cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PENYULUHAN PERAN HUTAN TERHADAP SISWA KELAS IV DAN V SDN 3 SIDOMULYO KECAMATAN PUJON, KABUPATEN MALANG Febri Arif Cahyo Wibowo; Nirmala Ayu Aryanti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12276

Abstract

Community participation in forest conservation is needed. One of them is by making it easier to understand and care about the forest from the beginning as a prospective “Siswa kelas 4 dan 5”. The goal is to make forest care from an early age. This activity was carried out at SDN 3 Sidomulyo, Pujon Subdistrict, Malang Regency with the aim of 4th and 5th grade elementary school students. The method used was quantitative methods with descriptive references in educational activities using photovoice media, outreach about the role of forests and the linking of questionnaires in two sessions namely pratest and postest. In grade 4 and a decrease in the overall index for grade 5. Overall students in grades 4 and 5 have an understanding of forests based on overall index data which shows data above 79%. --- Partisipasi masyarakat terhadap konservasi hutan dibutuhkan. Salah satunya dengan cara pemberian pemahaman dan kepedulian tentang hutan sejak dini sebagai calon siswa kelas 4 dan 5. Teknologi yang diterapkan adalah penyuluhan berbasis pemahaman peran hutan dengan bentuk kuesioner dan photovoice. Tujuannya untuk membentuk kepedulian hutan sejak dini. Kegiatan ini di lakukan di SDN 3 Sidomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dengan sasaran siswa-siswa SD kelas 4 dan 5. Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dalam kegiatan pendidikan konservasi melalui media photovoice, sosialisasi tentang peran hutan dan pembagian kuesioner dalam dua sesi yakni pratest dan postest. Persentase keseluruhan menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman pada siswa kelas 4 dan penurunan pada indeks keseluruhan untuk kelas 5. Secara keseluruhan siswa kelas 4 dan 5 memiliki pemahaman tentang hutan berdasarkan data indeks keseluruhan yang menunjukkan data diatas 79%.
PEMBUATAN MIE BERGIZI DAN RENDAH GLUTEN BERBAHAN TEPUNG UMBI GARUT DENGAN TEPUNG IKAN BLEBERAN DI KELURAHAN PEMATANG GUBERNUR KOTA BENGKULU Fatimatuzzahra; Dian Fita Lestari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12311

Abstract

Noodles are one of the foods favored by everyone, from children to the elderly. The primary raw material for noodles can be replaced with alternative ingredients such as arrowroot flour, safe for gluten intolerant people and children. Besides that, bleberan fish flour is added to add protein content to the noodles produced. The main objective of this activity is to provide training on processing bleberan fish meal (Thryssa sp.) with arrowroot flour (Marantha arundinacea L.) as an alternative food for nutritious and low-gluten noodles. The target in this activity is representatives of PKK women and local youth totaling 15 people. The method used is the extension method and field demo, ending with the distribution of organoleptic test questionnaires (color, aroma, texture, taste, and elasticity) of the resulting wet noodles. Based on the level of knowledge, the results obtained that about 80% of participants were able to capture and understand the material presented, and 90% of participants were skilled in processing arrowroot flour and a fish meal into nutritious wet noodles. --- Mie merupakan salah satu makanan yang digemari setiap kalangan, baik dari anak-anak hingga lanjut usia. Bahan baku utama mie dapat digantikan dengan bahan alternatif seperti tepung umbi garut yang aman bagi orang intoleran terhadap gluten dan anak-anak, selain itu dilakukan penambahan tepung ikan bleberan untuk menambahkan kandungan protein pada mie yang dihasilkan. Tujuan utama kegiatan ini ialah memberikan pelatihan pengolahan tepung ikan bleberan (Thryssa sp.) dengan tepung umbi garut (Marantha arundinacea L.) sebagai pangan alternatif mie bergizi dan rendah gluten. Sasaran dalam kegiatan ini ialah perwakilan ibu-ibu PKK dan pemuda setempat berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan yaitu metode penyuluhan dan demo lapangan, diakhiri dengan penyebaran angket uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa, dan kekenyalan) dari mie basah yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh, berdasarkan tingkat pengetahuan, diperoleh sekitar 80% peserta mampu menangkap dan memahami materi yang disampaikan dan 90% peserta terampil dalam mengolah tepung umbi garut dan tepung ikan menjadi mie basah yang bergizi.
PEMBERDAYAAN REMAJA MILENIAL BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI HOME INDUSTRY KERAJINAN BAMBU: - Zul Jalal Hadi; Achban; Dian Endang Lestari; Didik Pratama; Huda Riskika; Iwon Susilowati; Muhammad Thoyyib Fuady; Muhammad Yunus; Nabilah Nisa’uzzakiyyah; Nurul Wisa Adiana; Edy Herianto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12368

Abstract

The bamboo handicraft home industry is a breakthrough in creative economy development technology for millennial youth in Desa Suka Makmur, Kabupaten Lombok Barat. If this is developed, then the potential for bamboo that has been neglected can be processed and managed to provide added value that can drive the community's economy. This activity aims to empower millennial youth groups based on the creative economy through the development of a bamboo handicraft home industry. The stages and methods of activities used include socialization (discussion and FGD), team building (collaborative and cooperative), training (practical and assignments), and pilot demonstration (demonstration). The results of the activity were in the form of increased understanding of the target subject related to the concept of the importance of introducing bamboo with its potential value and efforts to develop handicrafts as a superior product of the community, namely 5% enough category, 80% good category, and 15% excellent category; the formation of the bamboo handicraft home industry as a place to create creations of various handicraft products from bamboo and the practice of marketing products through social media, websites, bazaar activities and exhibitions organized by local governments. ---  Home industry kerajinan bambu merupakan terobosan teknologi pengembangan ekonomi kreatif bagi para remaja milenial di Di Desa Suka Makmur Kabupaten Lombok Barat. Jika hal itu dikembangkan, maka potensi bambu yang selama ini terabaikan dapat diolah dan dikelola agar memberikan nilai tambah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kelompok remaja milenial berbasis ekonomi kreatif melalui pengembangan home industry kerajinan bambu. Tahapan dan metode kegiatan yang digunakan antara lain: sosialisasi (metode diskusi dan FGD), pembentukan tim (metode kolaboratif dan kooperatif), pelatihan (metode praktik dan penugasan), dan demonstrasi percontohan (metode demonstrasi). Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya pemahaman subyek sasaran terkait konsep pentingnya pengenalan bambu dengan potensi nilai yang dimilikinya dan upaya pengembangan kerajinan sebagai produk unggulan masyarakat yakni 5% kategori cukup, 80% kategori baik, dan 15% kategori baik sekaIi; terbentuknya home industry kerajinan bambu sebagai tempat untuk membuat kreasi berbagai produk kerajinan dari bambu dan praktik memasarkan produk melalui sosial media, website, kegiatan bazar dan pameran yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah daerah.
OPTIMALISASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DAN BUDIDAYA SAYURAN DI PP AL-JAMIL, PURWOKERTO Ni Wayan Anik Leana; Prasmadji Sulistyanto; Eka Oktaviani; Zulfa Ulinnuha
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.12388

Abstract

Abstract. PP Al Jamil is an Islamic boarding school in  Banyumas regency, Central Java, with 126 pupils. This number of occupants would certainly produce a significant amount of organic household waste. The technology transfer introduced to the school as a community service was a method to turn organic waste into organic fertilizers for growing vegetables. So far, vegetables consumed in PP Al Jamil have been obtained from the nearest markets. A pre-trial survey conducted on the pupils in March 2020 showed that the majority (90%) understood the difference between organic and inorganic wastes. Furthermore, some students had sorted wastes into those two categories (61.22%), generated organic fertilizers from household waste (53.06%), and grown vegetables (65.30%). Based on this information, the technology transferred to the pupils increased the knowledge and skills on producing organic fertilizers and cultivating vegetables. The procedures comprised lectures, discussions, practices, and counseling on the above subjects, including pest control, fertilizing schedule, and plant care. A post-trial survey conducted in September 2020 indicated that the pupils' understanding of waste types increased by 10%, while their experience in vegetable farming increased by 26.37%. Furthermore, this community service activity reduced the school's daily expenditure on vegetables by 50%. --- Abstrak. PP Al Jamil salah satu pondok pesantren di kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memiliki santri sejumlah 126 orang. Jumlah ini tentu menghasilkan sampah rumah tangga yang tidak sedikit. Alih teknologi yang diperkenalkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah teknik pengolahan sampah organik adalah dengan menjadikan pupuk organik dan memanfaatkannya untuk budidaya sayuran. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyampaikan informasi mengenai teknik pengolahan sampah organik dan memanfaatkannya untuk budidaya sayuran. Selama ini semua sayur yang dikonsumsi di PP Al Jamil diperoleh dengan membeli di pasar terdekat. Hasil survey terhadap santri di PP Al Jamil pada bulan Maret 2020 menunjukkan bahwa mayoritas (90%) santri mengetahui macam-macam sampah yaitu organik dan anorganik. Berdasarkan pengalaman santri, 61,22% menyatakan pernah melakukan pemilahan sampah antara organik dan anorganik, membuat pupuk dari sampah yang dihasilkan (53,06%), serta budidaya sayuran (65,30%). Berdasarkan data ini pemecahan masalah yang ditempuh adalah dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan santi dalam membuat pupuk organik dan budidaya sayuran. Metode yang digunakan ceramah, diskusi, praktek langsung dan pendampingan pembuatan pupuk organik, budidaya sayuran termasuk pengendalian hama penyakit, pemupukan dan perawatan tanaman. Survey pada September 2020 menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan santri mengenai jenis-jenis sampah sebanyak 10% serta peningkatan pengalaman budidaya sayuran sebanyak 26,37%. Kegiatan pengabdian ini juga dapat mengurangi belanja sayuran sehari-hari hingga 50%.
PELATIHAN BUDIDAYA ANGGREK UNTUK PENINGKATAN JIWA WIRAUSAHA BAGI MASYARAKAT PECINTA ANGGREK KABUPATEN JEMBER Parawita Dewanti; Usmadi; Illia Seldon Magfiroh; Laily Ilman Widuri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.12414

Abstract

UPT Agrotechnopark as a partner of the PPUPIK program, has revenue-generating for developing ornamental plant commodities, especially orchids. Training orchid cultivation has been conducted to initiate society by learning about orchids for broadening development and orchid commercialization through empowering entrepreneurship-based programs, especially in Jember Regency. The orchid lovers’ community in Jember Regency has been chosen as a target in this community program. The orchid lovers’ communities have a high potential to develop orchid cultivation since they already have basic competency and experience for practicing orchid cultivation. These communities are easy to be motivated to play a role in orchid commercialization. Community service programs for orchid cultivation training need to be supported by people who already know about cultivation activities, especially orchid plants. This encourages the service team to choose the target community for orchid lovers in Jember Regency to develop products to increase the commercialization of orchid products so that the results are maximized. The targets that will be carried out are training about in vitro orchid cultivation, marketing strategies, crossing techniques, and orchid acclimatization. Community service activities in the form of orchid training can positively contribute to the community in increasing understanding of propagation techniques, orchid marketing strategies, and additional skills in orchid crossing techniques and acclimatization techniques. Training activities can be a provision for the community to play a role in increasing the commercialization of orchids, especially in Jember Regency. --- UPT Agrotechnopark sebagai mitra pelaksana Perguruan Tinggi Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) memiliki revenue generating berupa pengembangan komoditi tanaman hias yaitu anggrek. Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni melalui pelatihan anggrek. Kegiatan pelatihan anggrek  bertujuan untuk menginisiasi masyarakat untuk lebih mengenal anggrek sehingga dapat memperluas pengembangan dan komersialisasi anggrek melalui pemberdayaan masyarakat berbasis wirausaha terutama di Kabupaten Jember. Masyarakat pecinta anggrek di Kabupaten Jember dipilih sebagai target pada program pengabdian karena mempunyai potensi tinggi untuk pengembangan budidaya anggrek ditinjau dari segi minat dan wawasan pengetahuan tentang anggrek sehingga mudah untuk dibangun jiwa kewirausahaannya khususnya untuk komersialisasi anggrek. Program pengabdian untuk pelatihan budidaya anggrek sangat perlu didukung oleh masyarakat yang telah memiliki pengetahuan dasar kegiatan budidaya, khususnya tanaman anggrek. Hal ini mendorong tim pengabdi untuk memilih sasaran masyarakat pecinta anggrek di Kabupaten Jember dalam upaya pengembangan produk untuk meningkatkan komersialisasi produk anggrek agar hasilnya lebih maksimal.  Target yang akan dilakukan adalah pelatihan budidaya anggrek secara in vitro, strategi pemasaran, teknik persilangan dan aklimatisasi anggrek. Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan anggrek dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman terhadap teknik perbanyakan, strategi pemasaran anggrek, dan tambahan ketrampilan tentang teknik persilangan dan teknik aklimatisasi anggrek. Kegiatan pelatihan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya peningkatan  komersialisasi anggrek khususnya di Kabupaten Jember.
PERAWATAN PERALATAN KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKEMAS BANJARANGKAN II KLUNGKUNG I Made Aditya Nugraha; Tjokorda Bagus Putra Marhaendra; I Made Agus Mahardiananta; Putu Agus Mahadi Putra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12422

Abstract

Abstract. The use of increasingly sophisticated technology for health workers certainly requires proper and regular care. This technology is essential in puskesmas services, such as a circuit on a dental examination board, a sensor on a lighting lamp, a stethoscope, and an ECG. Medical devices that have a good level of reliability will provide good service quality. Apart from being a form of treatment for medical devices at the puskesmas, this service is also training for technicians and health workers for medical device maintenance. This, of course, will increase knowledge and skills in managing, maintaining, and repairing medical devices at puskesmas. This activity will further support puskesmas services, especially during the Covid-19 pandemic. From the actions that have been carried out, it has been able to improve and overcome several problems with several medical devices, such as dental units, ECGs, headlamps, and otoscopes. This activity indirectly provides knowledge and learning in the form of good experiences and adds insight into the operation of medical devices that are used so that they are always active, accurate, and can help health activities at Banjarangkan II Klungkung Health Center. --- Pemanfaatan teknologi tenaga kesehatan yang semakin canggih tentu saja memerlukan adanya perawatan secara baik dan teratur. Teknolgi ini merupakan satu elemen penting dalam pelayanan di puskesmas, seperti rangkaian pada board pemeriksaan gigi, sensor pada lampu pencahayaan, stetoskop, dan juga ECG . Peralatan kesehatan yang memiliki tingkat keandalan yang baik akan memberikan mutu pelayanan yang baik. Pengabdian ini selain sebagai bentuk perawatan alat kesehatan di puskesmas juga merupakan pelatihan perawatan peralatan medis untuk teknisi dan tenaga kesehatan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola, memelihara dan memperbaiki peralatan kesehatan di puskesmas. Kegiatan ini akan bisa lebih mendukung dalam pelayanan puskesmas terutama di masa pandemi Covid-19. Dari kegiatan yang telah dilakukan telah dapat melakukan perbaikan dan mengatasi beberapa permasalahan pada beberapa alat kesehatan, seperti dental unit, ECG, head lamp, dan otoskop. Kegiatan ini secara tidak langsung memberikan ilmu dan pelajaran berupa pengalaman yang baik, serta menambah wawasan tentang operasional alat medis yang digunakan agar selalu aktif, akurat, dan tentunya dapat membantu kegiatan medis di Puskesmas Banjarangkan II Klungkung.
PELATIHAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN MOTOR DIESEL SATU SILINDER BAGI MASYARAKAT DESA TABLOLONG KUPANG BARAT NUSA TENGGARA TIMUR I Made Aditya Nugraha; Febi Luthfiani; Kaminton Tambunan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12439

Abstract

Fishing by small and large-scale fishers must be supported by vessels and proper fishing gear. Ships have advantages in transportation and catching fish because they have a minor accident rate compared to other transportation modes. After all, ships are equipped with facilities for prevention and control. This is so important in fishing activities by fishers. A fisherman in Tablolong Village is a one-day fishing fisherman who catches fish around East Nusa Tenggara. The significant potential of the sea has made fishing activities one of the livelihoods for the community. However, if the ship is damaged, the fishermen cannot carry out fishing activities. This will affect their economy. This community service provided training and maintenance of single-cylinder boat engines on two damaged fishing boats. All fishermen participated in this activity and received good appreciation, and this training immensely helped the community. The results of this training have a good impact on the community. In the evaluation results, fishers can make repairs and carry out maintenance independently on their vessels. --- Penangkapan ikan oleh para nelayan skala kecil dan besar harus didukung dengan kapal dan alat tangkap yang layak. Kapal mempunyai keunggulan dalam pengangkutan dan juga dalam menangkap ikan karena memiliki tingkat kecelakaan yang kecil dibandingkan dengan moda transfortasi lainnya, karena kapal dilengkapi sarana untuk pencegahan dan penanggulangannya. Hal ini begitu penting dalam kegiatan penangkapan ikan oleh para nelayan. Nelayan di Desa Tablolong merupakan salah satu nelayan one day fishing yang melakukan penangkapan ikan di sekitar Nusa Tenggara Timur. Besarnya potensi laut yang ada menyebabkan kegiatan penangkapan ikan menjadi salah satu mata pencaharian bagi masyarakat. Namun jika terjadi kerusakan kapal, maka para nelayan tidak bisa melakukan kegiatan penangkapan. Hal ini akan berpengaruh kepada perekonomian mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan perawatan mesin kapal satu silinder pada dua kapal nelayan yang mengalami kerusakan. Pada kegiatan ini diikuti oleh seluruh nelayan dan mendapatkan apresiasi yang baik, dan masyarakat sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Hasil pelatihan ini memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Pada hasil evaluasi para nelayan dapat melakukan perbaikan dan melakukan perawatan secara mandiri pada kapal-kapal mereka.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT TANPA BAKAR DI DESA KALUMPANG, KECAMATAN MENTANGAI, KABUPATEN KAPUAS, KALIMANTAN TENGAH Anyualatha Haridison; Afridon Eka Kaharap
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.12609

Abstract

Kalumpang Village is one of the peat hydrological units in Central Kalimantan. Land fires are very vulnerable to occur in Kalumpang Village. According to data on the analysis of land and forest fires in Kapuas Regency in 2017, Kalumpang Village has a very high level of vulnerability. Several areas of peatland that burn during the rainy season are inundated with water and form a temporary habitat for lakes. In the dry season, this land is in the form of an open expanse that is arid; it is very easy to re-burn. Of course, this condition is very detrimental to the peat ecosystem and the surrounding environment, including humans interested in peat. On the other hand, community knowledge in managing peatlands is relatively lacking, as seen from the tradition of working peat by burning for efficiency reasons. The people of Kalumpang Village need assistance to know the impact of peat management by burning. This service activity is in the form of an assistance program for managing peatlands without burning. The purpose of this activity is to increase public knowledge and awareness of sustainable peat management. This activity includes assistance on the benefits of peat ecosystems and the impact of peat fires on the surrounding environment, training on managing peatlands without burning with compost techniques, and assisting in making village regulations on peatland management without burning. The results of this activity are 100% successful until the product of village regulations which will later become signs for all communities in managing sustainable peatlands. --- Desa Kalumpang merupakan salah satu wilayah kesatuan hidrologis gambut di Kalimantan Tengah. Kebakaran lahan sangat rentan terjadi di Desa Kalumpang. Sesuai data analisa rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten kapuas tahun 2017, disebutkan bahwa Desa Kalumpang memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Sejumlah wilayah lahan gambut bekas terbakar di musim hujan tergenangi air dan membentuk habitat danau-danau yang bersifat sementara, sedangkan di musim kemarau, lahan ini berbentuk hamparan terbuka yang gersang dan kering sehingga sangat mudah terbakar kembali. Tentunya kondisi ini sangat merugikan ekosistem gambut dan lingkungan sekitar, termasuk pula manusia yang memiliki kepentingan dengan gambut. Di sisi lain, pengetahuan masyarakat dalam mengelola lahan gambut relatif kurang, terlihat dari tradisi pengelolaan gambut dengan cara bakar dengan alasan efisiensi. Masyarakat Desa Kalumpang perlu pendampingan untuk mengetahui secara jelas dampak dari pengelolaan gambut dengan cara bakar. Kegiatan pengabdian ini berupa program pendampingan pengelolaan lahan gambut tanpa bakar. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan gambut secara berkelanjutan. Kegiatan ini mencakup penyuluhan manfaat ekosistem gambut dan dampak kebakaran gambut bagi lingkungan sekitar, pelatihan pengelolaan lahan gambut tanpa bakar dengan teknik kompos, serta pendampingan pembuatan peraturan desa tentang pengelolaan lahan gambut tanpa bakar. Hasil dari kegiatan ini adalah berhasil 100% sampai dengan produk peraturan desa yang nantinya akan menjadi rambu-rambu seluruh masyarakat dalam mengelola lahan gambut berkelanjutan.
PELATIHAN LITERASI KEUANGAN DIGITAL KEPADA PENGUSAHA MIKRO DI KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Nury Effendi; Budiono; Anhar Fauzan Priyono; Militcyano Samuel Sapulette; Vera Intanie Dewi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.12656

Abstract

The development of the digital Financial Services Sector (SJK) is very likely to threaten people who have minimal financial and digital literacy because they can be trapped in a vortex of debt. One group that is vulnerable to this is the micro-business group. This Community Service Program supports the National Strategy for Indonesian Financial Literacy (SNLKI) which was stipulated in POJK No.76 of 2016 to carry out financial education activities to improve public financial literacy. The focus of this activity is the micro-business group in Bandung Regency. This community service activity aims to increase understanding of economic and digital literacy through educational programs. The activities method through online training for small and medium entrepreneurs in Bandung Regency. This activity divide into three training sessions covering the motivation for digital financial literacy, financial health diagnostics using digital platforms, financial planning, making the proper budget, preparing emergency funds, and getting to know digital financial products and services. Based on a survey conducted on training participants, it was found that this training provided new knowledge or skills that were important to them, namely digital financial platforms, the benefits of financial planning, and how to manage finances properly, and realizing that emergency funds needed to be prepared since the beginning. Based on the survey results after the training, it can conclude that this educational activity enhances awareness to be competent in managing finances is essential. This type of training recommends regularly carrying to improve public financial literacy. --- Perkembangan Sektor Jasa Keuangan (SJK) digital sangat mungkin menjadi ancaman bagi masyarakat yang minim literasi keuangan dan digital karena bisa terjebak dalam pusaran permasalahan keuangan. Salah satu kelompok yang rentan akan hal ini adalah kelompok usaha mikro. Tingkat literasi keuangan yang rendah dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang kurang tepat, terutama terkait pada pengelolaan keuangan usahanya. Kegiatan pelatihan ini untuk mendukung program Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI)  yang ditetapkan pada POJK No.76 tahun 2016 untuk melakukan kegiatan edukasi keuangan guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan dan digital yakni melalui program edukasi sesuai kebutuhan bagi para pelaku usaha. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pelatihan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Bandung yang dilakukan secara daring. Kegiatan ini terbagi kedalam tiga sesi pelatihan yang mencakup motivasi akan pentingnya melek keuangan digital, diagnosa kesehatan keuangan menggunakan platform digital, pembuatan perencanaan keuangan, membuat anggaran yang tepat, menyiapkan dana darurat dan mengenali produk dan jasa keuangan digital. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada peserta pelatihan diperoleh hasil bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan atau keterampilan penting yang baru bagi mereka yakni tentang platform keuangan digital, manfaat dari perencanaan keuangan dan mengetahui cara pengelolaan keuangan dengan baik serta menyadari bahwa dana darurat perlu dipersiapkan sejak dini. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pasca pelatihan dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kegiatan edukasi ini memberikan penyadaran penyadaran untuk menjadi cerdas dalam pengelolaan keuangan adalah penting. Pelatihan sejenis ini disarankan dalam dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
PERLINDUNGAN MEREK DAGANG DAN MEREK JASA PAGUYUBAN BATIK TULIS KEBON INDAH KLATEN Annisaa Miranty Nurendra; Muafi -
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.12707

Abstract

This activity is carried out because of a trademark problem owned by the Batik Tulis Kebon Indah Group, Bayat, Klaten. This problem is related to the protection of intellectual property rights in the form of trademarks whose protection period will expire and the use of the same trademark in different classes of goods. This activity aims to provide technical guidance to extend the protection period of the “Kebon Indah” brand and register the “Kebon Indah” brand in the service business category. There are five stages to achieve the success target of the activity, namely: 1) discussion; 2) tracing data on Intellectual Property; 3) filing; 4) extension of trademarks and registration of service marks; and 5) continuous mentoring. These activities can provide positive motivation for the batik craftsmen of the Batik Tulis Kebon Indah Group. The process of trademark protection extension has been successfully carried out with the issuance of a new trademark certificate and service mark registration. With the activity target achieved, this activity has an impact on increasing the competitive advantage of the Batik Tulis Kebon Indah Group. --- Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan karena adanya permasalahan merek dagang yang dimiliki Paguyuban Batik Tulis Kebon Indah, Bayat, Klaten. Permasalahan ini berkaitan dengan perlindungan hak kekayaan intelektual berupa merek dagang yang akan habis masa waktu perlindungannya dan adanya penggunaan merek dagang yang sama pada kelas barang yang berbeda. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan bimbingan teknis perpanjangan masa perlindungan merek “Kebon Indah” serta mendaftarkan merek “Kebon Indah” pada kategori usaha jasa. Ada 5 tahapan yang dilakukan untuk mencapai target keberhasilan kegiatan yaitu 1) diskusi, 2) penelusuran data Kekayaan Intelektual, 3) pemberkasan, 4) perpanjangan merek dagang dan pendaftaran merek jasa, 5) pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan pengabdian dapat memberikan motivasi yang positif bagi pengrajin batik Paguyuban Batik Tulis Kebon Indah. Proses perpanjangan perlindungan merek dagang telah berhasil dilakukan dengan diterbitkannya sertifikat merek yang baru, pendaftaran merek jasa juga telah berhasil dilakukan. Dengan target kegiatan yang tercapai maka kegiatan pengabdian ini berdampak pada meningkatnya keunggulan bersaing usaha Paguyuban Batik Tulis Kebon Indah.

Filter by Year

2017 2025