cover
Contact Name
Ni Luh Sakinah Nuraini
Contact Email
niluh.sakinah.fip@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No.5 Gedung D2 GKB lt.1
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Periodically published twice a year in May and November ( ISSN 0854-8285 ) ( E ISSN 2581-1983 ) ; contains writings on conceptual ideas, studies and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of elementary schools.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V pada Materi Geometri Ditinjau dari Gaya Kognitif Vivi Dwi Ramadhani; Goenawan Roebyanto; Siti Umayaroh
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.666 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i22019p080

Abstract

Learning mathematics can develop students' thinking patterns in solving problems. The purpose of this study is to describe the ability to solve geometry problems based on independent and field dependent cognitive styles in fifth grade students of SD Karangbesuki 2 Malang. The research subjects consisted of 2 students with independent field cognitive styles and 2 students with field dependent cognitive styles. Based on the results of the study, students who have independent field cognitive style in this study are able to solve geometry problems based on Polya's steps, namely (1) able to find aspects that are known and asked, (2) able to draw up problem solving strategy relevant to what was asked, (3) able to solve the problem correctly, and (4) able to draw conclusions from the answers. Whereas students who have a field dependent cognitive style experience difficulties, namely (1) not including complete information, (2) being less able to prepare a completion plan, (3) the results of the answers are less precise, (4) not doing a look back step. Pembelajaran matematika dapat mengembangkan pola berpikir siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah geometri berdasarkan gaya kognitif field independent dan field dependent pada siswa kelas V SDN Karangbesuki 2 Kota Malang. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa dengan gaya kognitif  field independent dan 2 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa siswa yang memiliki gaya kognitif field independent pada penelitian ini mampu melakukan pemecahan masalah geometri berdasarkan langkah-langkah Polya, yaitu (1) mampu menemukan aspek yang diketahui dan ditanyakan, (2) mampu menyusun rencana yang relevan dengan yang ditanyakan, (3) mampu menyelesaiakan masalah dengan benar, dan (4) mampu membuat kesimpulan dari jawabannya. Sedangkan pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent mengalami kesulitan, yaitu (1) belum mencantumkan informasi yang lengkap, (2) kurang mampu dalam menyusun rencana penyelesaian, (3) hasil akhir jawaban kurang tepat, (4) tidak melakukan pemeriksaan kembali.  
Penelitian Tindakan Kelas Berbasis Lesson Study di SD Laboratorium Puri Selfi Cholifah; Dimyati Dimyati; Rahmah Dyah Pintasari; Herlina Mursyidah; Aflacha Aflacha
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.206 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i22019p091

Abstract

This study aims to photograph the implementation of classroom action research (CAR) in order to improve teacher professionalism which is implemented through lesson study. This research employed a case study qualitative research. The subjects of this study were Malang State University (UM) lecturers, 3 teachers, and 25 students of UM Laboratory Primary School. Observation, documentation and interview data were collected during the Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) program in August-October 2018. The data analysis stage was carried out through data catagorization, interpretation and checking findings with data triangulation. The results of the research indicate that teachers have never collaborated using lesson study before. Nonetheless, a positive response appears from all the activities of implementing CAR based on lesson studies that implies there are more contribution gathered from the implementation of lesson study in improving the ability of teachers to conduct a research. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memotret pelaksanaan tindakan kelas sebagai upaya untuk peningkatan profesionalisme guru yang diimplementasikan melalui lesson study. Jenis penelitian yang diguankan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dosen Universitas Negeri Malang (UM), 3 guru, dan 25 siswa SD Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan data hasil observasi, dokumentasi dan wawancara  yang dikumpulkan sepanjang program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) pada bulan Agustus-Oktober 2018. Tahap analisis data dilakukan melalui katetgorisasi data, innterpretasi dan mengecek temuan dengan triangulasi data. Data hasil penelitian menunjukkan indikasi bahwa sebelumnya guru belum pernah berkolaborasi dengan menggunakan lesson study. Meskipun demikian respon positif tampak dari seluruh kegiatan pelaksanaan PTK berbasis lesson study bahwa tampak adanya kontribusi lebih dari pelaksanaan kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan guru melaksanakan sebuah penelitian. 
Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Fetty Fellasufah; Ali Mustadi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.515 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i22019p060

Abstract

In this study, it will be known the implementation and results of cursive handwriting on the prospective teacher. This study uses a case study of qualitative research. The study involved 39 prospective elementary school teacher to collect data on the implementation, difficulties, and instructions used in the teaching of cursive handwriting. The research data were collected using observation and interview techniques which were verified as valid by data triangulation techniques. The data that has been collected is analyzed through qualitative descriptive techniques. The results showed that the teaching of writing was carried out by assignments continuously and intensively. The teaching of cursive handwriting helps students to get used to writing cursive handwriting better. Pada penelitian ini akan diketahui pelaksanaan dan hasil pengajaran menulis tegak bersambung pada mahasiswa calon guru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Penelitian melibatkan 39 mahasiswa calon guru sekolah dasar untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan, kesulitan, dan instruksi yang digunakan dalam pengajaran menulis tegak bersambung. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik obervasi dan wawancara yang dicek keabsahannya dengan teknik triangulasi data. Data yang telah terkumpul dianalisis melalui teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran menulis dilaksanakan dengan penugasan secara kontinu dan intensif. Pengajaran menulis tegak bersambung membantu mahasiswa untuk terbiasa menulis tegak bersambung dengan lebih baik.  
Pengembangan Model Ruang Kelas Berbasis Tematik di Sekolah Dasar Ludfi Arya Wardana; Afib Rulyansah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.42 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i22019p125

Abstract

The purpose of this study was to produce a thematic-based classroom model in grade V at Tisnonegaran 1 Elementary School in Probolinggo City. This research and development method used Borg & Gall, which had adapted and consisted of (1) confidential information, (2) planning, (3) product development, (4) expert validation, (5) field trials, (6) final products. The results of the study showed that the learning technology expert validation reached 97.2%, the linguist's validation result showed 90.6%, and the result of the field trial that used readability test met 92.8%. The product of the thematic-based classroom model in primary school has a strong level of validation and a high level of openness. Suggestions for further development can use different classes and levels. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model ruang kelas berbasis tematik di sekolah dasar di kelas V di Sekolah Dasar Tisnonegaran 1 di Kota Probolinggo. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan Borg & Gall yang diadaptasi menjadi 6 tahap yaitu: (1) informasi rahasia, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba lapangan, (6) produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli teknologi pembelajaran 97,2%, validasi ahli bahasa 90,6% dan uji coba lapangan dari tes keterbacaan 92,8%. Hal ini menunjukkan bahwa produk pengembangan model ruang kelas tematik di sekolah dasar memiliki tingkat validasi yang kuat dan tingkat keterbukaan yang tinggi. Saran untuk pengembangan lebih lanjut dapat menggunakan kelas dan level yang berbeda. 
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Saintifik Melalui Group Investigation (GI) pada Calon Guru Sekolah Dasar Santy Dinar Permata; Ali Mustadi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.239 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i22019p103

Abstract

The rapid development of technology and communication in the 21st century requires people to have communication skills, especially in writing. This skill also needs to be mastered by prospective elementary school teachers, in order to be able to teach and provide provisions to students in facing the times. The Group Investigation (GI) learning model is used to improve students' written communication skills related to the science concept. This type of research is a classroom action research with 2 cycles and 4 meetings, with research subjects of 39 elementary school teacher education (PGSD) students. Data collection techniques used in the form of observation. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed an increase in students' written communication skills from pre-action, cycle I, and cycle II. Improvement of students' written communication skills is shown through the results of the N-gain score test in pre-action up to the second cycle of 0.36 with the medium category. The indicator of research completeness also shows that 82% or 32 students have experienced an increase with an average score of 67.6 and are categorized in the skilled to very skilled categories. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat cepat di abad 21, mengharuskan masyarakat memiliki keterampilan komunikasi, khususnya secara tertulis. Keterampilan ini juga perlu dikuasai oleh calon guru sekolah dasar, agar mampu mengajarkan dan memberikan bekal kepada siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Model pembelajaran Group Investigation (GI) digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi tulis mahasiswa terkait konsep IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus dan 4 pertemuan, dengan subjek penelitian 39 mahasiswa PGSD. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan komunikasi tulis mahasiswa dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Peningkatan keterampilan komunikasi tulis mahasiswa ditunjukkan melalui hasil uji N-gain score pada pratindakan hingga siklus II sebesar 0,36 dengan kategori sedang. Indikator ketercapaian ketuntasan penelitian juga menunjukkan sebanyak 82% atau 32 mahasiswa telah mengalami peningkatan dengan nilai rerata 67,6 dan tergolong dalam kategori terampil hingga sangat terampil.  
Motivasi Internal dan Eksternal Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Matematika Ni Luh Sakinah Nuraini; Wisnu Cahyo Laksono
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.753 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i22019p115

Abstract

One of the factor that plays an important role in learning mathematics is motivation to learn. The purpose of this study was to determine learning motivation both internal and external motivation that play a role in student learning in the content of mathematics in SDN 1 Gawang and SDN 2 Gawang, Kebonagung District, Pacitan Regency. The results showed that the internal motivation and external motivation of students of SDN 1 Gawang and SDN 2 Gawang in learning mathematics were in the good category, based on the average scores obtained. Viewed from the supporting indicators, it is necessary to increase internal motivation related to expectations while learning and external motivation related to an adequate learning environment in mathematics learning. In addition, specifically at SDN 2 Gawang, the provision of external motivation still needs to be improved in order to optimize learning of mathematics, especially in fourth grade students. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam pembelajaran matematika adalah motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar baik motivasi internal maupun eksternal yang berperan dalam pembelajaran siswa pada muatan matematika di SDN 1 Gawang dan SDN 2 Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi internal dan motivasi eksternal siswa SDN 1 Gawang dan SDN 2 Gawang dalam pembelajaran matematika berada pada kategori baik, berdasarkan rata-rata skor yang diperoleh. Dilihat pada indikator pendukungnya, maka perlu ada peningkatan motivasi internal terkait harapan saat belajar dan motivasi eksternal terkait lingkungan belajar yang memadai pada pembelajaran matematika. Selain itu, khusus di SDN 2 Gawang, pemberian motivasi eksternal masih perlu ditingkatkan agar dapat mengoptimalkan pembelajaran matematika, khususnya pada siswa kelas IV.  
Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Trikaya Parisudha di Sekolah Dasar I Gede Astawan
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.989 KB) | DOI: 10.17977/um009v29i12020p001

Abstract

This study aims to analyze the needs as a basic of the trikaya parisudha learning model development in primary school to improve students’ science process skills and character values. This research used survey method. The populations of this research are the principals, teachers, and fourth grade students in primary schools which implement Curriculum 2013 in Karangasem Regency, Bali. The sample was determined by using purposive sampling technique, determine 6 primary schools, along with the principals, 12 teachers, and 120 students. The data were collected by using questionnaires, observation, and interview. The data were analyzed descriptively. The result shows that the development of Trikaya Parisudha learning model is needed in order to increase students’ science process skills and character values. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sebagai dasar pengembangan model pembelajaran trikaya parisudha di sekolah dasar untuk peningkatan keterampilan proses sains dan nilai-nilai karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa kelas IV sekolah dasar inti pelaksana Kurikulum 2013 di Kabupaten Karangasem, Bali. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, diperoleh 6 sekolah dasar, beserta kepala sekolahnya, 12 guru, dan 120 siswa. Data dikumpulkan dengan angket, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran trikaya parisudha sangat dibutuhkan untuk peningkatan keterampilan proses sains dan nilai-nilai karakter siswa.
Analisis Faktor Kesulitan Belajar Ditinjau dari Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Frita Devi Asriyanti; Indah Sri Purwati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.159 KB) | DOI: 10.17977/um009v29i12020p079

Abstract

The purpose of this study is to describe the faktors of learning difficulties in mathematics and analyze the faktors of learning difficulties in terms of the results of learning mathematics in fifthh grade elementary school students. This research uses a qualitative descriptive. Data collection techniques used a questionnaire instrument, observation guidelines, interviews, and documentation conducted during mathematics learning activities in Pagersari I Elementary School Tulungagung Regency. Data analysis techniques using triangulation techniques and observer perseverance. The data obtained are 55.93% internal learning difficulties and 59.2% external learning difficulties. Data analysis of learning outcomes obtained 36% of students have difficulty learning mathematics in the cognitive realm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripiskan faktor kesulitan belajar pada mata pelajaran matematika dan menganalisis faktor kesulitan belajar ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket, pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran matematika di SDN Pagersari I Kabupaten Tulungagung. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi dan ketekunan pengamat. Data yang diperoleh yaitu faktor kesulitan belajar intern 55,93% dan faktor kesulitan belajar ekstern 59,2%. Data analisis hasil belajar diperoleh 36% siswa mengalami kesulitan belajar matematika pada ranah kognitif.
Hubungan Wawasan Kebangsaan Terhadap Prestasi Mahasiswa PGSD dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderatingnya (Studi Pada Prodi PGSD di Jawa Timur) Putri Mahanani; Muchtar Muchtar; Siti Umayaroh; M. Imron Rosyadi; Iva Sugiarti; Mohammad Resnanda Anugerah; Ike Yuli Kurniawati; Christianto Saputro
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.435 KB) | DOI: 10.17977/um009v29i12020p028

Abstract

This study aims to provide empirical evidence about the influence of national insight and motivation on the relationship between national insight on the achievements of PGSD students. The design used in this study is quantitative research. The research instrument is a questionnaire. The research done in East Java, Malang and Jember. There were 432 respondents who were spread from state and private universities in East Java. Based on the data analysis, it was found that the students' knowledge related to national outlook did not affect the achievements of PGSD students. But motivation has been proven to influence the relationship between national insight and PGSD student achievement. The results showed that the existence of motivation (moderating variable) would be able to strengthen the relationship of national insight to student achievement. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh wawasan kebangsaan serta motivasi terhadap hubungan antara wawasan kebangsaan dengan prestasi mahasiswa PGSD. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Instrument penelitian berupa angket. Penelitian dilakukan di Jawa Timur, yaitu Malang dan Jember. Terdapat 432 responden yang tersebar di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil bahwa pengetahuan mahasiswa terkait wawasan kebangsaan tidak memengaruhi prestasi mahasiswa PGSD. Namun motivasi terbukti memengaruhi hubungan antara wawasan kebangsaan dan prestasi mahasiswa PGSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya motivasi (variabel moderating) akan dapat memperkuat hubungan wawasan kebangsaan terhadap prestasi mahasiswa.
Pengembangan Kartu Domino Sebagai Media Pembelajaran Kosakata bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Atikah Mumpuni; Agus Supriyanto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.002 KB) | DOI: 10.17977/um009v29i12020p088

Abstract

The research was aimed to develop a domino card media that was reasonable and effective in improving Indonesian language mastery for fifth grade students of elementary school. This was a development research that comprised of ten stages. Product in from of a reasonable vocabulary domino card media based on scores obtained form material expert and media expert each with value 80 with a good category. Product effectiveness yielded in improving Indonesian language vocabulary mastery based on a hypothesis test result of sigificance (2-tailed) of 0,034 smaller than 0,05. That domino card media was effective in improving Indonesian language vocabulary mastery for elementary school students. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media kartu domino yang layak dan efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Indonesia bagi siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang terdiri dari sepuluh tahap. Produk yang dihasilkan berupa media kartu domino kosakata yang layak, berdasarkan skor yang diperoleh dari ahli materi dan ahli media, masing-masing dengan nilai 80 dengan kategori baik. Keefektifan produk yang dihasilkan dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Indonesia didasarkan pada hasil uji hipotesis diperoleh signifikansi (2-tailed) sebesar 0,034, lebih kecil dari 0,05. Media kartu domino efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Indonesia bagi siswa sekolah dasar.

Page 10 of 17 | Total Record : 168