cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PELATIHAN PEMANDUAN WISATA ARKEOLOGI DI KAWASAN WISATA RAMMANG-RAMMANG KABUPATEN MAROS Iwan Sumantri; Yusriana; Supriadi; Yadi Mulyadi; Nur Ihsan; Akin Duli; Rosmawati; Erni Erawati; Khadijah Thahir Muda; Anwar Thosibo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.11772

Abstract

Abstract. This article aims to provide an overview of archaeological tourism guiding training activities in the Rammang-Rammang Karst Area. Kampung Rammang-Rammang Salenrang, Maros Regency, South Sulawesi is popular with natural tourism and provides new experiences for visitors with boat attractions along the river, but not many people know that this area has great potential for the development of cultural tourism. The needs of the people in Rammang-Rammang are in providing knowledge and skills in guiding archaeological tourism in Rammang-Rammang. The program of activities carried out to help the community is guiding training with activity stages ranging from socialization, preparation of pocket books, training by distributing pocket books, guiding training on prehistoric cave sites. The results of the activity have a positive impact on the community, especially the training participants, namely they gain knowledge about various things related to karst, prehistoric caves and the Rammang-Ramamng environment that visitors usually ask about.               Abstrak. Artikel ini berujuan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan pelatihan pemanduan wisata arkeologi di Kawasan Karst Rammang-Rammang. Kampung Rammang-Rammang Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan popular dengan wisata alam dan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dengan atraksi perahu menyusuri sungai, namun tidak banyak yang tahu bahwa kawasan ini memiliki potensi besar untuk pengembangan cultural tourism. Kebutuhan masyarakat di Rammang-Rammang adalah dalam pembekalan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanduan wisata arkeologi di Rammang-Rammang. Program kegiatan yang dijalankan untum membantu masyarkat yakni pelatihan pemanduan dengan tahapan kegaiatn mulai dari sosialisasi, penyusunan buku saku, pelatihan dengan membagikan buku saku, pelatihan pemanduan di situs gua prasejarah. Hasil kegiatan memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya peserta pelatihan yaitu mereka mendapatkan pengetahuan tentang berbagai hal terkait karst, gua prasejarah dan lingkungan Rammang-Ramamng yang biasanya ditanyakan oleh pengunjung.
PELATIHAN KADER KESEHATAN DESA GUNA PEMBENTUKAN POS OBAT DESA SALENA Christin Rony Nayoan; Asrawati Sofyan; Nur Syamsi; Andi Alfia Muthmainnah Tanra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.11933

Abstract

One of the main issues that support the Vision of Long-Term National Development Plan 2005-2025 is independence through community-based health development. One of the achievements of this vision can be supported through the Active Alert Village program with indicators in the form of Community-based Health Efforts (UKBM). The Village Medicine Post is a form of UKBM that aims to meet emergency and temporary health needs in remote locations far from health service facilities. Salena Village is one of the areas in Palu City, which is located quite remote because it is at an altitude. This village does not yet have a Village Medicine Post and does not yet have trained health workers who have the ability to administer and use medicines. This is the basis for the implementation of community service which aims to improve the status of community independence in the health sector. The service was carried out by providing 2 training materials for health workers in the form of drug management and drug use, then evaluating knowledge and administering the initial medicines to be managed. Based on the evaluation, there were significant differences in knowledge among workers before and after training (p <0.05). This is in accordance with the output target set in the form of increased knowledge of workers in terms of first aid for several simple diseases. It is hoped that the trained health workers will be able to maximize the initial treatment for sick community members who need immediate help. --- Salah satu isu pokok yang menunjang Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 adalah kemandirian melalui pembangunan kesehatan yang bersumber daya masyarakat. Pencapaian visi tersebut salah satunya dapat ditunjang melalui program Desa Siaga Aktif dengan indikator berupa Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM). Pos Obat Desa merupakan salah satu bentuk UKBM yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan darurat dan sementara pada lokasi terpencil yang jauh dari sarana pelayanan kesehatan. Desa Salena merupakan salah satu wilayah di Kota Palu yang lokasinya cukup terpencil karena berada di ketinggian. Desa ini belum memiliki Pos Obat Desa dan belum memiliki kader kesehatan terlatih yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan menggunakan obat-obatan. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan status kemandirian masyarakat di bidang kesehatan. Pengabdian dilakukan dengan memberi 2 materi pelatihan kepada kader kesehatan berupa manajemen pengelolaan obat dan penggunaan obat kemudian dilakukan evaluasi pengetahuan serta pemberian obat-obatan awal untuk dikelola. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada kader sebelum dan setelah pelatihan (p<0,05). Hal ini sudah sesuai dengan target luaran yang ditetapkan berupa peningkatan pengetahuan kader dalam hal pertolongan pertama untuk beberapa penyakit sederhana. Kader kesehatan yang sudah dilatih tersebut diharapkan mampu memaksimalkan penanganan awal pada anggota masyarakat yang sakit yang membutuhkan pertolongan segera.
KONSERVASI LAHAN GULLY PLUGS UNTUK PENGENDALI EROSI DI DAS BADENG DESA SUMBERBULU, SONGGON, BANYUWANGI Zulis Erwanto; Dadang Dwi Pranowo; Yudha Pratama Gumelar; Iqbal Wahyudin; Mochammad Rafli Husamadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.11962

Abstract

In Sumberbulu village in the Badeng Watershed, there is a community group of Songgon Pine Tourism. The initial survey on the tourism area of the Songgon Pine was a flow of surface runoff in pine forest land that flows into the Badeng River. The flow forms a natural trench with a width of ± of 10 m and a depth of ± of 2 m with a surface runoff discharge of 0.04598 m3/s indicated to carry much of the sedimentary material impacted by land erosion. Besides, there is the potential for landslides and floods in the Badeng watershed, especially in the Songgon Pine Tourism area which is affected by floods from the avalanche of the Pendil mountains of Raung volcano. Technology was applied in the form of mechanical land conservation by applying gully plugs construction. The purpose of devotion to apply the material of interlock lego brick made from bagasse ash in the form of conservation gully plugs as an effort to control land erosion. The implementation of conservation prototype construction Gully Plug from Interlock Lego Brick by empowering the community group of Songgon Pine Tourism. The composition of the mix design of Interlock Lego Brick has used a ratio of 2 TL: 3 PS: 3.5 PC: 1.5 Bagasse Ash, with the dimensions of Gully Plug construction along 10 m with a height of 50 cm and a width of 60 cm requires approximately 2000 bricks. The next stage was not only mechanical conservation buildings but also vegetative conservation in erosion-prone locations and critical land around the Badeng watershed. The sustainability program conducted by the MoU between Politeknik Negeri Banyuwangi and Perum Perhutani KPH of West Banyuwangi related to land protection in productive forest areas banyuwangi regency. --- Di Desa Sumberbulu di daerah aliran Sungai Badeng terdapat Kelompok Masyarakat Wisata Pinus Songgon. Survei awal di lokasi Wisata Pinus Songgon terdapat aliran limpasan permukaan pada lahan hutan Pinus yang mengalir menuju sungai Badeng. Aliran tersebut membentuk parit alam dengan lebar ± 10 m dan kedalaman ± 2 m dengan debit limpasan permukaan sebesar 0,04598 m3/detik yang diindikasikan membawa banyak material sedimen dampak dari erosi lahan. Selain itu, terdapat potensi longsor dan bencana banjir bandang di daerah aliran sungai Badeng, khususnya di daerah Wisata Pinus Songgon yang kena dampak banjir bandang dari longsoran Gunung Pendil Pegunungan Raung. Teknologi yang diterapkan berupa konservasi lahan secara mekanik dengan menerapkan konstruksi gully plugs. Tujuan pengabdian untuk menerapkan material interlock lego brick berbahan limbah abu ampas tebu dalam bentuk konservasi gully plugs sebagai upaya pengendali erosi lahan. Penerapan konservasi prototype konstruksi Gully Plug dari Interlock Lego Brick dengan memberdayakan kelompok masyarakat Wisata Pinus Songgon. Hasil komposisi mix design dari Interlock Lego Brick menggunakan perbandingan 2 TL: 3 PS: 3,5 PC: 1,5 AAT (Abu Ampas Tebu), dengan dimensi konstruksi Gully Plug sepanjang 10 m dengan ketinggian 50 cm dan lebar 60 cm membutuhkan kurang lebih 2000 bata. Tahapan kedepannya tidak hanya bangunan konservasi secara mekanik, tetapi juga konservasi vegetatif di lokasi rawan erosi dan lahan kritis sekitar DAS Badeng. Program keberlanjutan dilakukannya MoU antara Politeknik Negeri Banyuwangi dengan Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat terkait perlindungan tanah di kawasan hutan produktif Kabupaten Banyuwangi.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA BUMDES ASUNG DAYA DALAM ADMINISTRASI KEUANGAN BERBASIS KOMPUTER Nurdian Susilowati; Indah Anisykurlillah; Amir Mahmud
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.11992

Abstract

This community service applied information technology in the form of a simple accounting system application using a spreadsheet (general ledger) for Village-Owned Enterprises (BUMDes). This activity aims first to understand the recording of financial transactions using the Financial Accounting Standards for Entities without Public Accountability (SAK ETAP). Second, compiling financial reports utilizing a general ledger using a computer spreadsheet system. The service methods used are socialization, training, and mentoring. Activities are packaged in the form of lectures that are delivered virtually using zoom meetings and Whats up Group (WAG). The target audience is the BUMDes management and director, as well as the Jatijajar Village apparatus. The first step taken is training to input transaction data on general journal sheets. Second, the practice of recording and posting to general and auxiliary ledgers to produce financial reports. The activity results were that the Directors and management of BUMDes understood and began to get acquainted with recording financial transactions using SAK ETAP. Besides, it is also familiar with mathematical function formulas in Excel to compile general ledger accounting spreadsheets. This general ledger makes it easier to record accounting and prepare financial reports that are tailored to the needs of BUMDes. If the BUMDes is in the form of a trading company, will prepare the trading company financial report. Examples are minimarkets and grocery stores owned by BUMDes. Meanwhile, if the company is a service company, a service company financial report is prepared according to the type of service being performed. Such as water management services, waste management services, and others. --- Kegiatan pengabdian ini menerapkan teknologi informasi berupa aplikasi sistem akuntansi sederhana menggunakan spreadsheet (general ledger) untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuan kegiatan ini adalah pertama, melakukan pemahaman pencatatan transaksi keuangan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Kedua, menyusun laporan keuangan menggunakan general ledger menggunakan sistem komputer spreadsheet. Metode pengabdian yang digunakan yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dikemas dalam bentuk ceramah yang disampaikan secara virtual menggunakan zoom meeting dan Whats up Group (WAG). Khalayak sasarannya adalah pengurus dan Direktur BUMDes, serta perangkat Desa Jatijajar. Langkah yang ditempuh pertama adalah pelatihan input data transaksi pada sheet jurnal umum. Kedua yaitu praktik pencatatan dan posting pada buku besar umum dan pembantu sehingga menghasilkan laporan keuangan. Hasil kegiatan yaitu Direktur dan pengurus BUMDes paham dan mulai mengenal pencataan traksaksi keuangan dengan menggunakan SAK ETAP. Disamping itu juga mengenal rumus-rumus fungsi matematikan di dalam excel untuk menyusun spreadsheet general ledger akuntansi. General ledger tersebut mempermudah pencataan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan BUMDes. Jika BUMDes berbentuk perusahaan dagang, maka akan disusun laporan keuangan perusahaan dagang. Contohnya adalah minimarket dan toko kelontong yang dimiliki oleh BUMDes. Sedangkan jika perusahaannya adalah perusahaan jasa, maka disusun laporan keuangan perusahaan jasa yang disesuaikan dengan jenis jasa yang dijalankan. Semisal jasa pengelolaan air, jasa pengelolaan sampah, dan lainnya.
BUDIDAYA VERTIKULTUR DI PEKARANGAN SEBAGAI ALTERNATIF KETAHANAN PANGAN SAAT MASA PANDEMI BAGI MASYARAKAT PERUMAHAN Endang Surahman; Rifa'atul Maulidah; Intan Nurcahya; Eko Sujarwanto; Jaka Riski Apriandi; Aina Rohma Hayati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.12000

Abstract

Abstract. The Large-Scale Social Restrictions implemented to break the chain of the spread of COVID-19 have implications for the community's economy, for example, food compliance. To anticipate food scarcity on large scale, people can be educated to manage independent food gardens in organic vegetable gardens. The problem faced by people in urban areas is the unavailability of large areas for gardening. The solution that can be offered related to this condition is the application of technology by utilizing science and technology in the form of verticulture cultivation techniques in narrow land yards. This activity aims to apply verticulture technology that utilizes the capillary nature of water in the absorption of plant nutrients to facilitate partners who are generally housewives in maintaining and controlling plant nutrition until the harvest period. Partners in this community service are residents of the Tasikmalaya City of West Java, West Java, a resident of Perum Mitra Batik. The method used to apply technology is through extension activities in the form of lectures, discussions & questions and answers, training in the form of demonstration plots & planting practices on verticultural media, and supervision in the form of fertilization & plant maintenance until the harvest period. The results of the evaluation based on the indicators of the success of the activity showed that 90% of participants/partners admitted that they had increased knowledge about verticulture cultivation. 77.27% of participants/partners also feel very interested in doing verticulture cultivation in the future independently. Concern for the plants that have been planted is considered good, shown by the active role of participants/partners during the supervision and maintenance stages until harvest results are obtained that can be enjoyed by the community.               Abstrak. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 telah berimplikasi terhadap ekonomi masyarakat, salah satunya pemenuhan kebutuhan pangan. Demi mengantisipasi kelangkaan pangan dalam skala besar, masyarakat dapat diedukasi untuk mengelola kebun pangan mandiri berupa kebun sayuran organik. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di area perkotaan adalah tidak tersedianya area luas untuk berkebun. Solusi yang dapat ditawarkan terkait kondisi tersebut adalah penerapan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan IPTEK berupa teknik budidaya vertikultur di pekarangan rumah berlahan sempit. Tujuan dari kegiatan ini adalah menerapkan teknologi vertikultur yang memanfaatkan sifat kapilaritas air dalam penyerapan nutrisi tanaman untuk memudahkan mitra yang umumnya ibu rumah tangga dalam perawatan dan kontrol nutrisi tanaman hingga masa panen. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah anggota KWT Rengganis dan anggota PKK RW 13 yang merupakan Warga Perum Mitra Batik Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Metode yang dilakukan untuk menerapkan teknologi adalah dengan kegiatan penyuluhan berupa ceramah, diskusi & tanya-jawab, pelatihan berupa demplot & praktik tanam pada media vertikultur, serta pengawasan berupa pemupukan & pemeliharaan tanaman hingga masa panen. Hasil evaluasi berdasarkan indikator keberhasilan kegiatan menunjukkan 90% peserta/mitra mengaku mengalami peningkatan pengetahuan tentang budidaya vertikultur. 77,27% peserta/mitra juga merasa sangat tertarik untuk melakukan budidaya vertikultur pada masa mendatang secara mandiri. Kepedulian terhadap tanaman yang telah ditanam dinilai baik ditunjukkan dengan peran aktif peserta/mitra selama tahap pengawasan dan perawatan hingga diperoleh hasil panen yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
PROGRAM PEMBINAAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU KIMIA MA/SMA PADA MGMP KIMIA KABUPATEN MOJOKERTO BERBASIS IoT M. Muchson; Munzil; Nur Candra Eka Setiawan; Meyga Eva Ferama Sari; Shela Novitasari; Deni Ainur Rokhim
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.12017

Abstract

     Abstract. COVID-19 pandemic can accelerate education 4.0, by changing the face-to-face learning system to online. The transition of the learning system to online bring several problems to the world of education. This problem is related to the unpreparedness of the teacher in preparing learning media to support the Distance Learning Process (PJJ). PJJ system is carried out by utilizing information technology. To support online learning, chemistry teachers in Mojokerto are mostly not yet skilled in using Information Technology (IT), such as learning media online and maximizing the functions platforms of pre-existing such as power points. However, chemistry learning needs to be done with a touch of  IT. Because chemical materials are submicroscopic and abstract, so IT is needed to understand them more easily. With the development of the Internet of Things (IoT), it can be utilized by maximizing the use of the internet for activities. Community dedication as an applicable activity of the Tri Dharma of Higher Education in the form of training is one effort that is felt to be done to overcome these problems. Therefore, the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Science, Universitas Negeri Malang provided training in making learning media online to Chemistry MGMP MA/SMA in Mojokerto city. The scope of activities carried out includes (1) program socialization and cooperation to school, (2) coaching, and (3) monitoring and evaluation. The results obtained indicate that this training activity is very useful and provides more insight into learning media online, with the hope that this activity can be carried out regularly to improve teacher skills in utilizing IT.               Abstrak. Pandemi COVID-19 mampu mengakselerasi pendidikan 4.0 dengan mengubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi daring. Peralihan sistem pembelajaran menjadi daring membawa beberapa persoalan tersendiri bagi dunia pendidikan. Persoalan tersebut berkaitan dengan ketidaksiapan guru dalam menyiapkan media pembelajaran guna mendukung proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sistem PJJ dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Guna menunjang pembelajaran daring guru-guru kimia di Kabupaten Mojokerto sebagian besar belum terampil dalam menggunakan Information Technology (IT), seperti media pembelajaran online serta memaksimalkan fungsi platform yang sudah ada sebelumnya seperti power point. Selain hal itu, pembelajaran kimia memang perlu dilakukan dengan sentuhan IT. Hal tersebut dikarenakan materi kimia bersifat submikroskopik dan abstrak, sehingga diperlukan IT untuk lebih mudah memahaminya. Dengan berkembangnya Internet of Things (IoT) saat ini, maka dapat dimanfaatkan dengan memaksimalkan penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran kimia, baik teori maupun praktikum. Pengabdian masyarakat sebagai kegiatan aplikatif tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk pelatihan merupakan salah satu upaya yang dirasa dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, Jurusan Kimia FMIPA Unversitas Negeri Malang memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran online  kepada MGMP Kimia MA/SMA Kabupaten Mojokerto. Lingkup kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) sosialisasi program dan kerja sama ke sekolah, (2) pembinaan, serta (3) monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan lebih terkait media pembelajaran online, dengan harapan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan IT.
APLIKASI MESIN PENGEMAS UNTUK UKM PRODUK HERBAL ANGKUNG DAN CACING Aviv Yuniar Rahman; Feddy Wanditya Setiawan; April Lia Hananto; Firman Nurdiyansyah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12152

Abstract

During the pandemic, herbal products are in great demand by many people because they support the immune system and are a long-term health investment in fighting Covid-19. In the sukun sub-district, Malang city, there are herbal SMEs that have the advantage of angkung and worms. However, in this herbal product UKM the packaging production process is still manual then the production is still below standard, the tools used are still conventional and cannot last long. In addition, liquid products do not comply with standards, have no cover, the brand is not attractive, and the partners' knowledge and skills are lacking. From these problems, it is necessary to apply packaging machine technology. This activity aims to apply packaging machine technology so that products can be packaged neatly and hygienically and maintain product quality. The implementation method used is a location survey, partner discussions, making tools, training and mentoring, and evaluation of results. The result of this activity is that partners can apply packaging machine technology, have additional knowledge about packaging machines and have skills in operating and maintaining packaging machines. In addition, sales and revenue increased after assistance was provided on neat, attractive, and hygienic product packaging procedures to conform to standards. --- Selama masa pandemi, produk herbal sangat diminati oleh banyak orang karena mendukung sistem kekebalan tubuh dan menjadi investasi kesehatan jangka panjang dalam melawan Covid-19. Di kecamatan sukun kota malang terdapat UKM herbal yang memiliki keunggulan angkung dan cacing. Namun di UKM produk herbal ini proses produksi pengemasan masih manual lalu produksi masih dibawah standar, alat yang digunakan masih konvesional tidak bisa tahan lama. Selain itu untuk produk cair tidak sesuai dengan standar, tidak ada penutup, brand tidak menarik, dan pengetahuan dan keterampilan mitra kurang. Dari permasalahan tersebut diperlukan penerapan teknologi mesin pengemas. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi mesin pengemas agar produk dapat dikemas dengan rapi dan higienis serta menjaga kualitas produk. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah survey lokasi, diskusi mitra, pembuatan alat, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi hasil. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra dapat menerapkan teknologi mesin pengemas, memiliki tambahan pengetahuan mengenai mesin pengemas serta memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan merawat mesin pengemas. Selain itu, penjualan dan pendapatan meningkat setelah adanya pendampingan mengenai prosedur pengemasan produk yang rapi, menarik, dan higienis agar sesuai standar.
UPAYA PREVENTIF MASALAH PENYALAHGUNAAN NAFZA PADA REMAJA MELALUI PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN REMAJA Wahyul Anis; Euvanggelia Dwilda Ferdinandus; Farida Fitriana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12159

Abstract

Napza was substances or drugs derived from plants or non-plants, either artificial (synthetic) or semi-artificial (semi-synthetic) that can cause addiction. The results of Narcotics Information System in 2018 in Surabaya explained that based on the education level of drug users, 7.6% graduated from junior high school, 9.4% graduated from high school and graduated from higher education (5.5%). These data prove that it was important to make efforts to increase knowledge as an effort to prevent drug abuse. Permenkes Number 25 the year 2014 mandates health services for school-age children and adolescents to involve school health cadres and peer counselors and it is important to involve youth in providing youth care health services. Community service activities aim to increase adolescent knowledge about drug abuse through empowering Adolescent Health Cadres. The activity was carried out in two stages, namely the first stage, namely conducting training for Youth Health Cadres (KKR). The second stage is implementing peer activities. The results of the pre and post-test knowledge explained that there was an increase in the level of knowledge of adolescents both in KKR training activities and peer seminars. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of adolescents after participating in the KRR training and peer-to-peer seminars so that it is hoped that similar activities will continue to be carried out because peers are part of environmental factors that contribute to the prevention of problems in adolescents, especially in drug abuse. --- Napza adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik buatan (sintetis) atau semi buatan (semi sintetis) yang dapat menyebabkan ketagihan. Hasil Sistem Informasi Narkoba tahun 2018 di Surabaya menjelskan berdasarkan tingkat pendidikan pengguna Napza sebesar 7,6% berpendidikan tamat SMP, 9,4% tamat SMU dan tamat pendidikan Tinggi (5,5%). Data tersebut membuktikan bahwa penting melakukan upaya peningkatan pengetahuan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan Napza. Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 mengamanatkan pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja melibatkan kader kesehatan sekolah dan konselor sebaya serta penting melibatkan remaja dalam melakukan pelayanan kesehatan peduli remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyalahgunaan Napza melalui pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja. Kegiatan dilaksanakan melalui dua tahap yaitu pada tahap pertama yaitu melakukan pelatihan kepada Kader Kesehatan Remaja (KKR). Tahap kedua yaitu melaksanakan kegiatan teman sebaya. Hasil dari pre dan post test menjelaskan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan remaja baik dalam kegiatan diklat KKR maupun  seminar sebaya.  Kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja setelah mengikuti pelatihan KKR dan Seminar teman sebaya sehingga diharapkan kegiatan serupa terus dilaksanakan karena teman sebaya merupakan bagian dari faktor lingkungan yang berkontribusi penting dalam pencegahan masalah pada remaja khususnya dalam penyalahgunaan Napza.
PELATIHAN PEMBUATAN DAUN BIDARA MENJADI PRODUK LULUR TRADISIONAL DI DESA KUTUH Ni Wayan Eka Puspitaningsih; Luh Putu Mahyuni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.13155

Abstract

One of the products in skin care and beauty is scrubs. An example is a traditional scrub made from natural ingredients. This activity will provide training to partners in the process of making traditional scrub products, measuring partner ability in processing traditional scrub products, as well as packaging and giving logos to products using the potential use of bidara leaves. The purpose of this activity is to develop the potential of bidara leaves (bekul) into traditional beauty products made from natural bidara leaves in Kutuh Village, South Kuta, Badung, Bali. Methods of implementing activities are methods of observation, planning and preparation, and production. The result of the implementation of this activity is the creation of an output in the form of traditional bidara leaf scrub products. This product is able to provide benefits in skin rejuvenation and get more natural results. This study report is expected to be an input for other people regarding efforts to empower bidara leaves into a product that is useful in addition to being used as a beauty product, it can also be used as herbal medicine. --- Salah satu produk dalam perawatan dan kecantikan kulit adalah lulur. Contohnya adalah lulur tradisional yang terbuat dari bahan alami. Kegiatan ini akan memberikan pelatihan kepada mitra dalam proses pembuatan produk lulur tradisional, pengukuran kemampuan mitra dalam pengolahan produk lulur tradisional, serta pengemasan dan pemberian logo pada produk menggunakan pemanfaatan potensi daun bidara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan potensi daun bidara (bekul) menjadi produk kecantikan lulur tradisional berbahan dasar alami daun bidara di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali. Metode pelaksanaan kegiatan adalah metode observasi, perencanaan dan persiapan, dan produksi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terciptanya suatu output berupa produk lulur tradisional daun bidara. Produk ini mampu memberikan manfaat dalam peremajaan kulit dan mendapatkan hasil yang lebih natural. Laporan kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk masyarakat lain mengenai upaya pemberdayaan daun bidara menjadi suatu produk yang bermanfaat selain dijadikan sebagai produk kecantikan, juga dapat dijadikan sebagai obat herbal.
APLIKASI TEKNOLOGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KARANG HIAS LESTARI SEBAGAI MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF DI PULAU BARRANG LOMPO MAKASSAR, SULAWESI SELATAN Mauli Kasmi; Asriany; Andi Ridwan Makkulawu; Arif Fuddin Usman; Hadiratul Kudsiah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.13893

Abstract

Abstract. The technology for sustainable ornamental coral aquaculture is very simple and easy for fishing communities to understand. The technology of sustainable ornamental corals is very low. The Coral Export Market Paradigm is very interested in corals aquaculture products because of the product diversification of many variations so that it can meet the export market into opportunities to carry out business activities that can increase the level of fishermen community welfare, regional income, and foreign exchange. This program aims to obtain a planned amount of product, type, and improvement in a planned quality that can ensure the sustainability of ornamental coral business without dependence on natural products. The method used is the fragmentation of the colony taken from the parent of certain colonies by being taped by artificial substrates placed on construction and environmentally friendly desk rack designs in the sea which can form rock buds. The technology developed is Eco-technology oriented agribusiness through the sea farming program or a model of sustainable management efforts based on society and tourism. Improvement of the quality of ornamental coral products innovatively diversification of products on the inventory system with the application of decorative corals of ammonia (protein skimmer) technology at the harvest and maintained in the aquarium before being exported.               Abstrak Teknologi budidaya karang hias lestari sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat nelayan. Paradigma pasar ekspor koral sangat tertarik produk koral hasil budidaya karena diversifikasi produksi banyak variasinya sehingga dapat memenuhi pasar ekspor menjadi peluang melakukan kegiatan usaha yang dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan, pendapatan regional dan devisa negara. Tujuan Program ini adalah untuk memperoleh jumlah produk, jenis dan peningkatan kualitas secara terencana yang dapat menjamin keberlanjutan usaha karang hias tanpa ketergantungan dari produk alam.  Metode digunakan adalah  fragmentasi karang berupa potongan karang dengan ukuran tertentu yang siap untuk budidaya yang diambil dari induk dari alam atau hasil budidaya dan ditempel pada substrat buatan yang dietakkan diatas konstruksi dan desain rak meja ramah lingkungan di laut yang dapat membentuk tunas karang. Teknologi yang dikembangkan adalah  eco-teknologi berorientasi agribisnis melalui program seafarming atau model upaya pemanfaatkan secara pengelolaan lestari berbasis pada masyarakat dan pariwisata. Perbaikan kualiatas produk karang hias secara inovatif diversifikasi produk pada sistem inventory dengan penerapan teknologi peralatan penghilang kadar amoniak (protein skimmer) karang hias yang dipelihara di dalam akuarium sebelum diekspor.

Filter by Year

2017 2025