Filter By Year

1945 2024


Found 839 documents
Search RADIOLOGI

Teknik Radiografi Os Wrist Joint pada Kasus CF Distal Radius Post Orif di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Wilujeng Kediri Andica Apriannisa; Noer Soeliestijaningsih; Rizka Dwinanda Nur Aulia
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.65

Abstract

Fraktur radius distal os wrist menjadi salah satu fraktur yang sering dijumpai dalam bidang kegawat daruratan ortopedik yang melibatkan region ekstremitas atas. Tercatat 17,5% dari fraktur didunia merupakan fraktur radius distal dan sebanyak 5,2% pasien UGD yang dirawat memiliki masalah yang terkait fraktur pergelangan tangan dengan 44% dari kasusnya merupakan kejadian fraktur tulang radius ulna. Secara menyeluruh, 25% dari kasus fraktur radius distal terjadi pada anakanak dan 18% terjadi pada lansia untuk semua jenis fraktur. Pada tahun 2021 hingga 2022 terdapat 85 pasien rawat inap dengan fraktur radius distal di RS Wilujeng baik anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 22-Mei-2024 di RS Wilujeng, menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi os wrist dengan kasus CF Distal Radius Post ORIF, menggunakan proyeksi AP/ LATERAL, dengan parameter 50 kVp, 5 mAs FFD 100 cm. Pada penelitian ini, proyeksi yang dilakukan di RS Wilujeng sudah sesuai dengan literatur menurut Whitley (2015) yang menjelaskan bahwa proyeksi yang digunakan adalah AP/LATERAL.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Pedis pada Pasien dengan Klinis Ulkus Pedis Sinistra di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Wilujeng Falentina Syivasari; Virandra Abyan Fatih Daffa Firdaus
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.67

Abstract

Hiperglikemia disebabkan oleh kelainan dalam sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, dan merupakan bagian dari kelompok penyakit metabolik yang dikenal sebagai diabetes mellitus. Salah satu komplikasi jangka panjang yang sering terjadi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah ulkus pedis. Tekanan berulang (geser dan tekanan) pada kaki adalah penyebab utama ulkus pedis, dan komplikasi terkait diabetes, neuropati perifer, atau penyakit arteri perifer sering menyulitkan penyembuhan karena infeksi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan radiografi pedis pada pasien dengan klinis ulkus pedis sinistra di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Wilujeng. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Kasus yang diangkat adalah pasien diabetes mellitus, yaitu Ny. Roh***, usia 63 tahun, perempuan. Permintaan pemeriksaan dari dokter adalah pedis sinistra. penelitian itu menggunakan proyeksi anterior-posterior (AP) dan lateral menggunakan paramater 50 kV dan 4 mAs. Sedangkan untuk teknik pemeriksaan pedis dengan kasus ulkus pedis menggunakan proyeksi AP dan oblique dengan posisi pasien supine di atas bed. Posisi objek yang akan diperiksa diletakkan di atas kaset berukuran 24 x 30 dan dilakukan sebanyak 2 kali. Sinar tegak lurus dengan kaset dengan FFD sebesar 100 cm. Berdasarkan teknik pemeriksaan radiografi pedis, tidak ada persiapan khusus dan menggunakan proyeksi AP (Anteroposterior) dan oblique.
Teknik Pemeriksaan Shoulder Sinistra 3 Posisi dengan Klinis Closed Fractur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Ridha Rachmathiany; Angga Setiawan
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.69

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, menunjukkan bahwa prevalensi kasus patah tulang di Indonesia adalah 5,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  teknik pemeriksaan sinistra  bahu tiga posisi  dengan humerus klinis yang hampir retak pada instalasi radiologi rumah sakit umum regional X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Ada pasien yang mengatasnamakan Ibu S ke Instalasi Radiologi RSUD X dalam keadaan bahu kiri menggunakan kain, Ibu S berjalan bersama keluarga dan membawa surat meminta rontgen bahu sinistra AP (Anteroposterior), EXO (Rotasi Eksternal) dan INDO (Rotasi Internal). Prosedur kerja dalam pemeriksaan bahu adalah terlebih dahulu menerima dan membaca surat permohonan foto yang dibawa oleh perawat/keluarga yang mengantar pasien ke ruang radiologi. Kemudian, masukkan data pasien ke dalam monitor dan konfirmasikan kembali identitas pasien sudah benar. Memberikan penjelasan kepada pasien setelah proses paparan dilakukan. Setelah memposisikan pasien selesai, instruksikan pasien untuk tidak bergerak dan saat mengekspos pasien, pastikan untuk memantau pasien dari kaca pelindung untuk menghindari penolakan. Pada pemeriksaan rontgen bahu, proyeksi AP (Anteroposterior), EXO (External Rotation) dan INDO (Internal Rotation) menggunakan jarak film fokus (FFD) adalah 100 cm, ukuran film dan kaset yang digunakan adalah 24x30 cm. Perbedaan pada titik pusat, yaitu EXO (Rotasi Eksternal), berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid., INDO (Rotasi Internal) berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid. dan AP (Anteroposterior) berada pada mid scapulohumeral joint (2 cm inferior dan lateral proc.coracoid).
Teknik Radiografi Shoulder dengan Diagnosa Dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul Anggi Tiur Maduma; Zidda Kamalia
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.70

Abstract

Shoulder joint atau biasa disebut dengan sendi glenohumeral merupakan sendi bola dan soket antara scapula dan humerus. Ini adalah sendi utama yang menghubungkan tungkai atas ke batang tubuh. Pemeriksaan shoulder joint ada beberapa proyeksi yaitu antero- posterio external dan internal rotation, inferosuperio axial, antero-posterio, scapular Y view, dan axillaris view. Salah satu patologi yang sering terjadi di shoulder joint adalah dislokasi. Dislokasi merupakan suatu kondisi di mana tulang bergerak menjauh dari sendi atau pindah dari posisinya. Dislokasi umumnya terjadi karena gerakan sendi yang tiba-tiba atau adanya benturan keras pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan shoulder joint dengan klinis dislokasi akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini yaitu Proyeksi Anteroposterior (AP) merupakan proyeksi utama dalam pemeriksaan shoulder joint pada klinis trauma dikarenakan menampakkan anatomi shoulder joint secara keseluruhan sehingga dapat mendiagnosa apabila terdapat dislokasi atau fraktur kemudian. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu di Instalasi Radiologi RSUD Simpang Lima Gumul hanya menggunakan proyeksi Antero-Posterio (AP) dan tidak menggunakan proyeksi tambahan seperti Y View atau axillary view. Proyeksi Y View atau axillary view adalah proyeksi tambahan jika diperlukan dan menyesuaikan keadaan pasien.
PERBANDINGAN MODALITAS RADIOLOGI DALAM DIAGNOSIS PENYAKIT GAGAL JANTUNG KONGESTIF (CONGESTIVE HEART FAILURE/CHF) : TINJAUAN LITERATUR Ananda Hikmal Akbari; Wisudawan; Ana Meliyana
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 22 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/e45evv95

Abstract

Latar Belakang: Gagal Jantung Kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan sindrom klinis kompleks dengan prevalensi dan beban morbiditas yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Diagnosis CHF sering terkendala oleh gejala yang tidak spesifik, sehingga pemeriksaan pencitraan radiologi memegang peran penting dalam menegakkan diagnosis, menilai fungsi jantung, menentukan etiologi, serta memantau respons terapi. Berbagai modalitas radiologi tersedia, masing-masing dengan kelebihan dan keterbatasan. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku teks, dan e-book yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, ProQuest, dan ResearchGate. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara naratif untuk membandingkan performa diagnostik berbagai modalitas radiologi dalam diagnosis CHF. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa ekokardiografi tetap menjadi modalitas lini pertama karena ketersediaan dan efisiensinya, meskipun memiliki keterbatasan akurasi terutama pada 2D-ekokardiografi. Cardiac Magnetic Resonance (CMR/MRI) merupakan standar emas untuk evaluasi fungsi dan karakterisasi jaringan miokard. Cardiac CT berkembang sebagai alternatif untuk evaluasi anatomi koroner dan fibrosis. Foto toraks (CXR) berperan sebagai skrining awal, sementara Dynamic Chest Radiography (DCR) dan penerapan kecerdasan buatan menunjukkan potensi sebagai metode non-invasif tambahan. Kesimpulan: Diagnosis CHF memerlukan pendekatan multimodalitas radiologi. Pemilihan modalitas harus disesuaikan dengan tujuan klinis, ketersediaan fasilitas, dan kondisi pasien untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan optimal.
Penerapan Keselamatan Radiasi pada Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Khusus (RSK) Paru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tingginya penggunaan radiasi untuk kegiatan medis merupakan kontribusi kedua terbesar sumber radiasi yang kita terima, dimana selain memberikan manfaat , juga dapat menyebabkan bahaya baik bagi pekerja radiasi, masyarakat, maupun lingkungan sekitar. Sehingga pelayanan radiologi harus memperhatikan aspek keselamatan kerja radiasi menurut Peraturan Kepala BAPETEN No.8 Tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Instalasi Radiologi RSK Paru Provinsi Sumatera Selatan.Metode : Dilakukan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan informasi dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Sumber informasi diperoleh dari tujuh informan, salah satu adalah informan ahli.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian, penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Instalasi Radiologi RSK Paru Provinsi Sumatera Selatan belum optimal dilakukan. Belum adanya struktur organisasi proteksi radiasi, kurangnya pelatihan untuk pekerja radiasi, belum adanya dokter spesialis radiologi, kurangnya ketersediaan peralatan proteksi radiasi, belum secara continue melaporkan hasil film badge pekerja radiasi ke Batan per bulan, belum dilakukan pemantauan kesehatan secara khusus bagi radiografer, kurangnya pengawasan atau cepat tanggap terhadap permasalahan di Instalasi Radiologi dari pihak rumah sakit, serta kurangnya koordinasi antara pihak rumah sakit dengan instalasi radiologi.Kesimpulan : Gambaran penerapan keselamatan radiasi di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan perlu ditingkatkan mengenai kebijakan keselamatan radiasi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja bagi pekerja radiasi.Kata Kunci : Penerapan Keselamatan Radiasi, Instalasi Radiologi, Rumah Sakit
Model Machine Learning Berbasis Unsupervised Learning untuk Perhitungan Dosis Radiasi Petugas Instalasi Radiologi Bisra, Marido; Tonis, Marian; Hulmansyah, Danil
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i1.1568

Abstract

Studi ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran mesin untuk menghitung dosis radiasi bagi pekerja radiasi di instalasi radiologi. Dengan memanfaatkan data perhitungan dosis dan perhitungan oleh petugas proteksi radiasi, studi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perhitungan dosis pekerja radiasi, memperkaya literasi akademis terkait dosis, dan mendukung pertumbuhan sektor kesehatan. Proteksi radiasi untuk pekerja radiasi diatur oleh peraturan Badan Pengatur Energi Nuklir (BAPETEN), yang diimplementasikan oleh petugas proteksi radiasi. Pengukuran yang dilakukan oleh petugas proteksi radiasi masih bergantung pada pendekatan manual berbasis tabel, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Hal ini mengakibatkan hilangnya informasi dosis bagi pekerja radiasi, sehingga sulit untuk memantau dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi. Studi ini bertujuan untuk membuat model perhitungan dosis berbasis pembelajaran mesin untuk pekerja radiasi. Metode yang digunakan adalah data tentang perhitungan dosis pekerja radiasi, perhitungan dosis yang diterima oleh pekerja radiasi, dan ambang batas dosis untuk pekerja radiasi, yang digunakan untuk melatih model pembelajaran mesin. hasil menunjukkan aplikasi dapat membantu dalam kalkulasi dosis berdasarkan uji aplikasi. Model yang disunakan berbasis unsupervised learning dengan menggunakan 100 data dosis. Hasil model menunjukkan keakuratan model pada uji black box sebesar 94%, sehingga model dapat dikembangkan untuk perhitungan dosis radiasi.
Analisis Hubungan Tingkat Infeksi Nosokomial dengan Pola Kerja Petugas Radiologi Menggunakan Pendekatan Statistik Komputasional Purnamasari, Devi; Bisra, Marido; Angella, Shelly
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i1.1569

Abstract

Infeksi nosokomial menjadi tantangan global bagi rumah sakit, karena mengakibatkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas, biaya pengobatan yang lebih tinggi dan memperpanjang durasi perawatan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi standar pelayanan yang penting dalam fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan infeksi nosokomial dengan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi oleh radiografer di Instalasi Radiologi RS. Berdasarkan hasil observasi di Instalasi Radiologi RS bahwasanya, radiografer yang bertugas pada area pemeriksaan konvensional saat melakukan kebersihan tangan menggunakan air dan sabun maupun dengan alkohol, tidak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan. Lalu, tidak menggunakan alat pelindung diri masker saat berinteraksi langsung dengan pasien dan saat mengatur posisi pemeriksaan. Dalam meningkatkan upaya praktik pencegahan dan pengendalian infeksi secara baik dan konsisten, diperlukan tingginya pengetahuan radiografer tentang infeksi nosocomial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman padaradiografer dalam menjalankan keselamatan kerja terutama menghindari infeksi nosocomial. Metode penelitian menggunakan 20 orang pekerja radiasi dengan melakukan uji hubungan. Hasil menunjukkan p-value sebesar 0,032 menunjukkan bahwa risiko infeksi meningkat tajam pada kelompok petugas dengan pola kerja tidak disiplin terhadap SOP kebersihan dan dekontaminasi diri.
GAMBARAN RADIOLOGI VESIKOURETRA REFLUX Kurniawan, Rivan; Maryeti Marwazi; Nilas Warlem; Elfi Yulfienti
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1866

Abstract

Vesicoureteral reflux (VUR) is a urological disorder characterized by the backflow of urine from the bladder into the ureter or kidney. It often causes recurrent urinary tract infections and may lead to renal damage. Radiological modalities, particularly CT urography and VCUG, play a key role in establishing the diagnosis. A 7-year-old boy presented with fever and recurrent urinary tract infections. CT urography revealed severe hydronephrosis and hydroureter on the right side, consistent with VUR. The patient was treated conservatively with prophylactic antibiotics and regular monitoring of renal function. Clinical improvement was achieved with conservative therapy. The prognosis is favorable with early diagnosis and long-term follow-up. Radiological imaging is essential for diagnosing VUR and guiding management. Conservative treatment with careful monitoring can provide good outcomes in pediatric patients.
Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Layanan Kesehatan Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pelayanan Radiologi Bagi Masyarakat Bisra, Marido; Zaky, Abdul; Hulmansyah, Danil; Zahra, Salwa Yohana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekanbaru merupakan kota yang terpadat di Provinsi Riau, dengan jumlah penduduk mencapai 938 ribu jiwa pada September 2020. Kepadatan penduduk merupakan salah satu faktor yang berdampak secara tidak langsung bagi kesehatan masyarakat. Kepadatan penduduk yang tidak diiringi dengan perkembangan pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan adalah rumah sakit. Banyak argumen yang mempertanyakan ketidakmerataannya fasilitas pelayanan kesehatan dan kondisi geofrafis letak pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem layanan dan informasi yang dapat digunakan oleh pasien berupa aplikasi yang dapat menyediakan informasi terkait ketersediaan layanan radiologi dan jarak tempuh yang saling terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis persebaran layanan radiologi di rumah sakit yang ada di kota Pekanbaru dan melakukan perancangan aplikasi pencarian layanan radiologi di rumah sakit yang ada di kota Pekanbaru. Perancangan Aplikasi berbasis android ini merupakan penerapan dari metode pencarian lintasan terpendek (Shortest Path). Algoritma ini dikembangkan oleh Edsger Wybe Dijkstra pada tahun 1959. Lintasan terpendek untuk suatu titik tertentu dengan titik lainnya diperoleh dari pohon pembangun yang memiliki nilai minimum. Perancangan sistem informasi kesehatan ini dilakukan menggunakan software Android Studio yang dikembangkan untuk menciptakan suatu aplikasi android yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat

Page 82 of 84 | Total Record : 839