cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN SOSIS IKAN PATIN (Pangasius sp) BAGI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN DAN KELUARGANYA Muhammad Ahsin Rifa'i; Candra; Muzdalifah; Agustiana; Hadiratul Kudsiah; M. Sauqi Mubarak; Norliana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.14240

Abstract

South Kalimantan is one of the largest silver catfish production centers in Indonesia.  The high production of silver catfish from pond culture has a high potential as a raw material for making fish sausages. In addition, silver catfish has several advantages, including having a protein content of 16.1% and fat 5.7%, so that a silver catfish is a group of fish that has high protein and moderate fat. Program partners are the Cindai Alus Silver Catfish Farming Group located in Cindai Alus Village, Banjar Regency, South Kalimantan Province, and their families. The program method consists of counseling and technical guidance on sausage processing technology made from catfish. Participants were actively involved during the activity. The results of the program show that there has been a significant increase in knowledge and skills and has reached the indicators that have been set. Participants have the knowledge, skills, and interest to apply silver catfish sausage processing and packaging technology. --- Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra penghasil ikan patin terbesar di Indonesia. Tingginya produksi ikan patin dari hasil budidaya kolam menjadi potensi yang sangat besar sebagai bahan baku pembuatan sosis ikan. Selain itu, ikan patin memiliki beberapa kelebihan, antara lain memiliki kandungan protein 16,1% dan lemak 5,7%. Ikan patin termasuk golongan ikan yang berprotein tinggi dan berlemak sedang. Mitra kegiatan adalah Kelompok Pembudidaya Ikan Patin Cindai Alus yang berlokasi di Desa Cindai Alus Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dan keluarganya. Metode kegiatan terdiri atas penyuluhan dan bimbingan teknis teknologi pengolahan sosis berbahan baku ikan patin. Peserta dilibatkan secara aktif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan dan mencapai indikator yang telah ditetapkan. Peserta telah memiliki mengetahui, keterampilan, dan minat untuk menerapkan pengolahan sosis berbahan baku ikan patin dan teknologi pengemasannya.
PENGENALAN BIOTEKNOLOGI MELALUI PELATIHAN ISOLASI DAN EKSTRAKSI DNA PADA GURU DAN SISWA SMA NEGERI 13 DI KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN Herlina Rante; M.Natsir Djide; Sartini; Risfah Yulianty; Ermina Pakki; Aisyah Fatmawaty; Rosany Tayeb; Elly Wahyudin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.8100

Abstract

Workshop in isolation and DNA extraction for teachers and students is one way to provide basic knowledge to understand biotechnology with a simple method. This workshop aims to make the target audience capable and skilled at isolating and extracting DNA using simple equipment. In addition, it introduces teachers and students to DNA as a primary key in understanding biotechnology or what is known as the threads of life. The method used in this workshop is the Kitchen Kit method. This method is considered simple because it only uses kitchen utensils such as spoons, forks, table salt, and so on to obtain DNA. All students involved in community service activities could extract DNA from fruits using the Kitchen Kit method. ---  Pelatihan isolasi dan ekstraksi DNA pada guru dan siswa merupakan salah satu cara untuk memberi pengetahuan dasar dalam upaya memeberikan pemahaman mengenai bioteknologi dengan metode sederhana. Pelatihan ini bertujuan agar khalayak sasaran mampu dan terampil mengisolasi dan mengekstraksi DNA dengan menggunakan peralatan sederhana. Selain itu memperkenalkan kepada guru dan siswa mengenai DNA sebagai kunci dasar dalam memahami bioteknologi atau yang disebut sebagai benang-benang kehidupan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode Kitchen Kit. Metode ini dianggap sederhana karena hanya menggunakan perangkat peralatan dapur saja seperti sendok, garpu, garam dapur dan sebagainya untuk memperoleh DNA. Seluruh siswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian mampu mengekstraksi DNA dari buah-buahan menggunakan metode Kitchen Kit.
METODE KOMPOSTER SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA INTERVENSI SENSITIF DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU KECAMATAN INDRALAYA Imelda Gernauli Purba; Rico Januar Sitorus; Fitri Nova Liya Lubis
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.9702

Abstract

Stunting becomes a major nutritional problem compared to underweight, moderate underweight, and overweight. One of the indirect factors of stunting is poor environmental sanitation, which is poor waste management. Good waste management is urgent in efforts to minimize waste. This service aims to increase the knowledge of mothers of toddlers about organic household waste management. The method of Community service is counseling in the form of presentation and demonstration of making waste composter and its use. The results obtained are an increase in knowledge in 70% of mothers of children under five. This program concluded that this outreach could increase the understanding of mothers of toddlers' understanding of good household waste management by using a household-scale garbage composter. --- Stunting menjadi masalah gizi yang utama jika dibandingkan dengan masalah gizi buruk, kurang dan gemuk. Faktor penyebab tidak langsung dari stunting salah satunya adalah faktor sanitasi lingkungan yang buruk, satu diantaranya  ialah pengelolaan sampah yang buruk. Pengelolaan sampah yang baik sangat penting dalam upaya minimasi sampah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pengelolaan sampah organik rumah tangga.  Metode pengabdian ini adalah penyuluhan berupa presentasi dan peragaan pembuatan komposter sampah dan penggunaannya. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan pada 70% ibu balita. Disimpulkan bahwa penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita terhadap pengelolaan sampah rumah tangga yang baik, salah satunya dengan menggunakan komposter sampah skala rumah tangga.
PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM TANAMAN KOPI DI DESA WOLOGAI TENGAH - KECAMATAN DETUSOKO KABUPATEN ENDE Murdaningsih; Josina Irene Brigita Hutubessy
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.10537

Abstract

Coffee is cultivated by farmers in Wologai Village in the middle of Detusoko District, Ende Regency. Coffee plants are getting old and cannot be distributed. Agro-climate conditions are suitable for coffee plants, but coffee production is still very low. This activity aims to provide assistance to coffee farmers, with the hope that there will be an increase in the knowledge and skills of coffee farmers for the types of coffee plants, coffee plantations and coffee plantation management techniques. The target of activities in the farmer group consisting of 29 people, the activities carried out during 6 meetings, with counseling and training methods. The results of the evaluation of this service activity can increase the knowledge and skills of farmers in the aspect of agroecosystems or the environment for growing coffee plants by an average of 41.38% and farmers' knowledge regarding aspects of coffee plants increased by an average of 25.86%. ---  Kopi banyak diusahakan petani di Desa Wologai tengah Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Tanaman kopi sudah berumur tua dan dibudidayakan menyebar atau tidak pada satu lahan. Kondisi Agroklimat sudah sesuai untuk tanaman kopi, namun produksi kopi masih sangat rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap petani kopi, dengan harapan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani kopi terhadap terhadap Jenis tanaman kopi, agroekosistem tanaman kopi dan teknik pengelolaan kebun kopi. Sasaran kegiatan pada kelompok tani yang beranggotakan 29 orang, kegiatan dilakukan selama 6 kali pertemuan, dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Hasil dari evaluasi kegiatan pengabdian ini dapat meningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam aspek Agroekosistem atau lingkungan tumbuh tanaman kopi rata-rata sebesar 41,38% dan pengetahuan petani terkait aspek tanaman kopi meningkat rata-rata sebesar 25,86%.
EDUKASI PENGETAHUAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN GERMAS PADA USIA PRODUKTIF DI DUSUN KARANGBENDO Fatma Nuraisyah; Jihan Srikandhia Purnama; Yusni Nuryanti; Rizki Dika Agustin; Ririn Desriani; Mega Utami Putri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.11211

Abstract

Non-communicable diseases (PTM) are still a health problem in Indonesia especially in Yogyakarta. Data from the Banguntapan III Health Center in 2016 stated that hypertension had a total of 1,559 cases. The aim of this community service intervention activity is to evaluate the implementation of outreach and education for the community to implement a healthy lifestyle at productive age through the Healthy Living Community Movement (GERMAS) in Karangbendo Hamlet. The method used in this intervention is counseling. The stages are in the form of delivery of material (lectures) and questions and answers. The target in this intervention is the productive age community in Karangbendo Hamlet, who are very enthusiastic and give positive responses and actively participate in this activity. The results of the bivariate analysis were performed using the Wilcoxon Signed Rank test with p value = 0.004 (p <0.05) so that H0 was rejected. This means that there are differences in the level of knowledge of the productive age population in Karangbendo hamlet between before and after the provision of counseling. The impact of this activity is to increase public knowledge, attitudes and awareness about the importance of applying healthy living behaviors at productive age. --- Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia terlebih di Yogyakarta. Data Puskesmas Banguntapan III tahun 2016 menyebutkan bahwa hipertensi memiliki jumlah kasus sebesar 1.559 kasus. Tujuan dalam intervensi kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan serta edukasi pada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat pada usia produktif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Dusun Karangbendo. Metode yang digunakan dalam intervensi ini adalah penyuluhan. Tahapannya berupa penyampaian materi (ceramah) dan tanya jawab. Sasaran dalam intervensi ini adalah masyarakat usia produktif di Dusun Karangbendo, yang sangat antusias dan memberikan respon positif serta berpartisipasi aktif terhadap kegiatan ini. Hasil analisis bivariate dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan p value=0,004 (p<0,05) sehingga Ho ditolak. Artinya, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan penduduk usia produktif di dusun Karangbendo antara sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan perilaku hidup sehat di usia produktif.
GERAKAN PENYELAMATAN LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN DAN SAMPAH PLASTIK BAGI MASYARAKAT DI DESA PADANG BARU BANGKA TENGAH Luna Febriani; Amir Dedoe
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.11412

Abstract

This community service aims to socialize and train the management and utilization of waste in Padang Baru Village, Central Bangka Regency. This theme is based on the problem of increasing the amount of waste in society while the number of landfills is small. Therefore, a strategy is needed in the management and utilization of waste, so that waste can be managed into something useful and valuable. In other words, waste management and utilization are essential, considering that our society still sees waste as an enemy and a carrier of disaster. Through this activity, it is hoped that it can change the people's mindset that waste is an enemy and a friend and an advantage for the community. The partner in this community service program is the Government of Padang Baru Village. The program that has been implemented is the socialization of waste management and utilization for community life. The service method is carried out in two ways, namely socialization and training. The socialization was carried out by giving lectures from the speakers to the community, then continued with discussion and question and answer sessions. Meanwhile, the training was carried out by way of the resource person directly practicing the making of ecobricks, which the participants followed. The integration of this community service program is to increase the capacity, skills, and the initiation of the target audience in putting into practice the experiences gained during the program. --- Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah pada masyarakat Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini menerapkan model rekayasa social tentang pengelolaan sampah yang acapkali sampah dijadikan sebagai musuh masyarakat, namun dengan adanya rekayasa social ini sampah justru dapat menjadi sesuatu yang memiliki nilai bahkan daya jual bagi masyarakat. Sehingga permasalahan sampah di masyarakat dapat diminimalisir. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama khalayak sasaran pada focus penelitian ini tentang pengelolaan sampah plastic menjadi sesuatu yang memiliki nilai. Mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah Pemerintah Desa Padang Baru Kabupaten Bangka Tengah. Program yang telah dilaksanakan adalah sosialisasi tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah bagi kehidupan masyarakat. Metode pengabdian dilakukan dengan dua cara, yakni sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan dengan menggukan metode pemberian ceramah dari narasumber kepada masyarakat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan Tanya jawab. Sedangkan pelatihan dilakukan dengan cara narasumber mempraktekkan langsung pembuatan ecobrick yang diikuti oleh para peserta. Integrasi dari program pengabdian ini meningkatkan kapasitas pengetahuan serta keterampilan serta inisiasi secara mandiri khalayak sasaran dalam mempraktekkan apa yang sudah didapatkan pada saat program berlangsung. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masayrakat ini, ibu-ibu rumah tangga dan ibu-ibu PKK di Desa Padang Baru mendapatkan pengetahuan dan memiliki keterampilan tentang proses pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang diproduksi dari rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih berharga dan berdaya jual.
PEMANFAATAN SMART THERMAL CAMERA BERBASIS ARDUINO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI UPT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS HALU OLEO DAN SMK SATRIA KENDARI Wa Ode Siti Nur Alam; Achmad Nur Aliansyah; Feliks Eldad Larobu; Asminar; Nita Zelfia Dinianti Luzi Mulyawati; Indra Galugu
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.11938

Abstract

During the pandemic, technology is needed to help minimize human contact. Therefore, in this community service program, an android-based smart thermal camera was created. This smart thermal camera had a sensor to read the visitor's body temperature, with a dot-matrix screen and sound system. This smart thermal camera can read the visitor's body temperature without operator assistance and only read the body temperature from the visitor in front of the device. This community service program aims to solve the problems faced by partners using smart thermal cameras based on Arduino to prevent Covid-19 spread. The service program had implemented at The Information Communication Technology Center of Halu Oleo University and the Software Engineering Laboratory of Satria Kendari SMKS from October to November 2020. This activity consists of three main parts:  surveying the location, manufacturing a smart thermal camera based on Arduino, and training the instrument's use and troubleshooting. All participants can use a smart thermal camera properly, 88.9% of participants can troubleshoot tools, and 11.1% of participants cannot. --- Pada masa pandemik saat ini, dibutuhkan teknologi yang dapat membantu dalam meminimalisir kontak antar manusia. Oleh karena itu, pada program pengabdian kepada masyarakat ini dibuat smart thermal camera berbasis android. Smart thermal camera ini menggunakan sensor thermal camera yang dapat membaca suhu tubuh pengunjung, disertai dengan layar dot matriks dan sound system. Smart thermal camera ini dapat membaca suhu tubuh pengunjung tanpa bantuan operator dan hanya dapat membaca suhu tubuh pengunjung yang ada didepan alat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra menggunakan pemanfaatan smart thermal camera berbasis arduino untuk mencegah penyebaran covid-19. Program pengabdian ini dilaksanakan di UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi UHO dan Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak SMKS Satria Kendari pada bulan Oktober sampai November 2020. Kegiatan ini terdiri dari: membuat smart thermal camera berbasis Arduino dan pelatihan/penyuluhan penggunaan serta troubleshooting alat. Semua peserta penyuluhan dapat menggunakan smart thermal camera dengan baik, 88,9% peserta dapat melakukan troubleshooting alat, dan 11,1% peserta tidak dapat melakukan troubleshooing alat.
POLA KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN SOSIAL REMAJA DI ERA DIGITAL Khoiriyah Isni; Winda Yulia Nurfatona; Khairan Nisa
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.11939

Abstract

Information and communication technology, which is overgrowing every year, dramatically affects communication patterns, especially for adolescents. The negative impact of the rapid development and use of technology by adolescents includes adolescents' lack of communication skills and social skills in functioning in society. So it is not surprising that the participation of youth in society is considered very insufficient. Adolescents should have the awareness to improve their communication and social skills. This empowerment activity aims to increase the knowledge, communication skills, and social skills of adolescents through training activities. This activity uses education, training, and simulation as a method. The main targets of this activity are teenagers RW 07, RW 08, and RW 09, Warungboto Village, Yogyakarta City. Adolescents have never participated in similar training activities, so they feel very high enthusiasm. In addition, based on statistical analysis from the pre-post test showed adolescents have an increase in knowledge. It is hoped that similar activities regarding improving youth life skills can be carried out routinely and will maintain the enthusiasm of adolescents to learn new things. Thus, youth programs can run well and positively impact adolescents, especially in the digital era. --- Teknologi informasi dan komunikasi yang tiap tahunnya berkembang sangat pesat sangat berpengaruh terhadap pola komunikasi terutama pada remaja. Dampak negative dari pesatnya perkembangan dan penggunaan teknologi oleh remaja diantaranya kurangnya keterampilan komunikasi dan keterampilan sosial remaja dalam fungsi di masyarakat. sehingga tidak heran apabila peran serta remaja ditengah masyarakat dinilai sangat kurang. Seyogyanya remaja memiliki kesadaran utuk dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan sosialnya. Tujuan kegiatan pemberdayaan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi serta keterampilan sosial remaja melalui kegiatan pelatihan. Metode pelaksanaan menggunakan gabungan dari edukasi, pelatihan, dan simulasi. Sasaran utama kegiatan ini yaitu remaja RW 07, RW 08, dan RW 09  Kelurahan Warungboto, Kota Yogyakarta. Remaja belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan serupa, sehingga memberikan antusiasme yang sangat tinggi. Disamping itu, berdasarkan hasil uji statistic dari pre-post test menunjukkan bajwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja mengenai komunikasi dan keterampilan sosial. Harapannya kegiatan serupa mengenai peningkatan keterampilan hidup remaja dapat rutin dilakukan, dan semangat remaja untuk belajar hal baru tetap dipertahankan. Dengan demikian, program-program remaja dapat berjalan dengan baik, dan memberikan pengaruh positif bagi remaja, terutama di era digital.
PENERAPAN MANAJEMEN PENJADWALAN PADA PERKEBUNAN DAN USAHA PENYULINGAN MINYAK SEREH WANGI: Pengaruh Penerapan Manajemen Penjadwalan Terhadap Laju Produksi Minyak Sereh Wangi Adi Setiawan; Khairul Anshar; Zulnazri; Subhan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12182

Abstract

KM.6 Village is a village where most of its area functions as oil palm, rubber, and areca nut plantations. Citronella oil farmer community in Kec. Simpang Keuramat is the driving farmer who has initiated to grow fragrant lemongrass as one of the essential oil raw materials. The processing of fragrant lemongrass leaves into citronella oil significantly increases the economic value. In the field, things that affect the quality and quantity of citronella oil produced are found because farmers, as workers, are unskilled and inexperienced in the refining process and unscheduled harvesting and refining operations. To improve this situation, guidance was carried out as a form of community service from Malikussaleh University. The implementation of this service activity is by providing counseling and assistance in making harvest and distillation schedules. The scheduling guidance aims to produce more citronella oil. More citronella oil can be achieved by minimizing idle time, thereby increasing the effectiveness of farmers and workers, which leads to increased productivity of citronella oil refining. From the changes in harvest and production scheduling made, there was an increase in the yield of citronella oil refined by 6% for one month planning period. The main hope of this activity is to improve the welfare of local farming communities by cultivating and processing fragrant lemongrass plants so that they can earn a living and fulfill their proper needs. --- Desa KM.6 merupakan desa yang sebagian besar wilayahnya difungsikan sebagai perkebunan sawit, karet, dan pinang. Masyarakat petani minyak sereh wangi di Kec. Simpang Keuramat merupakan petani penggerak yang menginisiasi menanam tanaman sereh wangi sebagai salah satu bahan baku minyak atsiri. Proses pengolahan daun sereh wangi menjadi minyak sereh wangi meningkat nilai ekonomis secara signifikan. Namun, kualitas dan kuantitas minyak sereh wangi yang dihasilkan kurang baik karena petani tidak terampil dan tidak berpengalaman dalam proses penyulingan serta pelaksanaan panen dan penyulingan yang tidak terjadwal. Untuk memperbaiki situasi tersebut, maka dilaksanakan bimbingan penjadwalan panen dan produksi sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan pembuatan jadwal panen dan penyulingan. Bimbingan penjadwalan yang dilakukan bertujuan menghasilkan minyak sereh wangi dengan kuantitas yang lebih banyak. Hasil yang lebih banyak dapat diraih dengan meminimalisir waktu kosong (idle time) sehingga meningkatkan efektivitas petani dan pekerja yang berujung pada peningkatan produktivitas penyulingan minyak sereh wangi. Dari perubahan penjadwalan panen dan produksi yang dilakukan, terjadi penambahan hasil penyulingan minyak sereh wangi sebanyak 6% untuk periode perencanaan satu bulan. Harapan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani lokal dengan budidaya dan pengolahan tanaman sereh wangi sehingga mendapatkan penghidupan serta pemenuhan kebutuhan yang layak.
EDUKASI TERHADAP KELOMPOK PETERNAK ITIK DI DESA MURUNG ASAM, KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNTUK MELESTARIKAN ITIK ALABIO Herliani; Ika Sumantri; Abrani Sulaiman; Ronny Kurniawan; Parwanto; Kuni Irfah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.12185

Abstract

Alabio duck is a superior laying duck breed from Alabio, South Kalimantan. The government program of crossing Alabio duck with other duck breeds to produce commercial hybrid ducks was followed by local breeders, where the crossbreed was carried out without direction and occurred in the genetic source area of Alabio ducks. This has resulted in a decrease in the performance of Alabio duck, a fewer number of duck breeders, and reduce the quality of processed products,  especially salted eggs. To conserve and maintain the purity of Alabio ducks in their genetic source area, it is necessary to educate local breeders about the potential of Alabio ducks as a source of germplasm with high selling value. The objective of this activity was to educate the breeders to avoid uncontrolled crossbreeding of Alabio duck. This community service was carried out through observations, interviews, and Focus Group Discussion in Harapan Bahagia Farmer Group in Murung Asam Village, Alabio, HSU Regency. Issues identification showed that the decline in Alabio ducks population was caused by the unavailability of good Alabio ducklings, the higher price of Alabio duck compared to other duck breeds and the smaller egg size of Alabio duck. However, it was agreed on the superiority of Alabio duck, namely resistance to avian influenza disease, longer egg shelf life, longer egg production period, and a more savory taste of meat. It was concluded that conserving Alabio duck breed was necessary because Alabio ducks were always used as parents in crossing with other duck breeds. Many ways could be carried out to conserve Alabio duck, among others were by well-planned and under control crossbreeding, eliminating subsidies of hybrid ducklings produced by BPTU, utilizing local feed ingredients, and technology adoption to increase the quality of Alabio duck products. --- Itik Alabio merupakan itik petelur unggul yang berasal dari Alabio, Kalimantan Selatan. Program pemerintah menyilangkan itik Alabio dengan rumpun itik lain untuk menghasilkan itik hibrida komersial ternyata diikuti oleh  peternak, di mana peternak melakukan persilangan secara tidak terarah, tidak terencana dan   dilakukan di  daerah sumber bibit itik Alabio.  Hal ini berakibat menurunnya mutu bibit itik, semakin sedikitnya jumlah peternak itik Alabio, serta menurunnya kualitas produk itik Alabio, terutama telur asin.  Untuk menjaga kelestarian dan tetap terpeliharanya kemurnian itik Alabio di daerah sumber bibit, maka perlu dilakukan edukasi kepada peternak  mengenai potensi itik Alabio sebagai sumber plasma nutfah lokal yang bernilai jual tinggi. Tujuan kegiatan  iniadalah melakukan edukasi peternak agar tidak melakukan persilangan itik Alabio secara tidak terkontrol dan tidak terencana sehingga kemurnian genetik itik alabio dapat dipertahankan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui observasi, wawancara dan Focus Group Discussion dengan Kelompok Peternak Itik Harapan Bahagia di Desa Murung Asam, Alabio, Kabupaten HSU. Identifikasi isu memperlihatkan bahwa berkurangnya populasi itik Alabio disebabkan tidak tersedianya bibit yang baik, harga bibit itik Alabio lebih mahal dibanding rumpun itik lain, serta ukuran telur yang lebih kecil. Meskipun demikian diketahui juga keunggulan itik Alabio, yaitu tahan terhadap penyakit flu burung, daya simpan telur lebih lama, masa produksi telur lebih panjang dan rasa daging yang lebih gurih. Disimpulkan bahwa menjaga kemurnian itik Alabio murni sangatlah penting karena itik Alabio selalu dipergunakan sebagai tetua dalam persilangan dengan rumpun itik lain. Upaya pelestarian itik Alabio dapat dilakukan antara lain dengan penghapusan subsidi harga bibit itik hibrida yang dihasilkan BPTU, penggunaan bahan pakan lokal dalam ransum, serta adopsi teknologi untuk peningkatan kualitas produk itik Alabio.

Filter by Year

2017 2025