cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) merupakan jurnal ilmiah nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan, yang terkait aspek gizi klinis, gizi masyarakat, gizi olahraga, gizi molekular, biokimia gizi, pangan fungsional, serta pelayanan dan manajemen gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) diterbitkan enam bulan sekali sejak terbit Januari 2014 hingga Agustus 2016 (Volume 1-3). Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) diterbitkan oleh Prodi S2 Ilmu Gizi, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Oleh karena itu, JGK juga terus mengundang para penulis untuk menyumbangkan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Hubungan Status Gizi, Pendidikan Ibu Dan Suku Bangsa Dengan Perkembangan Kognitif Dan Motorik Pada Anak Balita Di Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Widiyawati, Agatha; Murti, Bhisma; Sulaeman, Endang Sutisna
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Indonesia merupakan Negara berkembang yang masih menghadapi masalah gizi antara lain kekurangan energi protein, gangguan akibat kekurangan iodium, anemia gizi besi, dan kekurangan vitamin A. Perkembangan anak balita adalah segala perubahan yang terjadi pada anak balita dilihat dari berbagai aspek antara lain aspek motorik, emosi, kognitif, dan psikososial (bagaimana anak balita berinteraksi dengan lingkungannya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan perkembangan kognitif dan motorik, setelah mengontrol pengaruh faktor perancu pendidikan ibu dan suku bangsa.Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak balita berumur 1-5 tahun yang tinggal di wilayah Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro dan dilakukan di Posyandu setempat. Sebanyak 104 subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode fixed-exposure sampling. Teknik pengumpulan data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner. Status gizi anak balita diketahui melalui pemeriksaan antropometri secara langsung. Pengukuran perkembangan kognitif dan motorik anak balita dilakukan menggunakan formulir kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) dan formulir tes daya dengar (TDD) yang dikeluarkan oleh KEMENKES Republik Indonesia 2010. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ganda dan diolah dengan SPSS 18.0 for Windows.Hasil Penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi anak balita dengan perkembangan kognitif (OR=3,11; CI 95% 1,17sd 8,26; p=0,023), sedangkan perkembangan motorik secara statistik tidak signifikan (OR=1,48; CI 95% 0,55 sd 3,98; p=0,438).Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara status gizi anak balita dengan perkembangan kognitif, terdapat hubungan tidak signifikan antara status gizi anak balita dengan perkembangan motorik, setelah mengontrol pengaruh pendidikan ibu dan suku bangsa sebagai faktor perancu.  Kata kunci :  Status Gizi, Pendidikan Ibu, Suku Bangsa, Perkembangan Kognitif dan Motorik
Pengembangan Model Latihan Memukul Forehand dan Backhand Tenis Meja Permainan untuk Anak Usia 9-11 Tahun (Studi Pengembangan Pada Klub Tenis Meja Di Kota Surakarta) Suhartoyo, Topo; Sugiyanto, Sugiyanto; Hanim, Diffah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang  model latihan teknik memukul forehand dan backhand tenis meja berbasis permainan didasari oleh kurang optimal dan variasi untuk tingkat pemula yang didominasi anak usia 9-11 tahun serta rendahnya tingkat penguasaan teknik memukul forehand dan backhand di Kota Surakarta. Tujuan penelitian  ini adalah melaksanakan dan mengetahui hasil analisis kebutuhan dan mengembangkan produk awal, melaksanakan dan mengetahui uji ahli dan uji lapangan dan melaksanakan dan mengetahui uji efektivitas produk model latihan memukul forehand dan backhand  tenis meja berbasis permainan pada anak usia 9-11 tahun di Kota Surakarta.Metode pengembangan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, penelitian mengadaptasikan prosedur penelitian menjadi tiga tahap yaitu : tahap 1 pendahuluan, tahap 2 uji coba produk dan tahap 3 uji efektivitas produk.Hasil pendahuluan adalah analisis kebutuhan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi latihan memukul forehand dan backhand tenis meja pada proses latihan rutin masih kurang optimal dan kurangnya variasi serta rendahnya tingkat penguasaan teknik memukul pada anak usia 9-11 tahun di Kota Surakarta. Latihan memukul forehand dan backhand tenis meja sudah diberikan namun masih banyak anak khususnya usia 9-11 tahun masih kesulitan dalam penguasaan teknik memukul tersebut. Kajian teori terdiri dari permainan tenis meja, teori tentang teknik memukul forehand dan backhand, model latihan memukul forehand dan backhand, belajar gerak, pendekatan permainan, teori latihan, karakteristik usia 9-11 tahun. Tahap uji coba produk dengan menggunakan tiga ahli tenis meja dengan 52 butir pertanyaan dengan hasil 72,05 % dan dapat diinterpretasikan bahwa rancangan produk dapat diuji cobakan pada tahap selanjutnya. Uji coba kelompok kecil menggunakan 4 anak, instrument angket dengan jumlah pertanyaan 30 butir, dengan hasil 88,9 %. Uji coba kelompok besar dengan jumlah 8 anak, instrument angket dengan jumlah pertanyaan 39 butir dengan hasil 76,53 %. Tahap uji efektivitas produk dengan membandingkan dua kelompok, kelompok contoh diberikan perlakuan produk pengembangan dan kelompok kontrol menggunakan perlakuan secara konvensional. Menggunakan pre test dan post test desain, nilai tes awal kelompok contoh adalah forehand dengan hasil 33,9 dan backhand 33,8 sedangkan kelompok kontrol untuk forehand 30 dan backhand 31. Nilai tes akhir pada kelompok contoh untuk forehand  55,7 dan backhand 55,2 sehingga untuk peningkatan untuk forehand 21,8 dan backhand  21,4. Sedangkan pada tes akhir kelompok kontrol didapat hasil untuk forehand 50,2 dan backhand 53,2 sehingga untuk peningkatan forehand 20,2 dan backhand 22,2. Berdasarkan data yang telah diperoleh, kesimpulan dari penelitian pengembangan model latihan berbasis permainan efektif untuk meningkatkan keterampilan memukul forehand dan backhand tenis meja pada anak usia 9-11 tahun.Kata kunci : Tenis Meja, forehand dan backhand, Permainan, Pengembangan, latihan, Anak 9-11 Tahun.
Pengaruh Konsumsi Buah Naga Merah (Hylocereus Costaricensis) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan Kolesterol-Ldl pada Penderita Dm Tipe 2 Hapsari, Agustina Indri; Purwanto, Bambang; Wiboworini, Budiyanti
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik kronik dengan karakteristik hiperglikemi yang meningkat prevalensinya di berbagai negara. Keadaan hiperglikemia pada DM menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang dapat memacu terjadinya komplikasi baik mikro maupun makro vaskuler dengan indikator antara lain gula darah puasa dan kolesterol-LDL ˃ 100 mg/dL. Stres oksidatif dapat dihambat dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan yang tinggi. Buah naga merah mengandung sumber antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah naga merah terhadap kadar glukosa darah puasa dan kolesterol-LDL pada penderita DM tipe 2.Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental klinis  dengan rancangan pre and post randomized controlled group design. Subjek penelitian adalah penderita DM tipe 2 di klub diabetisi Prolanis Poliklinik Rejosari Husada, Delanggu, Klaten. Kelompok perlakuan diberi buah naga merah dalam bentuk potongan sebanyak 180 gram/hari selama 15 hari. Kadar glukosa darah puasa dan kolesterol-LDL diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas data kadar glukosa darah puasa dan kolesterol-LDL, uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan rerata pretest dan posttest dalam satu kelompok setelah dilakukan perlakuan, uji independent t-test untuk mengetahui perbedaan selisih rerata pretest dan posttest antara kelompok yang diberi perlakuan berbeda dan asupan gizi dari makanan hasil 24 hours food recall dianalisis dengan menggunakan program Nutrisurvey.Hasil  : Tidak terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol. Terdapat penurunan signifikan kadar kolesterol-LDL sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan (p 0,02), terdapat penurunan kadar kolesterol-LDL pada kelompok kontrol tidak signifikan (p 0,31) dan asupan energi dari makanan subjek rata-rata 134,46% kebutuhan rata-rata.Kesimpulan : Konsumsi buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol-LDL pada penderita DM tipe 2. Konsumsi buah naga merah tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa pada penderita DM tipe 2. Pengaturan makan untuk pada pasien DM dengan pengendalian asupan terutama sumber energi penting dalam kendali kadar glukosa darah dan kolesterol-LDL. Keywords : buah naga merah, penderita DM tipe 2, glukosa darah puasa, kolesterol-LDL
Hubungan Status Gizi dan Umur Ibu Hamil Primigravida dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) di Kabupaten Boyolali Sulistyowati, Anita; Suparyatmo, J B; Hanim, Diffah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Status  gizi ibu merupakan faktor yang sangat penting berkaitan tidak hanya dengan kesehatan dirinya,tapi juga kesehatan bayi dan pertumbuhannya dimasa datang bahkan dapat digunakan sebagai penentu dari BBLR. Umur ibu saat pertama kali hamil pada beberapa penelitian berkaitan erat dengan kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dan umur  ibu hamil primigravida dengan  kejadian BBLR.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional kohort. Subjek penelitian adalah ibu hamil primigravida trimester 3 diwilayah Kabupaten Boyolali. Penentuan Puskesmas dipilih menggunakan metode simple random sampling. Penentuan sebanyak 128 subjek penelitian yang dipilih dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung, pengukuran antropometri, pengisian kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin dengan metode Cyanmethemoglobin. Data  bivariat dianalisis dengan uji Kaplan Meier untuk melihat hubungan status gizi dan umur dengan kejadian BBLR dan analisa multivariat dianalisis dengan Cox Regression Hazard Ratio diolah dengan SPSS 22.0 for Windows dengan nilai signifikansi p<0,05 pada tingkat kemaknaan 95%.Hasil: Terdapat hubungan secara signifikan antara status gizi berdasarkan penambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan kejadian BBLR ditunjukkan dengan nilai p = 0.026 dan pada Confidence Interval = 95% serta tidak ada hubungan antara status gizi berdasarkan IMT  sebelum hamil, LILA, kadar Hb serta umur dengan kejadian BBLR ditunjukkan dengan nilai  p>0,05.Hasil analisa multivariat ditunjukkan bahwa tidak variabel yang berpengaruh terhadap BBLR dengan nilai p>0,05 pada tingkat kemaknaan 95%.Kesimpulan : penting untuk mengetahui status gizi ibu saat awal kehamilan dan penambahan berat badan ibu selama kehamilan. Kata kunci : Status gizi, umur, BBLR.
Pengaruh Konseling Gizi di Puskesmas pada Ibu Hamil Trimester III Penderita KEK terhadap Berat Badan Bayi Lahir di Kabupaten Jember Febriyatna, Ayu; Suparyatmo, J B; Hanim, Diffah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan kondisi yang sering dijumpai pada ibu hamil. Ibu hamil dengan kondisi KEK dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya sehingga memiliki risiko melahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Prevalensi kejadian BBLR pada ibu hamil KEK yang tidak mendapatkan konseling gizi secara intensif di kabupaten Jember sebesar 20,1%. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh konseling gizi pada ibu hamil trimester III yang menderita KEK terhadap berat badan bayi lahir di Puskesmas Kabupaten Jember.Metode: Jenis penelitian ini quasi exsperimental dengan rancangan “Pretest-Postest Control Group Design". Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling didapat 37 responden dengan 18 responden pada kelompok kontrol dan 19 responden pada kelompok konseling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan body scale. Data yang didapat di uji menggunakan Independen Sampel T Test, Mann-Whitney, Chi-Square, Kolmogorov-Smirnov dan Fisher’s Exact Test.­Hasil : Konseling gizi tidak berpengaruh langsung terhadap berat badan bayi lahir dengan p=0,380. Konseling gizi meningkatkan asupan energi dan protein yang dilihat dari nilai p=0,000 dan p= 0.014. TFU (tinggi fundus uteri) berkontribusi 4,681 kali terhadap berat badan lahir (BBL). Berat badan ibu berkontribusi 1,375 kali terhadap berat badan bayi lahir. Asupan energi  dan protein masing-masing berkontribusi 1,003 kali dan 0,961 kali terhadap berat badan bayi lahir.Kesimpulan: Konseling gizi dapat meningkatkan asupan energi dan protein pada ibu hamil trimester III. Konseling gizi tidak berpengaruh terhadap BBL pada ibu hamil KEK trimester III di Puskesmas kabupaten Jember karena TFU, BB ibu hamil, asupan energi dan protein berkontribusi terhadap BBL. Konseling gizi pada ibu hamil KEK trimester III tidak mempunyai dampak terhadap kejadian BBLR karena waktu yang terlalu pendek. Kata Kunci : Konseling Gizi, Berat Badan Bayi Lahir, KEK
Hubungan Teknik, Frekuensi, Durasi dan Asupan Energi Ibu Menyusui Eksklusif dengan Berat Badan Bayi Usia 1-6 Bulan di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Sari, Dewi Kartika; Tamtomo, Didik Gunawan; Anantanyu, Sapja
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berat badan merupakan indikator pertama dalam menilai pertumbuhan bayi. Upaya untuk meningkatkan berat badan bayi diperlukan gizi yang maksimal dan ASI merupakan makanan utama bagi bayi terutama pada usia 1-6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis faktor yang berkaitan dengan pemberian ASI dan dilihat pencapaian berat badan. Faktor yang dimaksud meliputi teknik, frekuensi, durasi menyusui dan asupan energi dengan berat badan bayi usia 1-6 bulan. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah kohort prostektif karena mengikuti berat badan bayi selama 4 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 1-6 bulan yang diambil secara purposive sampling pada titik awal penelitian berjumlah 60 responden dan dropout sebayak 14 responden sehingga yang dapat dianalisis sebesar 46 responden. Analisis data secara bivariat dilakukan dengan chi square dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Hasil: Ada hubungan antara teknik menyusui dan berat badan bayi (p=0,003), ada hubungan antara frekuensi menyusui dengan berat badan bayi (p=0,018), ada hubungan durasi menyusui dengan berat badan bayi (p=0,001) dan ada hubungan antara asupan energi dengan berat badan bayi (p= 0,000). Asupan energi merupakan yang paling berpengaruh diantara variabel lainya dengan exp(B) sebesar 38,822 yang berarti jika asupan energi ibu menyusui baik maka beresiko 38,822 kali mengalami kenaikan berat badan. Kesimpulan: Asupan energi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan dengan berat badan bayi usia 1-6 bulan. Kata Kunci: Teknik Menyusui, Durasi Menyusui, Frekuensi Menyusui, Asupan Energi Ibu menyusui, Berat Badan Bayi
Pengaruh Pemberian Jenis Minuman Rehidrasi Ditinjau dari Status Gizi terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Atlet Sepak Bola Astuti, Rini Wuri; Kiyatno, Kiyatno; Hanim, Diffah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Ketersediaan glukosa darah dan glikogen selama latihan atau pertandingan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap performa endurance. Status gizi atlet berpengaruh terhadap komposisi tubuh yang memungkinkan penyimpanan glikogen yang berbeda. Pemberian minuman rehidrasi yang tepat selama latihan atau pertandingan dapat membantu meningkatkan performa atlet dengan mempertahankan kadar glukosa darah dan menunda kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian jenis minuman rehidrasi ditinjau dari status gizi terhadap penurunan kadar gula darah atlet sepak bola.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment pre and post test design menggunakan rancangan penelitian factorial design. Subjek penelitian adalah atlet sepak bola usia 16-19 tahun yang terdaftar di KBIO SMA Negeri Satu Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Yogyakarta, sebanyak 32 subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung, pengukuran antropometri, serta pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan setelah 45 menit latihan fisik endurance dengan pemberian minuman perlakuan. Data dianalisis dengan uji Anava 2x2 faktorial, nilai signifikansi p<0,05 dan dilanjutkan dengan uji Newman-Keuls.Hasil : Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian jenis minuman rehidrasi selama latihan fisik terhadap penurunan kadar gula darah atlet sepak bola (F0 =2,664 < Ft =4,46). Ada perbedaan hasil penurunan kadar gula darah atlet sepak bola berstatus gizi baik dan overweight (F0 =5,277 > Ft =4,46). Selisih rentang dinyatakan signifikan, bahwa penurunan kadar gula darah lebih besar pada atlet berstatus gizi overweight, dibandingkan dengan atlet berstatus gizi baik. Tidak ada interaksi antara pemberian jenis minuman rehidrasi dengan status gizi terhadap penurunan kadar gula darah atlet sepak bola (F0 =0,526 < Ft =4,46).Simpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian minuman berkarbohidrat dan sport drink terhadap penurunan kadar gula darah atlet sepak bola usia 16-19 tahun. Atlet sepak bola usia 16-19 tahun yang berstatus gizi overweight lebih besar penurunan kadar gula darahnya selama latihan fisik endurance dan berbeda bermakna dibandingkan dengan atlet berstatus gizi baik. Tidak ada interaksi antara pemberian jenis minuman rehidrasi dengan status gizi terhadap penurunan kadar gula darah atlet sepak bola usia 16-19 tahun.Kata Kunci : Minuman Rehidrasi, Status Gizi, Penurunan Kadar Gula Darah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7