cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Benda Asing Faring Esofagus di Bagian/KSM THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2014 – Desember 2016 Wallah, Illan P.; Mengko, Steward K.; Tumbel, R. E.C.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18572

Abstract

Abstract: Ingested foreign bodies are one of the most common emergencies in Ear, Nose and Throat (ENT)-Head and Neck Surgery that can be found in all ages throughout the world. Ingested foreign bodies can usually be lodged in oropharynx, hypopharynx, or esophagus. This study was aimed to describe the profile of pharyngeal and esophageal foreign body patients in the Department of ENT-Head and Neck Surgery Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of January 2014-December 2016. This was a descriptive retrospective study. Samples were patients recorded in the register book and the medical record database which from their history, physical examination and diagnostic investigation were firstly diagnosed as pharyngeal or esophageal foreign body. Variables in this study were gender, age, type of foreign body, location of foreign body, and treatment success rate. The results showed that there were 25% of pharyngeal foreign bodiy cases and 75% of esophageal foreign body cases. Most cases were males (57.3%), age ≥51 years (25.3%) and 0-10 years (24.0%). The most common types of foreign bodies found were bones and dentures, each of 25 cases. The most common location written was in general. Conclusion: In foreign body cases of ENT-Head and Neck Surgery, esophageal foreign body cases were more common compared to pharyngeal foreign body cases.Keywords: foreign bodies, pharynx, esophagus Abstrak: Benda asing yang tertelan merupakan salah satu kegawatdaruratan bidang THT-KL yang tersering dan dapat ditemukan pada semua usia di seluruh dunia. Benda asing yang tertelan biasanya dapat tersangkut pada orofaring, hipofaring atau esofagus. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan profil penderita benda asing faring esofagus di Bagian/KSM THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode Januari 2014 – Desember 2016. Jenis penelitian ialah retrospektif deskriptif. Sampel ialah pasien yang tercatat pada buku register dan database rekam medis yang dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang terdiagnosis sebagai benda asing faring esofagus pertama kali di Bagian/KSM THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode pengamatan. Variabel penelitian ini ialah jenis kelamin, umur, jenis benda asing, lokasi benda asing, dan tingkat keberhasilan penanganan. Terdapat 25% kasus benda asing faring dan 75% kasus benda asing esofagus. Kasus benda asing lebih sering terjadi pada jenis kelamin laki-laki (57,3%), usia ≥51 tahun (25,3%) dan 0-10 tahun (24,0%). Jenis benda asing yang tersering ditemukan ialah tulang dan gigi palsu, masing-masing 25 kasus. Penulisan lokasi paling sering ialah secara umum. Simpulan: Pada kasus benda asing THT-KL dalam periode pengamatan tiga tahun ini, kasus benda asing esofagus lebih sering ditemukan dibanding kasus benda asing faring.Kata kunci: benda asing, faring, esofagus
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Obesitas pada Anak di Kota Manado Tahun 2015 Ali, Nurlana; pateda, Vivekenanda; Wahani, Audrey
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.2.2018.22123

Abstract

Abstract: Obesity is a health problem and its number of cases is increasing worldwide. The prevalence of overweight and obesity in children in the world increased from 4.2% in 1990 to 6.7% in 2010, and is expected to reach 9.1% in 2020. This study was aimed to obtain the level of mothers’ knowledge about obesity in children in Manado 2015. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population were mothers who visited Puskesmas Bahu (primary health care). The instrument used in this research was an interview consisting of 19 questions. Samples were mothers who had their children visited Puskesmas Bahu, obtained by using simple random sampling technique. The results showed 91 mothers as respondents. The majority of respondents (40.7%) had good knowledge about obesity in children. Among respondents with good knowledge, 23.8% were highly educated; age 20-30 years and 21-40 years had the same percentage (17.6%); worked as private employment (15.39%); and got information from print media (19.79%). Conclusion: The majority of mothers whose children visited Puskesmas Bahu had good knowledge. Age, education, work, and sources of information became the benchmark for the level of knowledge about obesity in children.Keywords: knowledge, obesity Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan yang jumlahnya meningkat diseluruh dunia. Prevalensi overweight dan obesitas pada anak di dunia meningkat dari 4,2% di tahun 1990 menjadi 6,7% di tahun 2010, dan diperkirakan akan mencapai 9,1% di tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang obesitas pada anak di Kota Manado tahun 2015. Jenis penilitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah ibu-ibu yang berkunjung ke Puskesmas Bahu. Sampel penelitian ialah ibu-ibu yang memiliki anak yang berkunjung ke Puskesmas Bahu Kota Manado dengan responden sebanyak 91 orang. Instrumen yang digunakan ialah wawancara yang terdiri dari 19 pertannyaan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian memperlihatkan pengetahuan ibu tentang obesitas pada anak yang terbanyak ialah baik sebanyak 37 responden (40,7%). Tingkat pengetahuan baik terbanyak berdasarkan pendidikan yaitu pendidikan perguruan tinggi (23,8 %); usia 20-30 tahun dan 21-40 tahun memiliki persentase yang sama (17,6%); pekerjaan swasta (15,39%); dan sumber informasi dari media cetak (19,79%). Simpulan: Mayoritas ibu dengan anak yang berkunjung ke Puskesmas Bahu Kota Manado memiliki pengetahuan baik. Usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi menjadi tolok ukur tingkat pengetahuan ibu tentang obesitas pada anak.Kata kunci: pengetahuan, obesitas
Gambaran Indeks Eritrosit Rerata pada Laki-laki Dewasa dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Saraswati, Talitha D.; Rotty, Linda W. A.; Pandelaki, Karel
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.2.2019.26832

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease indicated by high level of blood sugar resulting from a defect in insulin secretion, insulin activity, or both. The prevalence of DM in Indonesia is 1.9%, making it the 7th leading cause of deaths worldwide. In diabetic patients it is common to find any disorder in several systems, inter alia disorder of erythrocytes. An important indicator in portraying the erythrocytes state is the average erythrocyte indices (MCV, MCH, and MCHC). This study was aimed to provide an overview of the average erythrocyte indices in young adult males with type 2 DM (T2DM) at the Endocrine Polyclinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a descriptive and retrospective study using medical records of diabetic patients at the Endocrine Policlinic from September 2018 to September 2019. The results obtained a total of 1.432 medical records consisting of 550 males and 882 females. However, only 22 samples met the inclusion criteria, with a majority of samples were 40 to 45 years old (50%). Generally, the erythrocyte indices were still in normal range. Albeit, a few samples showed a decrease in hemoglobin level, MCV, and MCH. In conclusion, there was no significant change in the erythrocyte indices among adult males with type 2 diabetes mellitus at the Endocrine Polyclinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital.Keywords: average erythrocyte indices, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Prevalensi DM di Indonesia sebesar 1,9% menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia. Pada pasien DM seringkali ditemukan gangguan pada berbagai sistem, salah satunya pada eritrosit. Indikator penting yang dapat mencerminkan keadaan eritrosit ialah indeks eritrosit rerata (MCV, MCH, dan MCHC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit rerata pada pasien laki-laki dewasa penyandang DM tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik pasien di Poli Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode September 2018 hingga September 2019. Hasil penelitian mendapatkan 1.432 rekam medis, terdiri dari 550 laki-laki dan 882 perempuan, namun hanya 22 data yang memenuhi kriteria penelitian, dengan mayoritas berusia 40-45 tahun (50%). Secara umum nilai indeks eritrosit rerata masih dalam rentang normal, namun terdapat beberapa sampel dengan penurunan kadar hemoglobin, MCV, dan MCH. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat gambaran bermakna pada indeks eritosit pasien laki-laki dewasa dengan DM tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. KandouKata kunci: indeks eritrosit rerata, diabetes melitus tipe 2
Hubungan Kebersihan Kepala dengan Pedikulosis Kapitis pada Komunitas Dinding di Pasar Bersehati Manado Maharani, Ayu; Pandaleke, Herry E. J.; Niode, Nurdjannah J.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.28311

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis is an infection of the skin and hair caused by Pediculus humanus var capitis. This disease mainly attacks young children and spreads quickly in a crowded environment and poor hygiene condition. Transmission are mainly through direct contact head-to-head or indirectly such as combs, hair accessories, pillows, veils, etc. Transmission is increasing with several factors inter alia age, sex, frequency of washing hair, sharing towels, beds as well as goods. This study was aimed to assess the relationship between head hygiene and pediculosis capitis among children fostered in Komunitas Dinding at Pasar Bersehati Manado. This was an analytical and observational study with a cross sectional design. Subjects consisted of 30 children, aged 5-15 years, and met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed by using the chi-square test. The results showed that of 30 subjects, 18 children (60%) had pediculosis capitis. The chi-square test showed that washing hair with shampoo per week (p=0.100), sharing towels (p=0.618), and sharing beds (p=0.177) did not have significant relationships with pediculosis capitis meanwhile sharing goods (p=0.002) had a significant relationship with pediculosis capitis. In conclusion, there was a relationship between sharing goods and pediculosis capitis among children fostered in Komunitas Dinding at Pasar Bersehati Manado.Keywords: pediculosis capitis, children, scalp hygiene Abstrak: Pedikulosis kapitis merupakan infeksi kulit dan rambut kepala yang disebabkan oleh Pediculus humanus var capitis. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak usia muda dan cepat meluas dalam lingkungan hidup yang padat dan kondisi higiene yang tidak baik. Penularan terutama secara kontak langsung melalui head-to-head maupun tidak langsung seperti sisir, aksesoris rambut, bantal, kerudung, dll. Penularan semakin meningkat dengan adanya faktor usia, jenis kelamin, frekuensi mencuci rambut, penggunaan handuk bersama, penggunaan tempat tidur bersama, dan penggunaan barang bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan kepala dengan pedikulosis kapitis pada anak-anak binaan Komunitas Dinding di Pasar Bersehati Manado. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 30 anak, berusia 5-15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diuji dengan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan 18 anak (60%) mengalami pedikulosis kapitis. Uji statistik menunjukkan bahwa mencuci rambut menggunakan sampo per minggu (p=0,100), penggunaan handuk bersama (p=0,618), penggunaan tempat tidur bersama (p=0,177) tidak memiliki hubungan bermakna dengan pedikulosis kapitis sedangkan penggunaan barang bersama (p=0,002) memiliki hubungan bermakna dengan pedikulosis kapitis. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara penggunaan barang bersama dengan pedikulosis kapitis pada anak-anak binaan Komunitas Dinding di Pasar Bersehati Manado.Kata kunci: pedikulosis kapitis, anak, kebersihan kepala
Gambaran kejadian Struma di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juni 2015 – Juni 2018 Tahulending, Zefanya; Pontoh, Victor; Lengkong, Andreissanto C.
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.2.2018.22116

Abstract

Abstract: Struma or goitre is an enlargement of thyroid gland, diffuse or nodular. The anatomical location of the thyroid gland which is adjacent to the trachea, larynx, superior nerves, inferior laryngeal and esophagus could cause symptoms of compression if there is abnormal growth of the thyroid gland. The most common cause of thyroid hormone deficiency is lack of iodine consumption. Based on the functional activity of the thyroid gland, goitre is divided into toxic and non-toxic goitre. This study was aimed to obtain the profile of goitre based on age, sex, area of reresidence, and risk factors of goitre. This was a descriptive retrospective study using medical record data of goitre patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from June 2015 to June 2018. There were 183 patients with goitre in this study. The most common type of goitre was nontoxic nodule (71,6%). Most patients were 45-54 years old (23.5%), females (83.6%), lived in lowland (79.8%), and had surgical treatment (42.6%). Conclusion: Most patients with goitre had nontoxic nodular goitre, aged 45-54 years old, female, lived in lowland, and had surgical treatment.Keywords: struma, iodine deficiency Abstrak: Struma atau goiter merupakan pembesaran kelenjar tiroid, yang dapat berbentuk difusa atau nodusa. Letak anatomis dari kelenjar tiroid yang berdekatan dengan trakea, laring, saraf superior dan inferior laryngeal, serta esofagus akan menyebabkan munculnya gejala-gejala kompresi jika terdapat pertumbuhan abnormal pada kelenjar tiroid. Penyebab paling sering dari defisiensi hormon tiroid ialah konsumsi yodium yang tidak cukup. Struma dibagi sesuai dengan perubahan aktivitas fungsional dari kelenjar tiroid, yaitu struma toksik dan non toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyakit struma berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, dan faktor risiko lain dari penyakit struma. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik pasien struma di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Juni 2015 – Juni 2018. Hasil penelitian mendapatkan 183 pasien dengan struma. Jenis struma yang terbanyak ialah struma nontoksik nodusa (71,6%). Pasien terbanyak berusia 45-54 tahun (23,5%), jenis kelamin perempuan (83,6%), tinggal di dataran rendah (79,8%), dan jenis terapi operatif (42,6%). Simpulan: Kejadian pasien struma tertinggi pada jenis struma non toksik nodusa, jenis kelamin perempuan, usia 45-54 tahun, wilayah tempat tinggal di dataran rendah, dan jenis terapi operatif.Kata kunci: struma, defisiensi yodium
Tingkat Pengetahuan Bahaya Merokok bagi Kesehatan Gigi Mulut pada Siswa SMK Negeri 8 Manado Rompis, Karen; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.2.2019.24023

Abstract

Abstract: Smoking habit can be found in various age groups, ranging from children to adults. To date, many children and adolescents have become active smokers. Smoking is one of the triggers of oral cavity disorders and it influences aesthetics inter alia discolored teeth, mucosal thickening, gingivitis, and even oral cancer. This study was aimed to determine the level of knowledge about the impact of smoking on oral and dental health among students of SMK Negeri 8 Manado (senior high school). This was a descriptive study with a cross-sectional design, involving 40 respondents obtained by using total sampling method. Data were obtained by using questionnaire covering the characteristics of respondents and their levels of knowledge about the impact of smoking on oral and dental health. The results showed that the level of student knowledge about the impact of smoking on oral and dental health was 543. In conclusion, the level of knowledge of students at SMK Negeri 8 Manado about the impact of smoking on oral health was classified as good.Keywords: knowledge of students, impact of smoking, oral and dental health Abstrak: Kebiasaan merokok dapat ditemukan pada berbagai golongan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa bahkan saat ini banyak anak-anak serta remaja sudah menjadi perokok aktif. Kebiasaan merokok merupakan salah satu pencetus timbulnya gangguan penyakit rongga mulut serta memengaruhi estetika, antara lain dapat mengakibatkan perubahan warna gigi, penebalan mukosa, gingivitis, bahkan kanker mulut. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut pada siswa SMK Negeri 8 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Terdapat 40 responden penelitian, diambil menggunakan total sampling. Pengum-pulan data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi karakteristik responden dan tingkat pengetahuan mengenai bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut memperoleh skor 543. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan siswa SMK Negeri 8 Manado tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut tergolong baik.Kata kunci: pengetahuan siswa, bahaya merokok, kesehatan gigi mulut
Profil HIV/AIDS di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Periode Januari 2009 sampai dengan Desember 2018 Sumampouw, Yurissco B.; Rampengan, Novie H.; Mantik, Max F. J.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.27189

Abstract

Abstract: Human immunodeficiency virus (HIV) infection and acquired immunodpeficiency syndrome (AIDS) are health problems worldwide. Risk factors that are supposed to increase the incidence of HIV/AIDS include perinatal, homosexual, heterosexual, pattern of sexual relation, family with positive HIV/AIDS sufferers who do not use protective equipment, and injection drug users. This study was aimed to determine the profile of HIV/AIDS at the Department of Pediatrics Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This was a descriptive and retrospective study using data of Voluntary Counseling Test (VCT) from January 2009 to December 2018. The results showed that there were 75 patients, most were 13-18 years (32%) and male sex (50.67%). The most common transmission was perinatal transmission (68%). Stage III had the highest percentage (80%). First-line therapy was found as the most common (68%), albeit 23 patients (30.7%) had not received ARV therapy. There were 28 patients (37.33%) who lived with HIV/AIDS. In conclusion, the highest prevalence of HIV was in 2018 and the most common patients were male, aged 13-18 <18 years, and had perinatal transmission. and 28 children living with HIV. Some patients still lived with HIV/AIDS.Keywords: human immunodeficiency virus, acquired immunodeficiency syndrome Abstrak: Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) merupakan masalah kesehatan di dunia. Faktor-faktor risiko yang diperkirakan meningkatkan angka kejadian HIV/AIDS antara lain: perinatal, homoseksual, heteroseksual, pola hubungan seks, keluarga dengan pengidap HIV/AIDS positif yang tidak menggunakan pelindung, dan pemakai alat suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil HIV-AIDS di Bagiaan Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Penelitian ini menggunakan data dari Voluntary Counseling Test (VCT) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado selama Januari 2009-Desember 2018. Hasil penelitian mendapatkan 75 pasien dan yang terbanyak ialah usia 13-18 tahun (32%), dan jenis kelamin laki-laki (50,67%). Penularan terbanyak ialah perinatal (68%) Stadium terbanyak ialah stadium III (80%) dan terapi lini I yang terbanyak (68%) namun terdapat 23 pasien (30,7%) yang belum mendapatkan terapi ARV. Terdapat 28 pasien (37,33%) yang hidup dengan HIV/AIDS. Simpulan penelitian ini ialah prevalensi tertinggi HIV pada tahun 2018 dan pasien yang terbanyak berjenis kelamin laki-laki, usia 13-<18 tahun, dengan penularan perinatal. Sebagian pasien hidup dengan HIV/AIDS.Kata kunci: human immunodeficiency virus, acquired immunodeficiency syndrome
Kesehatan Telinga di Sekolah Dasar Negeri 11 Manado Korompis, Amelia M.; Tumbel, R. E.C.; Mengko, Steward K.
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.19503

Abstract

Abstract: Ear is one of the sense organs in human that can absorb 20% of information in daily life. This study was aimed to obtain the ear health status of students in SD Negeri 11 (elementary school) Manado. This was an observational descriptive study with a cross sectional design. The ear health was determined by examination of outer ear (auricle), middle ear (ear canal), and tympanic membrane. There were 25 subjetcts in this study. The examination of auricle resulted in all subjects (100%) had normal auricle. The examination of ear canal obtained 17 subjects (68%) had normal ear canal. Cerumen was found in right ear canal of 3 subjects (12%) and in left ear canal of 5 subjects (20%). The examination of tympanic membrane showed all students (100%) had normal membrane. Conclusion: Most students of SD Negeri 11 Manado had good ear health status.Keywords: ear health Abstrak: Telinga merupakan salah satu alat indra penting yang dapat menyerap sebesar 20% informasi dari kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kesehatan telinga pada siswa SD Negeri 11 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Gambaran kesehatan telinga dilihat dengan memeriksa daun telinga, liang telinga, dan membran timpani. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 25 subyek penelitian. Pemeriksaan daun telinga mendapatkan semuanya normal (100%). Pemeriksaan liang telinga dengan hasil normal didapatkan pada 17 subyek (68%). Serumen didapatkan dalam liang telinga kanan pada 3 subyek (12%) dan telinga kiri pada 5 subyek (20%). Pemeriksaan membran timpani mendapatkan hasil normal pada semua subyek (100%). Simpulan: Sebagian besar siswa SD Negeri 11 Manado memiliki status kesehatan telinga yang baik.Kata kunci: kesehatan telinga
Gambaran Mental Emosional pada Orang Tua yang Anaknya dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Suputra, I Dewa G. Adi; Kaunang, Theresia ` M. D.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.18635

Abstract

Abstract: Emotional mental disorder is a condition that indicates psychological changes in an individual. This disorder can manifest as symptoms of depression, psychosomatic disorders, and anxiety. Having a child hospitalized for a life-threatening illness or injury can cause deep psychological reactions to the parents. This study was aimed to determine the mental emotional profile among the parents whose children were treated at the Emergency Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital from October to November 2017. This was a quantitative descriptive study with a cross sectional design. This study involved all parents whose children were treated in the emergency installation who met the inclusion criteria as many as 72 respondents. The instruments of the study were Self Reporting Questionnaire (SRQ) and Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Univariate and bivariate analyzes were performed using SPSS. Based on SRQ and DASS questionnaire data filled by 72 respondents, 54 parents (75%) had emotional mental disorders, consisting of 49 parents (68.1%) suffering from anxiety from mild to very severe and 18 parents (25 %) suffering from mild to very severe depression. The most dominant diseases of the children that caused anxiety to the parents were diarrhea, bronchopneumonia, and febrile seizures. Conclusion: The conditions of children treated in the Emergency Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital could cause psychological stress in the form of anxiety and depression for the parents.Keywords: emotional mental disorders, anxiety, depression, parentsAbstrak: Gangguan mental emosional adalah kondisi yang mengindikasikan perubahan psikologik pada seseorang. Gangguan mental emosional dapat berupa gejala depresi, gangguan psikosomatik, dan kecemasan. Pengalaman memiliki anak yang dirawat di rumah sakit karena penyakit atau cedera yang mengancam jiwa dapat menyebabkan reaksi psikologik yang mendalam pada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mental emosional pada orang tua yang anaknya dirawat di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Oktober-November 2017. Jenis penelitian ialah deskriptif kuantitatif dengan studi potong lintang. Penelitian ini melibatkan semua orang tua yang anaknya dirawat di IGD dan memenuhi kriteria inklusi yaitu 72 responden orang tua. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner Self Reporting Qustionnaire (SRQ) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan perolehan data kuesioner SRQ dan DASS dari 72 responden, 54 orang tua (75%) mengalami gangguan mental emosional, yang terdiri dari 49 orang tua (68,1%) dengan kecemasan dari ringan hingga sangat berat dan 18 orang tua (25%) dengan depresi ringan hingga sangat berat. Dari penelitian ini didapatkan diagnosis penyakit anak yang paling dominan menye-babkan kecemasan dan depresi pada orang tua, yaitu diare, bronkopneumonia, dan kejang demam. Simpulan: Kondisi anak yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dapat menimbulkan stres psikologik berupa kecemasan dan depresi pada orang tua.Kata kunci: gangguan mental emosional, kecemasan, depresi, orang tua
Hubungan Merokok dan Obesitas Sentral dengan Nilai Ankle-Brachial Index pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Savitri, Maghfirah; Wantania, Frans; Sedli, Bisuk P.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i1.27096

Abstract

Abstract: Peripheral artery disease (PAD) is commonly found in the community but it is hard to detect in primary health care providers. Smoking and central obersity are the major risk factors in the development of PAD. One non-invasive and cheap method in screening for PAD is determining the ankle-brachial index (ABI). This study was aimed to provide an overview of the relationship between ABI and smoking and central obesity among students of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. This was an analytical study with a cross sectional design using the ABI results of the students. There were 73 students as subjects; 26 non-smokers with no central obesity (36%), 15 smokers (20%), 21 with central obesity (29%), and 11 smokers with central obesity (15%). The age range of subjects was 18-23 year olds (young adult age). The Fisher’s exact test analysis of the relationship between smoking and PAD obtained a p-value of 0.267 (p>=0.05) and of the relationship between central obesity and PAD obtained a p-value of 0.016 (p<=0.05). In conclusion, there was a significant relationship between central obesity and ABI, albeit there was no significant relationship between smoking and ABI.Keywords: peripheral artery disease, ankle-brachial index, smoking, central obesity. Abstrak: Penyakit arteri perifer (PAP) banyak ditemukan pada masyarakat tetapi sulit terdeteksi di layanan kesehatan primer. Merokok dan obesitas sentral ialah faktor risiko yang berperan penting dalam perkembangan PAP. Salah satu metode pemeriksaan non invasif, murah, dan mudah untuk mendeteksi PAP ialah dengan menentukan nilai Ankle-Brachial Index (ABI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ABI serta hubungan merokok dan obesitas sentral dengan PAP pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang menggunakan hasil pemeriksaan ABI. Hasil penelitian mendapatkan 73 mahasiswa sebagai subyek; 26 yang tidak merokok dan tidak obes sentral (36%), 15 yang merokok (20%), 21 yang obes sentral (29%), dan 11 yang obes sentral dan merokok (15%). Kisaran usia sampel yaitu 18-23 tahun (usia dewasa muda). Hasil uji Fisher’s exact terhadap hubungan merokok dengan PAP didapatkan nilai p=0,269 (p>=0,05) dan untuk obesitas sentral dengan PAP didapatkan nilai p=0,016 (p<=0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan nilai ABI, tetapi tidak terdapat hubungan bermakna antara merokok dengan nilai ABI.Kata kunci: penyakit arteri perifer, ankle-brachial index, merokok, obesitas sentral

Page 55 of 108 | Total Record : 1074