cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Gambaran Klinis Diare pada Pasien Anak Leukemia Limfoblastik Akut dengan Kemoterapi Anver, Gregorius F.; Mantik, Max F.J.; Manopo, Jeanette I. Ch.
e-CliniC Vol 5, No 1 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i1.14764

Abstract

Abstract: Chemotherapy is usually used in acute lymphoblastic leukemia (ALL) patients to kill the neoplasmic cells. Albeit, this chemotherapy also destroys normal cells in the body. One of the complications of chemotherapy is destruction of digestive mucous cells that results in diarrhea. Diarrhea can cause dehydration, hypokalemia, acidosis that could lead to shock as well as death. This study was aimed to obtain the clinical profile of diarrhea in children with ALL treated with chemotherapy. This was a descriptive retrospective study with a cross sectional design using 60 medical records of children with ALL treated with chemotherapy and suffered from diarrhea in Estella room at Pediatrics Department Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital in 2011-2015. Conclusion: In this study, there were only a fiew ALL patients treated with chemotherapy that got diarrhea. Diarrhea associated with blood and vomiting was very minimal meanwhile diarrhea associated with fever occured in some cases.Keywords: acute lynphoblastic leukemia, chemotherapy diarrhea Abstrak: Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan yang sering digunakan pada penderita leukemia limfoblastik akut (LLA) untuk membunuh sel neoplasma. Dilain pihak kemoterapi tidak hanya membuhuh sel-sel leukemia tetapi juga menyerang sel-sel normal. Salah satu contoh efek samping kemoterapi yaitu kerusakan sel mukosa saluran cerna yang menyebabkan diare. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi, hipokalemia dan asidosis yang tidak jarang berakhir dengan syok dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis diare pada pasien anak dengan LLA yang menjalani kemoterapi. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 60 data rekam medik pasien anak yang mengidap LLA dengan kemoterapi dan disertai diare di Pusat Pengobatan Kanker Ruang Estella Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou pada tahun 2011-2015. Simpulan: Pada penelitian ini hanya sebagian kecil pasien LLA dengan kemoterapi yang mengalami diare. Kejadian diare yang disertai darah dan muntah sangat rendah, sedangkan kejadian diare yang disertai demam hanya terjadi pada sebagian anak.Kata kunci: leukemia limfoblastik akut, kemoterapi, diare
PENDERITA TONSILITIS DI POLIKLINIK THT-KL BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO JANUARI 2010-DESEMBER 2012 Palandeng, Andre Ch. T.; Tumbel, R E. C.; Dehoop, Julied
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5424

Abstract

Abstrak: Tonsilitis merupakan suatu inflamasi pada tonsilla palatina yang disebabkan adanya infeksi bakteri maupun virus. Ketidaktepatan terapi antibiotik pada tonsillitis akut dapat menyebabkan penyakit ini menjadi kronik. Tonsilitis kronis merupakan penyakit yang paling sering terjadi dari seluruh penyakit tenggorok berulang dan memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Metode penelitian: Metode penelitian ini merupakan studi Retrospektif deskriptif dengan jumlah sample 138 yang dilakukan di Poliklinik THT–KL BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, bulan November – Desember 2012. Data dianalisis dengan menggunakan metode tabulasi. Hasil: Berdasarkan jenis kelamin, terbanyak didapatkan pada wanita (55,40 %). Berdasarkan umur (tahun), terbanyak didapatkan pada kelompok 5-14 (25,9%) dan paling sedikit >65 (1,44%). Berdasarkan pekerjaan, terbanyak didapatkan pada kelompok siswa (32,37%) dan paling sedikit didapatkan pada kelompok guru (0,72%). Berdasarkan jenis penyakit, terbanyak didapatkan pada kelompok tonsilitis kronis (53,96%)  dan paling sedikit pada kelompok tonsilitis kronis eksaserbasi (12,23%). Berdasarkan penderita tonsilitis dengan komplikasi, terbanyak didapatkan pada kelompok abses peritonsiler dan rinitis yaitu masing-masing (40%) dan paling sedikit pada kelompok otitis media dan epitaksis yaitu masing-masing (10%). Simpulan: Tonsilitis kronik merupakan jenis tonsilitis terbanyak yang ditemukan di Poliklinik THT–KL BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan  komplikasi tersering adalah abses peritonsiler dan rinitis. Tonsilitis paling banyak diderita oleh golongan umur 5-14 tahun yang rata-ratanya adalah siswa. Penggunaan antibiotik penisilin masih merupakan pilihan terhadap penyembuhan penyakit ini. Kata kunci: Tonsilitis, Komplikasi Tonsilitis, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan, Penanganan Tonsilitis.   Abstract: Tonsillitis is an inflamation of the palatine tonsilia that caused by a bacterial and viral infection. Inaccuracy of antibiotic therapy in acute tonsillitis can cause the disease becomes chronic. Chronic tonsillitis is the most common disease of all repeated throat diseases and has a high incidence in Indonesia. Methods : Methods of this study is a retrospective descriptive study with the number of samples 138 which carried out in nose, ear, and throat clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado. Data were analyzed by using tabulation method. Results : By gender, the most was found in women (55,40 %). By age (years), the most was found in group 5-14 (25,9 %) and the least >65 (1,44 %). Based on the job, the most was found in the group of students (32,37 %) and the least was found in the group of teachers (0,72 %). Based on the type of disease, the most was found in chronic tonsillitis group (53,96 %) and the least in the exacerbation chronic tonsillitis group (12,23 %). Based on tonsillitis patients with complications, the most was found in the abscess peritonsiler and rhinitis group, respectively (40 %) and the least was in the otitis media and epitaksis group respectively (10 %). Conclusion: Tonsillitis chronic is the most prevalent type of tonsillitis that found in nose, ear, and throat clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado with the most common complication is abscess peritonsiler and rhinitis. Tonsillitis is most common suffered by age group of 5-14 years which its average is students. The usage of the antibiotic penicillin is still the option to cure this disease. Keywords: Tonsillitis, Tonsillitis Complication, Gender, Age, Job, Tonsillitis Medication  
Karakteristik Klinikopatologik Pasien Kanker Payudara dengan Metastasis Tulang di RSUP Sanglah pada Tahun 2014 - 2018 Putra, Putu Krishna B. S.; Sumadi, I Wayan J.; Sriwidyani, Ni Putu; Setiawan, IG Budhi
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i1.27814

Abstract

Abstract: Breast cancer is the most common cancer in woman. Metastasis often occurs especially to the bones. This study was aimed to determine the characteristics of breast cancer patients with bone metastasis. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were 46 breast cancer patients with bone metastasis recorded at Sanglah Hospital from 2014 until 2018. Data of pathological examination archives of Oncology Surgery Division Medical Faculty of Udayana University/Sanglah General Hospital were used to obtain the clinicopathological characteristics of metastatic breast cancer patients based on age, lateralization, histopathological type, and tumor molecular subtype. The results showed that most cases of metastatic breast cancer were aged 40-49 years as many 21 patients (45.7%), minimal difference in lateralization between right breast as many 22 patients (47.8%) and left breast 23 patients (50%). The most common histopathological type was invasive carcinoma of no special type as many 34 patients (73.9%). The most common tumor subtype was the luminal B subtype as many 21 patients (45.7%). In conclusion, most patients of breast cancer with bone metastasis were 40-49 years old, invasive carcinoma of no special type, molecular subtype of luminal B, and no significant difference between lateralization to the right and left breast.Keywords: breast cancer, bone, metastasis, clinicopathological caharacteristics Abstrak: Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering dijumpai pada wanita. Metastasis sering terjadi terutama pada tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien kanker payudara dengan metastasis tulang di RSUP Sanglah Denpasar. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah 46 pasien kanker payudara dengan metastasis tulang yang tercatat di RSUP Sanglah tahun 2014-2018. Data diambil dari arsip hasil pemeriksaan patologi di Subdivisi Bedah Onkologi, Departemen/Kelompok Staf Medis (KSM) Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD)/RSUP Sanglah untuk mendapatkan karakteristik klinikopatologi pasien kanker payudara metastasis tulang berdasarkan usia, lateralisasi, tipe histopatologik, dan subtipe molekuler tumor. Hasil penelitian menunjukkan kasus terbanyak terjadi pada rentang usia 40-49 tahun sebanyak 21 orang (45,7%), dengan lateralisasi tidak jauh berbeda antara payudara kanan sebanyak 22 orang (47,8) dan kiri sebanyak 23 orang (50%). Tipe histopatologik yang lebih sering ditemukan yaitu invasive carcinoma of no special type sebanyak 34 orang (73,9%). Subtipe molekuler yang paling banyak ditemukan ialah subtipe luminal B sebanyak 21 orang (45,7%). Simpulan penelitian ini pasien kanker payudara dengan metastasis tulang berada pada rentang usia 40-49 tahun, invasive carcinoma of no special type, subtipe molekuler luminal B. dan lateralisasi payudara kanan dan kiri tidak jauh berbeda.Kata kunci: kanker payudara, metastasis, tulang, karakteristik klinikopatologik
POLA LUKA PADA KEMATIAN AKIBAT PANAH WAYER DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI SAMPAI OKTOBER 2014 Kobstan, Jaysen; Mallo, Johannis F.; Tomuka, Djemi
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8381

Abstract

Abstract: Panah wayer (a kind of arrow) has become a troubling incident for the citizen of Manado City. People are afraid to do activities outside, especially at night. Wound that caused by this arrow often leads to death if it is punctured into a vital part of the body. However, there are also surviving victims. This study aimed to obtain the pattern of injuries in dead victims caused by this panah wayer. This was a descriptive and retrospective study using visum et repertum as pimary data. The results showed that injuries caused by panah wayer had diverse sizes and depths, depend on the kinetic energy of the arrow itself and the potential energy of the sling itself. Injuries that caused by panah wayer look like a penetrating wound and the hook-like structure at its tip made this arrow hard to repeal and if it is pulled out forcefully a wider rupture at the area of injury can occur.Keywords: pattern of injury, panah wayerAbstrak: Panah wayer telah meresahkan warga kota Manado dan mengakibatkan ketakutan untuk beraktifitas di luar rumah, terutama di malam hari. Luka akibat panah wayer umumnya mengarah pada kematian bila tertusuk di daerah-daerah tertentu pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola luka pada kematian akibat panah wayer. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan meggunakan visum et repertum sebagai data primer. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa luka akibat panah wayer memiliki ukuran dan kedalaman luka yang beragam berdasarkan energi kinetik dari panah wayer itu sendiri dan energi potensial dari pelontar. Luka yang disebabkan panah wayer memiliki bentuk seperti luka tusuk dan struktur seperti pengait yang terdapat di bagian ujung panah wayer meyebabkan panah wayer sulit untuk dicabut dan jika dicabut secara paksa akan menimbulkan robekan yang lebih besar pada daerah luka.Kata kunci: pola luka, panah wayer
Kesehatan telinga siswa di SMP Negeri 4 Pineleng Montilei, Vania F.; Pelealu, Olivia C.P.; Palandeng, Ora I.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14393

Abstract

Abstract: Around 20% of information were obtained from both ears daily. Hearing problem in children is sometimes hard to be detected and can cause difficulties in learning process. This study was aimed to obtain the ear health status of students at SMP Negeri 4 Pineleng (junior high school). This was a descriptive observational study with a cross-sectional design. Respondents were 25 students of class IX A. Meatus acoustic external was examined by an otorhinolaryngologist and then the data were processed by using Microsoft Excel. Based on the screening of hearing function, all students showed normal result. Ear canal examination showed that 3 students had cerumen in the right and left ear canals, and 1 student had hyperemia in the left ear. Perforated tympanic membrane were obtained in 2 students in the right and left ear canals. All students had normal Rinne test meanwhile Weber test showed 2 students with lateralization to the right and 1 student with lateralization to the left. Conclusion: Students at SMP Negeri 4 Pineleng had good ear health status.. Keywords: ear health, hearing screening Abstrak: Telinga dapat menyerap sebesar 20% informasi dari kehidupan sehari-hari. Gangguan pendengaran pada anak sulit dideteksi yang berakibat anak sulit untuk menerima pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan telinga pada siswa SMP Negeri 4 Pineleng. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah 25 orang siswa kelas IX A. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan meatus akustikus eksterna oleh dokter spesialis bagian THT-KL, kemudian diolah dengan Microsoft Excel. Hasil skrining pendengaran dari seluruh siswa ialah normal. Pemeriksaan liang telinga didapatkan 3 siswa dengan serumen di telinga kanan dan kiri, serta 1 siswa dengan hiperemis di telinga kiri. Pemeriksaan membran timpani didapatkan perforasi pada 2 siswa, 1 ditelinga kanan dan 1 ditelinga kiri. Hasil tes Rinne semuanya normal. Pada tes Weber didapatkan 2 siswa dengan lateralisasi ke kanan dan 1 siswa lateralisasi ke kiri. Simpulan: Kesehatan telinga siswa di SMP 8 Pineleng cukup baik.Kata kunci: kesehatan telinga, skrining pendengaran
PROFIL GULA DARAH SEWAKTU (GDS) DAN GULA DARAH PUASA (GDP) PASIEN STROKE DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DI RAWAT INAP DI BAGIAN NEUROLOGI Prof. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2011 Sengka, David
e-CliniC Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i1.3655

Abstract

Abstract: Stroke is the number three killer right after heart diseases and cancer. Diabetes Mellitus is one of the modifiable risk factor of stroke. The goal of this research was to obtain the data profile of the random glucose level and the fasting glucose level in stroke patients diagnosed with type 2 DM. This research was a descriptive research with the subjects of the type 2 DM diagnosed patients with accountable random glucose level and fasting glucose level which were inpatient in Neurology Department of RSUP. Prof. R. D. Kandou Manado with a time period from January to December 2011. The sex, age, random glucose level and fasting glucose level profile were obtain from the data of medical records. There were 60 stroke patients who were also diagnosed with type 2 DM. Most of them were females (51.67%) with age of 40 to 59 years old (50%), and the most the fasting glucose level of ≥ 200mg/dl (53.33%) and the random glucose level of ≥ 126mg/dl (51.66%). Conclusions: The patients who were also diagnosed with type 2 DM were mostly females with the age of 40 to 59 years old. The data profile of the random glucose level and the fasting glucose level in stroke patients were mostly diagnosed with type 2 DM. This data will be able to help to determine the actions in order to treat and also to prevent stroke in type 2 DM patients. Key words: Stroke, Diabetes Mellitus, random glucose level, fasting glucose level   Abstrak: Stroke merupakan pembunuh nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Salah satu faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi adalah diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data profil gula darah sewaktu dan gula darah puasa pasien stroke dengan diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, subyek penelitian adalah pasien stroke dengan diabetes mellitus tipe 2 yang mempunyai hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dan gula darah puasa dan di rawat inap di Bagian Neurologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2011. Jenis kelamin, Usia, Kadar gula darah sewaktu dan gula darah puasa dicatat dari data rekam medik. Terdapat 60 pasien yang mengalami stroke dengan diabetes mellitus tipe 2, sebagian besar adalah perempuan (51,67%), umur 40 – 59 (50%), kadar gula darah sewaktu terbanyak ≥ 200mg/dl (53,33%), kadar gula darah puasa terbanyak ≥ 126 (51,66%). Simpulan : Pasien stroke dengan diabetes mellitus tipe 2 didapatkan lebih banyak pada perempuan dengan usia 40 – 59 tahun. Profil gula darah sewaktu (GDS) dan gula darah puasa (GDP) terbanyak pada kategori terdiagnosis diabetes mellitus. Data ini dapat membantu menentukan kebijakan dalam upaya pencegahan dan penatalaksanaan stroke dengan diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci : Stroke, Diabetes Mellitus, gula darah sewaktu, gula darah puasa
Hubungan Antara Skor IPSS Dengan Kualitas Hidup Penderita LUTS di Beberapa Puskesmas Kota Manado Bassay, Apriska; Monoarfa, Alwin; Pontoh, Victor
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11016

Abstract

Purpose: To know the correlation between IPSS score with quality of life of LUTS patients.Background: Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) are a common problem in men that quite annoying and decreasing the quality of life with various micturition complaints.Methods: This research methods using cross-sectional study which is conducted along November until December 2015 in some Clinics in Manado and founded 32 samples. Collected data technic is based on IPSS questionaire form. The Data Analysis using descriptive analysis for patient ditribution and correlation analysis with Rank Spearman test.Results: The Most insident of LUTS belonged to the age group of 60 – 69 years old for 10 patients (32.3%). The majority of respondents had moderate-severe degree of IPSS score (14 patients, 43,8%). And that 14 patients (43,8%) were not happy with their quality of life. The Rank Spearman correlation test showed there was a significant correlation (p < 0,005) between the IPSS and quality of life, with score r = 0,578.Conclusion: There was a significant correlation between IPSS with quality of life of patients that most of LUTS patients in Manado seek medical threatment came with the severe degree with unhappy quality of life because their was low of economic and knowledge level about LUTS.Keyword: LUTS, IPSS, Quality of LifeTujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara skor IPSS dengan kualitas hidup penderita LUTS.Latar Belakang: Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) merupakan masalah umum pada pria yang cukup mengganggu dan menurunkan kualitas hidup penderitanya oleh karena berbagai keluhan miksi.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional pada bulan November-Desember 2015 dibeberapa Puskesmas Kota Manado dan didapatkan 32 sampel. Pengambilan data berdasarkan lembaran kuesioner IPSS. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk distribusi penderita dan analisis korelasi dengan uji Rank Spearman.Hasil: Insiden penderita LUTS terbanyak pada usia 60-69 tahun yaitu 10 penderita (31,3%). Derajat LUTS yang sering dialami ialah derajat sedang-berat yaitu 14 penderita (43,75%). Dan 14 penderita (43,8%) merasa tidak nyaman dengan kualitas hidup. Pada uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan bermakna (p < 0,005) antara IPSS dengan kualitas hidup, dengan nilai r = 0,578.Kesimpulan: Adanya hubungan yang bermakna antara IPSS dengan kualitas hidup bahwa sebagian besar penderita LUTS berobat saat sudah masuk derajat berat dengan kualitas hidup tidak nyaman oleh karena pendidikan yang rendah dan berpenghasilan ekonomi dibawah rata-rata.Kata Kunci: LUTS, IPSS, Kualitas Hidup
Hubungan Stunting dengan Angka Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tikala Manado Taliwongso, Fernando Ch.; Manoppo, Jeanette I.Ch.; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18526

Abstract

Abstract: Stunting is a chronic undernutrition problem due to various factors during childhood growth. Nutrition status at school age needs to be a concern, because undernutrition/malnutrition will cause children become more vulnerable to be infected by any disease. Currently, stunting rate at school is still a big problem. This study was aimed to determine the relationship of stunting with the incidence of diarrhea in elementary school students at Tikala, Manado. This was an observational analytical survey study with a cross-sectional design, conducted on 60 primary school students at Tikala, Manado. The results showed that there were 31 stunting children; 16 males (51.6%) and 15 females (48.4%). The highest percentage of stunting children was at age 9 years (10 of 31 samples). Statistical analysis showed that there was a significant relationship between stunting and the incidence of diarrhea (P=0.032). Conclusion: There was a significant relationship between stunting and the incidence of diarrhea among elementary school students at Tikala, Manado.Keywords: stunting, diarrhea, school-age children Abstrak: Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh berbagai faktor pada masa pertumbuhan anak. Status gizi pada usia sekolah perlu menjadi perhatian, karena status gizi yang kurang akan mempermudah anak untuk terinfeksi penyakit. Saat ini angka stunting pada usia sekolah masih menjadi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan angka kejadian diare pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado. Jenis penelitian ialah survei analitik observasional dengan desain potong-lintang yang dilakukan pada 60 siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 sampel anak stunting; 16 anak laki-laki (51,6%) dan 15 anak perempuan (48,4%). Persentase tertinggi anak stunting pada usia 9 tahun yaitu 10 dari 31 sampel anak stunting. Hasil uji statistik mendapatkan adanya hubungan bermakna antara stunting dan angka kejadian diare (P=0,032). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara stunting dan angka kejadian diare pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado.Kata kunci: stunting, diare, anak usia sekolah
GAMBARAN SINDROMA PRAHAID PADA REMAJA Bungasari, Septa Ayu; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6518

Abstract

Abstract: Menstruation issue is a common gynecological issue experienced by adolescents. One of disorders linked with menstruation is premenstrual syndrome. According to ICD-10 issued by WHO, premenstrual syndrome included to gynecology disorder associated with female genital organs and menstrual cycle. Premenstrual syndrome can interfere with daily activities, interpersonal relationship, occupational achievement and educational performance due to impaired attention in class and absence from school. The study used survey descriptive method with questionnaire tool carried out among 54 female students of the first semester in Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi, within academic year of 2014-2015. The results showed that of the 54 female students, most of them were 18 years old (48.1%), predominant types of symptom was psychology symptom in 54 samples (100%), predominant psychology symptom was mood swing in 52 samples (96.3%), predominant physical symptom was acne problem in 45 samples (83.3%) and predominant behavioral symptom was argumentative in 17 samples (31.5%).Keywords: premenstrual, syndrome, adolescent, teenageAbstrak: Masalah yang timbul pada haid merupakan masalah ginekologi yang sering dikeluhkan remaja. Salah satu gangguan yang berhubungan dengan haid adalah sindroma prahaid. Menurut ICD ke-10 yang dikeluarkan WHO, sindroma prahaid tercantum sebagai kelainan ginekologi yang terkait dengan organ kelamin wanita dan siklus haid.Kumpulan gejala yang dirasakan menjelang haid mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan interpersonal, hasil kerja dan prestasi akademik karena kurang perhatian dalam kelas dan sering tidak hadir. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan alat kuesioner yang dilakukan pada 54 mahasiswi semester 1 Fakultas Kedokteran Unsrat tahun ajaran 2014-2015. Berdasarkan penelitian pada 54 mahasiswi, didapatkan distribusi umur responden terbanyak ialah 18 tahun (48,1%); jenis gejala yang paling dominan muncul ialah gejala psikologis sebanyak 54 orang (100%); gejala psikologis terbanyak ialah perubahan mood sebanyak 52 orang (96.3%); gejala fisik terbanyak ialah timbul jerawat sebanyak 45 orang (83,3%); dan gejala perilaku terbanyak ialah suka menentang sebanyak 17 orang (31,5%).Kata kunci: prahaid, sindroma, remaja
PROFIL PERSALINAN PADA USIA ≥35 TAHUN DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Pontoh, Vidi Y. Y.; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9509

Abstract

Abstract: Childbirth at age ≥35 years has a high degree of risks. High blood pressure, excessive body weight, diabetes, as well as complicated labor can be found in pregnancy and childbirth at age ≥35 years. This study aimed to obtain the profile of childbirth at age ≥35 years at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using the medical record and birth attendants at The Obstetrics and Gynecology Department from 1 January to 31 December 2014. There were 249 cases of childbirth at age ≥35 years of 3106 total labors. Most of the mothers at age ≥35 years had parity of 2 – 4 (66.26%), spontaneous labor (60.64%), babies with cephalic presentation (70.28%), and weight 2500 – <4000 grams.Keywords: labor, age ≥35 years, incidenceAbstrak: Persalinan pada usia ≥35 tahun mempunyai risiko tinggi. Tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, diabetes, serta persalinan yang lebih sulit dan lama merupakan masalah yang dapat ditemui di kehamilan dan persalinan pada usia ≥35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil persalinan pada usia ≥35 tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif melalui rekam medik dan buku partus di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari – 31 Desember 2014. Terdapat 249 kasus persalinan pada usia ≥ 35 tahun dari 3106 total persalinan. Sebagian besar ibu berusia ≥35 tahun berada pada paritas 2-4 (66,26%) dan lebih sering lahir dengan presentasi letak kepala (70,28%). Umumnya persalinan terjadi spontan (60,64%) denan berat badan bayi 2500 - <4000 g.Kata kunci: persalinan, usia ≥ 35 tahun, insidensi

Page 21 of 108 | Total Record : 1074