cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI KULIAH KERJA LAPANGAN TERPADU METODE DARING DAN LURING Vera Iriani Abdullah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13008

Abstract

Field Work Lecture (KKL) is a form of learning for real competency improvement as one of the requirements for students to take the final exam. The high number of Covid-19 cases has encouraged the world of education to play an active role in making a real contribution by implementing family health promotional activities using IPE and IPC techniques. This Community Service activity aims to provide authentic learning experiences to students and contribute to breaking the chain of the spread of Covid-19 by empowering the community. The method used in this activity is online and offline while still applying health protocols. The online method uses zoom meetings, while the offline method uses live counseling and demonstrations. The results of community service activities can be achieved 100%, both inactivity time, activity stages, and learning outcomes. Students' enthusiasm in this activity is also an indicator of success because students can immediately feel the authentic atmosphere of learning in the community. --- Kuliah Kerja Lapagan (KKL) merupakan  salah satu wujud pembelajaran untuk peningkatan kompetensi secara nyata sebagai salah satu syarat mahasiswa mengikuti ujian akhir. Masih tingginya kasus Covid-19, mendorong dunia pendidikan berperan aktif dalam memberikan kontribusi nyata melalui penerapan kegiatan promotif kesehatan keluarga dengan menggunakan teknik IPE Dan IPC.  Tujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini, untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa secara nyata di komunitas serta berkontribusi dalam  pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan memberdayakan  masyarakat. Metode  yang digunakan dalam kegiatan ini secara Daring Dan Luring,  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Metode Daring menggunakan media zoom meeting sedangkan metode luring menggunakan penyuluhan dan demonstrasi secara langsung. Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat tercapai 100%, baik dalam segi waktu kegiatan, tahap kegiatan serta capaian pembelajaran. Antuasiame mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini  juga menjadi indikator keberhasilan, karena mahasiswa dapat langsung merasakan suasana pembelajaran dikomunitas secara nyata.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MITIGASI KONFLIK MANUSIA-GAJAH DI UNIT PEMUKIMAN TRANSMIGRASI PAYA GUCI KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH Cut Maila Hanum; Dedi Kiswayadi; Zakiah; Ismed Ramadhan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i2.13045

Abstract

From 2015 to October 2020, there were 95 recorded conflicts between humans and elephants in six sub-districts in Pidie District, Aceh province. One of the sub-districts in the Tangse sub-district is Paya Guci village, an area of ​​the Transmigration Settlement Unit (UPT). Farmers in this area are very vulnerable to elephant disturbance, which causes economic losses and has adverse effects on human social life, culture, and survival. Lack of public understanding of ecology and behavior and efforts to mitigate conflicts between humans and elephants require training to increase knowledge, especially understanding how to prevent elephant disturbances by not killing, poisoning wisely, and trapping. The participatory discussion method was carried out for four days, from 2 to 4 December 2020, at the Paya Guci Transmigration Settlement Unit, Tangse District, Pidie Regency. This training uses the room method (delivery of material) and field practice. It can be said that the level of understanding of community members of the ecology, behavior, and habitat that elephants like is still low; after this activity, perceptions and attitudes that are compatible with the provisions of conservation emerge, how to control wiser elephants, so that a commitment is built to form a Care Community group jointly. Wildlife Conflict (MPKSL) at the village level. ---  Dalam kurun waktu tahun 2015 sampai dengan Oktober 2020 tercatat telah terjadi konflik antara manusia dengan gajah sebanyak 95 kali di enam kecamatan pada Kabupaten Pidie provinsi Aceh. Salah satu kecamatan adalah kecamatan Tangse desa Paya Guci yang merupakan kawasan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT). Kelompok petani pada kawasan ini sangat rentan dengan gangguan gajah yang tidak hanya menyebabkan kerugian secara ekonomi namun juga mengakibatkan efek negatif kepada kehidupan sosial manusia, budaya dan pada keberlangsungan hidup. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap ekologi dan prilaku serta upaya mitigasi konflik antara manusia dan gajah, diperlukan pelatihan untuk peningkatan pemahaman khususnya pemahaman terhadap bagaimana   melakukan tehnik pencegahan terhadap gangguan gajah secara bijak dengan tidak membunuh, meracun dan menjerat. Metode diskusi partisipatif dilaksanakan selama 4 hari yaitu tanggal 2 sampai 4 desember 2020 bertempat di Unit Pemukiman Transmigrasi Paya Guci Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie. Pelatihan ini menggunakan metode ruangan (penyampaian materi) dan praktek lapangan. Dapat dikatakan bahwa tingkat pemahaman warga masyarakat terhadap ekologi, prilaku dan habitat yang disukai gajah masih rendah, setelah kegiatan tersebut muncul persepsi dan sikap yang bersuaian dengan ketentuan konservasi bagaiman tehnik penaggulangan gajah yang lebih bijak, sehingga terbangun komitmen untuk bersama-sama membentuk kelompok Masyarakat Peduli Konflik Satwa Liar (MPKSL) di tingkat gampung.
PENYULUHAN BUDIDAYA SPIRULINA PLATENSIS SEBAGAI SUPERFOOD DI DESA GUNUNGTUA, KECAMATAN CIJAMBE, KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Dian Yuni Pratiwi; Fittrie Meyllianawaty Pratiwy
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13104

Abstract

One source of highly nutritious food and a potential business alternative is Spirulina platensis. Most of the people of Gunung Tua Village, located in Cijambe District, Subang Regency, West Java, work as farm laborers and industrial workers. The people of Gunung Tua village are the right targets for counseling on Spirulina platensis cultivation. The purpose of this counseling is to provide information about the cultivation of Spirulina platensis which can be a business alternative as well as for personal consumption. This community service is carried out in 3 stages, namely the preparation stage, the extension phase, and the evaluation stage. The preparatory stage for the extension is carried out offline and online. The online implementation stage is carried out by presenting the material through the google-meet application. The success of counseling was evaluated based on the results of the pre test and post test. The pre-test mean score was 38.67% while the post-test mean score was 85.33%. From the survey results after counseling, 100% of participants stated that this extension was very useful and increased knowledge. --- Salah satu sumber makanan bergizi tinggi dan berpeluang sebagai alternatif usaha adalah Spirulina platensis. Sebagian besar masyarakat Desa Gunungtua yang terletak di Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat beprofesi sebagai buruh tani dan pekerja industri. Masyarakat desa Gunungtua merupakan sasaran yang tepat untuk dilakukan penyuluhan budidaya Spirulina platensis. Tujuan penyuluhan ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai budidaya Spirulina platensis yang dapat menjadi alternatif usaha maupun untuk konsumsi pribadi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan penyuluhan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan penyuluhan dilakukan secara luring dan daring. Tahap pelaksanaan secara daring dilakukan dengan pemaparan materi melalui aplikasi google meet. Keberhasilan penyuluhan dievaluasi berdasarkan hasil pre test dan post test. Nilai rata-rata pre test yaitu 38,67% sedangkan nilai rata-rata post test yaitu 85,33%. Dari hasil survey setelah penyuluhan, 100% peserta menyatakan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan.
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL MENJADI SNACK SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN BAGI IBU HAMIL Siti Nur Rochimiwati; Hikmawati Mas'ud; Adriyani Adam
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13119

Abstract

Nutritional problems in pregnant women, such as chronic energy deficiency (KEK), are still high. The results of Riskesdas in 2018 for pregnant women in KEK was 14,5%. This situation is caused by insufficient food intake for a long time and infectious diseases. Snacks as supplementary food can increase nutritional information for the short term. The snack can be made from a variety of local foods, which are relatively affordable and can be made by the family. The community service was conducted two days on 14-15 of July 2020 with 30 pregnant women. The activity was done during the pandemic, so we still paid attention to health protocols by delivery of material directly with relatively short time duration, showing a practical video of making snacks which was the original recording of the servants in making snacks and continued with independent practice at the homes of each pregnant woman. The results of this activity indicate the presence of 100% for pregnant women, knowledge of pregnant women based on a questionnaire with the highest score was 84%, the achievement of skills is evaluated from the response (sending picture) of the results of independent practice at home as much as 51.9%. It is hoped that the same activity will be carried out in other groups of pregnant women to improve the nutritional status of pregnant women. ---  Masalah gizi pada ibu hamil seperti kurang energi kronis (KEK) masih tinggi. Hasil riskesdas tahun 2018 ibu hamil KEK 14,5%. Keadaan ini disebabkan asupan makanan yang kurang yang berlangsung lama serta adanya penyakit infeksi penyerta. Penanggulangan jangka pendek dengan meningkatkan asupan gizi melalui pemberian snack sebagai makanan tambahan pada ibu hamil. Snack ini dapat dibuat dari berbagai pangan lokal dengan harga relative terjangkau dan dapat dibuat sendiri oleh keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 14 dan 15 juli 2020 dengan peserta 30 orang ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan pada masa pandemi sehingga tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga penyampaian materi secara langsung dengan durasi waktu relative singkat, menayangkan video praktek pembuatan snack yang merupakan rekaman asli para pengabdi dalam membuat snack dan dilanjutkan dengan praktek mandiri dirumah masing-masing ibu hamil. Hasil kegiatan ini menunjukkan kehadiran 100% bagi ibu hamil,  Pengetahuan ibu hamil berdasarkan kuesioner dengan skor terbanyak yaitu 84%, capaian keterampilan dievaluasi dari respon (pengiriman foto) hasil praktek mandiri dirumah sebanyak 51,9%. Diharapkan kegiatan yang sama dilaksanakan pada kelompok ibu hamil yang lain sehingga dapat meningkatkan status gizi ibu hamil.
DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN LABU SIAM SEBAGAI BAHAN DALAM PEMBUATAN SELAI DI BANJAR PISANG KAJA, DESA TARO Ni Made Sepiyentia Angdwia Sari; Luh Putu Mahyuni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13154

Abstract

Banjar Pisang Kaja is located in Taro Village, Tegalalang District, Gianyar Regency, where some people work as farmers with one of the agricultural products they own, namely chayote. The problems mentioned by partners are limited knowledge in making food product innovations to increase selling value and attractive packaging strategies to increase consumer purchasing power. So that the chayote is only a daily food ingredient is also used as animal food. Then there is this problem; an activity will be carried out in the form of training in the processing of chayote based ingredients into creative and innovative food products, namely chayote jam. This activity aims to assist partners in increasing their knowledge and skills in making food product innovations and attractive packaging strategies. The method used is through the implementation of activities in the form of training in product manufacturing and packaging. The results of this activity are partners who are able to increase knowledge and develop creativity in processing chayote into innovative food products, namely into jam. Partners also add color variations from natural ingredients that are around to make jam more attractive, and partners already know how to pack attractive products. The existence of this activity is expected to foster an entrepreneurial spirit to improve the community's economy. --- Banjar Pisang Kaja terletak di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar yang sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dengan salah satu hasil pertanian yang dimiliki yaitu labu siam. Masalah yang dihadapi mitra yaitu keterbatasan pengetahuan dalam membuat inovasi produk pangan untuk menambah nilai jual dan strategi pengemasan yang menarik untuk meningkatkan daya beli konsumen. Sehingga labu siam hanya diolah menjadi bahan makanan sehari-hari, dan juga dijadikan sebagai makanan ternak. Maka adanya masalah tersebut akan dilakukan suatu kegiatan berupa pelatihan pengolahan berbahan dasar labu siam menjadi produk pangan kreatif dan inovatif yaitu menjadi selai labu siam. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mitra dalam menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam membuat inovasi produk pangan dan strategi pengemasan yang menarik. Metode yang digunakan yaitu melalui pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan pembuatan dan pengemasan produk. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mampu menambah pengetahuan dan mengembangkan kreatifitasnya dalam mengolah labu siam menjadi produk pangan yang inovatif yaitu menjadi selai. Mitra juga menambahkan variasi warna dari bahan dasar alami yang ada di sekitar untuk membuat selai menjadi lebih menarik, dan mitra sudah mengetahui cara pengemasan produk yang menarik. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
PENGENALAN BIOPORI UNTUK PENANGGULANGAN TERJADINYA GENANGAN AIR DI DESA ABIANSEMAL Ni Made Prilia Suyatmini; Luh Putu Mahyuni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13156

Abstract

Regular rainy seasons nowadays cause many social problems in communities, including stagnant water. Because of the lack of reclaimed water available, the drain could not hold excess water capacity and would cause the water to rise to the surface. As a result of this work, it involves using a biopic sinkhole method. To address partners' problems, the work of educating the public on this biopori method was done. Education is being made to add insight and knowledge to villagers to be more aware of their surroundings to overcome the water problem. These methods of carrying out this dedicated activity are observation, socialization, biopic hole work, and socialization through video campaigns. And the results of this devoted work are improved rural communities' understanding of education activities, where they are no longer found as rising water from experiments in biopori folkholes, and enhanced social media knowledge through video campaigns related to the methods. --- Musim hujan yang sering terjadi saat ini menimbulkan banyak sekali permasalahan social yang terjadi di masyarakat, salah satunya genangan air. Karena kurangnya daerah resapan air yang ada, maka saluran pembuangan tidak dapat menampung kapasitas air yang berlebihan dan mengakibatkan air tersebut akan menggenang ke permukaan. Dengan itu upaya yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode lubang resapan biopori. Untuk mengatasi berbagai permasalahan mitra, maka dilakuakannya penyuluhan kepada masyarakat tentang metode biopori ini. Penyuluhan dilakukan bertujuan untuk menambahkan wawasan dan pengetahuan masyarakat desa untuk lebih sadar akan lingkungan sekitar sebagai langkah awal mengatasi permasalahan genangan air. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah observasi, sosialisasi, percobaan pembuatan lubang biopori, dan sosialisasi melalui video campaign. Dan hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu peningkatan pemahaman masyarakat desa dalam kegiatan penyuluhan, tidak lagi terjadi genangan air dari hasil percobaan pembuatan lubang resapan biopori, dan peningkatan pengetahuan pengguna sosial media melalui video campaign terkait metode tersebut.               
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN MP-ASI BAGI BALITA DI DESA TARAWEANG, KABUPETEN PANGKEP Indah Yun Diniaty Rosidi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13208

Abstract

Mother's milk (ASI) is the best and most basic food because it contains the nutrients needed to protect babies from various diseases, especially infectious diseases. However, along with the growth of children, the need for nutrients also increases, so complementary foods for breast milk (MPASI) are needed and can be given after 6 months. Between the ages of 6 to 24 months, the nutrients needed for the growth and development of babies are increasing, so it is necessary to give additional food while the breast milk produced does not meet the nutrients needed. This service aims to provide knowledge to mothers on how to give good MP-ASI for their toddlers. The method used is education to the community with the target of mothers who have toddlers with a total of 25 people, and carried out for 2 days. The first day activity was counseling with material providing knowledge about MP-ASI, while on the second day there was education about tips or tips for introducing MP-ASI to children and MP-ASI recipes according to age and type of food. The results of the service show that there is an increase in the knowledge of mothers about how to give good complementary feeding, starting to change parenting patterns and improving the MP-ASI menu that will be offered to their children in order to prevent the negative impact of stunting on children. --- Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan paling dasar karena mengan-dung zat gizi yang diperlukan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit, terutama penyakit infeksi. Namun seiring dengan pertumbuhan anak, kebutuhan akan zat gizi juga semakin meningkat, sehingga makanan tambahan ASI (MPASI) diperlukan dan  dapat diberikan setelah 6 bulan. Antara usia 6 - 24 bulan, zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bayi semakin meningkat, sehingga perlu diberikan makanan tambahan sedangkan ASI yang dihasilkan tidak memenuhi zat gizi yang dibutuhkan. Pengabdian ini bertujuan  memberi-kan pengetahuan kepada ibu tentang cara memberikan MP-ASI yang baik bagi balitanya. Metode yang digunakan adalah pendidikan kepada masyarakat dengan sasaran ibu-ibu yang mempunyai balita sebanyak 25 orang selama 2 hari. Kegiatan hari pertama yaitu penyuluhan dengan materi memberikan pengetahuan tentang MP-ASI, sedangkan hari kedua dilaksanakan edukasi tentang kiat-kiat atau tips memperkenalkan MP-ASI pada anak dan resep-resep MP-ASI yang sesuai dengan usia dan jenis makanan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan para ibu tentang cara memberikan MP-ASI yang baik, mulai mengubah pola asuh serta memperbaiki menu MP-ASI yang akan ditawarkan kepada anak-anaknya agar dapat mencegah terjadinya dampak negatif yaitu stunting pada anak.    
IMPLEMENTASI EDUKASI GIZI PADA IBU BALITA DI PUSKESMAS PACCERAKKANG Thresia Dewi Kartini Berek; Hijrah Asikin; Theresia Limbong
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13294

Abstract

Knowledge of mothers under five can be increased through nutrition education, hoping that it can improve the lifestyle of mothers under five in caring for their children, especially in getting their children to eat breakfast. This service activity aims to increase the knowledge of mothers of toddlers and mothers of toddlers that they can apply the ten messages of Balanced Nutrition Guidelines (PGS). The service method used was to provide a refresher on ten messages to PGS and to visit a mother's house under five to observe and assess the implementation of the 10 PGS messages. The results of the activity show that nutrition education about PGS can increase the knowledge of mothers under five with a suitable category of 40%, the category is enough to decrease to 45%, and there is no one in the low category. and quite a decrease of 35%. The results of the implementation of nutrition education with the categories of applying it well increased to 70%, and there was no under-applied category. --- Pengetahuan ibu balita dapat ditingkatkan melalui edukasi gizi dengan harapan dapat meningkatkan pola hidup ibu balita dalam mengasuh anak balitanya, khususnya dalam membiasakan anak balitanya sarapan pagi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita dan ibu balita dapat menerapkan 10 pesan Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Metode pengabdian yang dilakukan adalah memberi penyegaran tentang 10 pesan pada PGS dan mengunjungi rumah ibu balita untuk mengobservasi dan menilai implementasi 10 pesan PGS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi gizi tentang PGS dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita dengan kategori baik 40%, kategori cukup menurun menjadi 45% dan sudah tidak ada yang kategori kurang.  dan cukup menurun 35%. Hasil implementasi edukasi gizi dengan kateori menerapkan dengan baik meningkat menjadi 70%, dan sudah tidak ada kategori kurang menerapkan.
PERANCANGAN MEDIA PRAKTIKUM SISTEM KELISTRIKAN OTOMOTIF BAGI SMK BUDI UTOMO SOROAKO Ahyar Mansur; Irdam; Harjuma; Israkwaty
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13301

Abstract

The Practicum learning process aims to carry out the learning activities as close as possible to actual conditions at work. Lack of practicum teaching media might hinder achieving students’ essential competencies, particularly in vocational schools. Budi Utomo Vocational School  (SMK Budi Utomo) has only one practicum electrical media with a limited range of practice availability. This affects the level of achievement of learning objectives according to the curriculum. Therefore, an electrical practicum media is required to take the practicum process close to the real-life situation, particularly at work. This community service program (PKM) aims to assist partners in developing media and practicum modules for automotive electrical systems and supporting the students in achieving the basic electrical competencies needed to compete in the automotive industry in Sorowako. This PKM is implemented through identification, design, implementation, application, and evaluation. The label and innovation produced the teaching media prototypes made based on the drawings. The execution, application, and evaluation were in the form of testing the media and training process for users, and was also used as an assessment for the whole operation process. The outcome of this PKM is the prototype of automatic electricity practicum teaching media. Target audiences are the teachers and students of SMK Budi Utomo Sorowako as users, to be used during the learning process according to the applicable curriculum. This prototype has been used as the practicum media and competency test for students in their third year in SMK Budi Utomo Sorowako. --- Proses pembelajaran praktikum bertujuan untuk membawa aktivitas belajar menjadi sedekat mungkin dengan kodisi nyata di dunia kerja. Keterbatasan media ajar praktikum dapat menjadi kendala dalam pencapaian kompetensi dasar siswa, khususnya di sekolah menengah kejuruan. Hal ini mempengaruhi tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran sesuai kurikulum. SMK Budi Utomo Soroako hanya memiliki satu buah media praktikum kelistrikan dengan variasi praktik yang terbatas. Untuk itu diperlukan media praktikum kelistrikan yang dapat membawa aktivitas belajar menjadi sedekat mungkin dengan kodisi nyata khususnya dunia kerja. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mitra dalam pengembangan media dan modul praktikum sistem kelistrikan otomotif, serta membantu proses pencapaian kompetensi dasar kelistrikan bagi siswa untuk bersaing dalam lapangan kerja bidang otomotif di daerah Sorowako. Metode pelaksanaan PKM ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu: identifikasi, rancang bangun, implementasi, serta aplikasi dan evaluasi. Tahap identifikasi dan rancang bangun menghasilkan purwarupa media ajar yang dibuat berdasarkan gambar rancangan. Tahap implementasi, serta aplikasi dan evaluasi berupa uji coba media ajar serta proses pelatihan bagi penggguna, dan evaluasi terhadap penggunaan media ajar ini. Luaran dari pengabdian ini adalah berupa purwarupa media ajar praktikum kelistrikan otomotif, dengan khalayak sasaran adalah guru dan siswa SMK Budi Utomo Sorowako sebagai pengguna media praktikum dalam proses pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku. Media praktikum yang dibuat telah digunakan sebagai alat praktik dan alat uji kompetensi bagi siswa kelas 3 SMK Budi Utomo Sorowako.
PELATIHAN VIRTUAL TOUR BAGI PEGIAT DESA WISATA DI KABUPATEN PEMALANG Irwan Tamrin; Reza Permadi; Suryo Sumarahadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.13303

Abstract

Tourism villages have an important role in the development of Indonesian tourism. However, the conditions of the Corona Covid-19 Virus pandemic that occurred globally had a significant impact on the tourism industry including tourist villages in Kabupaten Pemalang which also felt the impact of this pandemic. In an effort to rise from this condition, Dinas Pariwisata Pemudan dan Olah Raga Kabupaten Pemalang in collaboration with Caventer Indonesia held a Virtual Tour Training for Tourism Villages. This training aims to improve the ability of tourism village activists in Kabupaten Pemalang in promoting their tourism village through virtual tours. By using the methods of presentation, question and answer, group discussion and field practice, it was found that the participants can understand with the material that presented and realized that the virtual tour could be used as promotion media for their tourism village during this pandemic. --- Desa wisata memiliki peranan penting dalam perkembangan pariwisata Indonesia. Namun kondisi pandemic Virus Corona Covid-19 yang terjadi secara global berdampak secara signifikan terhadap industry pariwisata termasuk desa wisata di Kabupaten Pemalang yang ikut merasakan dampak pandemic ini. Sebagai upaya untuk bangkit dari kondisi ini pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pemalang bekerjasama dengan Caventer Indonesia mengadakan kegiatan Pelatihan Virtual Tur Bagi Desa Wisata. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegiat desa wisata di Kabupaten Pemalang dalam mempromosikan desa wisatanya masing-masing melalui virtual tour. Dengan menggunakan metode presentasi, tanya jawab, diskusi kelompok serta praktek lapangan, didapatkan hasil bahwa peserta dapat memahami materi-materi yang telah disampaikan dan menyadari bahwa virtual tour dapat dijadikan sebagai sarana promosi bagi desa wisata mereka selama kondisi pandemic ini.

Filter by Year

2017 2025