24.0-25.0 conducted at Cirebon Pelabuhan Hospital from April to May 2023. The subjects in this study were patients who underwent AP projection abdominal examination. The data collection method used is observation and documentation, then the analysis used is descriptive statistics.The result of this study is the selection of exposure factors of 70 kVp and 20 mAs which produce the highest average value of the observation sheet, the exposure index value which is included in the recommended range limit category, and has a minimum noise value. The suggestion in this study is, to produce a good visual anatomy with an optimal dose, radiographers should select exposure factors for abdominal examination, especially AP projections using exposure factors of 70 kVp and 20 mAs.Keywords: Abdomen;Exposure Index; Exposure Factor
Pra-Anotasi pada Model BioBERT untuk Pengenalan Entitas Bernama Laporan Radiologi Klinis Bahasa Indonesia Maulia, Arum; Wahyu Utomo , Danang
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 11 No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v11i3.2025.387-397

Abstract

Penelitian ini menekankan pada teknik pra-anotasi untuk pengembangan model Named Entity Recognition ( NER ) dalam domain medis, khususnya pada laporan radiologi hati. Salah satu kendala utama dalam pengembangan model Named Entity Recognition ( NER) adalah terbatasnya ketersediaan data beranotasi. Tantangan ini semakin kompleks ketika di hadapkan dengan skema anotasi yang di implementasikan pada data privat. Untuk menangani hal tersebut, penelitian ini mengusulkan metode pendekatan penyusunan dataset Named Entity Recognition ( NER ) yang berkualitas guna meningkatkan performa model. Proses penelitian di mulai dengan pembuatan silver corpus melalui proses pra-anotasi semi otomatis. Pada tahap ini dimulai dengan pembersihan data laporan radiologi, kemudian tahap selanjutnya memasukkan data yang telah di bersihkan ke dalam kamus terminologi medis ( Radlex ) untuk memetakan dan memberi label pada entitas medis yang relevan. Hasil anotasi terminologi medis tersebut kemudian divalidasi untuk menghasilkan gold corpus sebagai data anotasi final. Untuk mengukur kinerja pendekatan ini, dilakukan perbandingan anatara performa model BioBERT yang telah di fine-tune menggunakan hasil anotasi melalui tahap dari skema yang diusulkan dan model yang dilatih menggunakan data hasil anotasi manual melalui Label Studio. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model yang dilatih menggunakan korpus pre-anotasi Radlex memberikan peningkatan performa 45% dibandingkan dengan anotasi manual, sekaligus menghasilkan efesiensi waktu dalam proses pengerjaan.
The level of dentist’s knowledge regarding the role of radiology in the field of forensic odontology in Makassar: Tingkat pengetahuan dokter gigi umum mengenai peranan radiologi di bidang odontologi forensik di Makassar Y, Muliaty; Kalsum, Andi Amirrah
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i3.1347

Abstract

A general dentist can be asked to assist in investigating incidents and disasters through dental identification in forensic odonto-logy. Radiography is often used because it is relatively easy and more economical. This article explores the knowledge of gene-ral dentists in Makassar regarding the role of radiology in forensic odontology. Through descriptive observational research with a cross-sectional design, data was collected from 50 general dentists practising in Makassar. A questionnaire was used to measure the general dentists' knowledge, consisting of 20 closed questions; a score of 1 was given for correct answers, and a score of 0 was given for incorrect answers. The data from the respondents' answers were divided into three knowledge categories: 50% of respondents had good knowledge, 46% had sufficient knowledge, and 4% had poor knowledge. It was concluded that 50% of general dentists in Makassar had good knowledge about the role of general dentists in forensic odontology.
Prosedur Pemeriksaan Panoramic Mandibula Pasca Pemasangan Pen di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh Pocut Zairiana Finzia; Fazya Ananda
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Prosedur pemeriksaan panoramic Mandibula Pasca Pemasangan Pen di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan menilai posisi, kestabilan, dan kondisi implan serta jaringan tulang di sekitarnya. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter dalam memastikan bahwa pemasangan pen berjalan sesuai rencana tanpa adanya komplikasi seperti pergeseran implan, infeksi, atau gangguan penyembuhan tulang. Pemeriksaan ini juga penting untuk pemantauan pasca-operasi guna menentukan tindakan medis lanjutan yang diperlukan.  
Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara pada Pengunjung Layanan Radiologi: Pengalaman Pengabdian Masyarakat di RSI Siti Rahmah Padang Hasni, Dita; Septiana, Vina Tri; Febrianto, Budi Yulhasfi Febrianto
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.317

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker tersering pada perempuan dan sebagian besar kasus di Indonesia masih terdiagnosis pada stadium lanjut. Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala awal dan mendorong perilaku pencarian layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini kanker payudara melalui edukasi sederhana di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Bagian Radiologi RSI Siti Rahmah Padang pada tanggal 1 November 2025, dengan sasaran pasien dan keluarga yang sedang menunggu pelayanan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta distribusi leaflet edukasi. Peserta yang hadir sebanyak 41 orang. Partisipasi peserta terlihat melalui perhatian selama kegiatan dan pertanyaan yang diajukan terkait gejala payudara dan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri. Meskipun belum dilakukan evaluasi kuantitatif, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi singkat di fasilitas kesehatan dapat menjadi strategi promotif–preventif yang potensial. Ke depan, diperlukan evaluasi terstruktur dan perluasan cakupan sasaran agar dampak program dapat diukur secara lebih komprehensif.
ANALISIS PENGULANGAN (REPEAT) RADIOGRAFI PADA MODALITAS DIGITAL RADIOGRAFI (DR) DI INSTALASI RADIOLOGI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL M. Efendi; Ayu Mahanani; Asih Puji Utami
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Digital Radiography (DR) is a digital imaging system that replaces conventional film with digital detectors to produce faster and more efficient diagnostic images. Although this technology has the ability to correct contrast and density errors, repeat examinations still occur due to patient positioning errors, artifacts, and other technical factors. Based on preliminary data from the Radiology Installation of PKU Muhammadiyah Bantul Hospital, image repeats have never been thoroughly analyzed, even though repeats affect radiation dose increases and radiographers' work efficiency. Objective: This study aims to determine the percentage level of repeat radiography and identify the factors causing repeat examinations using the Digital Radiography (DR) modality at the Radiology Installation of PKU Muhammadiyah Bantul Hospital. Method: The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through direct observation, interviews with three radiographers, and documentation of examination data during April–June 2025. Interview data analysis included interview transcripts, data reduction, coding, categories, and themes, followed by conclusions. The repeat results were analyzed descriptively by calculating the percentage of repeats and grouping the causes of repeats based on technical and human error categories. The results were used to assess the implementation of Quality Assurance (QA) and Quality Control (QC) programs in the radiology installation. Results: Of the total 4,835 radiographic examinations, 35 cases of repeat cases (0.73%) were found, which is below the maximum limit of ≤2% as stipulated in KMK No. 129/Menkes/SK/II/2008. The main factors causing repeat cases were cut objects (0.44%) and artifacts (0.38%), followed by minor cases due to cassettes not being ready (0.12%). Although most radiographers understand the theory and working principles of DR, there is still a mismatch between theory and practice in patient positioning and pre-exposure examination. Conclusion: The results of the study showed that the repeat rate of radiography at PKU Muhammadiyah Bantul General Hospital was classified as very good (0.73%), indicating the implementation of effective and efficient radiology quality management. These results confirm that radiographers have implemented the principles of QA, QC, and ALARA (As Low As Reasonably Achievable) well, thus reducing repeats below national standards. The main error factors come from human error aspects such as patient positioning and metal artifacts, not equipment damage. Regular evaluation, technical training, and increased accuracy in patient positioning are needed to maintain image quality and patient safety continuously.
Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo Selviani, Lovika; Indra, Ryan
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4729

Abstract

Pendahuluan : Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memperlukan ananmesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA sering kali membaik kurang dari 24 jam dan tidak progresif. Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24-29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Insiden stroke meningkat dua kali lipat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah selama 1990-2016. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui tentangGambaran Modalitas CT-Scan Non Kontras pada pasien TIA di RSUD Pasar Rebo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis TIA dengan pemeriksaan CT-scan kepala non-kontras yang melakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan Non Kontras. Sampel penelitian ini sebanyak 54 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan terhadap kelompok usia, jenis kelamin, dan kesan gambaran CT-Scan Non Kontras. Hasil : Kelompok umur yang menunjukan mayoritas pasien TIA menunjukan hasil CT-Scan Non Kontras tidak tampak lesi dengan total 33 pasien (61,1%) sedangkan lesi hipodens terdeteksi mulai kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien (38,9%) di dominasi kelompok umur 46-55 tahun 10 pasien (18,5%). Dari 54 sampel, 23 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki (42,6%) dan 31 orang (57,4%) perempuan. Gambaran lesi hipodens ditemukanpada mayoritas jenis kelamin laki-laki sebanyak 11 pasien (20,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien (18,5%). Simpulan : Hasil CT-Scan Non Kontras pasien TIA mayoritas memiliki kesan tidak tampak lesi dengan total 33 pasien (61,1%) dan lesi tampak hipodens kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien (38,9%). Meskipun mayoritas sampel berjenis kelamin perempuan lesi hipodens di dominasi laki laki dengan persentase (20,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien (18,5%)
ANALISIS HASIL CT SCAN UROGRAFI DENGAN KLINIS BATU URETER PADA URETEROVESICAL JUNCTION (UVJ) DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT SILOAM SRIWIJAYA PALEMBANG TAHUN 2025 Yuliarti, Sindi; Fatimah, Mustika; Anisah, Anisah; Zanariah, Zanariah; Utami, Muslimah Putri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.316

Abstract

Batu ureter merupakan salah satu permasalahan urologi yang sering menyebabkan obstruksi saluran kemih dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu lokasi tersering terjadinya impaksi batu adalah Ureterovesical Junction (UVJ), yaitu bagian distal ureter yang secara fisiologis merupakan titik penyempitan. Obstruksi pada area ini dapat menghambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih sehingga berpotensi menimbulkan hidroureter, hidronefrosis, nyeri akut, serta gangguan fungsi ginjal. Dalam menegakkan diagnosis batu ureter, diperlukan modalitas pencitraan yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. CT Scan Urografi saat ini menjadi standar emas dalam pemeriksaan batu saluran kemih karena mampu memberikan gambaran anatomi dan patologi secara detail, cepat, dan akurat, termasuk menentukan lokasi, ukuran, kepadatan batu, serta dampaknya terhadap sistem panggul dan ureter. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan CT Scan Urografi dengan manifestasi klinis pada pasien batu ureter di Ureterovesical Junction (UVJ) yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara pasien, serta telaah hasil pemeriksaan pencitraan radiologi. Hasil pemeriksaan CT Scan Urografi menunjukkan adanya batu ureter distal kanan berukuran sekitar ±0,5 cm pada UVJ yang menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis derajat II. Temuan radiologis tersebut sejalan dengan keluhan klinis pasien berupa nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa CT Scan Urografi efektif dalam mendeteksi batu ureter serta menilai dampaknya, sehingga berperan penting dalam penegakan diagnosis dan perencanaan penatalaksanaan medis yang tepat dalam pelayanan kesehatan.
Analisis Uji Kebocoran Dinding Ruangan Sinar-X Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru: Analysis of Conventional X-Ray Room Wall Leakage Tests in the Radiology Installation of Indriati Hospital Solo Baru Langi, Alfa Juliferd; Angga Wirajaya, I Wayan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran laju paparan radiasi di sekitar ruang pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru, sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2024. Data dikumpulkan dengan cara observasi ruangan pemeriksaan, pengukuran laju paparan radiasi menggunakan surveymeter, dan Dokumentasi saat pengambilan data. Populasi yang digunakan pada penelitian pengukuran laju paparan radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru adalah ruangan pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan, pada titik A, B, C, D, dan G yang merupakan ruang pekerja radiasi (daerah Pengendalian), dan titik E dan F yang merupakan daerah masyarakat umum (daerah supervisi), mendapatkan hasil paparan dosis radiasi yang aman sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020.
Analisis Beban Kerja Radiografer di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada: Workload Analysis of Radiographers in the Radiology Department of Magusada Regional Hospital Ardianingsih, Ni Komang Triana; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7780

Abstract

Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan. Perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan menggunakan metode Work Indicator Staff Need (WISN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey, yaitu penulis melakukan perhitungan beban kerja berdasarkan Kemenkes No. 81 tahun 2004. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran beban kerja radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Dan untuk mengetahui kebutuhan tenaga radiografer berdasarkan perhitungan beban kerja di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa standar beban kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 110 pemeriksaan/hari dan jumlah waktu kerja 79.560 Menit/Tahun, unit atau kategori SDM yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada sebanyak 18 orang. Dengan standar kelonggaran dalam 1 tahun adalah 0,16. Dari variable tersebut diperoleh hasil akhir kebutuhan tenaga kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 5 orang. Berdasarkan perhitungan beban kerja yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Mangusada dapat disimpulkan gambaran beban kerja cukup tinggi didapatkan kekurangan tenaga kerja sebanyak 27% dari tenaga yang sudah ada yaitu 18 orang.

Page 80 of 84 | Total Record : 839