cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi pada Bayi yang Dirawat pada Beberapa Fasilitas Kesehatan di Kota Manado Deafira, Angel; Wilar, Rocky; Kaunang, Erling D.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18524

Abstract

Abstract: Breast milk is the first natural food for the baby that provides all the energy and nutrients the baby needs for the first months of life. Studies show that breastfeeding is influenced by several factors, internal and external. This study was aimed to determine the factors that influence the success of breastfeeding in infants at several health facilities in Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. By using consecutive sampling method, 96 respondents were obtained according to inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed by using SPSS 16. The results showed several related factors to directly breastfeeding, as follows: mother age of 20-35 years old in 26 respondents (26.8%); experience of breastfeeding in 24 respondents (24.7%); low income in 26 respondents (26.8%); support of health officer in 21 respondents (21.6%); husband support in 36 respondents (37.1%); good psychological condition of mother in 36 respondents (37;1%); good maternal knowledge of breast milk in 21 respondents (21.6%); unemployed mother in 32 respondents (33%); and not exposed to incessant promotion of formula milk in 27 respondents (27.8%). Conclusion: The factors that influenced the success of breastfeeding in infants were: mother age of 20-35 years old, psychological factor of mother, maternal knowledge about breastfeeding, unemployed mother, and not exposed to the promotion of infant formula.Keywords: breast milk, breastfeeding, postpartum mother Abstrak: ASI ialah makanan pertama alami bagi bayi yang menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupan. Berbagai studi menunjukkan pemberian ASI di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI pada bayi yang dirawat di beberapa fasilitas kesehatan di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Dengan menggunakan metode consecutive sampling, didapatkan 96 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diolah dengan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal berkaitan dengan pemberian ASI secara langsung, yaitu: usia ibu 20-35 tahun pada 26 responden (26,8%); adanya pengalaman menyusui pada 24 responden (24,7%); penghasilan ibu rendah pada 26 responden (26,8%); adanya dukungan petugas kesehatan pada 21 responden (21,6%); adanya dukungan suami pada 36 responden (37,1%); tidak terguncangnya faktor psikologis ibu pada 36 responden (37,1%); pengetahuan ibu yang tinggi terhadap ASI pada 21 responden (21,6%); ibu dengan status tidak bekerja pada 32 responden (33%); dan ibu yang tidak terpapar gencarnya promosi susu formula pada 27 responden (27,8%). Simpulan: Faktor- faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI pada bayi ialah usia ibu 20-35 tahun, pengalaman menyusui, penghasilan ibu rendah, dukungan petugas kesehatan, dukungan suami, faktor psikologis ibu yang tidak terganggung, pengetahuan ibu yang tinggi tentang ASI, ibu dengan status tidak bekerja, serta ibu yang tidak terpapar oleh gencarnya promosi susu formula.Kata kunci: ASI, faktor keberhasilan pemberian ASI, ibu pasca melahirkan
HUBUNGAN FAKTOR GENETIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA Kalangi, Jane A.; Umboh, Adrian; Pateda, Vivekenanda
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6602

Abstract

Abstract: Essential hypertension is more commonly found in adolescent than in younger children and is strongly associated with genetic factor and obesity. Genes that play important role in hypertension mechanism are classified into genes that affect the natrium homeostasis in kidney, which include the I/D polymorphism ACE (Angiotensin Converting Enzyme) gene, and genes that affect steroid metabolism. Adolescents with hypertensive parents have higher risk of developing hypertension than those without familial history of hypertension. The aim of this research is to study the relationship between genetic factor (family history of hypertension) and blood pressure of adolescents. This was an analytic observational study with a cross sectional design. It was conducted in November- December 2014 at SMP Negeri 8 Malalayang. Samples were students with good nutritional status who are registered in that particular school and are given permission by their parents to participate in the study. There were 80 students who were involved in the study. Questionnaires were distributed to the students to know the existence of family history of hypertension especially in their parents and then the students’ blood pressure were measured. The data obtained is analyzed using Fisher’s Exact Test with SPSS program. The results showed that according to Fisher’s Exact Test, there was no significant relationship between genetic factor and blood pressure in adolescent. (p = 0.154 > 0.05). Conclusion: There was no relationship between genetic factor (hypertensive parents) and blood pressure in adolescent.Keywords: genetic factor, blood pressure, hypertension, adolescentAbstrak: Hipertensi esensial lebih sering ditemukan pada remaja dibandingkan dengan anak-anak dan dikaitkan erat dengan faktor genetik dan obesitas. Gen-gen yang berperan dalam mekanisme hipertensi dibagi menjadi gen yang mempengaruhi homeostasis natrium di ginjal, termasuk polimorfisme I/D gen ACE (Angiotensin Converting Enzyme) dan gen yang mempengaruhi metabolisme steroid. Remaja dengan orangtua hipertensif mempunyai resiko untuk mendapat hipertensi lebih tinggi dibandingkan anak dengan orangtuanya yang normotensif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor genetik (riwayat hipertensi dalam keluarga) dengan tekanan darah. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2014 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Malalayang. Sampel penelitian yaitu siswa yang memenuhi kriteria inklusi yaitu anak dengan status gizi baik yang tercatat di register sekolah serta mendapat izin dari orangtua untuk mengikuti penelitian. Subjek penelitian berjumlah 80 siswa. Kuesioner dibagikan untuk mengetahui riwayat hipertensi dalam keluarga terutama pada orang tua lalu tekanan darah anak diukur. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Fisher’s Exact Test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Fisher’s exact, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor genetik (riwayat hipertensi dalam keluarga) dengan tekanan darah pada remaja (nilai p = 0,154 > 0.05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara faktor genetik (orang tua yang hipertensi) dengan tekanan darah pada remajaKata kunci: faktor genetik, tekanan darah, hipertensi, remaja
PERBANDINGAN MUAL – MUNTAH PADA PREMEDIKASI DENGAN PEMBERIAN ONDANSETRON DAN DENGAN DEKSAMETASON PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN ANESTESI REGIONAL Tewu, Havriray; Posangi, Iddo; Kumaat, Lucky
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9832

Abstract

Abstract: Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) is nausea-vomiting in 24 hours after anaesthesia and surgery procedures. Nausea-vomiting are the side effects which commonly found after anaethesia and surgery. To prevent the occurence of these side effects, patients are given premedication of ondansetron or dexamethason deksametason. This study aimed to obtain the difference of nause-vomiting in administration of ondansetron and dexamethason post operation. This was an analytical prospective study. Subjects were 10 people. The results showed that there was no significant difference between premedication administration of ondansetron and dexamethason in prevention of nause-vomiting post operation.Keywords: nause-vomiting, premedication, ondansentron, dexamethasonAbstrak: Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) adalah perasaan mual-muntah yang dirasakan dalam 24 jam setelah prosedur anestesi dan pembedahan. Mual-muntah ialah efek samping yang sering ditemukan setelah tindakan operasi dan anestesi. Untuk mencegah terjadinya mual dan muntah diberikan premedikasi pemberian ondansentron atau deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mual-muntah pada pemberian ondansetron dan deksametason pasca operasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analitik prospektif. Subyek penelitian berjumlah 10 orang. Hasil penelitian ini didapatkan tidak terdaapt perbedaan bermakna antara premedikasi pemberian ondansetron dengan deksametason dalam mencegah mual –muntah.Kata kunci: mual muntah, premedikasi, ondansentron, deksametason
Profil moluskum kontagiosum di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2013-Desember 2015 Runtuwene, Nadya; Niode, Nurdjannah; Pandaleke, Thigita
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14479

Abstract

Abstract: Molluscum contagiosum is an infection disease of the skin caused by Molluscipox virus. This disease is transmitted through direct and indirect contact, such as the use of personal goods together. This disease primarily affects children and actively sexual adult. The world highest prevalence of mollucum contagiosum was reported in East Afrika, as much as 52%. In Indonesia, the prevalence is high, around 40.4% of all skin diseases. This is a descriptive study, with the retrospective approach. The aim of this study is to investigate the prevalence of molluscum contagiosum. The study population is all new patients who come to the outpatient clinic of dermatology and venereology Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. The study sample is all new patients diagnosed with molluscum contagiosum. This study found that, from 2013-2015 periods, a total of 60 patients (1.66%) were diagnosed with molluscum contagiosum. This infection is likely to be found in men (31 patients; 51.7%), 5-14 years old age group (38; 63.3%), and students (29 patients; 48.3%). The location is likely to be in a combination of facial, thorax, and extremities (34 patients: 56.7%). Most of the patients were treated with curettage (56 patients; 93.3%). Based on the study findings, the author suggested to give education to the general public, especially the parents, so the curative, preventive, and promotive efforts can be done well.Keywords: molluscum contagiosum, children, curettage Abstrak: Moluskum kontagiosum adalah sebuah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh virus Molluscipox. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan tidak langsung seperti pemakaian alat-alat pribadi bersama. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak dan dewasa dengan aktivitas seksual aktif. Di dunia prevalensi moluskum tertinggi terdapat di Afrika Timur sebesar 52%. Di Indonesia prevalensi moluskum kontagiosum tergolong tinggi, yaitu sebesar 40,4% dari penyakit kulit lain. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui profil moluskum kontagiosum. Populasi pada penelitian adalah seluruh data pasien baru yang berobat di poliklinik kulit dan kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, sampel yang diambil adalah semua pasien baru yang didiagnosis moluskum kontagiosum. Dari hasil penelitian tahun 2013-2015 didapatkan total pasien moluskum 60 (1,66%), terbanyak pada laki-laki 31 (51,7%) pasien, usia 5-14 tahun kelompok umur terbanyak 38 (63,3%) pasien, terbanyak di kalangan pelajar 29 (48,3%) pasien, lokasi kombinasi dari fasial, thoraks, dan ekstremitas paling banyak terkena dengan jumlah 34 (56,7%) pasien, dan terapi yang sering digunakan yaitu kuretase yaitu 56 (93,3%) pasien. Dari hasil yang ditemukan salah satu saran adalah dengan memberikan edukasi pada masyarakat luas, terutama pada orang tua agar upaya kuratif, preventif, dan promotif, dapat terlaksana dengan baik. Kata kunci: moluskum kontagiosum, penyakit infeksi kulit, kuretase
PROFIL MALARIA PADA ANAK DI BRSD LUWUK KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH PERIODEJANUARI 2011- DESEMBER 2013 Bantoyot, Feby
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3743

Abstract

Abstract: Malaria is a disease caused by protozoan parasites of the genus Plasmodium.  Malaria remains a public health problem in the world. In Indonesia in the last five years Paracite Annual Incidence (API) has been successfully reduced from 1.96 per 1000 population (2008) to 1.69 per 1000 population (2012). In 2010 the incidence of malaria by age group, based on the characteristics of the respondents was highest in the age of 1-4 years (23.9%), according to the characteristics of sex, obtained in men is higher than women. In Central Sulawesi, incidence of malaria in 2011 was 3.08%. In 2008, the highest incidence of malaria in Central Sulawesi contained in Buol district, Donggala and Banggai. This study aims to determine the profile of malaria in children in BRSD Banggai Central Sulawesi period January 2011 - December 2013. This study is a retrospective descriptive study, by accessed the medical records of study subjects. The result of experiment include 75 sample with distribution male a little more than female, age group 1-4 years,  low Hb value, and moderate malnutrition is the most include in this experiment.The type of Plasmodium is dominated by Plasmodium vivax.Keywords: malaria, Plasmodium, malnutrition, BRSD Luwuk  Abstrak: Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Protozoa dari genus Plasmodium. Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Di Indonesia dalam lima tahun terakhir Annual Paracite Incidence (API) telah berhasil diturunkan dari 1,96 per 1000 penduduk (2008) menjadi 1,69 per 1000 penduduk (2012) Pada tahun 2010 insiden malaria menurut golongan umur, berdasarkan karakteristik respondenpaling tinggi pada umur 1-4 tahun (23,9%), untuk karakteristik menurut jenis kelamin, didapatkan pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Di Provinsi Sulawesi Tengah insiden malaria tahun 2011 sebesar 3,08 %. Pada tahun 2008, insiden malaria tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah terdapat di Kabupaten Buol, Donggala dan Banggai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil malaria pada anak di BRSD Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah periode Januari 2011 – Desember 2013. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif retrospektif, yaitu dengan mengakses data rekam medis subyek penelitian. Hasil penelitian, didapatkan sampel 75 anak dengan distribusi jeniskelaminlaki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan jenis kelamin perempuan, golonganumur 1-4 tahun nilai Hb rendah dan status gizi mal nutrisi sedang paling banyak ditemukan. Jenis Plasmodium yang mendominasi adalah Plasmodium vivax.Kata Kunci :malaria, Plasmodium,malnutrisi,  BRSD Luwuk
Hubungan Lingkar Pinggang dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Talumepa, Angelica; Wantania, Frans E.N.; Parnigotan, Bisuk
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v6i2.22117

Abstract

Abstract: Central obesity is one of the multifactorial diseases which occurs due to accumulation of excessive fat in the intraabdominal adipose tissue contributed toward the main causes of mortality and morbidity, including heart attack, stroke and hypertension. Hypertension is the independent risk factor of cardiovascular diseases meanwhile the independent risk factor of hypertension is obesity. This study was aimed to determine the correlation between waist circumference and blood pressure among students of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University Manado. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. Data of physical examination were waist circumference and blood pressure. There were 70 subjects in this study. The results of the Pearson correlation and simple linier regression test showed a significant correlation of waist circumference and systolic blood pressure (P=0.000) as well as waist circumference and diastolic blood pressure (P=0.000). Furthermore, the study obtained that waist circumference affected systolic blood pressure by 29.70% and diastolic blood pressure by 18.50%. Conclusion: There was a significant correlation between waist circumference and blood pressure among students of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University Manado.Keywords: waist circumference, systolic blood pressure, diastolic blood pressure. Abstrak: Obesitas sentral merupakan suatu penyakit multifaktor yang terjadi akibat akumulasi lemak yang berlebihan di jaringan adiposa intra-abdomen. Akumulasi lemak tersebut berkontribusi terhadap penyebab utama kematian dan kecacatan, termasuk serangan jantung, stroke dan tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan faktor risiko independen terhadap penyakit kardiovaskular, dan salah satu faktor risiko independen hipertensi ialah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ukuran lingkar pinggang dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah analitik obeservasional dengan desain potong lintang. Data diperoleh melalui pemeriksaan fisik yaitu pengukuran lingkar pinggang dan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan uji korelatif Pearson serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian mendapatkan subyek berjumlah 70 orang mahasiswa. Uji korelatif Pearson menunjukkan adanya hubungan bermakna, baik antara lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik (P=0,000) maupun antara lingkar pinggang dengan tekanan darah diastolik (P=0,000). Pengaruh lingkar pinggang terhadap tekanan darah sistolik sebesar 29,70% dan terhadap tekanan darah diastolik sebesar 18,50%. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggang dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Kata kunci: lingkar pinggang, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik
PROFIL NYERI DAN PERUBAHAN HEMODINAMIK PADA PASIEN PASCA BEDAH SEKSIO SESAREA DENGAN ANALGETIK PETIDIN Tampubolon, Triyatna R. A.; Lalenoh, Diana; Tambajong, Harold
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6832

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil nyeri (VAS) dan perubahan hemodinamik seperti: tekanan darah, laju nadi dan laju napas pada pasien pasca bedah seksio sesarea dengan analgetik petidin. Penelitian yang dilakukan di ruang pemulihan pasca bedah Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Instalasi Rawat Darurat (IRD) serta ruang perawatan Instalasi Rawat Inap D (IRINA D) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan November-Desember 2014 merupakan penelitian yang bersifat deskriptif prospektif. Dalam rentang waktu tersebut diperoleh 20 kasus yang dilakukan operasi seksio sesarea dengan menggunakan anestesia lokal (spinal anestesia) yang memenuhi kriteria inklusi. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor VAS pada jam ke-0 adalah 0,65, jam ke-2 menjadi 0,10 lalu jam ke-4 menjadi 3,20 dan jam ke-6 menjadi 9,70. Rata-rata tekanan darah sistolik (TDS) pada jam ke-0 adalah 110 mmHg, jam ke-2 menjadi 104 mmHg, jam ke-4 menjadi 114 mmHg dan jam ke-6 menjadi 122,5 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik (TDD) pada jam ke-0 adalah 71,5 mmHg, jam ke-2 menjadi 67 mmHg, jam ke-4 menjadi 74 mmHg dan jam ke-6 menjadi 82,5 mmHg. Rata-rata MAP pada jam ke-0 adalah 97,17 mmHg, jam ke-2 menjadi 91,67 mmHg, jam ke-4 menjadi 100,67 mmHg dan jam ke-6 menjadi 109,17 mmHg. Rata-rata laju nadi pada jam ke-0 adalah 73,60x/m, jam ke-2 menjadi 78,05x/m lalu jam ke-4 menjadi 79,85x/m dan jam ke-6 menjadi 85,65x/m. Rata-rata laju napas jam ke-0 adalah 21,10x/m, jam ke-2 menjadi 18,95x/m, jam ke-4 menjadi 20,60x/m dan jam ke-6 menjadi 25,20x/m.Kata kunci: VAS, perubahan hemodinamik, petidinAbstract: The purpose of this research is to know the profile of pain with assessment methods VAS (Visual Analogue Scale) and haemodynamic changes such as: blood pressure, pulse rate and respiratory rate in caesarean section post-surgery patients with pethidine analgesic. Research done in the recovery room after surgery of the Central Surgical Installation (IBS) and the Installation of Emergency (IRD) as well as space Installation Care Inpatient D (IRINA D) at was Prof. Dr. R. D. Kandou Manado in November 2014 to December 2014 is a prospective descriptive research. In the span of time retrieved 20 cases caesarean section by using local anesthesia (spinal anesthesia) that meet the criteria inclusion. It can be concluded that the average score of VAS at the 0 hour is 0.65, at the 2nd hour being 0.10 and then at the 4th hour be 3.20 and at the 6th hour to 9.70. The average of systolic blood pressure at the 0 hour is 110 mmHg, at the 2nd hour to be 104 mmHg and then the 4th hour be 114 mmHg and 6th hour be 122,5 mmHg. The average of diastolic blood pressure at the 0 hour is 71,5 mmHg, at the 2nd hour to 67 mmHg and then on the 4th hour be 74 mmHg and at the 6th hour be 82.5 mmHg. The average of mean arterial pressure (MAP) at the 0 hour is 97,17 mmHg, 2nd hour to be 91,67 mmHg, 4th hour be 100,67 mmHg and 6th hour be 109,17 mmHg. The average of pulse rate at the 0 hour is 73,60 x/min, 2nd hour to 78,05x/min and then at the 4th hour be 79,85x/min and 6th hour being 85,65x/min. The average of respiratory rate at the 0 hour is 21,10 x/min, at the 2nd hour being 18, 95x/min and then at the 4th hour to 20,60 x/min and 6th hour to 25, 20 x/min.Keywords: VAS, haemodynamic changes, pethidine
Hubungan antara Beban Kerja dan Kelelahan Kerja dengan Produktivitas Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon Pantow, Stivani S.; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A. T.
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v7i2.26548

Abstract

Abstract: Basically, productivity is influenced by three factors namely workload, work capacity, and additional burden due to work environment. Workload is usually associated with physical, mental, and social burdens. General Hospital Bethesda GMIM Tomohon provides services to patients with 123 nurses divided into several rooms. This study was aimed to determine the relationship between workload and work fatigue and work productivity of nurses in the Inpatient Room of the General Hospital Bethesda GMIM Tomohon. This was an observational analytical study using a cross sectional design. The sampling technique used Slovin formula and obtained 56 nurses as respondents. Data were analyzed by using the chi square test. The results showed that the relationship between workload and work productivity obtained a p-value of 0.001 (α=0.05), meanwhile the relationship between work fatigue and work productivity had a p-value of 0.001 (α=0.05). In conclusion, there was a significant relationship between workload and work productivity as well as between work fatigue and work productivity among the nurses of the Inpatient Room of Bethesda General Hospital, GMIM Tomohon.Keywords: work productivity, work fatigue, workload Abstrak: Pada dasarnya produktivitas dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu beban kerja, kapasitas kerja, dan beban tambahan akibat lingkungan kerja. Beban kerja biasanya berhubungan dengan beban fisik, mental maupun sosial yang memengaruhi tenaga kerja. RSU Bethesda GMIM Tomohon memberikan pelayanan pada pasien dengan jumlah perawat 123 orang yang dibagi dalam beberapa ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSU Bethesda GMIM Tomohon. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sebanyak 56 perawat sebagai responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil pengujian terhadap hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja mendapatkan nilai p=0,001 (α=0,05). Hasil pengujian terhadap hubungan antara kelelahan kerja dengan produk-tivitas kerja mendapatkan nilai p=0,001 (α=0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSU Bethesda GMIM Tomohon.Kata kunci: produktivitas kerja, kelelahan kerja, beban kerja
Gambaran Pasien yang Menjalani Prosedur Bedah Emergensi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari - September 2019 Suleman, Utrecht; Wagiu, Angelica M. J.; Tangel, Stephanus J. Ch.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i1.27356

Abstract

Abstract: Emergency surgery is performed to avoid further complications of the disease or to save the patient's life. Albeit, there are lack of data in various health centers in Indonesia regarding the evaluation of emergency surgical patients, This study was aimed to obtain the profile of patients undergoing emergency surgical procedures in the Emergency Department of Surgery at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January to September 2019. This was a retrospective and descriptive study using patients’ medical records. The results showed that there were 540 patients in this study. Most of the patients were adult age group (18-59 years) as many as 343 patients (63.5%), males 366 patients (67.8%), and non-traumatic cases 436 patients (80.4%). The most common cases of trauma was epidural hemorrhage as many as 23 patients (4.3%) meanwhile the most common non-traumatic cases was chronic kidney disease as many as 122 patients (22.6%). According to the type of surgery, CDL insertion and laparotomy were performed on 131 patients each (24.3%). In conclusion, most patients undergoing emergency surgical procedures were 18-59 years old, males, and non-traumatic cases.Keywords: emergency surgery, traumatic cases, non-traumatic cases Abstrak: Bedah emergensi dilakukan dalam keadaan sangat darurat untuk menghindari komplikasi lanjut dari proses penyakit atau untuk menyelamatkan jiwa pasien. Data mengenai pasien bedah emergensi di berbagai pusat kesehatan di Indonesia masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pasien yang menjalani prosedur bedah emergensi di IGD Bedah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari sampai September 2019. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif, menggunakan data rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 540 pasien, didapatkan pasien terbanyak dari golongan usia dewasa (18-59 tahun) yaitu 343 pasien (63,5%), jenis kelamin laki-laki 366 pasien (67,8%), dan kasus non-trauma 436 pasien (80,4%). Kasus trauma terbanyak yaitu epidural hemorrhage pada 23 pasien (4,3%) sedangkan kasus non trauma terbanyak chronic kidney disease pada 122 pasien (22,6%). Menurut jenis tindakan operasi yang terbanyak ialah insersi CDL dan laparotomy, masing-masing 131 pasien (24,3%). Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani prosedur bedah emergensi terbanyak ialah usia 18-59 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan jenis kasus non-trauma.Kata kunci: bedah emergensi, kasus trauma, kasus non-trauma
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Anak yang di Rawat Inap di RSUD Manembo-Nembo Kota Bitung Umboh, Fabiola V.; Gunawan, Stefanus; Runtunuwu, Ari
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v6i2.20602

Abstract

Abstract: Anemia is one of the most common clinical problems in the medical world, either in adults or children. The impact of anemia on children can lead to physical growth disorders, low resistance to disease, less intelligence level, and less learning and sport achievement. This study was to obtain the factors related to the incidence of anemia in children at RSUD Manembo-nembo Bitung. This was an analytical descriptive study using a cross sectional design. Data were obtained from patients’ medical records and questionnaires. Samples were 46 children, 28 were less than 5 years old. The results showed that there was a correlation between parent education level (P=0.033) as well as socioeconomic status of the family (P<0.001) to the occurrence of anemia, however, there was no correlation between nutritional status with the incidence of anemia (P=0,244). Conclusion: The most influential factor to the incidence of anemia in children was the social economic status of the family.Keywords: anemia, children, socioeconomic statusAbstrak: Anemia merupakan salah satu masalah klinis yang sering ditemukan di dunia kedokteran baik pada orang dewasa maupun anak. Dampak anemia bagi anak dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang fisik, rendahnya daya tahan terhadap penyakit, tingkat kecerdasan yang kurang dari seharusnya, serta prestasi belajar dan prestasi olahraga yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada anak-anak yang dirawat di RSUD Manembo-nembo Kota Bitung. Jenis penelitian ini ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian ini menggunakan data rekam medik pasien dan hasil kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 46 anak. Sebagian besar sampel berusia <5 tahun dengan jumlah 28 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan orang tua (P=0,033) dan status sosial ekonomi keluarga (P<0,001) dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi pada anak tidak berhubungan dengan kejadian anemia (P=0,244). Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia pada anak yang dirawat di RSUD Manembo-nembo ialah status sosial ekonomi keluarga.Kata kunci: anemia, anak, status sosial ekonomi

Page 53 of 108 | Total Record : 1074