cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori Mariati, Ni Wayan; Wowor, Vonny N. S.; Tasya, Maria
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51333

Abstract

Abstract: Dental caries is common in school-age children eventhough most parents have played a good role in maintaining dental and oral health of their children. In developing countries like Indonesia, the level of knowledge is the most important factor in dental and oral health. This study aimd to determine the relationship between the level of knowledge about oral health and the incidence of caries in school-age children at Desa Wori. This was a correlational and descriptive study with a cross-sectional approach. A total of 153 people were selected as samples using the stratified proportionate random sampling technique. Questionnaire was used to assess the level of knowledge, meanwhile, caries incidence was assesed using the International Caries Detection and Assessment System (ICDAS). The results showed that 46.41% of the samples had good knowledge and had caries, 12.42% had good knowledge and no caries, 31.37% had less knowledge and had caries, and 9.8% had less knowledge and no caries. The chi square test of the relationship between the level of knowledge and the caries incidence obtained a p-value of 0.8434 (≥0.05). In conclusion, there is no relationship between the level of knowledge and the caries incidence in school-age children at Desa Wori. Keywords: caries; level of knowledge; school-age children   Abstrak: Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai pada anak usia sekolah, meskipun sebagian besar orang tua telah berperan baik dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut anaknya. Pada negara berkembang seperti Indonesia tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling penting dalam kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak usia sekolah di Desa Wori. Penelitian ini merupakan studi deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 153 orang dipilih sebagai sampel dengan teknik stratified proportionate random sampling. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian tingkat pengetahuan dan International caries detection and assessment system (ICDAS) digunakan untuk mengukur kejadian karies. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 46,41% sampel memiliki tingkat pengetahuan yang baik, ada karies; 12,42% sampel memiliki pengetahuan yang baik, tanpa karies; 31,37% sampel memiliki pengetahuan kurang, ada karies; sedangkan 9,8% sampel memiliki pengetahuan kurang, tanpa karies. Hasil uji chi square terhadap hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian karies mendapatkan nilai p=0,8434 (≥0,05). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian karies pada anak usia sekolah di Desa Wori. Kata kunci: karies; tingkat pengetahuan; anak usia sekolah
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Status Karies Gigi pada Komunitas Nelayan di Kota Manado Mintjelungan, Christy N.; Wahyuni, Rizka; Octavian, David
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51334

Abstract

Abstract: Body mass index (BMI) is a measurement to assess nutritional status. Excessive sugar consumption can result in obesity and dental caries. Fishermen have a risk of dental caries due to their habit of consuming food and drink that contain sugar (cariogenic) to stay awake at night. This study aimed to analyze the relationship between BMI and dental caries status among fisherman in Manado. This was a descriptive and analytical study with a cross-sectional design using the total sampling technique. The normality of the research data was tested using Kolmogorov-Smirnov test and the correlation between variables was analyzed using the Pearson correlation test. The result obtained 51 fishermen of Komunitas Nelayan Dego-Dego Pantai Los selected based on inclusion and exclusion. Majority of subjects had the characteristics of late adolescence with an age range of 17-25 years (33.3%), good oral hygiene index simplified (52.9%), frequency of brushing teeth twice daily (76.5%), were overweight (39.1%) and very high DMF-T index (72.5%). The correlation test obtained a p-value of 0,032 and an r-value of 0.300 which indicated a significant relationship between BMI and dental caries and a weak correlation between the two variables. In conclusion, there is a relationship between BMI and dental caries in fisherman of Komunitas Nelayan Dego-Dego Pantai Los in Manado. Keywords: body mass index; dental caries status; fishermen   Abstrak: Indeks massa tubuh (IMT) merupakan pengukuran untuk menilai status gizi seseorang. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan juga karies gigi. Nelayan mempunyai risiko untuk terjadinya karies gigi karena nelayan saat bekerja mempunyai kebiasaaan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula (kariogenik). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan status karies gigi pada komunitas nelayan di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji normalitas data penelitian menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi menggunakan Pearson Correlation Test. Hasil penelitian mendapatkan 51 nelayan Komunitas Dego-Dego Pantai Los sebagai subjek penelitian. Mayoritas subjek memiliki karakteristik usia remaja akhir dengan rentang usia 17-25 tahun (33,3%), oral hygiene index simplified (OHI-S) baik (52,9%), frekuensi menyikat gigi dua kali sehari (76,5%), serta memiliki berat badan berlebih (39,1%) dan indeks DMF-T sangat tinggi (72,5%). Hasil analisis hubungan antara IMT dengan karies gigi mendapatkan nilai p=0,032 (<0,05) dan nilai r=0,300 yang menunjukkan hubungan bermakna dengan korelasi rendah di antara kedua variabel. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara IMT dengan status karies gigi pada Komunitas Nelayan Dego-Dego Pantai Los di Kota Manado. Kata kunci: indeks massa tubuh; status karies gigi; nelayan
Daya Hambat Ekstrak Daun Mangrove Bruguiera gymnorrhiza Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans pada Gigi Tiruan Lepasan Akrilik Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.; Tampie, Billinda B.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51335

Abstract

Abstract: Rough surface and poorly kept denture, especially those facing the supporting mucosa, can become a reservoir for the growth of microorganisms, such as the Candida albicans. Natural ingredients are chosen for denture cleanser because they are relatively cheap and safe. The mangrove plant Bruguiera gymnorrhiza is a natural source which contains active compounds, including saponins, flavonoids, phenol hydroquinones, alkaloids, and tannins which are antioxidants, anti-inflammatory, antibacterial, antiviral, antifungal, hypoallergenic, etc. This study aimed to determine the inhibition of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract on the growth of Candida albicans on removable denture plates and to determine the effective concentration that could inhibit the growth of Candida albicans. This was a true experimental laboratory study with a post test control group design. The test method used was the modified Kirby-Bauer method using wells. Samples were divided into four groups with respective concentrations of 20%, 30%, 40%, 50%, control positive, and control negative. The one-way ANOVA test showed a p-value of <0.05, meaning that there was a significant difference in the average inhibition based on the four concentration groups. The Post Hoc test (Tukey's HSD) showed that there were differences in the strength of inhibition at each treatment concentration and the control group. In conclusion, Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract can inhibit the growth of the Candida albicans. Keywords: denture stomatitis; Candida albicans; Bruguiera gymnorrhiza   Abstrak: Permukaan gigi tiruan yang kasar dan kurang dijaga kebersihannya, terlebih khusus yang berhadapan dengan mukosa pendukung dapat menjadi reservoir bagi pertumbuhan mikroorganisme, seperti jamur Candida albicans yang dapat menyebabkan denture stomatitis. Bahan pembersih alami banyak dipilih karena relatif murah, dan aman. Tanaman mangrove Bruguiera gymnorrhiza merupakan salah satu sumber alami yang memiliki kandungan senyawa aktif, antara lain, saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, dan tanin yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antifungi, dan antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza terhadap pertumbuhan Candida albicans pada plat gigi tiruan lepasan dan untuk mengetahui konsentrasi efektif yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik murni dengan post test control group design. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel dibagi dalam kelompok perlakuan dengan konsentrasi masing-masing 20%, 30%, 40%, 50%, kontrol positif, dan kontrol negatif. Uji one way ANOVA menunjukkan p<0,05, berarti terdapat perbedaan bermakna untuk rerata daya hambat berdasarkan keempat kelompok konsentrasi. Uji Post Hoc (Tukey’s HSD) menunjukkan adanya perbedaan kekuatan daya hambat pada setiap konsentrasi perlakuan dan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata kunci: gigi tiruan; denture stomatitis; Candida albicans; Bruguiera gymnorrhiza
Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori Wowor, Vonny N. S.; Wahyuni, Rizka; Rokot, Grandy F. Y.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51343

Abstract

Abstract: Dental caries is the most common non-communicable disease worldwide. Children's teeth are prone to dental caries due to immature tooth growth and children’s behavior in maintaining oral health, such as high consumption of cariogenic foods. This study aimed to determine the relationship between cariogenic food consumption and the incidence of dental caries among school-age children in Desa Wori. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Sampling using stratified random sampling technique obtained 153 children aged 6-12 years as respondents. Data collection was carried out by filling out the Food Frequency Questionnaire (FFQ) checklist to obtain cariogenic food consumption and examination of their teeth using the International Caries Detection and Assessment System (ICDAS) to detect whether or not dental caries in the children. The results showed that 83.66% of respondents consumed high cariogenic foods and 79.08% of respondents had dental caries. Data analyzed using the chi-square test obtained a p-value of 0.002 (p<0.05). In conclusion, there is a relationship between cariogenic food consumption and the incidence of dental caries in school-age children in Desa Wori. Keywords: cariogenic food; dental caries; school-age children   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit tidak menular yang paling umum di seluruh dunia. Secara global diperkirakan 2 miliar orang menderita karies gigi permanen dan 520 juta anak menderita karies gigi sulung. Gigi anak rentan terhadap karies gigi karena pertumbuhan gigi yang belum sempurna dan perilaku anak yang belum mengerti menjaga kesehatan gigi mulutnya, seperti konsumsi makanan kariogenik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik dan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, didapatkan anak usia 6 – 12 tahun sebanyak 153 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian daftar tilik Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat konsumsi makanan kariogenik dan pemeriksaan gigi-geligi menggunakan International Caries Detection and Assessment System (ICDAS) untuk mendeteksi ada tidaknya kejadian karies gigi pada anak. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 83,66% anak usia sekolah di Desa Wori mengonsumsi makanan kariogenik yang tinggi dan 79,08%  anak usia sekolah di Desa Wori memiliki karies gigi. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,002 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Kata kunci: makanan kariogenik; karies gigi; anak usia sekolah
Efektivitas Ekstrak Daun Mangrove Bruguiera Gymnorrhiza Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis sebagai Alternatif Larutan Irigasi Perawatan Saluran Akar Wicaksono, Dinar A.; Suling, Pieter L.; Mumu, Jeremia Y.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51497

Abstract

Abstract: Enterococcus faecalis is often found in infected and after complete treatment root canals. Currently, there is still no effective root canal irrigants, therefore, other alternatives are needed. Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves contain active compounds such as flavonoids, tannins, phenols, saponins and alkaloids which are capable of inhibiting several types of bacteria. This study aimed to determine the effectiveness of inhibition of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract on the growth of Enterococcus faecalis. This was a true experimental and laboratory study with a post test control group design. The test method used was the modified method of Kirby-Bauer. Samples were divided into four groups with several concentrations (60 %, 70%, 80%, 90%), NaOCl 2,5% as the positive control, and aquadest as the negative control. Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf samples were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent. Enterococcus faecalis bacteria were rejuvenated in the Laboratory of Microbiology Farmasi FMIPA Unsrat. The normality test showed a p-value of >0.05, which meant that the data were normally distributed. The one-way ANOVA test showed a p-value of <0.05, meaning that there was a difference in each treatment. The Tukey's HSD test showed a significant difference between treatments. In conclusion, Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract is capable to inhibit Enterococcus faecalis at concentrations of 60%, 70%, 80%, and 90%, especially at concentration of 90%. Keywords: Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves; Enterococcus faecalis; root canal treatment   Abstrak: Enterococcus faecalis sering ditemukan pada saluran akar terinfeksi dan setelah selesai perawatan. Dewasa ini belum ada bahan irigasi yang efektif membersihkan saluran akar, sehingga diperlukan alternatif lain. Daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, fenol, saponin dan alkaloid yang mampu menghambat beberapa jenis bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daya hambat ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik murni dengan post test control group design. Metode pengujian yang digunakan yaitu modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel dibagi dalam empat kelompok masing-masing diberi konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90%, kontrol positif (NaOCl 2,5%), dan kontrol negatif (akuades). Sampel daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Enterococcus faecalis diambil dan diremajakan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Unsrat. Hasil uji normalitas menunjukkan p>0,05 yang berarti data terdistribusi normal. Uji one way ANOVA menunjukkan p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap perlakuan. Uji Tukey’s HSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar perlakuan. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza mampu menghambat bakteri Enterococcus faecalis pada konsentrasi 60%, 70%, 80%, dan 90%, terlebih pada konsentrasi 90%. Kata kunci: daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza; Enterococcus faecalis; perawatan saluran akar
Analisis Kandungan Mineral Air Tanah dan Gambaran Status Karies Gigi pada Masyarakat Desa Mala Kepulauan Talaud Sagemba, Pascal G.; Mintjelungan, Christy N.; Kepel, Billy J.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51498

Abstract

Abstract: Elements present in ground water can be influenced by the surrounding environment. High levels of fluorine and calcium in ground water can have an impact on public health, including dental health. The most common dental and oral health problem in people of all age groups is dental caries. This study aimed to analyze the mineral content of ground water and to describe the status of dental caries in the community at Desa Mala. This was a descriptive study with a cross-sectional design using total sampling of age group of 20-50 years with a population of 110 people. Water samples were tested in the laboratory for its fluoride content and hardness. The results obtained 74 people as subjects according to the inclusion and exclusion criteria. Fluorine content in drinking water samples was 0.36 mg/L and the hardness (CaCO3) was 294 mg/L. The average of DMF-T index measurement of dental caries of subjects was 7.6. In conclusion, the fluoride level and hardness of the well water in the Desa Mala community is suitable for drinking, however, the dental caries profile in the community is very high. Keywords: mineral content of groundwater; dental caries status; fluor; calcium    Abstrak: Unsur-unsur yang ada dalam air, dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Kadar fluor dan kalsium yang tinggi dalam air dapat berdampak pada kesehatan masyarakat termasuk kesehatan gigi. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak ditemui pada masyarakat dengan berbagai golongan umur ialah karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mineral air dalam tanah dan mengetahui gambaran status karies gigi pada masyarakat di Desa Mala. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang dengan total sampling pada golongan usia 20–50 tahun dengan jumlah populasi 110 orang serta melakukan uji sampel air di laboratorium untuk menguji fluor dan kesadahan dalam air. Hasil penelitian mendapatkan 74 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kandungan fluor dalam air minum sebesar 0,36 mg/L dan kesadahan (CaCO3) sebesar 294 mg/L. Hasil pengukuran indeks DMF-T karies gigi pada sampel penelitian sebesar 7,6. Simpulan penelitian ini ialah kadar fluor dan kesadahan air sumur di Desa Mala masih layak untuk diminum sedangkan gambaran karies gigi pada masyarakat tergolong masih sangat tinggi. Kata kunci: kandungan mineral air tanah; status karies gigi; fluor; kalsium
Pengaruh Berkumur Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Laju Aliran Saliva Wowor, Vonny N. S.; Mariati, Ni Wayan; Depthios, Richard F.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51499

Abstract

Abstract: Decreased salivary flow rate can be caused by many things, inter alia age, consumption of certain drugs, and psychological effects. The benefits of coconut water have been widely studied, one of which is related to dental and oral health. However, there are still not many studies about the effects of various varieties of coconut water in increasing the flow rate of saliva, especially old coconut water which is often thrown away as waste. This study aimed to determine whether there was an effect of coconut water (Cocos nucifera) gargling on the rate of salivary flow. This was an experimental and analytical study with a quasi-experimental design, and pre-test and post-test control group design approaches. Samples were dentistry undergraduate students of Universitas Sam Ratulangi taken by simple random sampling. Samples were divided into two groups: treatment group (gargling with old coconut water) and control group (gargling with mineral water). The results showed that in the treatment group, there was an increase of salivary flow rate from 0.7114 to 1.1248 after gargling with old coconut water. Meanwhile, in the control group, there was an increase of salivary flow rate from 0.7962 to 0,8495 after gargling with mineral water. Since research data were normally distributed and homogenous, the statistical analysis was continued with the unpaired T-test which obtained a p-value of <0.001 (p<0.05). In conclusion, coconut water (Cocos nucifera) gargling can influence the salivary flow rate. Keywords: coconut water; salivary flow rate; gargling   Abstrak: Laju aliran saliva yang menurun dapat diakibatkan oleh berbagai hal antara lain faktor usia, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan efek psikis. Manfaat air kelapa terhadap kesehatan antara lain kesehatan gigi dan mulut telah diteliti namun belum banyak penelitian mengenai efek air kelapa dari berbagai varietas dalam hal meningkatkan laju aliran saliva terutama air kelapa tua yang masih sering dibuang sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur air kelapa (Cocos nucifera) terhadap laju aliran saliva. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan rancangan quasi eksperimental, dan pendekatan pre test dan post test control group design. Sampel penelitian ialah mahasiswa S1 PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang diambil secara simple random sampling dan dibagi atas dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan (berkumur air kelapa tua) dan kelompok kontrol (berkumur air mineral). Hasil penelitian mendapatkan pada kelompok perlakuan rerata laju aliran saliva sebelum dan setelah berkumur air kelapa naik dari 0,7114 menjadi 1,1248 sedangkan pada kelompok kontrol rerata laju aliran saliva sebelum dan setelah berkumur air mineral naik dari 0,7962 menjadi 0,8495. Oleh karena data penelitian berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji t tidak berpasangan yang mendapatkan nilai p<0,001 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah berkumur air kelapa (Cocos nucifera) dapat meningkatkan laju aliran saliva. Kata kunci: air kelapa; laju aliran saliva; berkumur
Efek Antifungi Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) dan Peppermint (Menthapiperita) terhadap Candida albicans Wangguai, Vannia; Sugiaman, Vinna K.; Widowati, Wahyu
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51629

Abstract

Abstract: Candida albicans are normal flora of the oral cavity that are opportunistically pathogenic and becomes the main causative agent of oral candidiasis. The addition of herbal ingredients to toothpaste is a solution to resistance and synthetic antifungal side effects. Green tea and peppermint extracts are known to have an antifungal role with various active ingredients such as catechins, tannins, flavonoids, terpenoids, alkaloids, and saponins. This study aimed to determine the antifungal effect of toothpaste preparations of green tea extract and peppermint on C. albicans. This study used the agar diffusion method at several concentrations of green tea and peppermint extracts in toothpaste preparations, namely 1000 mg/ml, 500 mg/ml, 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,5 mg/ml and 31,25 mg/ml. The results showed that there was an antifungal effect of green tea and peppermint extract toothpaste against C. albicans at a concentration of 1000 mg/ml with an average inhibition zone diameter of 7.19 mm. The smallest inhibition zone was 125 mg/ml with a diameter of 1.16 mm. In conclusion, green tea and peppermint extract toothpastes have antifungal effects. The higher the concentration of the extract used in the toothpaste preparation, the greater the antifungal inhibition zone formed. Keywords: Candida albicans; antifungal toothpaste; green tea; peppermint    Abstrak: Candida albicans merupakan flora normal rongga mulut yang bersifat patogen oportunistik dan menjadi agen penyebab utama kandidiasis oral. Penambahan bahan herbal pada pasta gigi mikroba merupakan solusi terhadap resistensi dan efek samping antijamur sintetik. Ekstrak teh hijau dan peppermint diketahui memiliki peran sebagai antijamur dengan berbagai kandungan aktifnya seperti katekin, tanin, flavonoid, terpenoid, alkaloid dan saponin. Mengetahui efek antifungi sediaan pasta gigi ekstrak teh hijau dan peppermint terhadap C. albicans. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan beberapa konsentrasi ekstrak teh hijau dan peppermint dalam sediaan pasta gigi yaitu 1000 mg/ml, 500 mg/ml, 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,5 mg/ml dan 31,25 mg/ml. Hasil penelitian memperlihatkan adanya efek antifungi pada pasta gigi ekstrak teh hijau dan peppermint terhadap C. albicans pada konsentrasi 1000 mg/ml dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 7,19 mm. Zona hambat terkecil dari konsentrasi 125 mg/ml dengan diameter 1,16 mm. Simpulan penelitian ini ialah pasta gigi ekstrak teh hijau dan peppermint memiliki efek antijamur. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam sediaan pasta gigi maka semakin besar zona hambat antijamur yang terbentuk. Kata kunci: Candida albicans; pasta gigi antifungi; teh hijau; peppermint
Kekasaran Permukaan Plat Resin Akrilik dengan Pemolesan Menggunakan Serbuk Cangkang Bekicot (Lissachatina Fulica) Gustina, Mara; Efrata, Eka R.; Prehananto, Herlambang
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51944

Abstract

Abstract: Acrylic resin material is often used in making dentures because the color is similar to gingiva, easy to process, small dimensional changes, and relatively cheap price. One of the conditions that must be met is that the final product is easy to polish. Snail shell can be used as an abrasive for polishing acrylic plates because it contains protein, phosphorus and calcium. This study aimed to find out whether snail shell (Lissachatina fulica) powder as an abrasive material could reduce the roughness of acrylic surfaces. This was a laboratory and experimental study. Samples of acrylic resin plates were divided into three groups, group A was polished using sandpaper, group B was polished using pumice, and group C was polished using snail shell powder. Each group had nine samples of acrylic resin plates. Surface roughness of samples was tested with scanning electron microscope (SEM). The results showed that the surface of group C samples was the smoothest compared to the other groups tested with SEM. In conclusion, snail shell (Lissachatina fulica) powder can be used as an abrasive material to reduce the roughness of acrylic surfaces. Keywords: snail shell; surface roughness; acrylic resin plate   Abstrak: Bahan resin akrilik sering digunakan dalam pembuatan gigi palsu karena warnanya mirip dengan gingiva, mudah diolah, perubahan dimensi kecil, dan harganya relatif murah. Salah satu syarat yang harus dipenuhi ialah produk akhir mudah dipoles. Cangkang bekicot dapat digunakan sebagai abrasif untuk memoles pelat akrilik karena mengandung protein, fosfor dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cangkang bekicot (Lissachatina fulica) sebagai bahan abrasif dapat mengurangi kekasaran permukaan akrilik. Sampel pelat resin akrilik dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok A dipoles menggunakan amplas, kelompok B dipoles menggunakan batu apung, dan kelompok C dipoles menggunakan serbuk cangkang bekicot. Setiap kelompok memiliki sembilan sampel pelat resin akrilik. Kekasaran permukaan sampel diuji dengan scanning electron microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan sampel golongan C paling halus dibandingkan dengan kedua kelompok lainnya. Simpulan penelitian ini ialah serbuk cangkang bekicot (Lissachatina fulica) dapat digunakan sebagai bahan abrasif. Kata kunci: cangkang bekicot; kekasaran permukaan; plat resin akrilik
Tingkat Keberhasilan Perawatan Ortodonti Berdasarkan Index of Complexity Outcome and Need di Klinik Profesi Rumah Sakit Universitas Udayana Hendrawan, Elizabeth; Anggaraeni, Putu Ika; Hutomo, Louise C.; Rahaswanti, Luh Wayan A.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.52551

Abstract

Abstract: Malocclusion is a misalignment of the teeth that disrupts functional balance and causes aesthetic problems. The complexity of malocclusion, the need for treatment, and the success of treatment can be measured using the Index of Complexity, Outcome and Need (ICON). The Dental Profession Clinic at Udayana University Hospital provides health services in the field of oral health including orthodontic treatment using removable appliances. This study aimed to determine the success rate of orthodontic treatment based on ICON in patients at the Dental Profession Clinic at Universitas Udayana. This was an observational and descriptive study with a cross-sectional approach. There were 30 patients as samples selected using a purposive sampling method. The collected data were processed using descriptive statistical tests and univariate analysis, and then were presented in the form of frequencies and percentages. The results showed that 63.3% of patients were in  the substantially improved category, 16.7% in the greatly improved and moderately improved category each, and 3.3% in the minimally improved category. In conclusion, the majority of patients in this study were included in the substantially improved category. Keywords: Index of Complexity Outcome and Need (ICON); malocclusion; orthodontic appliances    Abstrak: Maloklusi merupakan penyimpangan gigi dari oklusi yang ideal, yang menganggu keseimbangan fungsional dan menyebabkan masalah estetik. Kompleksitas maloklusi, kebutuhan perawatan, dan keberhasilan perawatan dapat diukur menggunakan Index of Complexity, Outcome and Need (ICON). Klinik Profesi Rumah Sakit Universitas Udayana memberikan pelayanan kesehatan di bidang gigi dan mulut termasuk perawatan ortodonti menggunakan peranti lepasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan perawatan ortodonti berdasarkan ICON pada pasien Klinik Profesi Dokter Gigi Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Terdapat 30 pasien sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji statistik deskriptif dan analisis univariat serta hasilnya disajikan dalam bentuk frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% masuk ke dalam kategori substantially improved, 16,7% masing-masing dalam kategori greatly improved dan moderately improved, serta 3,3% dalam kategori minimally improved. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pasien dalam studi ini tergolong dalam kategori substantially improved. Kata kunci: Index of Complexity, Outcome and Need (ICON); maloklusi; peranti ortodonti